Bagusnya Prospek Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur

Bagusnya Prospek Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur

Urbanina.com – Telur burung puyuh merupakan salah satu hasil dari usaha ternak burung puyuh yang dilakukan oleh peternak. Orang banyak biasanya menemukan telur burung puyuh ini ketika sudah dalam bentuk makanan yang siap makan seperti sarang burung dan lain sebagainya. Lain halnya bagi peternak burung puyuh, mereka malah terbiasa menemui telur burung puyuh tersebut di kandang burung puyuh yang mereka pelihara. Mereka tak pernah bosan untuk merawat burung puyuh yang dipelihara didalam kandang, lalu mengambil telur-telurnya, adalah dikarenakan suatu hal. Suatu hal yang dapat dijadikan alasan mengapa para peternak burung puyuh tidak pernah bosan mengambil telur burung puyuh dari kandang adalah karena prospek usaha ternak burung puyuh petelur yang begitu bagus.

prospek usaha ternak burung puyuh petelur

Kali ini, Urbanina akan membahas secara ringkas tentang bagusnya prospek usaha ternak burung puyuh petelur. Sehingga, orang yang hanya menemui telur burung puyuh dari makanan yang siap santap akan mengerti tentang asal-usul telur bergizi yang mereka konsumsi tersebut. Melalui tulisan ini, kami akan sedikit memberikan gambaran secara luas mengenai usaha ternak burung puyuh yang sebernarnya dapat dilakukan siapa saja. Dengan begitu, bagusnya prospek usaha ternak burung puyuh petelur ini akan kelihatan dan semakin dapat dimengerti.

Pertama-tama, kita akan dapat melihat bagaimana hasil peternakan burung puyuh ini dipasarkan atau dijual ke konsumen yang membutuhkan. Hasil utama peternakan burung puyuh petelur adalah telurnya yang berlimpah. Telur-telur tersebut dapat dipasarkan denga harga yang mencapai 27 kg/kg. Telur-telur tersebut dapat dipasarkan ke orang yang akan menjualnya kembali atau juga bisa ke orang yang ingin mengolah tersebut menjadi berbagai menu makanan seperti sate telur puyuh atau sarang burung atau yang lainnya.

Setelah telur yang merupakan hasil utama telah terjual, peternak dapat memperoleh penghasilan tambahan yang berupa penjualan kotoran puyuh dan burung puyuh yang sudah berusia afkir. Kotoran dapat dijual ke produsen pupuk kandang, sedangkan puyuh afkir dapat dijual langsung ke pedagang kaki lima yang berkenan membeli. Puyuh afkir tersebut dibeli dengan harga sekitar 4-5 ribu per ekor, sehingga ketika orang membeli menu olahan puyuh di pinggir jalan, ia akan menemui olahan dengan daging alot dan gurih. Mengapa? Karena menu tersebut adalah olahan burung puyuh afkir yang diperoleh dari peternak burung puyuh petelur.

Itulah gambaran tetang pemasaran burung puyuh yang dapat dilakukan oleh kebanyakan peternak burung puyuh. Kemudahan dalam pemasaran tersebut seolah-olah menggambarkan bagaimana bagusnya prospek usaha ternak burung puyuh petelur ini. Tidak hanya dapat dilihat dari segi pemasarannya saja, berikut ini adalah penjelasan yang lebih memperjelas prospek usaha peternakan burung puyuh petelur ini.

Prospek usaha ternak burung puyuh ini bahkan dapat dikatakan selalu bagus, baik untuk saat ini maupun untuk masa depan. Pernyataan ini dibenarkan karena konsistensi peternak itu sendiri adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap prospek peternakan burung puyuh ini. Selama peternak selalu konsisten memberikan jenis pakan yang baik, kandang yang tidak berpindah-pindah tempat, maka prospek usahanya tersebut juga akan selalu baik.

Yang juga menjadi salah satu langkah positif untuk melakukan usaha ternak burung puyuh adalah adanya upaya penyortiran atau pemisahan antara ternak yang baik dengan ternak kurang baik yang disebabkan karena sakit. Ada baiknya ketika puyuh yang kurang sehat agar tidak dipaksakan untuk dapat bertelur, namun dijual dalam bentuk lain semisal untuk pakan reptil. Langkah ini dinilai bagus karena nantinya peternakan akan bisa fokus untuk memelihara puyuh yang kualitasnya baik saja, sehingga menghasilkan telur yang berkualitas pula.

Persyaratan Lokasi Untuk Beternak Burung Puyuh

Persyaratan Lokasi Untuk Beternak Burung Puyuh

Urbanina.com – Lokasi untuk beternak burung puyuh harus memenuhi beberapa persyaratan agar menjadi lokasi yang ideal. Di beberapa provinsi di Indonesia yang menjadi sentra peternakan burung puyuh ini, telah tersedia lokasi yang ideal. Lokasi untuk beternak burung puyuh tersebut dapat memberikan kenyamanan untuk kedua pihak, baik untuk peternak maupun untuk burung puyuh yang dipelihara. Terutama untuk burung puyuh yang dipelihara, lokasi untuk beternak burung puyuh sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivtasnya. Karena, burung puyuh pada dasarnya adalah hewan liar yang hidup dan tumbuh di alam bebas dan tidak terbiasa untuk dipelihara. Sehingga, hanya lokasi tertentu saja yang dapat memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas burung puyuh ini.

lokasi untuk beternak burung puyuh

Bagi orang yang ingin melakukan usaha ternak burung puyuh, ia harus terlebih dahulu dapat menentukan lokasi untuk beternak burung puyuh tersebut. Hal ini dinilai penting, karena seperti yang dijelaskan diatas bahwa lokasi sangat perbengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas burung puyuh yang akan dipelihara. Jika pertumbuhan dan produktivitas burung puyuh yang dipelihara menurun, hal itu tentu juga akan berpengaruh buruk terhadap keuangan usaha peternak itu sendiri. Belajar dari beberapa sentra peternakan burung puyuh yang ada di Indonesia, lokasi yang tepat untuk mendukung peternakan burung puyuh ini sudah pasti adalah hanya beberapa lokasi tenrtentu saja. Adapun lokasi yang ideal untuk beternak burung puyuh harus memenuhi beberapa persyaratan lokasi sebagai berikut.

  1. Jauh dari keramaian

Persyaratan lokasi untuk dijadikan tempat beternak burung puyuh yang pertama adalah jauh dari keramaian. Jika diteliti lagi, burung puyuh termasuk hewan unggas yang memililiki rumah atau sarang yang jauh dari keramaian. Unggas ini hidup didarat dan memiliki kebiasaan berpindah-pindah sarang. Dan semua sarang yang mereka tempati jauh dari keramaian yang disebabkan oleh keramaian manusia maupun oleh hewan-hewan yang suka bersuara keras maupun. Sehingga, jika ingin memilih lokasi yang ideal untuk beternak burung puyuh ini yang pertama adalah memilih lokasi jauh dari keramaian, terutama keramaian dari pemukiman penduduk. Karena keramaian atau kebisingan dapat menjadikan burung puyuh yang dipelihara menjadi stress dan produktivitasnya menurun.

  1. Memiliki sirkulasi udara yang baik

Syarat yang kedua adalah harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Lagi, kita dapat memperthatikan lagi sarang burung puyuh yang ada di alam. Semua sarang yang dibuat burung puyuh ditempatkan di tempat yang memiliki pertukaran udara atau sirkulasi yang sangat baik. Begitu pula untuk lokasi peternakan burung puyuh, juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Karena, sirkulasi udara yang baik akan membuat udara kandang puyuh menjadi selalu segar. Berbeda dengan sirkulasi udara yang buruk, yang menyebabkan banyaknya kadar polutan yang dikhawatirkan dapat membuat unggas terserang penyakit.

  1. Area yang tidak sering banjir dan bebas dari wabah penyakit

Di Indonesia, terdapat beberapa daerah atau area yang sering terjadi bencana alam yang bernama banjir. Area tersebut sudah dapat dipastikan bukan daerah yang cocok untuk dijadikan lokasi peternakan burung puyuh. Selain itu, lokasi yang dipilih juga harus terbebas dari wabah penyakit.

  1. Mudah diakses alat transportasi

Persyaratan lokasi untuk beternak burung puyuh yang terakhir ini dibuat berdasarkan pertimbangan untuk memperlancar proses peternakan. Misalnya untuk pemasaran, jalur transportasi yang mudah sangat dibutuhkan agar alat transportasi dapat dengan mudah menjangkau lokasi dalam mengambil dan mengangkut hasil panen.

