4 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Sistem Hidroponik EBB and Flow

4 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Sistem Hidroponik EBB and Flow

Urbanina.com РSistem Hidroponik EBB and flow atau yang juga dikenal dengan istilah sistem hidroponik pasang surut ada;ah salah satu model hidroponik yang banyak digunakan oleh pembudidaya tanaman atau penggemar hidroponik karena kemudahan, efisiensi  dan kepraktisannya. Sistem ini mengadaptasi metode pasang surut dimana air akan dialirkan pada media tanam dan membanjirinya dalam suatu waktu kemudian menyurutkan air yang membanjirinya dengan segera. Berbagai kelebihan ditawarkan oleh sistem ini termasuk suplai oksigen yang lebih baik untuk akar tanaman dan penghematan air. Meskipun demikian, seringkali terjadi beberapa kesalahan yang memang umum terjadi saat menggunakan metode ini. Berikut ini adalah empat kesalahan umum yang sering terjadi pada metode tanam EBB and flow

kesalahan

  1. Tinggi permukaan media tanam yang tidak sama

Sistem EBB and flow dirancang untuk membanjiri media tanam dalam wadah yang telah disiapkan. Media tanam dalam sistem ini seharusnya diletakkan dalam wadah media tanam dengan ketinggian yang sama disetiap wadah. Jika ketinggian media tanam tidak sama maka nutrisi dan air yang dialirkan pada setiap wadah tanam tidaklah sama. Bisa jadi satu media mendapatkan cukup air dan nutrisi karena seluruh permukaannya dapat dibanjiri sementara yang lain tidak. Oleh sebab itu, untuk mencegah hal itu terjadi, pastikan media tanam yang diletakan pada wadah media hidroponik memiliki ketinggian permukaan yang sama.

  1. Penggunan media yang tidak tepat

Dalam merancang suatu sistem hidroponik pemilihan media tanam yang sesuai tentu harus diperhatikan termasuk dalam menanam tanaman dengan metode EBB and Flow. Seringkali masalah yang terjadi adalah penggunaan media tanam yang salah misalnya menggunakan media dengan bobot yang sangat ringan seperti perlite. Media yang terlalu ringan tentunya bisa terbawa aliran air yang membanjiri wadah media tanam dan terhempas keluar dari media tersebut saat air pasang. Untuk itu sebaiknya gunakan media dengan bobot yang lebih berat seperti rockwool, hydroton atau cocopeat.

  1. Membanjiri tanaman terlalu lama

Salah satu hal yang penting dan harus diperhatikan dalam sistem EBB ad flow adalah wakyu atau lamanya air dan nutrisi membanjiri wadah media tanam. Kesalahan yang seringkali terjadi adalah nutrisi dan air terlalu lama dibiarkan mengendap atau membanjiri akar tanaman. Hal ini tentu saja tidak baik bagi akar tanaman tersebut karena dapat menghambat aliran oksigen yang diperlukan oleh akar. Perlu diketahui bahwa akar tanaman juga butuh bernafas dan larutan nutrisi yang membanjirinya bisa mengakibatkan terjadinya kondisi anaerob atau kondisi ruang tanpa oksigen. Oleh sebab itu pastikan untuk segera mengeringkan air dari sistem setelah jangka waktu tertentu dan tidak lebih dari 30 menit. Untuk menghindari kesalahan ini dapat digunakan timer dan pengatur aliran air atau pompa otomatis.

  1. Gagal mengatur waktu irigasi

Irigasi atau aliran air pada tanaman yang tumbuh dengan menggunakan sistem EBB and flow harus diatur dengan sedemikian rupa frekuensinya. Pembudidaya harus mengetahui seberapa sering tanaman harus dialiri air dan dikeringkan. Faktanya, kesalahan yang sering terjadi adalah tanaman terlalu sering dibanjiri atau tidak dialiri dengan frekuensi yang semestinya sehingga waktu penyerapan nutrisi menjadi berkurang dan tanaman tidak mendapatkan unsur hara secara optimal. untuk menghindari kesalahan ini pastikan jadwal pengairan atau irigasi tertata dengan baik dan dengan frekuensi pasang dan surut yang terkendali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *