Cara Menanam Brokoli Dengan Sistem Microgreen

Cara Menanam Brokoli Dengan Sistem Microgreen

Urbanina.com – brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak gizi baik bagi tubuh. Saking banyaknya gizi yang terdapat pada sayuran ini, maka sayuran ini bisa disebut sebagai sayuran dengan sejuta manfaat. Hal ini memang benar adanya karena sayuran brokoli ini memang memiliki berbagai manfaat baik bagi tubuh seperti bermanfaat untuk mencegah kanker, menjaga sistem saraf, menjaga kesehatan kulit dan tulang dan masih banyak lagi manfaat yang bisa anda dapatkan dari sayuran ini. Memang benar kalau dulu orang tua kita menyarankan anaknya untuk banyak mengkonsumsi sayuran, karena memang banyak manfaat yang bisa kita dapatkan terutama pada sayuran brokoli ini. Apa lagi kalau sayuran brokoli yang kita konsumsi adalah sayuran brokoli dari sistem microgreen, tentu kadar gizinya akan lebih utuh.

sistem microgreen

Mungkin sebagian dari anda sudah tidak asing lagi dengan nama sistem microgreen ini. Tetapi, bagi anda yang masih awan terhadap nama sistem microgreen ini, masih belum terlambat bagi anda untuk mengenal sayuran yang satu ini. Sayuran yang ditanam dengan sistem microgreen atau bisa disebut sayuran microgreen adalah sayuran yang ditanam kemudian dipanen pada saat sayuran masih berumur remaja. Keunggulan dari sayuran microgreen ini adalah lebih bernutrisi dibandingkan sayuran yang dipanen di umur biasa. Sehingga, kebanyakan sayuran microgreen ini dijumpai di restoran tertentu saja. Akan tetapi, sebenarnya anda pun bisa mendapatkan sayuran microgreen ini di rumah sendiri dengan cara menanam sendiri. Seperti apa cara menanamnya? Berikut penjelasannya.

Kali ini, kita akan mencoba untuk menanam microgreen dari sayuran brokoli yang kaya manfaat tersebut. Adapun alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. benih brokoli
  2. cocopeat
  3. papan semai
  4. kain kasa
  5. penutup semaian
  6. air secukupnya

Setelah semua alat dan bahan yang diperlukan telah siap, kita bisa langsung memulai langkah pertama yaitu langkah penyemaian benih brokoli. Waktu yang ideal untuk penyemaian ini tidak ditentukan, sehingga anda bisa memilih waktu luang anda kapan saja untuk memulai langkah ini. Pertama-tama, gunakan kain kasa yang sudah dilipat untuk diletakkan diatas papan semai. Hal ini dimaksudkan untuk menutupi bagian bawah papan semai agar tidak membuat media tanam bocor. Kemudian masukkan cocopeat secukupnya ke papan semai yang sudah dipasang kain kasa tersebut. Usahakan agar tidak terlalu padat akan tetapi juga jangan terlalu renggang.

Kemudian, siapkan benih lalu tebarkan di cocopeat secara merata. Setelah itu, lapisi kembali dengan cocopeat yang sedikit sekedar untuk agarbenih tidak tampak di permukaan cocopeat. Setelah benih tersebar di cocopeat, maka anda bisa mulai untuk memberikan air secukupnya. Anda bisa menggunakan gelas ukur untuk menyirami benih ini dengan pelan-pelan agar benih tidak berpindah tempat. Setelah selesai, anda bisa menutup semaian dengan penutup semaian yang telah disiapkan dan simpan selama 1-3 hari agar terjaga kelembabannya.

Keesokan harinya, kalau benih sudah ecah benih anda bisa mengenakan benih ke sinar matahari agar tanaman bisa segera tumbuh dan tanaman telah masuk tahap perawatan. Selama perawatan, akan lebih baik kalau tanaman selalu mudah mendapatkan sinar matari dan mudah mendapatkan air. Oleh karena itu, kalau dirasa tanaman perlu disiram, maka anda bisa menyiramnya dengan hati-hati. Microgreen bisa ditanam dalam waktu 14 hari, nah kalau tanaman sudah berumur 14 hari, anda bisa memanennya dengan memotong tanaman menggunakan gunting tanaman. Mudah bukan? Anda bisa mengkonsumsi microgreen langsung tanpa harus mengantri di restoran. Nah, bagi anda yang mau order paket microgreen, anda bisa order dengan cara klik disini.

Manfaat Pakcoy yang Belum Diketahui Masyarakat Luas

Manfaat Pakcoy yang Belum Diketahui Masyarakat Luas

Urbanina.com – Anda suka mengkonsumsi pakcoy ataukah baru pertama kalinya mendengar namanya? Pakcoy atau dalam bahasa latin disebut Brassica rapa subsp chinensis merupakan salah satu jenis sayuran dari family sawi yang menyebar dari China. Adapun yang membedakan pakcoy dengan anggota keluarga sawi yang lainnya adalah batangnya yang lebih empuk/lunak, dengan bentuk  tanaman yang lebih pendek dan daunnya yang lebih lebar. Lantas, tahukah Anda apa saja manfaat pakcoy untuk kita?

Sejak dulu tanaman sayur ini sudah dibudidayakan di China, tetapi saat ini sudah dibudidayakan dan menyebar luas ke wilayah Asia lainnya, tak terkecuali Indonesia. Indonesia merupakan tempat budidaya yang tepat lantaran memiliki iklim yang cocok dengan pertumbuhan sayuran ini.

Manfaat Pakcoy yang Belum Diketahui Masyarakat Luas []

Pakcoy sering juga disebut sawi sendok. Masyarakat menggemari sayuran ini lantaran tidak perlu waktu lama saat memasaknya dan rasanya pun renyah serta tidaklah pahit, bahkan terdapat rasa manis-manisnya. Cocok sekali untuk pencinta sayuran. Nyatanya kecuali rasanya yang enak, pakcoy adalah sayuran yang banyak mengandung manfaat. Apa saja sih manfaat pakcoy untuk kita? Mari kita kupas bersama!

  1. Menjaga kesehatan Mata

Pakcoy memiliki kandungan vitamin A yang amat tinggi. Di dalam pakcoy terkandung lutein, zea xhantin, dan beta karotin yang berguna untuk kesehatan mata. Sementara itu karotenoid berperan memperbaiki penglihatan di malam hari, mencegah katarak, dan menghambat degenerasi mocular.

  1. Mencegah Terjadinya Kanker

Pakcoy mengandung glucosinolate yang kemudian akan diubah menjadi isothiosinolate. Senyawa ini sudah terbukti secara aktif membunuh kanker. Maka dari itu, sayur ini bermanfaat untuk mencegah kanker.

  1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Pakcoy pun bisa menambah daya tahan tubuh. Pasalnya pakcoy kaya akan vitamin C. Dalam 1 gelas pakcoy berisi 44,2 mg atau kira-kira 74% vitamin C. Vitamin C berguna sebagai anti oksidan alami yang berfungsi dalam menjaga daya tahan tubuh.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Pakcoy juga banyak mengandung vitamin. Salah satu diantaranya adalah vitamin B dan asam folat. Vitamin B6 dan asam folat berfungsi dalam menekan hemosostein asam amino di dalam darah. Hal ini berguna sebab kadar hemosistein yang tinggi bisa menambah risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Menjaga Kesehatan dan Kekuatan Tulang

Anda pastinya tidak ingin menderita gangguan sendi sesudah menjadi tua nanti, maka dari itu rajinlah mengonsumsi sayuran ini lantaran dalam 1 gelas pakcoy sebanding dengan 16% Kalsium dan 72% vitamin K. Vitamin K berfungsi dalam metabolisme tulang dengan menaikkan pertumbuhan tulang. Disamping itu pun vitamin K bisa menyebabkan tulang jadi lebih kuat sehingga bisa menghindari terjadinya osteoporosis dan kandungan kalsium didalam pakcoy sangat berfungsi penting dalam melindungi kesehatan tulang.

Itulah beberapa manfaat pakcoy yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Kembang Kol dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Kembang Kol dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Urbanina.com – Kembang kol atau dikenal juga dengan sebutan bunga kol mempunyai manfaat untuk kesehatan. Kembang kol merupakan sumber vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), vitamin B6,  vitamin C (asam askorbat), sebagian kecil vitamin E (alfa-tokoferol) dan vitamin K (phylloquinone). Bunga kol pun mengandung mineral penting seperti mangan, kalium, fosfor, folat, magnesium, dan kalsium. Kol juga memiliki kandungan serat dan gula alami yang lebih rendah ketimbang anggota keluarga lainnya seperti brokoli.

Kembang kol yang sangat terkenal ialah memiliki warna putih, tetapi sebetulnya ada jenis kembang kol yang warnanya selain putih. Bunga kol ini tidak kalah dari brokoli lantaran ia pun memberikan gizi yang bernilai besar. Bunga kol bisa membantu memelihara sistem meabolisme, menambah kekebalan tubuh, dan membantu melawan beragam penyakit.

Kembang Kol dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapat dari kembang kol:

Antioksidan

Bunga kol memiliki kandungan mangan, vitamin C, dan antioksidan yang kuat. Senyawa sehat tersebut bermanfaat untuk merangsang pembentukan enzim guna memerangi kanker, menjaga beberapa sel tubuh dari oksidasi karena stres, dan menghindari kerusakan beberapa sel yang diakibatkan oleh radikal bebas.

Kesehatan jantung

Bunga kol memiliki kandungan vitamin K yang memiliki sifat antiradang. Mengkonsumsi bunga kol secara teratur akan membuat peredaran darah sehat, membantu menghindari aliran darah terganggu, dan menambah kesehatan jantung.

Gangguan Perut

Kembang kol adalah sumber serat pangan yang mendukung pencernaan dan menaikkan pelepasan racun/toksin dari dalam tubuh. Kehadiran sulforaphane, glucoraphanin, dan glukosinolat pada bunga kol bermanfaat menjaga lapisan perut dan membantu memerangi pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori. Selain itu isothiocyanates di dalam bunga kol bermanfaat menghindari risiko beberapa gangguan perut seperti kanker usus besar dan sakit maag.

Kanker

Penelitian telah membuktikan jika mengkonsumsi  sayuran seperti kembang kol akan membantu menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker seperti kanker serviks, kanker ovarium, kanker prostat, kanker payudara, kanker kandung kemih, dan kanker paru-paru.

Kesehatan Tulang

Kembang kol memiliki kandungan vitamin C yang berperan utama dalam pembuatan kolagen yang menjaga sendi dan tulang dari kerusakan karena peradangan. Bunga kembang kol pun memiliki kandungan vitamin K yang bisa membantu menghindari kehilangan massa tulang, baik pria atupun  wanita.

Degenerasi Makula

Kembang Kol banyak mengandung vitamin C dan antioksidan sehingga ampuh dalam menurunkan risiko terkena degenerasi makula atau penyakit yang berhubungan dengan usia (AMD) yang bisa menimbulkan kebutaan pada orang tua.

Detoksifikasi

Sayuran seperti bunga kol penting sekali untuk men-detoksifikasi tubuh. Bunga kol memiliki kandungan indole-3 carbinol, sebuah phytonutrisi yang bersama-sama dengan sulforaphane akan menolong mengaktifkan dan mengelola fungsi beberapa enzim detoksifikasi.

Radiasi Ultraviolet

Hasil penelitian sudah membuktikan kalau unsur sulforaphane pada kembang kol efisien dalam menjaga kulit dari kerusakan karena radiasi sinar ultraviolet. Sulforaphane yang terkandung dalam bunga kol ini akan menghindarkan tubuh dari kerusakan sel, kanker kulit, dan radang.

Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe

Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe

Urbanina.com – Keriting daun pada cabe merupakan salah satu kondisi pada daun cabe yang mengalami rontok, kurus, kuning dan keriting. Dengan kondisi daun seperti ini mengakibatkan nutrisi tidak dapat diproses dengan sempurna, tanaman tidak bisa tumbuh lebat, menurunnya produktivitas tanaman dan panen bisa mengalami kegagalan.

Persoalan keriting daun pada cabe dikarenakan serangan hama atau OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), bukan bakteri, jamur atau virus. Terdapat 3 jenis hama yang mengakibatkan keriting daun pada cabe yakni  aphids, tungau, dan thrips, ketiganya termasuk ke dalam hama jenis kutu-kutuan.

Cara Atasi Keriting Daun Pada Cabe [ ]

Berikut 3 jenis hama penyebab keriting daun pada cabe serta cara mengatasinya.

Aphids

Aphid merupakan ham kutu yang berukuran sangat kecil, dengan panjang kira-kira 1/32-1/8 inci. Aphid umumnya menyerang  batang yang lunak dan daun muda dengan jalan mengisap cairan daun yang merupakan nutrisi tanaman sehingga menjadi belang-belang, melengkung ke atas, dan keriting.

Adapun cara mengatasi dan mengurangi intensitas serangannya adalah:

  • Daun tanaman diperiksa secara rutin.
  • Temukan adanya tanda-tanda aphids di balik daun muda dan pucuk tanaman.
  • Bunuh dengan menggunakan tangan bila serangan belum demikian banyak.
  • Gunakanlah binatang jenis serangga yang suka memangsa aphids.
  • Bersihkan gulma dari lahan.
  • Semprotkan nutrisi tanaman untuk menggantikan cairan nutrisi yang sudah diisap aphids.
  • Semprotkan instektisida organik.

Tungau

Tungau merupakan hewan kecil tergolong laba-laba bertungkai delapan. Tungau betina bisa bertahan hidup selama 2-4 minggu dan tingkat perkembangbiakkannya cepat sekali, khususnya pada musim kemarau.

Tungau menyerang daun dengan jalan menusuk bagian permukaan daun dan mengisap cairannya sehingga merusak klorofil daun yang berakibat  terganggunya jalannya fotosintesis tanaman. Daun yang terserang tungau akan menjadi keriting, tebal, dan menggulung ke arah bawah mirip sendok yang terbalik.

Untuk menangani hama tungau dapat diatasi dengan cara:

  • Pada waktu sore hari semprotkan insektisida yang memiliki kandungan diafenthiuron atau fipronil pada tanaman yang terserang.
  • Petik dan bakar daun yang terkena hama.
  • Jangan menanam cabe berdekatan dengan tanaman melon, kacang panjang, dan semangka.
  • Gunakan mulsa plastik warna hitam perak.

Thrips

Thrips (Thrips tabaci) yang berumur dewasa mempunyai ukuran tubuh yang amat kecil dengan panjang kira-kira 1,5 mm, sayapnya halus dan warna dasarnya putih kekuningan bergaris-garis coklat di bagian perutnya. Seekor thrips betina mampu bertahan hidup selama kira-kira 1 bulan. Sesudah berusia 5-10 hari telur yang diletakkannya akan menetas.

Hama ini gampang terbang ketika ada mengganggu. Makanan hama ini yaitu daun dengan cara mengisap cairan daunnya. Bagian daun yang sudah dihisap akan berganti warna jadi coklat perak, lalu daunnya mengeriting dan akhirnya melengkung mengarah ke atas.

Cara yang dapat dilakukan unutk mengatasinya antara lain:

  • Jangan menanam cabe pada lahan bekas menanam jeruk, bawang merah, tomat atau tanaman lain yang disenangi hama ini.
  • Jarak tanamnya tidak boleh terlampau rapat.
  • Jangan menanam ketika suhu sedang panas.
  • Gunakan insektisida organik untuk mencegah resistensi hama pada pestisida.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Alat Dan Bahan Budidaya Tanaman Sayuran Sawi Di Polybag

Alat Dan Bahan Budidaya Tanaman Sayuran Sawi Di Polybag

Urbanina.com – Sawi merupakan salah satu sayuran favorit masyarakat di Indonesia. Rasanya yang relatif lezat dan bisa diolah menjadi bermacam-macam olahan masakan, menyebabkan sayuran ini tidak pernah bosan untuk dinikmati. Lama kelamaan permintaan terhadap sawi untuk dikonsumsi pun makin tinggi sehingga tidak aneh bila banyak orang yang ingin membudidayakan sawi di dalam polybag. Namun apa saja alat dan bahan budidaya tanaman sayuran sawi di polybag yang harus dipersiapkan?

Cara bertanam sawi di polybag cukup mudah. Dapat dibilang kalau polybag adalah miniaturnya sawah dan bila Anda tidak cocok menggunakan air, mungkin bertanam sawi di polybag menjadi pilihan menarik selain sistem hidroponik. Keuntungan bertanam di polybag yakni metodenya yang termasuk lebih mudah ketimbang hidroponik. Selain itu alat dan bahan budidaya tanaman sayuran sawi di polybag mudah didapat dan cukup murah biayanya.

Alat Dan Bahan Budidaya Tanaman Sayuran Sawi Di Polybag []

Membudidayakan sawi di dalam polybag tentu saja memerlukan alat dan bahan. Adapun alat dan bahan budidaya tanaman sayuran sawi di Polybag adalah sebagai berikut :

  • Benih tanaman sawi, pilih benih sesuai varietas yang diinginkan dan memiliki kualitas baik. Kemasannya masih disegel dan tidak kadaluarsa.
  • Polybag, pilih yang berdiameter 15-20 cm, bisa dibeli di toko pertanian.
  • Pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk kompos, atau pupuk organik jadi yang diperdagangkan di toko atau gerai pertanian, seperti pupuk bokashi.
  • Media tanam, seperti sekam atau tanah gembur yang akan dicampurkan nantinya dengan pupuk organik.
  • Peralatan kebun lainnya, seperti sekop mini, kored, parang dll.

Proses penanaman tanaman sawi untuk penanaman dengan menggunakan media polybag adalah pemilihan bibit, persiapan lahan, penyemaian, pemindahan, perawatan, dan pemanenan. Yang membuatnya agak berbeda adalah lebih mudah dikendalikan/diawasi lantaran media tanamnya berupa polybag, bukannya tanah langsung seperti di sawah atau kebun.

Apabila Anda ingin bercocok tanam sawi secara organik maka media tanam di dalam polybagnya cukup hanya mempergunakan pupuk kandang, tetapi bila ingin memacu masa tanam jadi  pergunakanlah pupuk kimia.

Tanah di dalam polybag bukanlah tanah sekali pakai sehingga sesudah panen pertama maka tanah itu masih dapat digunakan lagi untuk menanam. Pastinya, untuk mencapai hasil yang optimal tanah tersebut mesti kembali digemburkan dan diberikan tambahan pupuk, baik pupuk organik saja atau ditambah pupuk kimia.

Alangkah baiknya untuk satu polybag cuma ditanami dengan satu tanaman saja supaya tanaman sawi yang ditanam mendapatkan cukup nutrisi tanpa mesti rebutan dengan yang lainnya sehingga sawi bisa tumbuh secara baik, mempunyai daun yang lebar dan berwarna hijau cerah.

Bila Anda memiliki lahan terbatas dan ingin panen dengan hasil yang melimpah, jangan pesimis. Dengan menata polybag-polybag tersebut secara bertingkat menggunakan model rak, jadi bisa Anda bayangkan jumlah tanaman yang dapat dibudidayakan jauh lebih banyak ketimbang menanam di sawah.

Akan tetapi dalam menyediakan lahan untuk budidaya tanaman sawi menggunakan media polybag dengan memakai rak susun tentunya memakan modal yang lebih banyak ketimbang menanam di sawah. Namun dalam perspektif tersendiri, untuk yang mempunyai lahan sempit, budidaya tanaman sawi dengan mempergunakan polybag jauh lebih memberi keuntungan.

Nah, jika Anda ingin memulai menanam sayuran sawi di polybag sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini  tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Cara Budidaya Selada Dibotol Bekas Secara Hidroponik

Cara Budidaya Selada Dibotol Bekas Secara Hidroponik

Urbanina.com – Selada merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang sering ditanam dengan cara hidroponik selain kangkung, kembang kol, dan sawi. Disamping waktu panennya yang terbilang cepat, yaitu 3-4 bulan, selada juga tergolong mudah perawatannya. Tanaman sayur yang bahsa Latinnya disebut Lactuca sativa ini memang amat disukai, baik untuk isian burger, bahan komposisi salad ataupun menu lalapan. Tidak ayal lagi jika permintaan pasar terhadap sayuran ini cukup tinggi. Menanam selada dibotol bekas dengan sistem hidroponik adalah salah satu teknik budidaya sayuran sendiri dengan langkah yang sangat mudah dan murah sebab cuma berbekal botol bekas yang telah tidak dipakai lagi.

Selada adalah tanaman yang tumbuh baik di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Apabila Anda ingin menanam selada dibotol bekas dengan cara hidroponik, di bawah ini akan urbanina uraikan cara budidaya selada dibotol bekas secara hidroponik yang tepaty dan mempunyai tingkat kesuksesan tanam yang relatif tinggi.

Cara Budidaya Selada dibotol Bekas []

Langkah awal yang mesti Anda lakukan dalam cara budidaya selada dibotol bekas ialah mempersiapkan alat-alat hidroponik. Pada bahasan kali ini kita memanfaatkan botol bekas selaku bahan utamanya. Disamping botol bekas, yang harus Anda persiapkan ialah paku (solder), gunting, sumbu, air, dan tanah.

Potong botol bekas air mineral atau yang lainnya menjadi 2 bagian. Botol bekas air mineral itu dipotong dengan gunting di bagian bahu botol. Pada bagian tutup botol tersebut dilubangi dengan menggunakan paku (solder). Lubang yang sudah dibuat pada tutup botol tersebut diupayakan memiliki ukuran diameter sekitar 1 cm. Ke depannya lubang ini akan dibuat jadi lubang sumbu.

Pada bagian bahu botol bekas air mineral tersebut buatlah lubang dengan menggunakan paku (solder). Tetapi lubang yang ini upayakan berukuran kecil saja, sama ukurannya dengan paku. Setelah itu, sumbu dimasukkan ke lubang yang terletak di tutup botol.

Air diisikan di bagian bawah botol, kemudian bagian atas botol diletakkan di atasnya dengan cara yang terbalik, seperti corong. Pastikanlah sumbu di bagian bawah mengenai air.

Langkah berikutnya ialah mencampurkan tanah dan pupuk hingga merata, lantas dimasukkan ke bagian atas botol bekas air mineral.

Bibit selada yang sudah Anda persiapkan ditanam di media tanam. Proses budidaya (menanam) selada secara hidroponik dengan memanfaatkan botol bekas air mineral akhirnya sudah selesai.

Tanaman diletakkan di area yang terkena sinar matahari, namun tidak terguyur hujan. Ketika tanaman selada telah mulai membesar, pastinya kebutuhan terhadap nutrisinya semakin bertambah akibatnya butuh pemupukan ulang.

Terdapat satu hal yang harus Anda cermati ketika menanam tanaman dengan cara hidroponik, yakni nyamuk. Hidroponik memanfaatkan air selaku salah satu elemen utamanya, tidak jarang nyamuk akan tumbuh di sana. Untuk menanganinya, air/larutan nutrisi diganti secara berkala supaya jentik-jentik nyamuk tidak dapat berkembang di dalamnya.

Demikian cara budidaya selada dibotol bekas secara hidroponik. Semoga berguna dan Anda dapat menyalurkan kegemaran bertanam tanaman.

Cara Budidaya Hidroponik Brokoli di Pekarangan

Cara Budidaya Hidroponik Brokoli di Pekarangan

Urbanina.com – Brokoli (Brassica oleracea) adalah tanaman sayur dari keluarga Brassicaceae (jenis kol berbunga hijau) yang berbentuk batang lunak. Tanaman yang banyak mengandung gizi ini diduga datang dari Eropa. Budidaya tanaman brokoli bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satu diantaranya dengan sistem hidroponik brokoli yang tanpa memakai tanah sebagai media tanamnya sehingga dapat menanamnya kapan saja.

Apabila Anda tertarik ingin melakukan budidaya hidroponik brokoli, maka sebaiknya Anda harus benar-benar mengetahui bagaimana cara budidaya hidroponik brokoli yang tepat. Berikut ini panduan teknis cara budidaya hidroponik brokoli di halaman rumah.

Cara Budidaya Hidroponik Brokoli di Pekarangan []

Persiapan Lahan dan Benih

  • Lahan dibersihkan dari gulma, tanahnya diratakan, tata botol untuk media budidaya di atas tanah rata tadi.
  • Pilih bibit jenis unggul, bebas hama dan penyakit, tidak cacat, tenggelam sewaktu direndam air serta bersih dari kotoran.

Penyemaian

Satu per satu benih dimasukkan ke dalam polybag kecil yang berukuran 7-8 cm x 10 cm. Media penyemaian berupa campuran pupuk kandang dan tanah halus (1:2) sebanyak 90%. Media semai sebaiknya disterilkan terlebih dulu dengan mengkukusnya pada suhu udara berkisar 55-100oC selama 30-60 menit lalu diangin-anginkan.

Pembibitan

  • Setiap hari lakukan penyiraman untuk menghindari terjadinya kekeringan pada pagi dan sore hari supaya biji brokoli bisa tumbuh baik.
  • Atur naungan. Pada masa perkecambahan, brokoli jangan terkena sinar matahari berlebihan. Buka persemaian setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore harinya mulai jam 15.00.
  • Tutup naungan ketika turun hujan untuk mencegah curahan air hujan yang bisa merusak bibit.
  • Lakukan penyiangan pada tanaman lainnya yang dinilai menghambat pertumbuhan bibit dengan cara mencabuti gulma atau rumput lainnya yang hidup disela-sela tanaman utama.
  • Beri pupuk susulan dengan cara melarutkan secukupnya pupuk NPK ke dalam air untuk menyiram tanaman.
  • Cegah dan berantas hama serta penyakit yang menyerang biji yang belum tumbuh dan tanaman muda dengan menggunakan fungisida dan insektisida.

Penanaman

  • Lakukan penanaman pada media yang sudah dipersiapkan, yakni sekam.
  • Lakukan penanaman pada pagi atau sore hari sebelum matahari terik. Tiap-tiap-tiap botol ditanami 1 tanaman brokoli.

Pemeliharaan Tanaman

  • Saat penyemaian lakukan penjarangan cuma satu kali, yakni ketika berumur 10-15 hari. Jika bibit disemainya pada polybag tidak perlu dilakukan penjarangan.
  • Lakukan penyiangan secara hati-hati dan jangan terlalu dalam sebelum pemupukan dan bertepatan dengan penggemburan tanah sewaktu tanaman berusia 7-10 hari, 20 hari, dan 30-35 hari supaya tidak merusak sistem perakaran tanaman.
  • Lakukan perempalan cabang/tunas-tunas samping sedini mungkin untuk memelihara pertumbuhan tanaman induk supaya terpusat pada penyusunan bunga.

Hama dan Penyakit

  • Gunakan penanganan secara fisik jika masih dalam jumlah kecil.
  • Gunakan pestisida jika cara fisik telah tidak dapat mengatasinya.

Panen

  • Lakukan pemanenan jika massa bunga (curd) sudah padat dan maksimal ukurannya, namun kuncup bunga belum tumbuh.
  • Panen biasanya dilakukan pada umur 2-3 bulan, tergantung varietas/kultivarnya, dengan memotong tangkai bunga, sebagian batangnya, dan daun-daunnya dengan panjang 25 cm.
  • Kumpulkan brokoli di tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung supaya laju respirasi menurun.

.

Menanam Sawi Dengan Cara Hidroponik

Menanam Sawi Dengan Cara Hidroponik

Urbanina.com – Menanam sawi merupakan salah satu kegiatan yang sangat menguntungkan. Pasalnya tanaman sawi adalah sejenis tanaman yang tidak manja, tidak membutuhkan banyak perawatan. Tanaman sayuran ini sanggup hidup dimana saja dan tahan terhadap cuaca selama suplai air cukup. Maka dari itu menanam sawi dapat menjadi salah satu aktivitas yang amat baik dan bermanfaat, apalagi tidak sedikit orang yang senang mengkonsumsi sayuran ini.

Menanam sawi dapat menjadi salah satu hal yang mengasyikkan, apalagi Anda pun dapat menanam tanaman ini pada halaman rumah atau pekarangan rumah sendiri dengan cara hidroponik. Bercocok tanam sawi secara hidroponik memang menyenangkan terlebih sesudah kita bisa memanen hasilnya dari halaman rumah kita sendiri. Timbul rasa bangga tersendiri bila dapat menikmati hasil dari buah karya kita sendiri.

Menanam Sawi Dengan Cara Hidroponik []

Bertanam sawi secara hidroponik bisa dilakukan dengan beberapa metode hidroponik dasar yang telah digunakan banyak orang. Pada dasarnya yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya sawi secara hidroponik antara lain: sprayer, pinset, tray/baki semai, larutan nutrisi, air, media tanam, benih, dan sistem/kit hidroponik (opsional).

Bila Anda sudah mempersiapkan seluruh peralatan tersebut langkah berikutnya yakni melakukan persemaian. Sementara itu untuk model hidroponiknya Anda bisa menggunakan sistem rakit apung, DFT, NFT maupun wick. Alangkah baiknya untuk tahap pemula menggunakan teknik hidroponik sistem wick. Pasalnya caranya lebih sederhana dan tidak memerlukan biaya banyak dalam pembuatan sistem kerjanya.

Bahkan jika Anda menggunakan sistem wick maka Anda bisa membuat sendiri kit hidroponiknya dari benda-benda yang ada di sekitar rumah. Guna membuat kit seperti yang dijual di pasaran Anda perlu menyediakan stereofoam untuk menopang netpot dan tanaman, rockwool untuk media tanam, kain flanel untu sumbunya, netpot, dan bak/ember untuk menampung nutrisi.

