Cara Beternak Kelinci Lokal Menguntungkan

Cara Beternak Kelinci Lokal Menguntungkan

Urbanina.com – Beternak kelinci  atau terwelu dalam bahasa Jawa-nya adalah bisnis yang amat menggoda seperti halnya budidaya entok lantaran memberi harapan keuntungan yang cukup besar. Disamping permintaan terhadap kelinci yang terus bertambah, modal yang dikeluarkan juga tidak terlampau banyak. Selain itu perawatan kelinci juga amat mudah sehingga tidak demikian menyita waktu kegiatan lainnya yang sering kita lakukan. Namun seperti apakah cara beternak kelinci lokal?

Tempat yang tepat untuk beternak kelinci lokal ialah lokasi yang dekat dengan sumber air, bebas dari suara bising kendaraan bermotor, bau-bauan dan gangguan asap. Yang terpenting aman dari pemangsa seperti anjing atau kucing. Cara beternak kelinci lokal tidak jauh berbeda dengan kelinci impor. Hal pertama yang penting dipersiapkan dan  diperhatikan dalam budidaya kelinci diantaranya lokasi yang tepat, kandang kelinci, penyediaan bibit dan pakannya.

Cara Beternak Kelinci Lokal

Persiapan Kandang

Fungsi kandang adalah tempat untuk berkembang biak dengan suhu idealnya sekitar 21°C dan lancar sirkulasi udaranya. Kandang dengan ukuran 200 x 70 x 70 cm dan tinggi alasnya 50 cm cukup untuk memelihara 12 ekor betina atau 10 ekor jantan. Sedangkan kandang untuk anak kelinci atau disebut kotak beranak memiliki ukuran dimensi 50 x 30 x 45 cm.

Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit kelinci unggul yang memiliki ciri-ciri atau sifat sebagai berikut:

  • Sehat tanpa cacat dan berasal dari keturunan kelinci yang besar.
  • Kepalanya lumayan besar, lubang hidungnya lebar kering, matanya terang.
  • Bulunya halus, bersih dan berwarna mengkilap.
  • Memiliki puting susu sekitar 10 – 12 buah.
  • Gerak-geriknya terlihat lincah dan cekatan.

Perkawinan

Kelinci betina biasanya segera dikawinkan saat umurnya mencapai 5 bulan, baik jantan maupun betina. Jika terlalu muda kawin maka kesehatannya terganggu dan tinggi angka kematiannya. Jika pejantan mengawini betina untuk pertama kalinya sebaiknya dikawinkan dengan betina yang telah pernah punya anak. Waktu kawin yang ideal adalah pada waktu pagi atau sore hari di kandang si pejantan. Biarkanlah sampai terjadi dua kali perkawinan dan setelahnya dipisahkan.

Sesudah perkawinan umumnya kelinci akan bunting selama 30-32 hari yang bisa ditandai dengan adanya bola-bola kecil. Anak kelinci yang dilahirkan jumlahnya bervariasi antara 6-10 ekor.

Perawatan

Usahakan tempat pemeliharaan selalu dalam keadaan kering supaya tidak menjadi sarang penyakit karena jika tempatnya lembab dan basah membuat kelinci mudah terkena penyakit kulit dan pilek.

Kelinci yang terkena penyakit sebaiknya segera dikarantinakan dan biasanya memiliki gejala mata sayu, suhu badan naik, kurang nafsu makan dan lesu.

Anak kelinci disapih sesudah berumur 7-8 minggu yang ditempatkan pada kandang khusus berisi 2-3 ekor per kandang. Sediakanlah pakan yang cukup dan berkualitas.

Peralatan dan perlengkapan kandang, termasuk sisa makanan dan kotoran kelinci harus dibersihkan setiap hari untuk mencegah munculnya penyakit.

Upayakan sinar matahari pagi mesti masuk ke dalam kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang diberi cat kapur atau ter. Adapun kandang bekas kelinci yang sakit harus dibersihkan dengan lysol atau kreolin.

Bahan pakan kelinci sangatlah sederhana yakni rerumputan, dedaunan (daun lamtoro, turi), dan sayuran (wortel, bayam, kangkung).

Penyakit

Rawat kelinci sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit kudis (scabies), eksim, penyakit radang paru-paru ( pneumonia), penyakit perut kembung, dan penyakit berak darah (coccidiosis).

Demikianlah bahasan kita kali ini mengenai cara beternak kelinci lokal. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Tips penting untuk ternak kelinci modern

Tips penting untuk ternak kelinci modern

Urbanina.com – Tips penting untuk ternak kelinci modern ini mungkin akan anda butuhkan ketika anda sudah mengalami usaha ternak kelinci. Iya, ternak kelinci memang memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu sumber pendapatan bagi seseorang. Hal ini tidak lepas dari semakin banyaknya permintaan pasar akan daging kelinci tersebut. Anda tentu tahu bahwa saat ini juga telah banyak menu olahan yang menggunakan daging kelinci dan juga banyak disukai masyarakat. Jadi, wajar saja kalau permintaan daging kelinci terus meningkat.

Tips penting untuk ternak kelinci modern

Kali ini, Urbanina akan membagikan beberapa tips yang dapat anda gunakan ketika anda memulai untuk beternak kelinci tersebut. Semoga tips berikut ini dapat berguna untuk anda.

  1. Pastikan terdapat pasar yang mau menampung hasil ternak kelinci anda

Tips pertama yang penting untuk ternak kelinci modern adalah yang berkaitan dengan pasar atau pemasaran. Hal ini dianggap penting karena langkah terakhir yang dibutuhkan untuk menyempurnakan usaha ternak kelinci adalah upaya pemasaran tersebut. dengan berhasil memasarkan di pasar yang tepat, maka dapat dipastikan pula bahwa usaha ternak kelinci dapat dikatakan berhasil.

  1. Untuk pembesaran dari anakan, gunakan kandang baterai yang diberi liter

Kelinci dapat dibudidayakan untuk dibesarkan dan dijual dagingnyadi kemudian hari. jika anda membesarkan kelinci dari anakan, akan lebih baik jika anda menggunakan kandang baterai yang diberi alas liter. Hal ini cukup membantu pertumbuhan anakan kelinci dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

  1. Sediakan pakan yang mencukupi

Pakan yang mencukupi juga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan kelinci yang dipelihara. oleh karena itu, anda perlu menyiapkan pakan yang cukup jika anda ingin ternak kelinci modern yang anda upayakan dapat berjalan dengan baik.

  1. Juga sediakan obat-obatan

Obat-obatan juga menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi ketika melakukan ternak kelinci modern. penanganan yang cepat dan tepat terhadap hewan ternak yang sakit harus menjadi proritas utama bagi peternak. karena, apabila terjadi keterlambatan dalam penanganan ternak yang sakit, bukan tidak mungkin akan terjadi suatu hal yang fatal seperti berupa kematian hewan ternak yang tidak diinginkan.oleh sebab itu, penting bagi peternak untuk menyediakan stok obat-obatan yang cukup untuk kelinci yang ia ternakkan.

  1. Usahakan penerangan yang cukup di kandang

Dan tips yang terakhir adalah, usahakan untuk menyediakan penerangan yang cukup di kandang. Penerangan yang cukup dapat diupayakan dengan mudah apabila menggunakan instalasi lampu listrik. Dengan dilengkapi saklar, maka kebutuhan penerangan kandang akan leibh mudah diatur oleh peternak. penerangan itu sendiri tentu juga baik untuk hewan ternak yang dibudidayakan. dengan penerangan yang cukup, hewan ternak berupa kelinci akan lebih leluasa untuk bergerak lincah seperti yang dilakukan di habitat aslinya, sehingga pertumbuhan kelinci tersebut juga akan lebih sehat.

Harga kelinci pedaging di pasaran

Harga kelinci pedaging di pasaran

Urbanina.com – Harga kelinci pedaging di pasaran banyak dicari oleh mereka yang menyukai daging kelinci. Terlebih karena daging kelinci termasuk daging yang sehat, maka tidak heran apabila semakin banyak orang yang mencari daging kelinci tersebut. Tetapi, tahukah kamu bahwa kelinci tidak hanya cukup dijual dagingnya saja? Tanpa berlama-lama simak ulasan Urbanina tentang harga kelinci yang ada di pasaran berikut ini.

Harga kelinci pedaging di pasaran

Harga dagingnya

Harga kelinci pedaging di pasaran berkisar di angka 60 ribu rupiah per kg. namun, apa yang lebih penting adalah apakah harga kelinci yang berkisar di angka 60 ribu rupiah tersebut dapat stabil dari waktu ke waktu? Dan jawabannya adalah kabar baik. Kabar baiknya tersebut adalah  bahwa sampai saat ini, harga daging kelinci pedaging dapat terus stabil diatas. peternak kelinci tetap dapat menjual daging hasil ternaknya dengan harga 60 ribu rupiah per kg.

Berkat kestabilan harga kelinci pedaging trutama dagingnya tersebut, banyak yang menganggap bahwa usaha peternakan kelinci memiliki prospek di masa sekarang hingga di masa yang akan datang. Upaya untuk menernak kelinci yang diupayakan peternak tidak akan dikecewakan dengan harga daging yang naik turun, seperti halnya beberapa jenis daging hewan tertentu. Sehingga, peluang untuk sukses beternak kelinci tersebut dapat diambil oleh siapa saja yang siap untuk melakukannya. Harga kelinci pedaging ini juga banyak disukai oleh para pembudidaya dan tentunya karena mereka merasa diuntungkan.

