Bagaimana Menambah pH Air Pada Tanaman Hidroponik

Bagaimana Menambah pH Air Pada Tanaman Hidroponik

Urbanina.com – Dalam budidaya tanaman dengan cara hidroponik ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satu diantaranya adalah pH air. Tingkat keasaman (pH) air akan memberikan pengaruh kepada pertumbuhan atau kesuburan tanaman atau sayuran tersebut. Air yang mengandung larutan nutrisi hidroponik sedapat mungkin ada pada  batas pH yang masih dapat diterima oleh unsur hara, baik mikro ataupun makro yang ada dalam nutrisi hidroponik. Bila pH air terlampau tinggi atau terlampau rendah, maka pada larutan nutrisi tersebut akan terjadi endapan. Jika ternyata pH-nya turun, bagaimana menambah pH air pada tanaman hidroponik supaya budidaya hidroponik yang Anda lakoni berlangsung optimal?

pH air di dalam larutan nutrisi cukup memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman atau sayuran yang sedang ditanam. Anda sebaiknya mempunyai alat ukur yang disebut pH meter untuk mengetahui tingkat keasaman air. Adapun pH air larutan nutrisi yang diijinkan berkisar 6.0 – 7.0, tergantung pada jenis tanaman yang akan atau sedang dibudidayakan.

Bagaimana Menambah pH Air Pada Tanaman Hidroponik []

Pertumbuhan tanaman hidroponik setidaknya dipengaruhi oleh 6 faktor penting, yaitu pH air larutan nutrisi hidroponik, suhu, nutrisi, oksisgen, cahaya, dan kualitas air yang digunakan. Keenam faktor itu berpengaruh besar pada keberhasilan budidaya dengan cara hidroponik. Sama seperti pada teknik budidaya tanaman secara tradisional (ditanam di tanah), keenam faktor itu memiliki peran penting pada kecepatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanamannya.

Mengetahui bagaimana menambah pH air pada tanaman hidroponik adalah hal yang sangat penting. pH larutan nutrisi hidroponik merupakan tingkat keasamaan atau kebasaan yang dimiliki oleh sebuah larutan nutrisi hidroponik. Kebanyakan tanaman memerlukan larutan nutrisi (air) yang memiliki pH netral, yakni skala pH-nya berada dalam kisaran 6.0 hingga 6,5. Bila skala pH sebuah larutan nutrisi di bawah atau di atas angka itu telah bisa dipastikan tanaman tidak bisa tumbuh dan berproduksi, malahan cepat mati. Cuma beberapa jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan baik pada pH di bawah 6.0 (asam) dan di atas 7.0 (basa).

Lantas bagaimana cara menambah pH air pada tanaman hidroponik ketika setelah dicek menggunakan pH meter ternyata tingkat keasamannya sedang mengalami penurunan? Anda dapat menambah atau menaikan pH pada larutan hidroponik (air) dengan mempergunakan larutan kalium hidroksida (KOH). Berikan larutan KOH pada media hidroponik sedikit-sedikit hingga nilai pH-nya sesuai dengan yang diinginkan.

Anda pun bisa memanfaatkan pelepah daun pisang. Pelepah daun pisang itu dipotong kecil-kecil lalu taburkan pada larutan nutrisi hidroponik. Menambah tingkat pH air juga bisa dilakukan secara organik dengan menggunakan baking soda atau dengan cara anorganik menggunakan potassium hydroxide. Namun bila Anda masih merasa repot dengan cara-cara tadi, maka lebih praktisnya lagi Anda dapat membeli pH Up hidroponik di toko-toko pertanian atau toko tanaman terdekat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *