Tips Menanam Tanaman Herbal Dengan Metode Window Garden

Tips Menanam Tanaman Herbal Dengan Metode Window Garden

Urbanina.com – Tanaman herbal adalah salah satu golongan tanaman yang bisa dengan mudah ditumbuhkan dengan metode hidroponik. Bayangkan alangkah mudahnya jika anda bisa mendapatkan bumbu dan dedaunan herbal yang biasa anada gunakan untuk memasak, tepat didapur anda dan langsung memetiknya. Untuk menanam tanaman herbal seperti basil, cilantro, kemangi, oregano dan kemangi, anda dapat memanfaatkan sisi jendela yang memiliki ruang. Memanfaatkan ruang disisi jendela saat ini lebih popular dengan istilah Window Garden. Sebenarnya metode ini adalah salah satu cara menanam tanaman herbal dalam ruangan atau Indoor garden yang dapat mengaplikasikan sistem hidroponik. Jika anda tertarik untuk menanam jenis tanaman dedaunan herbal didekat jendela dapur anda? Simak tipsnya berikut ini

menanam tanaman herbal

  1. Pelajari terlebih dahulu

Sebelum membangun suatu sistem atau meletakkan pot-pot hidroponik disisi jendela dapur, ada baiknya jika anda mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara menanam suatu tanaman dengan menggunakan metode hidroponik. Ada banyak referensi mengenai cara menanam tanaman herbal secara hidroponik dan pastikan sistem yang anda gunakan cocok untuk menanam tanaman herbal tersebut. Tidak hanya mempelajari sistem hidroponik itu sendiri, pelajari juga jenis tanaman yang akan anda tanam dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya.

  1. Gunakan perangkat sederhana

Jika anda ingin menanam tumbuhan herbal didekat jendela dapur, sebaiknya pilihlah perangkat tanam yang sederhana dan mudah diletakkan serta hemat tempat. Gunakan pot sesuai ukuran ruang. Sistem yang dapat digunakan untuk menanam tanaman herbal pada window garden salah satunya adalah sistem Wick atau sistem sumbu. Sistem ini cukup mudah dibuat bahkan hanya dengan menggunakan botol plastic bekas air kemasan. Selain menggunakan sistem wick anda juga bisa mengaplikasikan sistem water culture sederhana dimana sebagian wadah media tanam terendam dalam air dan nutrisi dalam wadah yang lebih besar.

  1. Letakkan disisi jendela yang terkena cahaya

Sebaiknya pastikan tanaman yang ditanam menggunakan metode hidroponik diletakkan disis jendela yang terkena cahaya dan bukan disis jendela yang tidak langsung terkena cahaya. Tanaman membutuhkan cahaya dalam proses pertumbuhannya dan meletakkannya ditempat dengan pencahayaan yang sempurna dapat membantunya tumbuh lebih optimal.

  1. Gunakan nutrisi khusus hidroponik

Akan merepotkan jika menanam tumbuhan disis jendela menggunakan tanah karena anda tidak tahu pasti apakah tanah tersebut cocok untuk kebun mini anda atau tidak. Menggunakan sistem hidroponik untuk membuat mini garden didapur anda akan sangat menguntungkan karena anda dapat menentukan sendiri nutrisi yang digunakan. Pastikan anda menggunakan media tanam dan nutrisi khusus hidroponik agar tanaman lebih cepat tumbuh dan anda nikmati.

  1. Cek pH dan kadar nutrisi tanaman

pH dan faktor lain seperti suhu, cahaya dan kelembaban dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, oleh sebab itu sebaiknya cek pH media tanam dan nutrisi secara teratur minimal seminggu sekali begitu juga dengan kadar nutrisi yang terlarut. Jika semua faktor terpenuhi dengan baik tentunya hasil yang anda dapat akan sangat memuaskan.

Demikian beberapa tips membangun kebuh mini window garden didalam dapur anda sendiri. Metode ini akan sangat cocok bagi anda yang suka dan sering menggunakan dedaunan tanaman herbal setiap memasak akan tetapi malas membangun perangkat hidroponik yang kompleks. Selain hasilnya dapat anda gunakan, menanam tumbuhan disisi jendela akan membuat ruang dapur terlihat lebih hijau dan sejuk dipandang tentunya jika ditanam dalam pot yang cantik dan disusun dengan rapi. Selamat mencoba.

Menanam Bawang Putih dengan Sistem Tanam Hidroponik

Menanam Bawang Putih dengan Sistem Tanam Hidroponik

Urbanina.com – Siapa yang tak kenal dengan bumbu dapur yang satu ini? Bawang putih adalah salah satu umbi tanaman yang banyak digunakan untuk keperluan memasak. Umbi bawang yang berwarna putih ini memiliki aroma yang khas dan dapat membuat masakan semakin harum dan nikmat. Tidak hanya menambah cita rasa masakan, bawang putih juga sangat bermanfaat bagi kesehatan terutama bagi penderita hidertensi atau penderita tekanan darah tinggi. Mungkin anda sering bertanya-tanya apakan menanam bawang putih bisa dilakukan dengan metode hidroponik dan tanpa menggunakan tanah? Jawabannya adalah bisa.

menanam bawang putih

Bawang putih bisa dibudidayakan dengan metode hidroponik meskipun tentu saja dibutuhkan perawatan dan perhatian lebih. Meskipun demikian, tidaklah begitu sulit untuk menanam bawang putih dalam media tanam hidroponik. Untuk menanam bawang putih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik termasuk bagaimana cara menanamnya dengan benar. Cara membudidayakan bawang putih tidak jauh berbeda dengan membudidayakan tanaman jenis umbi lainnya tapi ada baiknya simak tips berikut ini.

Pemilihan Benih Bawang Putih

Bawang putih sebenarnya bisa dibudidayakan dengan mudah secara hidroponik. Jika anda ingin menanamnya untuk konsumsi keluarga maka tanaman ini bisa dibudidayakan dalam jumlah sedikit. Saat ditanam, tanaman bawang putih akan mengeluarkan aroma khasnya jadi sebaiknya letakkan perangkat tanam ditempat yang terlindungi dan tidak mengganggu anggota keluarga. Bawang putih dapat ditanam dari benihnya dan biasanya tersedia di toko yang menyediakan alat dan bahan pertanian, meskipun demikian bawang putih juga bisa ditanam dari siung bawang putih yang biasa digunakan untuk memasak. Gunakan hanya bibit yang sehat dan tidak busuk karena hal ini tentunya akan mempengaruhi pertumbuhan bawang putih. Satu segmen atau siung bawang putih yang ditanam akan menghasilkan segmen lainnya dan menghasilkan umbi bawang putih yang utuh.

Tips ; sebelum memindahkan bibit bawang putih dalam media tanam hidroponik, anda dapat merendam setengah bagian segmen bawang putih dalam gelas tapi jangan merendam keseluruhan umbi tersebut. Biarkan hingga akarnya muncul dan baru anda bisa memindahkannya dalam media tanam setelah akarnya tumbuh.

Penggunaan Media dan Faktor Tanam

Beberapa media tanam hidroponik yang dapat digunakan untuk menanam bawang putih diantaranya perlite, vermiculite, atau kombinasi keduanya yakni potting soil, atau dapat juga menggunakan cocopeat. Karena bawang putih merupakan tanaman yang menghasilkan umbi tentu saja tidak bisa ditanam dimedia yang solid seperti rockwool atau hidroton. Dalam menaman bawang putih ada beberapa faktor yang harus dipenuhi diantaranya adalah pH media dan nutrisi tanaman sebaiknya ada direntang 6 hingga 6,5. Tanaman ini juga membutuhkan suhu yang relative sejuk yakni sekitar 15 hingga 25 derajat celcius. Selain itu tanaman bawang putih juga membutuhkan setidaknya 6 jam pencahayaan dan selebihnya biarkan dalam gelap karena tanaman ini membutuhkan fase gelap dalam masa tumbuhnya.

Perawatan Tanaman

Merawat tanaman bawang putih tidaklah terlalu sulit anda hanya perlu memastikan mendapatkan cukup nutrisi dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya terjaga dengan baik. Bawang putih adalah salah satu jenis tanaman yang sangat jarang diserang hama karena tanaman ini memiliki aroma yang khas dan kandungan zat aktifnya dapat mengusir hama. Senyawa allicin yang terkandung dalam aroma bawang putih sebenarnya adalah salah satu senyawa pertahanan alami yang melindungi tumbuhan dari serangan hama seperti serangga dan jamur. Jika tumbuh dengan baik bawang putih dapat dipanen setelah satu hingga dua bulan dan tanda bahwa bawang siap dipanen adalah separuh daunnya yang berubah warna menjadi kecoklatan. Setelah dipanen, gantungkan bawang putih ditempat yang teduh dan sebaiknya diangin-anginkan selama 6 minggu.

Semoga bermanfaat.

Menanam Paprika Dengan Sistem Hidroponik

Menanam Paprika Dengan Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Paprika adalah salah satu jenis tanaman cabai yang saat ini cukup banyak digemari masyarakat Indonesia meskipun belum begitu familiar di beberapa kalangan. Biasanya paprika banyak dijual dan dapat diperoleh di pasar swalayan atau di kota-kota besar. Rasa pedas yang dimiliki paprika tidaklah sepedas cabai merah atau cabai rawit sehingga orang luar negri sangat menyukai jenis cabai ini dan banyak ditanam di luar sana. Tanaman paprika termasuk dalam family tanaman Solanaceae dan masih satu family dengan tanaman terong, kentang, tomat dan lainnya. Ciri khas tanaman ini adalah warnanya yang hijau saat masih muda dan berubah warna menjadi merah atau kuning saat sudah masak. Untuk menanam paprika, tanaman ini dapat hidup di daerah dengan iklim yang hangat dan sangat dianjurkan tanaman ini ditanam di dalam greenhouse.

menanam paprika

Di Indonesia sendiri, paprika belum banyak dibudidayakan oleh petani karena menanam paprika cukup sulit dan membutuhkan perlakuan yang khusus. Menanam paprika haruslah dengan memenuhi berbagai kondisi dan faktor, hal inilah yang menjadi alasan mengapa paprika sulit ditanam secara konvensional. Meskipun cukup sulit bukan berarti paprika tidak bisa dibudidayakan. Pada dasarnya paprika dapat tumbuh dalam lingkungan yang steril dengan pemenuhan beberapa faktor. Oleh sebab itu paprika lebih cocok jika dibudidayakan dengan menggunakan metode hidroponik yang tidak menggunakan tanah. Untuk menanam tanaman paprika ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemilihan benih

Sebelum menanam paprika sebaiknya pilih dahulu varietas tanaman paprika yang ingin anda budidayakan. Beberapa jenis tanaman paprika dapat tumbuh dengan baik di Indonesia termasuk jenis paprika merah, hijau dan kuning. Pilihlah benih dengan kualitas yang baik dan sebaiknya belilah benih dalam kemasan yang masih utuh atau tersegel.

Pemasangan perangkat hidroponik

Tanaman paprika dapat ditanam dengan beberapa model perangkat hidroponik sama halnya dengan tanaman tomat maupun cabai. Banyak sistem yang dapat diaplikasikan untuk menanam paprika dengan metode hidroponik diantaranya dengan menggunakan sistem NTF atau Nutrient Film Technique, sistem Dutch bucket, sistem Drip maupun dengan menggunakan sistem wick. Pemilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor pendukung diantaranya ketersediaan lahan, perangkat, maupun biaya yang dibutuhkan untuk membangun perangkat tersebut.

 

 

Penyemaian benih

Tahap pertama dalam proses penanaman paprika adalah penyemaian benih. Benih atau biji paprika dapat disemai pada campuran media cocopeat, pasir halus dan sekam bakar. Benih yang akan disemai harus terlebih dahulu direndam dalam air hangat semalaman. Benih tersebut kemudian dapat diletakkan dalam potongan rockwool yang telah dilubangi. Selanjutnya benih dapat disimpan dalam ruangan yang telindung dari cahaya. Benih akan tumbuh menjadi bibit yang siap ditransplantasi pada perangkat hidroponik setelah satu hingga dua minggu. Setelah bibit tumbuh letakkan pada ruang yang terkena cahaya matahari dan tunggu hingga bibit tanaman tumbuh lebih besar.

Penanaman dan perawatan tanaman

Setelah bibit tumbuh lima helai daun atau sekitar 3 minggu setelah penyemaian, tanaman dapat dipindahkan pada perangkat hidroponik yang telah dirancang sebelumnya. Pastikan tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup tetapi tidak berlebihan. Siram tanaman dengan menggunakan air yang telah dicampur nutrisi dua kali dalam sehari jika menggunakan model hidroponik sederhana. Jika ditanam pada perangkat NTF atau sistem lainnya dimana air mengalir otomatis maka sebaiknya tanaman mendapat aliran air tidak kurang dari enam jam setiap hari.

Tanaman paprika akan berbuah setelah usianya lebih dari satu bulan dan dapat dipanen setelah dua atau tiga bulan setelah waktu penanaman. Semoga bermanfaat.

 

Menanam Kentang Dengan Sistem Tanam Hidroponik

Menanam Kentang Dengan Sistem Tanam Hidroponik

Urbanina.com – Mungkin anda sering berpikir bahwa membudidayakan beberapa tanaman akan cukup sulit dengan menggunakan metode hidroponik atau sistem tanam tanpa menggunakan tanah. Begitu juga dengan membudidayakan tanaman kentang. Ya, kentang adalah salah satu jenis sayuran umbi yang sangat popular. Kentang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan pendamping dan bahkan diluar negri umbi kentang adalah salah satu makanan pokok pengganti nasi. Jika anda bertanya apakah umbi kentang dapat ditanam dengan metode hidroponik? Jawabannya adalah Ya, menanam kentang dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik.

menanam kentang

Tanaman kentang dapat ditanam dengan beberapa model hidroponik seperti model Dutch bucket atau sistem drip. Metode hidroponik seperti NTF atau sistem raft tentunya tidak dapat digunakan untuk menanm kentang karena aliran air yang digunakan dapat membuat media tanam basah dan menghambat pertumbuhan akar atau umbi kentang. Kentang dapat ditanam dengan menggunakan bibit kentang atau potongan umbi kentang yang memiliki mata atau tunas pada permukaan kentang. Jika ingin menanam kentang dengan metode hidroponik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemilihan Bibit

Bibit kentang yang akan ditanam dengan metode hidroponik dapat dibeli di toko yang menyediakan bibit tanaman dan pastikan memilih benih yang berkualitas baik. Benih kentang yang ditanam dalam media tanam hidroponik tidak perlu lagi disemai dan dapat ditanam atau diletakkan langsung pada media tanam tersebut. Bibit kentang yang akan ditanam dipotong terlebih dahulu dan potongan tersebut harus memiliki mata tunas. Pastikan potongan kentang dengan mata tunas tersebut tertutup media tanam dengan sempurna. Letakkan potongan bibit kentang sekitar 3 centimeter dalam media tanam yang telah disiapkan.

Pemilihan Media tanam

Penggunaan media tanam yang sesuai adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam membudidayakan kentang. Ada berbagai media tanam hidroponik yang dapat digunakan untuk membudidayakan kentang akan tetapi tanaman kentang cukup sulit dibudidayakan dengan beberapa media tanam hidroponik mengingat kentang merupakan umbi yang tumbuh pada akar. Berdasarkan literature dan pengalaman pembudidaya sebelumnya, media yang paling cocok untuk menanam kentang secara hidroponik adalah kombinasi antara media tanam vermiculite, perlite dan cocopeat. Kentang yang ditanam pada campuran media tersebut dapat tumbuh menyamai ukuran kentang yang ditanam dalam tanah. Kombinasi media tanam tersebut dapat menjaga kelembaban dan ketersediaan air dalam media hidroponik.

