Bagaimana Kandang Ternak Kelinci Yang Layak Digunakan ?

Bagaimana Kandang Ternak Kelinci Yang Layak Digunakan ?

Urbanina.com – Kelayakan kandang ternak kelinci memang perlu dipertimbangkan. Namun, bukan berarti bahwa mempertimbangkan kandang kelinci dengan perihal yang berbelit-belit. Karena pada kenyataannya, bila sesuai dengan ilmu peternakan kelinci, kandang yang layak untuk digunakan cukup dapat didirikan dengan beberapa syarat yang dapat dipenuhi. Pada kesempatan ini, saya akan bahas lebih detil dan mendalam mengenai kandang kelinci tersebut. Ada 2 pengelompokan kandang kelinci. Sehingga, Anda dapat memilih kandang mana yang cocok dengan selera Anda.

kandang ternak kelinci

Berikut ini adalah beberapa jenis kandang kelinci yang layak untuk membesarkan kelinci atau yang dikenal dengan peternakan kelinci.

  1. Kandang terbuka

kandang ternak kelinci yang pertama adalah kandang terbuka. Kandang terbuka memiliki kreterianya tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai kandang yang layak digunakan untuk melakukan ternak kelinci. Ada beberapa kriteria kelayakan kandang terbuka ini, perlu kami tulis tentang definisi kandang terbuka tersebut. Kandang terbuka adalah jenis kandang budidaya kelinci yang di desain dengan dibuatnya pagar dibagian samping kandang. Kandang tersebut dilengkapi dengan tempat berteduh serta tempat istirahat.

Untuk dapat dikatakan sebagai kandang yang layak digunakan, kandang terbuka ini harus memiliki area kandang yang luas. Jika area atau lahan yang tersedia tidak cukup luas, peternak lebih disarankan untuk membangun kandang tertutup dari pada kandang terbuka. Lahan yang luas tersebut dibutuhkan sebagai tempat bagi kelinci yang diternakkan untuk bergerak bebas sekaligus mencari pakan tambahan sendiri di area yang luas tersebut. Sehingga, petenak tidak perlu khawatir jika terlambat memberikan pakan terhadap hewan ternaknya. Dalam prakteknya, kandang terbuka ini lebih banyak dipakai di daerah pedesaan yang terdapat lebih banyak lahan luas yang tersedia.

  1. Kandang tertutup

a. Kandang postal

Kandang postal adalah kandang ternak kelinci yang mana dalam satu area kandang yang ditentukan, terdapat beberapa kelinci yang dipelihara didalamnya. Beberapa kelinnci tersebut bisa berupa induk dan anak yang dicampur.

Untuk membuat kandang postal yang layak digunakan, pastikan bahwa kandang tersebut memiliki akses yang baik bagi peternak dalam memberi pakan serta untuk membersihkan kandang. Karena, kandang postal ini dipakai untuk pemeliharaan kelinci secara intensif.

b. Kandang baterai

kandang ternak kelinci yang selanjutnya adalah kandang baterai. Sama seperti kandang postal, kandang baterai digunakan untuk pemeliharaan kelinci secara intensif. Namun, pada setiap kandang hanya ada satu ekor kelinci saja yang dipelihara, dan lebih tepatnya dibesarkan. Kandang baterai ini sangat baik untuk pembesaran kelinci yang dilakukan secara intensif.

Dan untuk memiliki kandang baterai yang layak digunakan, kandang tersebut harus dibuat dengan memiliki akses pemberian pakan dan pembuangan kotoran yang cepat dan mudah. Untuk menghemat tempat, kandang baterai biasanya dibuat secara bertingkat dengan saluran pemberian pakan serta pembuangan kotoran yang sudah dirancang dengan sebaik-baiknya.