Harga anakannya

Lalu, bagaimana dengan harga anakan kelinci? Hal ini mungkin yang muncul dibenak pembaca sekalian. Dan kali ini, akan kami tulis sekalian mengenai berapa harga anakan kelinci yang ada di pasaran. Karena, cukup banyak peminat anakan kelinci yang tersebar di berbagai wilayah di indonesia. anakan kelinci tersebut dapat mereka manfaatkan untuk dibesarkan dan kemudian diambli dagingnya, atau sekedar dipelihara dirumah untuk dijadikan kelinci hias.

Untuk saat ini, anakan kelinci memiliki harga yang bervariasi di pasaran. Di daerah tertentu, anakan kelinci dibanderol dengan harga yang mencapai Rp 17.500 per ekor. harga tersebut tentu sangat terjangkau di kalangan masyarakat Indonesia. bagi mereka yang suka dengan anakan kelinci untuk dibesarkan sebagai kelinci hias pun tidakakan keberatan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu.

Harga indukannya

Seperti halnya harga anakannya, harga indukan kelinci juga memiliki harga yang bervariasi. Sebagai sampel, di suatu daerah ada peternak yang membanderol indukan yang dia jual dengan harga yang mencapai Rp 100.000 per ekornya.

Diantara daging, anakan dan indukan kelinci yang dijual, daging kelinci tentu merupakan yan gpaling laku di pasaran. Selain merupakan hasil utama yang didapatkan dari usaha peternakan kelinci, daging kelinci saat ini sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat untuk dijadikan berbagai menu masakan yang disukai masyarakat.

Cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur

Cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur

Urbanina.com – Beternak kelinci apakah bisa dilakukan dengan cara menggunakan feeling seseorang? Tentu jawabannya adalah bisa. Tetapi, untuk mendapatkan hasil finansial yang diharapkan tentu akan sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, melakukan ternak kelinci yang baik adalah yang dilakukan dengan sesuai prosedur dan tidak hanya berdasarkan feeling manusia saja. Berikut ini adalah cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis kelinci.

Cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur

Persiapan kandang kelinci

Cara ternak kelinci yang baik tentu dimulai dengan persiapan yang baik pula. Persiapan kandang kelinci dapat ditempuh dengan dua cara sederhana. Pertama, siapkan terlebih dahulu lahan yang siap untuk dijadikan tempat berdirinya kandang ternak kelinci. Sedangkan yang kedua adalah dengan memulai membuat kandang ternak kelinci tersebut. jika anda memelihara di area yang luas, anda dapat mulai membangun kandang terbuka sebagai rumah bagi kelinci yang anda ternakkan. Jika anda menggunakan kandang terbuka tersebut, anda tidak perlu khawatir apabila suatu saat anda lupa memberi pakan terhadap kelinci yang anda pelhara. Karena, di kandang terbuka tersebut kelinci dapat leluasa mencari pakan sendiri yang ada didalam kandang yang luasnya cukup besar tersebut.

Pemilihan indukan kelinci

Pemilihan indukan yang baik adalah bagian kedua dari cara ternak kelinci yang baik. Indukan yang baik adalah indukan yang nantinya dapat melahirkan banyak anakan kelinci. Oleh karena itu, pemilihan indukan kelinci harus dilakukan secara teliti agar mendapatkan indukan yang berkualitas. Adapun beberapa ciri-ciri indukan yang baik adalah sebagai berikut.

  • Indukan jantan berbobot 3-5 kg, sedangkan yang betina minimal 4-5 kg.
  • Memiliki tubuh yang sehat tanpa cacat
  • Memiliki gerakan yang lincah
  • Memiliki pinggul yang bulat penuh, mata cerah dan tubuh yang bersih

Pemberian pakan

Cara ternak kelinci yang baik dapat dilihat dari cara memberikan pakan terhadap hewan yang dipeliharanya tersebut. Kelinci yang dipelihara sebaiknya tidak hanya diberikan pakan berupa hijauan. Ada kalanya untuk diberi pakan konsentrat yang dapat dibeli di toko peternakan terdekat. Pemberian pakan konsentrat disamping pemberian pakan hijauan tersebut berfungsi untuk menunjang pertumbuhan kelinci.

Pengawinan kelinci

Ada dua cara yang dapat dipilih ketika melakukan pengawinan kelinci. Cara pertama adalah dengan mengumpulkan 1 indukan jantan dengan 1 indukan betina. Sedangkan cara kedua adalah dengan mengumpulkan 1 indukan jantan dengan 5 indukan betina. Pemilihan cara pengawinan dapat anda sesuaikan dengan lahan yang tersedia. Dan tanda-tanda indukan betina yang siap untuk dikawinkan adalah sebagai berikut.