 

Perawatan tanaman

Sebelum tunas kentang muncul kepermukaan, simpanlah bibit kentang yang telah diletakkan dalam media tanam ditempat yang terlindung dari cahaya. Setelah bibit menumbuhkan tunas maka wadah media tanam dapat dipindahkan ke ruang yang memiliki cukup cahaya. Tanaman kentang dapat tumbuh baik dengan pemberian cahaya sekitar 10 hingga 12 jam atau setidaknya minimal 6 jam dalam sehari. pH nutrisi dan air yang digunakan untuk menyiram tanaman sebaiknya dicek terlebih dahulu. pH yang sesuai untuk menanam kentang adalah 5,8 hingga 6,2, jika pH terlalu tinggi maka anda dapat menambahkan sedikit cuka dan jika terlalu rendah, pH dapat dinaiikkan dengan menambahkan sodium hidroksida atau potassium hidroksida. Sementara suhu yang baik untuk menanam kentang adalah sekitar 18 hingga 22 derajat celcius.

Dalam menanam kentang sebaiknya perhatikan segala hal atau faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kentang. Berikan nutrisi seminggu sekali setelah tunas muncul pada media tanam. Jika dirawat dengan baik tanaman kentang dapat dipanen setalah dua hingga tiga bulan.

Cara Menanam Wortel dengang Sistem Hidroponik

Cara Menanam Wortel dengang Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Mungkin kita sering bertanya-tanya apakah tanaman sayur yang memiliki umbi seperti wortel dan kentang dapat ditanam dengan metode hidroponik, jawabannya adalah Ya. Wortel sebagai salah satu tanaman umbi dapat ditanam dengan metode hidroponik, tentunya dengan perlakuan yang sedikit berbeda. Meskipun cukup rumit bukan berarti tidak mungkin menanam wortel dengan menggunakan metode hidroponik.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menanam yakni penyemaian benih, penanaman, perawatan serta pemanenan.

menanam wortel

Persiapan perangkat tanam

Menanam wortel dengan metode hidroponik membutuhkan perangkat hidroponik yang hampir sama dengan perangkat untuk menanam tanaman lain, hanya saja beberapa model hidroponik tidak akan sesuai jika digunakan untuk menanam wortel. Jika ingin menanam wortel dengan cara hidroponik sebaiknya gunakan sistem Dutch Bucket atau sistem wick dimana wadah media tanam tidak langsung terendam air. Pastikan perangkat mendapatkan cahaya  minimal enam jam dalam sehari dan ruang untuk menanam wortel haruslah berhawa sejuk karena wortel hanya dapat tumbuh dengan suhu ruang 18 derajat celcius. Selain memperhatikan suhu dan intensitas cahaya, perhatikan juga pH yang dibutuhkan tanaman. pH yang cocok untuk menanam wortel adalah sekitar  6 hingga 6,5.

Penyemaian benih atau seeding

Sebelum menanam tanaman wortel dengan metode hidroponik, dapatkan benih wortel yang berkualitas. Wortel yang ditanam bisa varietas apa saja dan sebaiknya pilih jenis wortel yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Benih wortel dapat disemai pada media pasir halus tapi jangan lupa untuk mensterilkan pasir dengan cara mengukusnya dan mengeringkannya terlebih dahulu. Benih dapat disemai pada pasir halus yang di letakkan dalam baki plastic atau wadah lainnya. Letakkan benih tersebut di tempat yang terlindung dari cahaya matahari. Pastikan pasir yang digunakan untuk menyemai benih wortel tetap hangat dan basah. Benih wortel akan tumbuh setelah 6 hingga 10 hari. Setelah benih memiliki daun maka bibit wortel tersebut dapat dipindahkan pada perangkat tanam hidroponik.

Penanaman wortel

Media wortel dapat ditanam dibeberapa jenis media tanam seperti cocopeat, pasir halus, perlite dan vermiculite, akan tetapi campuran perlite dan vermiculite adalah media tanam terbaik untuk menanam wortel. Kombinasi perlite dan vermiculite akan memberikan tingkat aerasi atau sirkulasi oksigen yang baik yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman. Selain itu campuran kedua media tanam ini dapat menjaga lingkungan tanam wortel agar tetap lembab. Benih yang telah tumbuh menjadi bibit dapat dipindahkan pada perangkat hidroponik yang telah dipersiapkan. Bersihkan akar wortel dari pasir yang menempel tapi lakukan hal ini dengan hati-hati. Tidak semua bibit yang tumbuh dapat dipindahkan pada media tanam hidroponi sebaiknya pilih bibit yang memiliki perakaran yang kuat dan tinggalkan sisanya.

Perawatan tanaman

Wortel yang telah ditanam pada media hidroponik, cukup disemprotkan nutrisi sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Ukur pH larutan nutrisi sebelum digunakan, pH nutrisi yang cocok untuk menanam wortel adaalh 6 hingga 6,5. Selain itu, itu ukur juga konsentrasi nutrisi yang terlarut. Pastikan rentang nutrisi yang diberikan pada tanaman adalah 1150 hingga 1350 ppm. Jika ada hama yang menyerabng tanaman segera tangani masalah tersebut dengan menggunakan pestisida organik.

Jika semua berjalan dengan lancar maka tanaman wortel dapat dipanen setelah 2 hingga 3 bulan, tergantung jenis wortel yang ditanam dan model hidroponik yang digunakan. Sebaiknya jangan memindahkan tanaman wortel yang ditanam diluar sistem hidroponik karena dapat membawa hama masuk dalam perangkat hidroponik.

Menanam Tanaman Kale dengan Sistem Hidroponik

Menanam Tanaman Kale dengan Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Masyarakat Indonesia mungkin masih asing dengan jenis sayuran yang satu ini. Ya, kale atau yang dikenal dengan nama ilmiah Brassica oleraceae var. adalah tanaman sayur yang berasal dari luar Indonesia. Sayuran ini biasa dikonsumsi oleh masyarakat Asia barat, timur, Eropa dan Amerika. Meski jarang ternyata menanam tanaman kale punya daya tarik tersendiri untuk dibudidayakan secara hidroponik. Tanaman kale dapat tumbuh besar daun dan batangnya. Tidak hanya itu, ternyata harga jual sayuran ini cukup tinggi dipasaran bahkan angkanya mencapai 100 ribu untuk per kilogram kale. Sayuran ini memang hanya tersedia di pasar swalayan saja saat ini dan belum bisa ditemui di banyak daerah di Indonesia.

menanam tanaman kale

Beberapa petani atau pembudidaya tanaman serta para penggemar hidroponik, beberapa diantara mereka telah mencoba menanam tanaman kale secara hidroponik dan hasilnya pun cukup memuaskan. Tanaman kale dapat ditanam pada sistem atau perangkat seperti yang digunakan untuk menanam selada. Memang saat menanam tanaman kale banyak hal yang perlu di perhatikan karena tanaman ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan sayuran lain.

Kale memiliki banyak manfaatnya untuk kesehatan dan bahkan termasuk dalam salah satu superfood yang paling ampuh mencegah kanker. Kale kaya akan antioksidan, vitamin dan mineral yang sangat berguna untuk menjaga kebugaran tubuh. Adapun jika Anda ingin menanam sendiri tanaman ini dirumah, Anda dapat memulainya dari sekarang.

Penyemaian benih

Sebelum ditanam pada media hidroponik, sediakan benih kale terlebih dahulu. Benih kale dapat diperoleh dari supplier bibit tanaman langganan Anda atau bahkan di online store. Benih tanaman kale dapat disemai dalam Rockwool atau media tanam lain. Berdasarkan informasi, benih tanaman kale lebih lama tumbuhnya dibandingkan sayuran lain yang biasa dibudidayakan secara hidroponik seperti selada. Benih kale baru akan muncul dengan dua daun setelah dua Minggu, berbeda dengan bibit selada yang sudah muncul dan tumbuh daun dalam usia seminggu. Cara menyemai benih kale juga mudah dan sama seperti menyemai bibit tanaman lain. Rockwool dipotong dengan ukuran tertentu dan dilubangi bagian tengahnya kemudian masukkan benih ke dalam potongan Rockwool tersebut dan letakkan di ruang yang terlindung dari cahaya.

Perawatan tanaman kale

Setelah disemai dengan menggunakan Rockwool, bibit kale yang sudah tumbuh dapat ditransplantasikan pada perangkat hidroponik yang telah dipersiapkan lengkap dengan nutrisinya. Pastikan ph air dan nutrisi tanam sesuai yang dibutuhkan. Sebagai catatan, tanaman kale membutuhkan nutrisi lebih banyak dibandingkan sayuran jenis lainnya, oleh sebab itu sebaiknya beri suplemen yang lebih banyak pada perangkat. pH yang dibutuhkan oleh tanaman kale adalah 5,5 hingga 6. Untuk mengukur pH pada sistem, gunakan pH meter.

Jangan lupa untuk meletakkan perangkat hidroponik tempat menanam tanaman kale ditempat yang terkena cahaya matahari karena tanaman ini membutuhkan penyinaran yang lama.

Tanaman kale sangat sensitif terhadap kadar nitrogen yang berlebihan sehingga sebaiknya jangan menambahkan terlalu banyak nitrogen dalam sistem, sebagai gantinya Anda dapat menambahkan suplemen kalsium dan magnesium fosfat pada campuran nutrisi tanaman karena ternyata tanaman kale menyukai suplemen tersebut.

Jika tumbuh dengan baik, tanaman kale dapat dipanen setelah 20 hingga 30 hari sebagai baby kale, semen-tara jika menunggu sayuran matang, dibutuhkan waktu antara 3 hingga 4 bulan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba membudidayakan kale dihalaman rumah atau greenhouse Anda? Selamat mencoba.

Cara Menanam Kemangi Sistem Aquaponik

Cara Menanam Kemangi Sistem Aquaponik

Urbanina.com – Jika anda membudidayakan ikan air tawar pada suatu kolam Tidak ada salahnya jika anda juga membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan air dari kolam tersebut. Sistem yang menggabungkan antara budidaya tanaman hidroponik dengan budidaya ikan secara akuakultur dikenal dengan sebutan aquaponik. Sistem aquaponik organ keuntungan yang lebih bagi para pembudidaya ikan karena selain mendapatkan hasil panen berupa ikan petani juga dapat memanen tanaman setiap waktu. Tak hanya itu dengan menanam tumbuhan secara aquaponik petani tidak perlu repot-repot menambahkan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman dan juga tidak perlu risau tentang memfilter air yang digunakan untuk budidaya ikan. Salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini adalah kemangi. Kemangi atau ocimum canum adalah salah satu tanaman herbal yang biasa dikonsumsi mentah sebagai lalapan atau sebagai campuran masakan. Rasanya yang segar dan aromanya yang harum membuat tanaman ini banyak digemari oleh masyarakat. Maka, menanam kemangi bisa menjadi hobi yang menyenangkan.

menanam kemangi

Cara menanam kemangi dengan sistem akuaponik juga tidak begitu sulit, Anda hanya perlu membangun perangkat secara sederhana. Berikut ini adalah langkah-langkah menanam kemangi secara aquaponik

Alat dan bahan yang diperlukan

  • Kolam penampung ikan yang berfungsi menampung air dan nutrisi yang berasal dari kotoran dan sisa makanan ikan.
  • Pipa pvc dengan ukuran panjang menyesuaikan ukuran kolam yang telah dilubangi pada bagian atasnya untuk meletakkan wadah media tanam.
  • Wadah media tanam dapat menggunakan netpot atau gelas plastik bekas air mineral yang telah dilubangi.
  • Media tanam untuk menanam kemangi anda dapat menggunakan kerikil arang sekam maupun pecahan genting atau gravel yang mudah didapat di lingkungan sekitar.
  • Benih kemangi yang didapat dari biji bunga tanaman kemangi yang telah dikeringkan sebelumnya.
  • Pompa yang akan mengalirkan air dari kolam menuju pipa pvc gimana tanaman diletakkan.

Langkah menanam kemangi dengan sistem aquaponik model ntf

Berikut ini dijelaskan tentang bagaimana cara menanam kemangi dengan metode NTF atau nutrient film technique.

  • Sebelum mulai menanam maka terlebih dahulu semua peralatan dan bahan harus disiapkan dan perangkat pipa dan pompa telah dihubungkan dengan kolam air
  • Tahap selanjutnya adalah penyemaian benih kemangi. Benih kemangi dapat di semai pada tanah halus yang diletakkan pada suatu wadah atau Baki plastik. Basahi tangan terlebih dahulu dengan air kemudian Letakkan benih pada tanah dengan jarak interval tertentu. Simpan wadah penyemaian tersebut pada tempat yang teduh dan biarkan bibit mulai tumbuh. Setelah bibit tanaman kemangi memiliki 2 hingga 4 daun maka tanaman dapat dipindahkan ke media tanam aquaponik.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot kemudian Letakkan bibit tanaman di dalam media tanam tersebut Jangan lupa untuk membersihkan akarnya terlebih dahulu dari tanah yang masih menempel.
  • Setelah bibit diletakkan dalam wadah media tanam selanjutnya wadah tersebut dapat diletakkan pada lubang pipa pvc sudah diletakkan diatas kolom dan nutrisi dapat dialirkan.

Perawatan kemangi tidaklah begitu sulit, anda hanya perlu memangkas bunga yang baru tumbuh untuk merangsang percabangannya dan kemangi dapat dipanen setelah satu hingga dua bulan kemudian.

Demikian cara menanam tanaman kemangi dengan metode NTF. Selain dengan menggunakan metode NTF kemangi juga dapat ditanam dengan menggunakan metode rakit apung pada kolam ikan maupun dengan menggunakan sistem wick atau sistem sumbu. Dengan menanam kemangi pada perangkat aquaponik, anda dapat memperoleh kemangi segar dan juga manfaatnya setiap hari. Selamat mencoba.

Cara Menanam Brokoli Sistem Hidroponik

Cara Menanam Brokoli Sistem Hidroponik

Urbanina.com – Mungkin anda mengalami kebosanan saat menanam sayuran yang itu-itu saja dan ingin bereksperimen dengan jenis sayuran lainnya. Sistem hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai medianya dapat diaplikasikan untuk membudidayakan berbagai macam tanaman termasuk tanaman kubis-kubisan atau tanaman kol atau famili Brassicaceae. Salah satu jenis tanaman dari family tersebut adalah brokoli. Ya, menanam brokoli dapat menjadi salah satu pilihan tanaman budidaya terutama jika anda tinggal di lingkungan pegunungan atau di daerah yang sejuk. Meskipun demikian saat ini brokoli juga dapat ditanam di daerah dataran rendah maupun didaerah beriklim sedang atau cukup panas asalkan tanaman tersebut ditanam di dalam ruangan yang telah diatur kondisinya.

menanam brokoli

Brokoli dapat tumbuh dengan baik jika ditanam dengan metode hidroponik dan dalam suatu green house. Salah satumetode hidroponik yang dapat diaplikasikan untuk menanam brokoli adalah Dutch Bucket System atau SIstem DB. Namun jika anda ingin membangun perangkat yang lebih sederhana maka anda dapat menggunakan metode Wick atau system sumbu.

Berikut Ini adalah cara menanam brokoli dengan metode wick.

Sebelum mulai menanam maka terlebih dahulu system dan perangkat hidroponik harus dibangun. Anda dapat membangun perangkat tersebut sendiri dengan peralatan yang sederhana maupun membelinya atau meminta bantuan dari seseorang yang sudah ahli dalam membuat perangkat hidroponik. Diantara alat dan bahan yang diperlukan dalam menanam brokoli system hidroponik antara lain

  • Wadah atau tendon penampung air dan nutrisi yang akandigunakan untuk mengairi tanaman.
  • Wadah media tanam bisa berupa netpot ataupun wadah lain yang memiliki lubang di bagian samping dan bawah.
  • Media tanam yang digunakan untuk menanam brokoli dapat menggunakan arang sekam yang dicampur dengan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1
  • Kain flanel yang digunakan sebagai sumbu untuk mengalirkan air dari wadah penampung air menuju media tanam dimana tanaman tumbuh.
  • Nutrisi hidroponik seperti larutan AB mix yang dapat diperoleh di toko-toko pertanianatau online store.
  • Benih tanaman brokoli yang dapat diperoleh dari toko pertanian maupun online store terpercaya. Pastikan benih yang digunakan adalah benih berkualitas baik dan sebaiknya bukan dibeli dalam kemasan repackage.

Langkah menanam brokoli metode hidroponik

  • Tahap pertama untuk menanam brokoli adalah penyemaian benihnya. Benih brokoli dapat di semai pada tanah halus yang telah disterilkan sebelumnya dengan cara dikukus selama 1 jam dan didinginkan. Letakkan benih brokoli satu persatu pada tanah yang diletakkan pada baki plastic atau wadah lainnya. Simpan wadah semai tersebut di daerah yang terlindung dari cahaya dan biarkan hingga tanaman tumbuh dan memiliki 4 buah daun
  • Jika bibit telah memiliki daun maka bibit tersebut dapat dipindahkan pada media tanam hidroponik yang telah disusun pada pipa atau perangkat hidroponik tersebut. Jangan lupa untuk mengikatkan kain flannel pada bagian dasar netpot dan ujung lainnya terendam dalam air.

 

  • Larutlan nutrisi dengan air pada takaran tertentu dan biarkan tanaman brokoli mendapatkan nutrisi dari wadah penampungan tersebut.

 

  • Perawatan tanaman brokoli harus diperhatikan dengan baik dan tanaman perlu dilakukan pemangkasan pada bagian daun yang tumbuh di sisi samping tanaman apabila brokoli sudah mulai tumbuh besar.

 

Jangan lupa juga untuk mengatur pH dan kondisi lingkungan tempat brokoli ditanam. Brokoli menyukai cahaya sehingga jika menanamnya dalam greenhousepastikan anda memberikan penerangan yang cukup. Jika tumbuh dengan normal maka brokoli dapat dipanen setelah dua hingga tiga bulan. Selamat mencoba.

Menanam Melon Dengan Metode Hidroponik DBS

Menanam Melon Dengan Metode Hidroponik DBS

Urbanina.com – Metode hidroponik DBS atau Dutch Bucket system adalah salah satu metode hidroponik yang cukup populer di kalangan para petani dan sistem yang berasal dari negeri Belanda ini banyak dikembangkan di negara asalnya. Metode tanam hidroponik DBS sebenarnya hampir sama dengan metode hidroponik NTF dimana air dialirkan secara terus-menerus pada media tanam dan sealnjutnya dialirkan  kembali ke tandon nutrisi.  Metode hidroponik DBS banyak digunakan untuk menanam tanaman buah seperti melon dan semangka yang tumbuh merambat. Berikut ini dijelaskan Bagaimana cara menanam melon secara hidroponik metode DBS.

menanam melon

Alat dan bahan yang diperlukan

  • Bucket atau wadah media tanam. Bucket atau ember yang digunakan berukuran cukup besar dan cukup untuk nenampung media tanam yang digunakan. Bucket juga memliki lubang pada bagian bawah yang akan mengalirkan air kembali ke tandon.
  • Pipa pvc yang digunakan untuk mengalirkan air dari tandon nutrisi menuju bucket atau wadah media tanam.
  • Pipa inlet dan outlet. Pipa inlet adalah pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari pipa pvc yang berukuran lebih besar menuju masing masing wadah media tanam. Biasanya pada pipa inlet dipasang selang kecil berukuran 5 mm dan setiap selang akan mengaliri satu bucket tanamam.
  • Media tanam, yang dapat digunakan dalam menanam melon sistem DBS diantaranya adalah hidroton, kerikil, perlite, maupun zeolit.
  • Tiang yang digunakan untuk tempat merambat batang melon pada saat tanaman tumbuh membesar. Tiang atau tongkat ini ditancapkan pada bagian tengah bucket.
  • Nutrisi hidroponik yang dilarutkan dalam tandon air. Nutrisi yang digunakan biasanya adalah nutrisi pupuk hidroponik seperti nutrisi AB mix yang digunakan sesuai dengan takaran tertentu.

Langkah-langkah menanam melon dengan sistem hidroponik DBS

Tahap pertama dari metode penanaman ini adalah mempersiapkan segala alat dan bahan yang digunakan dalam membudidayakan tanaman melon sistem DBS. Perangkat dipersiapkan dan segala instalasi aliran air harus dipertimbangkan dengan baik dan Sebaiknya berangkat disusun oleh seseorang yang sudah ahli memasang perangkat tersebut khususnya jika budidaya bertujuan untuk menghasilkan tanaman komersial.

Setelah perangkap siap maka tahap selanjutnya adalah tahap pembibitan atau penyemaian benih melon. Benih melon sebelumnya harus disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke bucket yang berada dalam perangkat hidroponik tersebut. Sebaiknya benih direndam dahulu di dalam air hangat sebelum disemai dan biarkan benih tersebut pecah setelah 3 hingga 5 jam. Selanjutnya benih dapat di semai pada sekam yang telah dibasahi maupun media rockwool yang telah dipotong potong dengan ukuran tertentu yakni 2×2 cm

Simpan benih yang disemai pada tempat yang redup dan setelah benih tubuh menjadi bibit dengan empat daun tanaman melon sudah dapat dipindahkan pada perangkat atau bucket pada sistem hidroponik DBS.

Setelah bibit dipindahkan pada bucket atau perangkat sistem DBS maka tahap selanjutnya adalah perawatan tanaman. Jika tanaman mulai merambat maka sebaiknya ikatlah pada tiang yang telah disediakan sebelumnya dan sebaiknya potong beberapa tunas khususnya yang berada di bawah tunas ke-7. Tanaman melon tersebut harus dirawat dengan baik dan lakukan pemotongan tunas secara rutin.