Berikut ini langkah menanam sawi dengan cara hidroponik yang mudah diaplikasikan:

  • Alat dan bahan-bahan seperti yang disebutkan tadi siapkan terlebih dulu.
  • Ambillah baki/tray semai, potonglah rockwool. Potongan rockwool tersebut ditaruh di baki/tray semai.
  • Taruhlah 1-2 benih sawi ke rockwool, namun sebelum benih sawi tadi ditaruh ke rockwool sebaiknya dibasahi terlebih dulu rockwoolnya dengan air sampai basah.
  • Setelah semua benih sawi tersebut ditaruh pada rockwool di tray semai lalu tutuplah tray semai dengan menggunakan plastik hitam, kemudian simpan di tempat teduh.
  • Periksa secara teratur. Umumnya benih semai akan mulai bertumbuh sekitar 1-2 hari.
  • Setelah itu benih semaian diletakkan di tempat yang bisa mendapatkan cukup sinar matahari.
  • Rockwool disemprot pagi dan sore hari supaya tidak mengalami kekeringan.
  • Benih sawi bisa Anda pindahkan ke sistem/alat hidroponik setelah benih sawi memiliki daun sebanyak 2-4 helai atau kira-kira 2 minggu setelah masa tanam di persemaian.
  • Rawatlah tanaman sawi dengan baik. Periksa keadaan nutrisinya, pH-nya disesuaikan dan kepekatannya juga harus diperhatikan dengan baik.

Menanam sawi merupakan salah satu aktivitas yang cukup menyenangkan dan menguntungkan. Dengan modal yang tidak demikian banyak dikeluarkan dan perawatannya yang mudah membuat tanaman sayuran ini sangat tepat untuk Anda budidayakan. Jadi segera mulai menanam sawi sebab dapat menunjang perekonomian keluarga Anda menjadi lebih baik lagi.

Bertanam Kale Organik di Pekarangan Rumah Sendiri

Bertanam Kale Organik di Pekarangan Rumah Sendiri

Urbanina.com – Dalam masyarakat urban saat ini tren pola hidup sehat sedang menjamur. Disamping aktivitas olahraga, tidak sedikit komunitas sehat yang menunjukkan makanan sehat andalannya lewat fotonya di sosial media. Kale merupakan salah satu asupan sehat yang sedang digemari. Mengingat harganya yang terbilang mahal Anda pun dapat mencobanya untuk bertanam kale organik di pekarangan rumah sendiri.

Kale yang dalam bahasa ilmiah disebut Brasicca oleraceae var. Acephala ini adalah sejenis sayuran yang bentuknya merupakan paduan brokoli dengan sawi. Tingginya kandungan nutrisi yang dimiliki tanaman yang berasal dari Mediterania Timur (Asia) ini, seperti antioksidan, betakaroten, kalsium, dan vitamin C, membuat kale sangat digemari banyak orang.

Bertanam Kale Organik Di Pekarangan Rumah Sendiri

Berikut cara bertanam kale organik di pekarangan rumah sendiri.

Persiapan Lahan dan Media Tanam

Bertanam kale organik bisa dilakukan dengan luas lahan 128 m2 yang terdiri dari 2 meja penanaman. Bersihkan terlebih dulu gulma yang ada pada meja penanaman. Demikian pula dengan paralon, bersihkan dengan lap atau karung bekas yang sudah diberi air.

Media tanam yang digunakan adalah rockwoll berukuran 25 cm x 4 cm. Rockwoll disimpan di tray untuk wadah media tanam lalu direndam di dalam air selama beberapa menit. Untuk tempat medianya gunakan tray (nampan plastik) yang tingginya minimal 5 cm supaya bisa diisi media tanam dengan tebal 4 cm. Isilah tray dengan arang sekam untuk media tanam setebal 4 cm.

Penyemaian

Benih ditempatkan ke dalam rockwoll basah yang sudah diberi lubang berukuran 2 x 2 cm. Kemudian benih tersebut disimpan di atas rak-rak bambu. Ada 2 perlakuan pada proses penyimpanan benih yakni N1 dan N2. N1 merupakan prosedur penyimpanan benih sesudah disemai dan disimpan selama 2-4 hari. Benih ditutupi plastik hingga timbul kecambah Benih tersebut dipindahkan ke meja persemaian N2 setelah tumbuh kecambah. Pada tempat penyimpanan N2 benih yang ditutupi plastik dibuka plastiknya dan benih mulai disiram sebanyak 2 kali sehari  hingga berusia 2 minggu.

Penanaman

Benih kale yang sudah berumur 2 minggu dipindahkan dari tempat penyimpanan N2 ke tray. Masukkan kale ke dalam lubang paralon. Setiap lubang hanya diisi/ditanami 1 bibit kale. Lubang tanamnya memiliki diameter 3 cm dengan jarak antar lubangnya 20 x 20 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaannya mencakup:

  • Pengendalian hama dan penyakit, dikerjakan secara manual dengan membuang tanaman yang terserang hama dan memakai pestisida nabati/pestisida organik dengan menyemprotkan bahan-bahan pestisida yang terbuat dari beberapa tumbuhan yang terdapat di sekitarnya. Pengontrolan dilakukan secara periodik.
  • Pembuatan dan pengisian larutan nutrisi AB Mix umumnya berpedoman pada paralon yang sudah terukur sekitar 3 strip air. Tambahkan 1500 ml nutrisi A dan B untuk pengisian nutrisi dengan 1 strip air.
  • Dalam pembuatan pupuk organik biasanya dibuat dalam 2 macam pekatan A dan B. Kedua macam pekatan itu baru bisa dicampurkan ketika akan digunakan saja.
  • Penyiangan gulma dilakukan saat usia 1 minggu dengan membuang rumput-rumput (gulma) di sekitar tanaman memakai arit atau kored.