  • Tampak gelisah, dengan perilakunya yang seolah-olah terus mencari atau mendekati pejantan
  • Tampak suka menggosok-gosokkan dagunya pada suatu benda atau pada kelinci lain
  • Memiliki vulva berwarna kemerahan dan basah, biasanya terjadi di umur 6-12 bulan, tergantung jenis ras

Pemanenan kelinci

Pemanenan yang terbaik adalah pemanenan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Biasanya, konsumen membutuhkan daging kelinci yang kira-kira memiliki bobot sekitar 2-3 kg per ekor. Dan biasanya pula, kelinci yang dibesarkan dengan pemberian pakan yang intensif, akan memiliki bobot 2-3 kg setelah masa pemeliharaan selama 2-3 bulan.

Pakan kelinci pedaging yang baik

Pakan kelinci pedaging yang baik

Urbanina.com – Pakan kelinci pedaging yang baik adalah yang bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan kelinci yang dibudidayakan. Sebagian peternak kelinci mungkin akan mengatakan bahwa ternak kelinci itu mudah karena pakannya dapat diperoleh dari bahan-bahan disekitar rumah. Namun, peternak pemula yang masih awam mungkin masih belum jelas dengan apa yang dimaksudkan tersebut. Oleh karena itu, perlu diperjelas lagi apa pakan yang baik untuk ternak kelinci pedaging yang dipelihara.

Pakan kelinci pedaging yang baik

Kelinci memang dapat dapat diberi pakan dengan mudah, tetapi syaratnya adalah bahwa si pemelihara benar-benar tahu apa yang dibutuhkan kelinci miliknya tersebut. Terlebih kelinci membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar dapat tumbuh optimal dan siap dipanen ketika dibutuhkan. Oleh karena itu, berikut ini adalah pakan yang baik untuk kelinci pedaging yang anda pelihara.

  1. Rerumputan

Kelinci rupanya mudah diberi pakan. Pakan pertama yang baik untuk diberikan kepadanya dapat berupa rerumputan. Pakan yang berupa rerumputan ini dapat diperoleh dengan mudah di sekitar sawah yang ditanami palawija.

Selain mudah didapatkan, gizi yang terkandung didalam rerumputan tersebut juga baik untuk mendukung pertumbuhan kelinci. Kelinci yang diberi paka berupa rerumputan tidak akan mengalami semacam alergi yang disebut “gudiken” karena kandungan gizi pada rerumputan aman bagi kulit kelinci.

  1. Daun lagetang

Daun lagetang atau yang juga dikenal sebagai daun lagetan adalah merupakan jenis pakan kelinci pedaging yang kedua. Daun lagetan ini sudah dikenal banyak kalangan peternak kelinci untuk dijadikan pakan kelinci pedaging yang mereka ternakkan. Salah satu keistimewaan daun lagetan ini adalah memiliki aroma yang wangi, tetapi tetap disukai oleh kelinci.

  1. Daun kangkung

Ada prosedur khusus yang harus dipatuhi jika anda ingin menggunakan daun kangkung sebagai pakan kelinci pedaging milik anda. Yaitu, sebelum diberikan kepada kelinci, daun kangkung harus dikeringkan atau dilayukan terlebih dahulu. Karena, kadar air yang banyak pada daun kangkung dapat mengakibatkan kelinci sakit mencret dan air kencingnya berbau pesing. Itulah alasan harus dilakukan proses pelayuan daun terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada kelinci yang dipelihara.

  1. Daun ubi jalar

Daun ubi jalar memiliki kesamaan prosedur dengan penggunaan daun kangkung jika ingin diberian terhadap kelinci. Daun ubi jalar juga memiliki kandungan air yang cukup banyak, sehingga juga perlu dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada kelinci.

  1. daun pisang

daun pisang biasanya diberikan terhadap kelinci pedaging apabila terjadi tanda-tanda kekurangan serat pada kelinci yang dipelihara. hal ini dikarenakan daun pisang memiliki kandungan serat yang banyak sehingga dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan pada kelinci yang dipelihara.

  1. daun singkong

kalau daun pisang digunakan ketika kelinci kekurangan serat, maka daun singkong diberikan kepada kelinci ketika kelinci mulai bosan dengan pakan yang biasanya. Daun singkong ini dapat digunakan sebagai pakan selingan saja, bukannya pakan utama. Salah satu alasannya adalah kelinci tidak terlalu suka dengan pakan berupa daun singkong ini.

Cara budidaya kelinci lokal

Cara budidaya kelinci lokal

Urbanina.com – Cara budidaya kelinci lokal berikut ini dapat anda pelajari untuk memulai usaha ternak kelinci anda. Tentu dalam melakukan usaha ternak kelinci dapat dilakukan dengan mudah. Tetapi, kemudahan yang didapatkan tersebut tidak diraih begitu saja tanpa kerja keras. Karena dengan kerja keras sesuai prosedur yang benarlah yang akan membawa seseorang untuk mendapatkan kemudahan dalam beternak kelinci lokal. Oleh karena itu, kali ini Urbanina bagikan cara untuk membudidayakan kelinci lokal.

Cara budidaya kelinci lokal

Menyiapkan kandang

Tahapan pertama untuk membudidayakan kelinci lokal adalah dengan menyiapkan kandang yang dibutuhkan. Apapun jenis kandang yang dipilih, kandang yang dibuat nantinya harus memiliki beberapa kriteria pokok berikut ini. yaitu, memiliki suhu ideal sekitar 21 derajat C, memiliki sirkulasi udara yang lancar, memiliki pencahayaan minimal 12 jam perhari, serta aman dari predator. Penyiapan kandang yang siap 100% tentu dapat menjadi pondasi yang kuat agar proses budidaya kelinci lokal nantinya dapat berjalan dengan baik.

Menyiapkan bibit unggul

Langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya kelinci lokal adalah menyiapkan bibit unggul. Bibit unggul dapat disiapkan dengan hanya memilih bibit yang memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri bibit yang baik antara lain berasal dari keturnan kelinci yang besar dan sehat, dengan kepala besar, lubang hidung kering, serta memiliki mata yang terang. Selain itu, bibit tersebut juga harus memiliki gerakan yang lincah, dengan warna bulunya yang bersih. Adapun jumlah puting susu harus genap 10-12 buah.

Mengawinkan dan kelahiran kelinci

Perkawinan kelinci lokal dapat dilakukan setelah bibit ersebut genap berumur 5 bulan. Adapun waktu pengawinan yang baik adalah di pagi atau di sore hari yang suhuny tidak terlalu panas. Melakukan pengawinan kelinci merupakan bagian daru upaya budidaya kelinci lokal yang memrlukan perhatian yang lebih.

Kemudian, kelahiran kelinci dapat terjadi setelah selama 30-32 hari mengandung. Sebelum melakukan proses melahirkan, sebaiknya ternak dipindahkan ke tempat khusu beranak agar induk tersebut mempersiapkan kelahiran dengan sebaik-baiknya,  yang ditandai dengan perontokan bulu untuk menghangatkan tempat kelahiran. Biasanya, kelinci dapat lahir di malam hari dengan kondisi anak kelinci yang matanya tertutup dan belum berbulu. Adapun jumlah anaknya berkisar antara 6-10 ekor.

Perawatan kelinci

Perawatan kelinci lokal yang penting adalah dengan memperhatikan asupan pakan yang dia konsumsi. Dalam sehari, kelinci lokal dapat menghabiskan pakan seberat 1-1,5 kg tergantung besar kecilnya tubuh kelinci. Berikan pakan berupa hijauan seperti wortel, sawi ataupun yang lainnya dan ditambah lagi makanan penguat dari campuran 1 kg bekatul, 1 sendok makan garam, 2 sendok mineral dan air secukupnya. Makanan penguat tersebut dapat diberikan terhadap kalinci di pagi hari dengan dosis 100-200 gram per ekor sesuai ukuran kelincinya.

Perawatan kandang juga tidak kalah penting dengan pemberian pakan kelinci lokal. Anda harus dapat memastikan bahwa kandag kelinci lokal yang anda pelihara selalu terjaga dalam keadaan kering. Dengan begitu, penyakit tidak mudah masuk ke kandang untuk menyerang kelinci yang anda budidayakan.

Pemanenan kelinci

Kelinci dapat dipanen ketika kelinci tersebut telah memiliki bobot sekitar 2-3 kg. Kalau perawatan kelinci berjalan sebagaiman mestinya, maka pertumbuhan kelinci lokal yang dibudidaya akan dapat lebih cepat lagi.

Cara budidaya kelinci pedaging

Cara budidaya kelinci pedaging

Urbanina.com – Daging kelinci adalah salah satu daging sehat yang semakin digemari masyarakat. Dan hal ini menjadi salah satu alasan mengapa permintaan daging kelinci semakin meningkat di Indonesia. Bagi peternak kelinci pedaging tentu hal ini menjadi kabar baik yang patut disyukuri. Dan bagi orang yang masih pemula mungkin masih penasaran tentang bagaiman cara budidaya kelinci pedaging untuk memanfaatkan peluang ini. Oleh karena itu, kali ini Urbanina membagikan cara yang dapat dilakukan untuk memulai membudidayakan kelinci pedaging berikut ini.

Cara budidaya kelinci pedaging

Pembuatan Kandang

Kandang dapat dikatakan sebagai alat utama sekaligus sebagai tempat yang sangat dibutuhkan untuk memperlancar udaha budidaya kelinci pedaging ini. anda juga dapat memilih jenis mana kandang yang sesuai dengan lahan yang anda sediakan. Setidaknya terdapat 3 pilihan kandang yang dapat anda pilih yaitu kandang terbuka, kandang postal, dan kandang baterai.

Sanitasi kandang Kelinci

Agar budidaya kelinci pedaging berjalan dengan baik, perlu dilakukan beberapa hal salah satunya adalah dengan memelihara sanitasi kandang. Setelah kandang kelinci berhasil dibuat dan beberapa ekor kelinci telah berada didalamnya, maka perlu dilakukan sanitasi kandang. Sanitasi tersebut dilakukan agar kandang tidak menjadi sarang penyakit untuk kelinci yang ada didalamnya. Cara melakukan sanitasi adalah dengan menjaga kandang agar tetap kering sepanjang waktu.

Monitoring penyakit ternak

Langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya kelinci pedaging adalah monitoring penyakit pada hewan ternak, yaitu kelinci. Penyakit dapat menyerang ternak kelinci yang dipelihara, dan peternak harus cermat dalam memantau kelinci yang ia ternakkan. Ada beberapa gejala umum yang menjadi indikasi terserangnya ternak kelinci dari serangan penyakit, yaitu nafsu makan menurun, mata sayu, serta suhu badan naik. Kelinci yang mengalami gejala penyakit tersebut dapat segera dikarantina.

Pemberian Pakan Kelinci

Seperti yang diketahui, bahwa kelinci membutuhkan pakan seberat 4-5% dari bobot tubuh kelinci per harinya. Sedangkan pemberian pakan dapat dilakukan dengan menggunakan campuran dari hijauan dan pakan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa wortel, sawi dan lainnya, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa pelet dengan dosis tertentu.

Pemeliharaan Kandang Kelinci

Kandang kelinci dapat dipelihara dengan membersihkan semua komponen kandang kelinci yang rawan kotor dan dapat menimbulkan penyakit untuk ternak. Pembersihan dapat dilakukan pada tempat pakan, tempat minum dan juga alas kandang. Selain dibersihkan, kandang juga akan lebih baik jika terus mendapatkan sinar matahari di pagi hari.

Pemanenan ternak kelinci

Pemanenan kelinci dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Apabila kelinci yang dipelihara tersebut sudah memiliki bobot 2-3 kg, maka itu artinya kelinci tersebut telah siap untuk dipanen. Biasanya, bobot 2-3 kg per ekor tersebut akan dapat dihasilkan dengan pemeliharaan intensif selama kurang leibh 3,5 bulan masa pembesaran. Dengan berat tersebut, daging yang dihasilkan sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga sudah layak untuk dijual di pasaran.

Keunggulan Ternak Kelinci Pedaging

Keunggulan Ternak Kelinci Pedaging

Urbanina.com – Jika seseorang memilih untuk memelihara atau melakukan ternak kelinci pedaging, maka anda seharusnya tidak perlu penasaran. Karena, melakukan ternak kelinci pedaging adalah salah satu upaya yang cerdas yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Karena keunggulan ternak kelinci pedaging tersebut memiliki bobot tersendiri untuk dipertimbangkan oleh peternak. Oleh sebab itu, dari pada terus penasaran, sebaiknya kita semua berbondong-bondong untuk mempelajari apa saja keunggulan yang dimiliki oleh kelinci pedaging tersebut.

Keunggulan ternak kelinci pedaging

Senada dengan kasus diatas, kali ini saya akan membagikan beberapa keunggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh kelinci pedaging, yang banyak disukai oleh para peternak kelinci. Jika kita juga menjadi peternak kelinci, mungkin kita juga mulai menyukainya. Langsung saja, berikut ini adalah beberapa kelebihan kelinci pedaging tersebut.

  1. Masa pemeliharaan yang relatif cepat

Masa pemaliharaan kelinci memang dapat dikatakan relatif cepat. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari hitungan dari bulan pertama ke bulan selanjutnya dan seterusnya yang dilakukan oleh peternak kelinci yang telah menekuni bisnis ini. Bahwa setiap anakan kelinci yang siap untuk dijual sebagai kelinci pedaging di bulan tertentu, maka di bulan itu pula indukan sudah bergerak cepat dan siap untuk beranak kembali. Itulah gambaran singkat betapa cepatnya masa pemeliharaan kelinci ini.

  1. Termasuk hewan yang produktif

Hal ini jelas dan mungkin telah banyak diketahui oleh orang yang ingin berternak kelinci ini. bahwa keunggulan ternak kelinci pedaging salah satunya adalah masa produksi yang cukup cepat. Jika kualitas induk kelinci dalam keadaan sehat dan berkualitas, induk tersebut dapat beranak selama 6 kali dalam setahun. Dan dalam waktu sekali melahirkan, induk tersebut dapat menghasilkan anak kelinci dengan mumlah 3-7 ekor anakan. Banyak bukan?

  1. Mudah dalam pemberian pakan

Keunggulan ternak kelinci pedaging yang ketiga adalah kemudahan yang tersedia dalam pemberian pakan. Pakan kelinci pada habitat aslinya adalah hijauan, tetapi untuk usaha bisnis dapat ditambah dengan pakan konsentrat untuk mendukung pertumbuhan. Pakan konsentrat itu sendiri mudah didapatkan dengan membelinya di toko peternakan terdekat.

  1. Menghasilkan banyak produk unggulan

Adanya banyak produk unggulan yang dihasilkan oleh ternak kelinci adalah keunggulan yang selanjutnya. Dengan banyaknya prosuk unggulan yang dihasilkan, maka peternak kelinci akan dapat dengan lebih mudah memasarkan hasil dari usaha ternaknya tersebut. Adapun beberapa produk unggulan tersebut adalah produk yang dihasilkan dari daging, kulit, maupun bulu kelinci.

  1. Bahkan kotorannya dapat menghasilkan manfaat

Keunggulan ternak kelinci pedaging yang terakhir adalah bahwa bahkan kotoran kelinci dapat dimanfaatkan, sehingga juga dapat menghasilkan penghasilan tambahan. Seperti yang diketahui, bahwa kotoran kelinci adalah salah satu kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan kotoran kelinci adalah untuk pembuatan pupuk kandang atau pupuk organik. Dan pupuk organik tersebut dapat digunakan oleh petani organik dalam usaha mereka untuk menumbuhkan tanaman organik, sehingga dapat menghasilkan hasil panen buah-buahan ataupun sayur-sayuran organik yang menyehatkan.

Cara Ternak Kelinci Potong Untuk Bisnis Anda

Cara Ternak Kelinci Potong Untuk Bisnis Anda

Urbanina.com – Kemajuan tidak hanya terjadi di dunia teknologi, tetapi juga terjadi di dunia peternakan atau pertanian. Salah satu kemajuan yang terjadi di dunia peternakan adalah dengan berkembangnya ternak kelinci potong untuk dibisniskan. Dalam artian, dengan mendirikan peternakan kelinci, maka pundi-pundi rupiah akan dapat anda dapatkan. Hal ini memang menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibicarakan, mengingat prospek peternakan kelinci tersebut juga baik. Dan kali ini, saya akan membagikan salah satu cara untuk melakukan ternak hewan lucu yang bernama kelinci potong tersebut.

Cara ternak kelinci potong untuk bisnis

Menyiapkan kandang kelinci

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk memulai ternak kelinci potong untuk bisnis adalah dengan menyiapkan kandang kelinci. Untuk pemeliharaan intensif, anda dapat memilih untuk membuat kandang postal sebagai kandang kelinci yang akan anda ternakkan.

Kandang postal dapat dibuat dengan menggunakan perpaduan kayu dan streamin untuk membuat dinding kandang. Sedangkan bagian atap kandang dapat dibuat dengan menggunakan kayu jika kandang tersebut diletakkan didalam ruangan, dan menggunakan semacam seng jika diletakkan diluar ruangan untuk melindungi dari turun hujan.

Memilih indukan

Langkah selanjutnya untuk melakukan ternak kelinci potong adalah langkah memiliih indukan. Induk kelinci atau yang lebih dikelan dengan indukan, dapat dibeli di penjual bibit yang terpercaya. Untuk memilih indukan tersebut, hendaknya memiliki beberapa ciri-ciri yaitu berasal dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam satu kali memlahirkan. Secara fisik, indukan tersebut juga memiliki pinggul yang bulat penuh, punggung tak cekung, mata merah, serta memiliki bulu yang bersih terutama di sekitar kelamin.

Memberi pakan

Pemberian pakan kelinci disesuaikan dengan dosis yang benar. Adapun kebutuhan pakan kelinci adalah 4-5% dari bobot kelinci per harinya. Pakan yang diberikan adalah berupa hijauan yang dicampur dengan konsumsi konsentrat. Kedua jenis pakan tersebut juga perlu diberikan di waktu yang berbeda agar dapat dicerna dengan baik oleh kelinci. Semisal konsentrat diberikan di pagi hari, maka hijauan dapat diberikan di sore harinya.

Konsentrat yang cocok untuk ternak kelinci potong adalah berupa pelet pabrikan yang dapat dibeli di toko peternakan. Sedangkan pakan hijauan dapat berupa wortel, lobak, daun singkong maupun sawi.