Jangan lupa untuk selalu mengecek keadaan nutrisi pada tandon air dan setiap minggunya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman melon semakin meningkat. Saat mulai menanam pastikan nutrisinya mencapai 400 PPM dan tambahkan 400 PPM lagi setiap 2 minggu masa tumbuhnya hingga saat panen, nutrisi yang diperlukan mencapai 1800 ppm. Setelah menanam melon, melon dapat dipanen setelah usia 2 bulan jika pertumbuhannya baik.

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik Model Deep Water Culture

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik Model Deep Water Culture

Urbanina.com – Jika Anda bertanya apakah kita bisa menanam bumbu dapur yang berupa umbi dengan sistem hidroponik? Jawaban ya. Seperti halnya sayuran berdaun hijau bumbu dapur seperti bawang merah dapat ditanam dengan sistem hidroponik dan dengan beberapa model berbeda. Meskipun penanaman dan perawatan bawang merah dengan sistem tanam hidroponik cukup rumit tetapi jika dipraktekan dengan benar Anda dapat memperoleh umbi bawang merah yang berkualitas baik sehingga Anda tidak perlu khawatir jika harga bawang mengalami kenaikan karena anda bisa menanamnya sendiri di rumah dengan lahan yang tidak terlalu luas atau di dalam rumah sekalipun.  Berikut ini adalah cara menanam bawang merah  dengan cara sederhana menggunakan metode deepwater culture.

menanam bawang merah

Alat dan bahan yang diperlukan

  • Wadah air dan nutrisi dapat berupa baskom plastik atau Baki plastik dengan ukuran tertentu.
  • Wadah media tanam berupa netpot ataupun gelas plastik bekas air mineral yang telah dilubangi sebelumnya di bagian samping dan bawah.
  • Media tanam dapat berupa arang sekam atau cocopeat yang dicampur dengan perbandingan 1 :
  • Bibit bawang merah yang dipilih dari bawang merah yang telah mengering dan berukuran cukup besar Jika perlu ambil bibit yang telah memiliki tunas.
  • Nutrisi AB mix yakni nutrisi khusus digunakan untuk menanam tanaman dengan metode hidroponik. Nutrisi ini biasanya terdiri dari nutrisi larutan A dan larutan B yang dicampur dengan takaran tertentu.
  • pH meter untuk mengukur kadar pH dalam air serta TDS meter untuk mengukur kadar nutrisi yang terlarut dalam air.

Langkah-langkah Menanam Bawang Merah Dengan Metode Deep Water Culture

  1. Tahap pertama dalam penanaman bawang merah adalah menyiapkan segala alat dan bahan yang diperlukan. Wadah tandon air atau penampung air harus dapat menampung air dengan baik dan sterofom yang digunakan untuk meletakkan media tanam telah dilubangi sebelumnya sesuai ukuran netpot yang digunakan
  2. Tahap kedua, setelah persiapan media tanam yang akan digunakan untuk menanam bawang merah secara hidroponik. Media tanam yang digunakan sebaiknya berupa arang sekam yang dicampur dengan cocopeat dengan perbandingan yang sama yakni 1:1
  3. Setelah semua alat dan bahan telah siap Maka tahap selanjutnya adalah memilih bibit yang akan digunakan untuk menanam bawang merah secara hidroponik. Bibit diambil dari bawang merah yang telah tua kering dengan tekstur yang padat dan sebaiknya pilih bibit yang sudah muncul tunas calon akar.
  4. Setelah bibit diperoleh maka Tahap selanjutnya adalah menanam bibit dalam media hidroponik yang telah disiapkan. Sebelum dimasukkan ke media tanam maka media terlebih dahulu harus dibasahi karena sekam yang kering biasanya akan sulit dilubangi dan dimasukkan Selain itu bibit bawang merah juga tidak dapat tumbuh pada lingkungan yang terlalu kering.
  5. Setelah dimasukkan ke dalam netpot yang telah dibasahi maka biarkan bibit tumbuh di tempat yang teduh selama tiga hari hingga muncul tunas akar dari bibit bawang merah yang cukup panjang. Perlu diperhatikan bahwa sebaiknya bibit bawang merah tidak langsung diberi nutrisi karena hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan bawang merah. Oleh sebab itu biarkan bibit bawang merah tumbuh selama beberapa hari maksimal 5 hari sebelum diberi larutan nutrisi.
  6. Setelah bibit bawang merah memiliki tunas yang cukup panjang maka tahap selanjutnya adalah meletakkan media tanam net pot yang telah berisi bibit bawang merah pada perangkat hidroponik yakni wadah atau tenun yang telah diisi dengan air dan nutrisi dan pada bagian atasnya telah diletakkan sterofom yang sudah dilubangi sebelumnya. Biarkan bagian bawah netpot menyentuh air namun jangan sampai akar dan bagian bawah netpot terendam seluruhnya.
  7. Tahap terakhir dari penanaman bawang merah dengan metode hidroponik adalah perawatan dan pemanenan. Perhatikan pertumbuhan bawang merah dan usahakan selalu cek pH dan nutrisi pada tandon atau wadah penampung air. pH optimal untuk menanam bawang merah adalah 5,5 dan pH tersebut harus tetap dijaga selama masa penanaman. Jika tidak ada kendala berarti maka tanaman bawang merah dapat dipanen setelah 2 hingga 2,5 bulan.

 

Cukup mudah bukan Anda dapat mempraktekannya sendiri dirumah dan memanen hasilnya. Selamat mencoba.