Panen

Dalam bertanam kale organik panen pertama dilakukan saat kale akan berumur 8 minggu dan tinggi maksimalnya mencapai 45-50 cm. Pemanenan dilakukan secara manual dengan mencabut langsung tanaman pakai tangan di bagian pangkal batangnya. Cabut dengan hati-hati supaya batang sayurannya tidak sobek dan patah lalu letakkan dalam keranjang sebelum diangkut ke tempat penyimpanan permanen.

 

Cara Budidaya Brokoli Di Pekarangan Rumah

Cara Budidaya Brokoli Di Pekarangan Rumah

Urbanina.com – Budidaya brokoli sebetulnya relatif mudah sebab tanaman sayur ini sesuai dengan iklim di Indonesia. Disamping untuk kebutuhan konsumsi, budidaya brokoli jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat memajukan pekarangan rumah menjadi lahan bisnis. Namun cara budidaya brokoli di pekarangan rumah masih belum semua orang mengetahuinya.

Brokoli atau yang dalam bahasa ilmiah disebut Brassica oleracea ini kaya akan vitamin. Tanaman sayur yang mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1970 ini sangat populer di kalangan vegetarian dan para ibu rumah tangga. Jika Anda ingin membudidayakannya sebaiknya Anda mengetahui cara budidaya brokoli di pekarangan rumah terlebih dahulu.

Cara Budidaya Brokoli di Pekarangan Rumah []

Cara budidaya brokoli di pekarangan rumah dilakukan dengan beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.

Persemaian

Persemaian harus disiapkan sebaik-baiknya supaya mendapatkan bibit brokoli yang unggul. Caranya antara lain:

  • Sterilisasi benih, benih direndam dengan larutan fungisida sesuai dosis anjuran. Atau benih direndam ke dalam air panas dengan suhu kira-kira 55oC selama sekitar 15-30 menit.
  • Seleksi benih, ciri benih yang baik adalah bila direndam di dalam air benih itu akan tenggelam.
  • Benih direndam selama sekitar 12 jam atau hingga benih kelihatan pecah supaya benih mudah tumbuh kecambah.
  • Benih ditaruh di tray (polibag kecil) pada kedalaman 0,2-1,0 cm.
  • Media semai, berupa campuran tanah halusa dan pupuk kandang matang dengan komposisi 2:1 atau perbandingan 1:1.

Pembibitan

Media tanam menggunakan campuran berisi tanah, kompos, dan pupuk kandang. Boleh juga menambahkan pupuk kimia untuk pupuk dasarnya. Sesudah bibit berusia 1 bulan atau mempunyai daun 3-4 helai, maka bibit tersebut dipindahkan ke dalam pot, polibag atau lahan yang telah dipersiapkan.

Perawatan

Perawatan yang mesti dilakukan untuk budidaya brokoli adalah pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit serta perompesan.

  • Lakukan pemupukan pada 1 minggu sesudah ditanam, 3 minggu sesudah ditanam dan 5 minggu sesudah ditanam. Gunakan pupuk dari larutan NPK kira-kira 1 sendokk teh ke dalam 1 ember air, lalu disiramkan ke atas tanah di sekitar tanaman.
  • Lakukan penyiraman pada waktu pagi atau sore hari. Jika musim kemarau penyiraman dilakukan sebanyak 1-2 kali sehari, khususnya ketika baru dipindahtanamkan dan ketika pembuatan bunga.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik (dengan tangan) atau dengan penyemprotan pestisida.
  • Perompesan dilakukan dengan memotong tunas-tunas yang timbul di ketiak daun saat tanaman telah mulai berbunga. Hal ini dilakukan supaya pertumbuhan terpusat ke bakal bunga dan nantinya akan mendapatkan satu datu dua bunga brokoli yang besar.
  • Tunas-tunas tersebut boleh dibiarkan tumbuh bila ingin banyak bunganya, namun kecil-kecil.
  • Sesudah mulai mengeluarkan bunga sebaiknya daun-daun tua brokoli diikat ke atas guna melindungi bunga yang tengah tumbuh dari paparan sinar matahari sehingga bunga brokoli akan memiliki warna hijau terang.

Pemanenan

Setelah tanaman brokoli berumur 55-100 hari atau ketika masa berbunga mencapai ukuran yang maksimal, maka brokoli siap dilakukan pemanenan. Brokoli yang telah dipanen tadi lalu disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari sebelum dilakukannya proses penyortiran.

Nah, demikianlah cara budidaya brokoli di pekarangan rumah, cukup mudah bukan?