Mengawinkan kelinci

Beberapa hal yang perlu dicermati ketika melakukan perkawinan kelinci adalah sebagai berikut :

  • Kelinci siap dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras
  • Perkawinan berlangsung selama kurang lebih 15 hari
  • Masa kehamilan berlangsung antara28-35 hari, tergantung jenis ras
  • Masa menyusui indukan adalah selama 15-20 hari, setelahnya anakan dapat dilatih makan dengan diberikan pakan hijauan
  • Dalam setahun, induk kelici dapat mengalami kehamilan selama 5 kali

Panen kelinci

Masa panen yang ideal untuk pembesaran kelinci pedaging adalah pada usia 3,5 bulan masa pembesaran. Pada usia tersebut, kelinci biasanya memiliki bobot seberat 2-3 kg. Jika ingin dibesarkan lagi, sebenarnya bisa tetapi tentu membutuhkan pakan yang lebih banyak lagi, dan membutuhkan pengeluaran biaya yang lebih banyak juga.

Cara ternak kelinci pemula dengan cepat

Cara ternak kelinci pemula dengan cepat

Urbanina.com – Siapa yang masih penasaran untuk merasakan potensi dari prospek peternakan kelinci? Tentu saja hal ini banyak terjadi terhadap pemula yang msih belum pernah mencoba untuk melakukan ternak kelinci. Padahal cara ternak kelinci pemula tidaklah terlalu sulit, justru dapat dikatakan mudah. Lalu, mengapa sebagian orang belum mencoba untuk memulai ternak kelinci tersebut? Jika niat untuk mendirikan peternakan kelinci sudah bulat, maka langkah selanjutnya adalah dengan memulainya. Untuk mengetahui cara lebih rinci cara memulainya tersebut, berikut adalah tutorial atau cara untuk melakukan ternak kelinci bagi anda yang masih pemula.

Cara ternak kelinci pemula dengan cepat

Menyiapkan kandang

Langkah pertama yang dilakukakan dalam melakukan ternak kelinci pemula adalah dengan menyiapkan kandang yang layak untuk digunakan. Ada beberapa jenis kandang yang dapat anda pilih sebagai kangang yang akan anda gunakan dalam usaha peternakan kelinci sebagai seorang pemula. Karena sebagai seorang pemula, anda dapat memilih kandang baterai yang mana satu kandang adalah untuk satu ekor kelinci saja. Dan dengan kandang tersebut, anda hanya akan dibebani dengan usaha pembesaran kelinci saja, sehingga lebih cepat dalam menumbuhkan kelinci serta lebih mudah dalam belajar.

Membeli bibit yang siap untuk dibesarkan

Peternak kelinci yang telah berhasil biasanya menyediakan bibit atau anakan kelinci yang siap untuk dibesarkan. Oleh karena itu, anda yang ingin ternak kelinci pemula dapat membeli bibit tersebut untuk dibesarkan di kandang baterai yang telah disiapkan. Bibit yang siap untuk dibesarkan adalah bibit yang sudah melewati masa 2 bulan disusui induknya. Dengan membeli bibit yang siap dibesarkan, maka hasil akhir dari budidaya pemula ini nantinya adalah kelinci yang tumbuh besar dan siap untuk diambil dagingnya.

Pemberian pakan

Pemberian pakan adalah hal yang penting bagi mereka yang melakukan ternak kelinci pemula. Pakan kelinci yang anda budidayakan dapat berupa sayuran hijau dan pelet. Sayuran hijau yang disukai kelinci antara lain adalah wortel, sawi, lobak, dan daun singkong. Sedangkan untuk pelet dapat dibeli di toko peternakan.

Kebutuhan pakan kelinci yang dibesarkan tersebut dapat mencapai 4-5% dari berat tubuhnya per hari. Untuk pakan berupa pelet, dapat diberikan di pagi hari sedangkan sayuran hijau diberikan di sore hari.

Panen kelinci

Karena tujuan akhir pemeliharaan kelinci untuk pemula ini adalah untuk membesarkan kelinci, maka di usia 2 bulan pemeliharaan saja kelinci tersebut  telah memiliki bobot yang cukup untuk dipanen. Cepat bukan? Namun, jika anda ingin melanjutkan pemeliharaan pun tidak apa-apa. Kelinci  tersebut tetap dapat dipelihara sebagai hewan peliharaan rumah, bukannya untuk tujuan pembesaran.

karena masih pemula, mungkin anda akan kaget mendapati kelinci yang anda pelihara memiliki sifat yang belum pernah anda lihat sebelumnya. Oleh karena itu, perlu bagi anda untuk sedikit lebih terliti dan sabar dalam memeliharanya.