Cara Pemasaran Ternak Kelinci

Cara Pemasaran Ternak Kelinci

Urbanina.com – Cara pemasaran ternak kelinci menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi orang yang melakukan usaha ternak kelinci. Untuk dapat melakukan budidaya kelinci yang sukses dan menghasilkan keuntungan finansial yang optimal, diperlukan strategi dan cara pemasaran yang benar dan terpat. Oleh karena itu, cara untuk memasarkan hasil ternak kelinci tersebut tidak bisa dipisahkan begitu saja dalam upaya melakukan ternak kelinci. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat melakukan pemasaran hasil ternak kelinci yang tepat? berikut ini adalah ulasan singkat yang dapat menjelaskan tentang pertanyaan yang baik tersebut.

cara pemasaran ternak kelinci

  1. Membuka toko kelinci

Cara pertama adalah dengan membuka toko kelinci. Salah satu keuntungan yang didapatkan dari membuka toko kelinci adalah mendapatkan penghasilan dobel. Selain penghasilan dari ternak kelinci, juga penghasilan dari toko kelinci. Jika hendak membuka toko kelinci tersebut, anda haru memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan toko keoinci tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dibukanya toko tersebut adalah lokasi toko apakah strategis ataukah tidak.

  1. Membangun mitra usaha

Cara pemasaran ternak kelinci yang kedua adalah dengan membangun mitra usaha. Mitra usaha dapat dibangun dengan kepercayaan yang muncul dari kedu belah pihak. Anda harus percaya dengan mitra anda, dan peternak lain yang menjadi mitra anda juga harus percaya dengan anda. Cara ini dapat digunakan salah satunya untuk memasarkan bibit yang anda produksi agar dibesarkan oleh mitra anda tersebut. Kepercayaan yang kuat diantara mitra usaha akan menghasilkan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

  1. Memasarkan secara online

Cara pemasaran ternak kelinci yang ketiga adalah dengan memasarkan secara online. Memasarkan secara online dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memasarkan hasil ternak kelinci yang anda lakukan. Di era modern ini, memasarkan barang secara online telah terbukti dapat menghasilkan uang. Termasuk hasil peternakan kelinci, tentu juga dapat dipasarkan secra online.

Selain sudah terbukti menghasilkan uang, ada banyak pilihan yang dapat anda pilih untuk digunakan sebagai media memasarkan hasil ternak kelinci. Anda dapat menggunakan blog maupun toko online untuk memasarkannya, dan tentunya dapat anda gunakan dengan gratis atau Cuma-Cuma. Tidak hanya melalui blog maupun toko online, bahkan anda dapat menggunakan media sosial seperti facebook maupun twitter untuk memasarkan hasil ternak kelinci anda.

  1. Kerjasama dengan penjual daging

Cara pemasaran ternak kelinci yang keempat adalah dengan kerjasama dengan penjual daging. Cara memasarkan hasil ternak kelinci yang selanjutnya adalah dengan kerjasama dengan penjual daging. Prinsip dari kerjasama ini dapat dibilang mudah. Bila anda telah menawarkan harga daging yang disetujui oleh penjual daging, maka anda dapat memulai kerjasama dengan penjual daging tersebut. Itulah prinsip sederhana yang dapat anda praktekan ketika bekerja sama dengan penjual daging. Ketika dipraktekan, anda harus dapat memaastikan untuk dapat memenuhi stok daging yang diinginkan penjual daging karena tentu mereka membutuhkan stok yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan pembeli setianya.

Cerahnya Prospek Ternak Kelinci

Cerahnya Prospek Ternak Kelinci

Urbanina.com – Prospek ternak kelinci memang dapat dikatakan dengan sebutan yang sederhana, yaitu cerah. Mengapa demikian? Apa alasan penulis menyebutnya dengan sebutan yang sederhana tetapi penuh makna tersebut? Berikut ini adalah ulasan singkatnya.

prospek ternak kelinci

Dagingnya menyehatkan sehingga banyak diminati

Daging kelinci adalah daging hewan yang rendah kolesterol. Oleh sebab itu, daging kelinci ini dapat dijadikan sebagai daging alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Dan itu merupakan salah satu penyebab mengapa permintaan daging kelinci ini terus meningkat sehingga peternak kelinci terus disibukkan untuk dapat menyediakan stok daging sebanyak-banyaknya. Dan ini adalah salah satu alasan mengapa prospek ternak kelinci dapat dikatakan cerah.

Harga dagingnya juga sejauh ini stabil

Kabar baik dari penjualan daging kelinci adalah harganya yang stabil di pasaran. Setidaknya hingga saat ini, harga daging kelinci yang ada di pasaran masih stabil dan terus diatas. Sehingga, peternak kelinci sangat diuntungkan dengan situasi ini. Bagi peternak pemula yang ingin memulai beternak kelinci pun tentu memiliki peluang yang sama untuk dapat menikmati kestabilan harga pasar tersebut.

Kelinci juga dapat dijual sebagai hewan hias

Ini adalah keunggulan beternak kelinci yang mungkin tidak dimiliki oleh beternak hewan lainnya. Yaitu, kelinci dapat dijual sebagai hewan peliharaan berupa kelinci hias. Dengan begitu, pendapatan peternak kelinci tidak akan bergantung pada daging yang dihasilkan saja. Dengan menjualnya sebagai hewan peliharaan yang lucu, peternak memiliki kemudahan ganda dalam hal pemasarannya. Ini merupakan alasan ketiga mengapa prospek ternak kelinci ini dikatakan cerah.

Kelinci juga bisa dijual dalam bentuk menu olahan

Masih ada pilihan cara lain bagi peternak kelinci untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dari kelinci yang ia pelihara. Cara lain tersebut adalah dengan menjual kelinci dalam bentu menu olahan. Peternak dapat sekaligus membukan warung makan atau menu restoran disamping membesarkan kelinci yang ia ternakkan.

Cara lain ini tidak lepas dari banyaknya menu olahan yang dapat diciptakan dari daging kelinci ini. Beberapa menu olahan yang dapat diciptakan dari daging kelinci ini diantaranya adalah sate kelinci, bakso, nugget, sosis, abon, dan menu olahan lainnya.

Itulah ulasan singkat mengenai prospek ternak kelinci yang dapat dikatakan cerah. Jika Anda adalah seorang yang peduli terhadap kesehatan tubuh, tentu daging kelinci menjadi salah satu jenis daging yang perlu untuk dikonsumsi. Namun, selain hanya mengkonsumsinya saja, Anda dapat sekaligus membudidayakannya dan mendapatkan keuntungan finansial nantinya.

Peluang untuk membudidayakan kelinci atau melakukan ternak kelinci ini tidak perlu diragukan lagi. Dengan adanya beberapa keunggulan dari berbagai prospek peternakan kelinci diatas, maka usaha ternak kelinci tidak akan kehabisan ide untuk mengembangkannya. Apalagi diikuti dengan perkembangan teknologi peternakan di Indonesia yang semakin kesini semakin maju dan mendukung para peternak.

Jenis Kelinci Pedaging Unggul Untuk Diternakkan

Jenis Kelinci Pedaging Unggul Untuk Diternakkan

Urbanina.com – Jenis kelinci pedaging unggul untuk diternakkan memiliki keunggulan mereka tersendiri sehingga dikategorikan dalam kateggori tersebut. Tentu tidak semua jenis kelinci termasuk kedalam kategori kelinci pedaging ini. Lalu, jenis kelinci apa saja yang termasuk kategori kelinci pedaging tersebut?

jenis kelinci pedaging

Bagi pembudidaya kelinci, kelinci pedaging adalah salah satu jenis kelinci yang akan mereka budidayakan. Hal ini dikarenakan kelinci pedaging yang mereka budidayakan tersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih besar daripada jenis kelinci lainnya. Dan juga, kita tahu bahwa daging kelinci juga semakin dicari oleh banyak konsumen di pasar. Sedangkan, daging kelinci yang layak untuk dikonsumsi salah satunya adalah kelinci jenis pedaging yang memiliki berbagai keungulan tersebut. Lalu, jenis kelinci apa saja yang pantas untuk dikatakan sebagai kelinci pedaging?

  1. Kelinci flemish giant

Kualitas flemish giant tentu berada diatas jenis kelinci pedaging jenis lainnya sebagai kelinci unggul yang layak untuk dipelihara. Jenis kelinci flemish giant dapat dikatakan sebagai jenis kelinci pedaging yang paling unggul dalam hal ukuran tubuhnya. Untuk diketahui saja, jenis kelinci flemish giant ini pernah masuk kedalam buku guiness world record karena dapat tumbuh dengan ukuran yang sangat besar dengan bobot hingga 23 kg. Bayangkan betapa besarnya kelinci jenis ini.

Selain ukurannya yang besar, pertumbuhan jenis kelinci pedaging ini juga tergolong cepat. Biasanya, jenis kelinci ini ditumbuhkan agar memiliki bobot rata-rata 5-6 kg per ekor. Sedangkan untuk siap bereproduksi, kelinci ini sudah siap ketika memasuki masa pemeliharaan selama 6-7 bulan. Dan pada setiap masa reproduksi, kelinci jenis ini rata-rata beranak 6-8 ekor. Sedangkan dalam setahun, dapat bereproduksi selama 4 kali.

  1. Kelinci new zealand

Untuk ukuran kelinci new zealang yang diternakkan, dapat mencapai bobot rata-rata 5 kg per ekor. Sedangkan kemampuan beranaknya dapat mencapai 10 ekor dalam satu kelahiran. Pertumbuhannya juga relatif cepat, sehingga juga cocok untuk dipelihara sebagai kelinci yang diambil dagingnya.

Sekedar saran, jika anda ingin membudidayakan kelinci new zealand sebagai kelinci hias, sebaiknya memilih kelinci yang memiliki bulu berwarna putih dengan mata merah muda. Selain memiliki keindahan tersendiri, warna tersebut juga banyak disukai kalangan pemelihara dan yang paling populer.

  1. Kelinci rex

Kelinci rex juga baik jika diambil dagingnya ketika dipelihara. Seperti kelinci new zealand, kelinci rex juga dapat tumbuh dengan bobot mencapai 5 kg. Dan juga, pertumbuhan serta reproduksi jenis kelinci ini memiliki kecepatan yang cukup untuk dimanfaatkan di bisnid peternakan kelinci.

Salah satu keunggulan jenis kelinci rex adalah selain dapat diambil dagingnya, juga dapat diambil kulitnya. Sehingga, peternak kelinci rex akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus ketika memilih untuk memelihara jenis kelinci rex ini. Karena sangat baiknya kualitas kulit keonci rex ini, ada yang memberi julukan pada kulit kelinci ini dengan bulu karpet.

Jenis-jenis kelinci yang dibudidayakan di indonesia

Jenis-jenis kelinci yang dibudidayakan di indonesia

Urbanina.com – Setiap jenis kelinci yang ada di Indonesia memiliki ciri khas nya sendiri-sendiri dan berbeda-beda. Setiap jenis kelinci memiliki keunikannya tersendiri yang membuatnya disukai oleh banyak orang. Seseorang yang memelihara satu jenis kelinci terkadang juga memiliki keinginan leibh untuk memelihara jenis kelinci yang lain. Mengapa? tentu saja karena tertarik dengan keunikan yang dimiliki oleh kelinci jenis lainnya tersebut.

jenis kelinci yand dibudidayakan

 

Sedangkan untuk memelihara kelinci yang dimanfaatkan untuk fungsi budidaya, peternak memiliki jenis kelinci mereka sendiri. Jenis dari kelinci yang cocok untuk dibudidayakan peternak ini bisa disebut dengan kelinci pedaging. Berikut ini adalah beberapa jenis kelinci pedaging yang tentunya dapat dibudidayakan di Indonesia.

Jenis kelinci pedaging

  1. Flemish giant

Ciri fisik kelinci flemish giant adalah sebagai berikut. Memiliki tubuh yang panjang dan memiliki telinga yang lebar. Sedangkan untuk warna yang dimiliki adalah beragam, mulai dari putih, hitam, abu-abu cerah, abu-abu gelap, flawn, sampai hitam kecoklatan. Jika dipelihara dengan maksimal, kelinci jenis ini dapat tumbuh hingga memiliki bobot 10 kg.

  1. New zealand white

Merupakan kelinci yang dihasilkan dari persilangan jenis flemish giant. Dia memiliki bulu yang berawarna putih albino dilengkapi dengan mata merahnya. Berat rata-rata kelinci jenis ini dapat mencapai 5,5 kg.

  1. Netherland dwarf

Merupakan kelinci yang dulu dipelihara oleh para penjajah belenda, tetapi digantikan oleh masyarakat indonesia untuk saat ini. Penyebaran jenis kelinci ini juga telah meluas ke berbagai wilayah di Indonesia, karena telah lama sekali berada di indonesia sejak zaman penjajahan belanda.

Jenis dari kelinci penghasil kulit

  1. Satin

Ciri-ciri fisik kelinci jenis ini adalah bentuk tubuhnya yang panjang serta memiliki leher yang pendek dengan kepala lebar. Warna bulu kelinci jenis ini juga beragam, mulai dari putih, coklat, kebiruan, dan hitam. Kelinci satin berasal dari amerika dan dapat memiliki bobot 4-5 kg dalam 8 bulan.

  1. Rex

Kelinci rex memiliki bulu yang halus dan kuat, dan merupakan alasan kuat mengapa diambil kulitnya. Berasal dari amerika serikat, kelinci jenis ini akan cocok apabila dibudidayakan di daratan yang memiliki udara sejuk sekitar 5-15 derajat C.

Jenis kelinci penghasil bulu

  1. Angora

Kelinci angora banyak disukai dan sudah populer di kalangan peternak kelinci di indonesia. Kelinci ini sudah banyak dipelihara, tetapi untuk hewan hias saja. Ciri-ciri fisik jenis kelinci angora adalah memiliki bulu yang tebal dan halus, perpaduan terbaik dari bulu kelinci. Jika melihat dari tipenya, ada beberapa tipe kelinci angora yang menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin memeliharanya sebagai kelinci hias. Tipe kelinci angora tersebut adalah angora inggris, angora perancis, angora jerman, angora peranakan satin dan angora peranakan giant flemish.

 

Sejarah Ternak Kelinci Di Indonesia

Sejarah Ternak Kelinci Di Indonesia

Urbanina.com – Misteri sejarah ternak kelinci di Indonesia menjadi salah satu topik yang menarik untuk dilakukan pembahasan. Karena, saat ini ternak kelinci menjadi salah satu usaha budidaya yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia dan hasilnya pun cukup memuaskan. Lalu, seperti apakah sejarah peternakan kelinci di Indonesia tersebut? simak penjelasannya berikut ini.

sejarah ternak kelinci di indonesia

Ternak kelinci di Indonesia rupanya tidak tertulis dengan jelas di buku sejarah perkembangan peternakan di Indonesia. Tetapi, bukan berarti alur sejarah peternakan kelinci tersebut tidak dapat ditelusuri. Karena, masih ada sedikit jejak yang tersirat sebagai sejarah peternakan kelinci yang ada di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa jejak sejarah yang tersisa dan menarik untuk disimak. Di indonesia, budaya ternak kelinci datang dari orang belanda yang menjajah indonesia. Dari peristiwa itu dapat dipelajari tentang sejarah ternak kelinci di indonesia. Mereka memelihara kelinci di rumah mereka untuk dijadikan hewan peliharaan penghias rumah. Dengan demikian, hewan kelinci ini lebih dikenal sebagai hewan yang digunakan hanya untuk hewan hias saja, dan bukan untuk dipelihara dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain diternakkan.

Pada masa penjajahan jepang, pemelihara kelinci mulai berkurang tetapi bukan berarti hilang semuanya. Karena, masih ada sebagian kecil yang memelihara hewan hias berkuping lucu ini. Lalu, sejak kapan dimulainya upaya peternakan kelinci ini? itulah salah satu alasan untuk mengetahui sejarah ternak kelinci di indonesia ini.

Orang-orang yang suka memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan dipercaya tetap bertahan hingga indonesia merdeka. Sebagian kecil masyarakat yang suka memelihara kelinci tersebut masih terus bertahan sampai akhir pemerintahan orde lama, sekitar tahun 80an. Dan pada waktu itu, kelinci menjadi terkenal di banyak kalangan masyarakat, sebagai hewan yang populer untuk dipelihara di rumah sebagai hewan hias. Kebiasaan memelihara kelinci tersebut menjadi salah satu bagian kecil dari sejarah ternak kelinci di indonesia ini.

Dan sejarah ternak kelinci di indonesia mulai menarik setelah masa itu. Barulah diawal masa pemerintahan orde baru, masyarakat dikenalkan dengan usaha ternak kelinci. Kesadaran akan pentingnya konsumsi daging kelinci yang bergizi mulai dikenalkan ke masyarakat. Pengenalan tersebut diharapkan menjadi awal yang baru dalam upaya mengembangkan ternak kelinci di indonesia. Dengan kata lain, tonggak industri kelinci di indonesia sudah mulai diupayakan di tahap yang paling awal.

Salah satu cara yang dilakukan untuk mengawali tahapan industri kelinci di indonesia adalah dengan mengkampanyekan konsumsi daging kelinci agar kesehatan masyarakat meningkat. Daging kelinci yang kaya akan protein hewani ini harus banyak dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan standar kesehatan mereka. Dan sampai saat ini, peningkatan konsumsi daging kelinci telah mengalami peningkatan dan diiringi dengan peningkatan kemajuan di bidang peternakan kelinci pula.