Panduan Upaya Pemeliharaan Burung Puyuh

Panduan Upaya Pemeliharaan Burung Puyuh

Urbanina.com – Burung puyuh adalah salah satu unggas yang menjadi pilihan cerdas untuk dipelihara atau dibudidayakan. Burung puyuh ini memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, sehingga akan banyak disukai oleh peternak yang membudidayakannya. Selain pertumbuhannya cepat, ukuran unggas ini juga tergolong kecil jika dibandingkan dengan ayam, bebek ataupun unggas terkenal lainnya. Hal ini tentu juga menjadi kabar gembira bagi mereka yang hanya memiliki lahan sempit. Karena, dengan ukuran tubuh yang kecil, lokasi kandang pemeliharaan pun juga berukuran kecil dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Namun, pertumbuhan yang cepat tersebut harus didukung oleh upaya pemeliharaan burung puyuh yang tepat dari peternak itu sendiri. Lalu, apa saja upaya pemeliharaan burung puyuh yang tepat tersebut? Berikut ulasannya.

upaya pemeliharaan burung puyuh

  1. Upaya Sanitasi kandang

Upaya pemeliharaan burung puyuh yang pertama adalah upaya sanitasi kandang. Upaya sanitasi kandang adalah upaya yang dilakukan oleh peternak untuk menjaga kebersihan kandang. Untuk menjaga sanitasi kandang tersebut, peternak dapat melakukan pembersihan pada bagian bawah kandang dari rontokan kotoran puyuh dengan menggunakan sapu atau alat tertentu. Upaya sanitasi kandang ini memiliki tujuan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit. Dengan kata lain, upaya ini adalah upaya agar dapat menjaga kesehatan puyuh dengan kandang yang bersih. Karena puyuh yang sehat akan menghasilkan produksi telur yang maksimal tentunya.

  1. Upaya pengontrolan penyakit

Upaya pemeliharaan burung puyuh yang kedua adalan upaya pengontrolan penyakit. Pengontrolan penyakit ini dapat dilakukan dengan selalu siaga dan memeriksa dengan jeli apakah terdapat tanda-tanda munculnya penyakit pada burung puyuh ataukah tidak. Apabila mendeteksi adanya tanda-tanda puyuh kurang sehat, maka peternak harus segera melakukan upaya pengobatan sesegera mungkin. Apabila kurang paham dengan tanda atau gejala penyakit yang diderita puyuh, peternak dapat menanyakannya ke dokter hewan atau poultry shop terdekat.

  1. Upaya pemberian pakan

Upaya pemberian pakan adalah upaya penting yang perlu dilakukan untuk memelihara burung puyuh, tidak kalah penting dengan dua upaya diatas. Pakan yang baik untuk burung puyuh adalah pakan yang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Anakan puyuh membutuhkan pemberian pakan setidaknya 2 kali sehari di pagi dan siang hari. Tetapi, untuk puyuh remaja atau dewasa hanya membutuhkan pemberian pakan di pagi hari saja. Jangan lupa juga untuk memberi minum secukupnya terhadap puyuh yang dipelihara.

Pakan yang diberikan terhadap burung puyuh yang diberikan dapat berupa pellet, remah-remah dan tepung. Dan untuk menjaga ketersediaan pakan, sebaiknya stok pakan harus mendapat perhatian khusu agar tidak kehabisan makanan. Begitu pula pada stok minuman yang juga tidak boleh kehabisan stok. Karena, kehabisan makanan atau minuman akan mengakibatkan kelaparan atau dehidrasi pada puyuh yang dipelihara. Apabila hal buruk itu terjadi, dikhawatirkan produktivitas puyuh akan menurun, atau bahkan burung puyuh yang dipelihara tersebut bisa mati.

  1. Upaya pemberian vaksin atau obat

Pemberian vaksin atau obat adalah upaya penting lainnya yang harus dilakukan agar puyuh yang dipeihara dapat tumbuh optimal. Pemberian vaksin sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang tidak dapat mempengaruhi produksi burung puyuh. Begitu juga dengan pemberian obat pada puyuh yang terlanjur sakit. Apabila burung puyuh yang sakit segera mendapat perawatan dan obat yang tepat, maka peluang puyuh untuk sehat kembali menjadi lebih besar. Salah satu contoh upaya pemberian vaksin adalah ketika anak puyuh berusia 4-7 hari. Pada umur tersebut, anak puyuh diberi vaksin melalu tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).

Pemeliharaan Burung Puyuh Diurutkan Per-hari

Pemeliharaan Burung Puyuh Diurutkan Per-hari

Urbanina.com – Pemeliharaan burung puyuh hanya akan berjalan baik jika peternak memelihara unggas peliharaannya terebut dengan jeli. Kejelian peternak ini salah satunya karena setiap tahapan pertumbuhan burung puyuh, perlakuan yang diberikan pun juga berbeda. Sehingga, peternak dituntut agar memahami kebutuhan burung puyuh disetiap tahapan pertumbuhannya agar usaha peternakannya dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, pada kesempatan ini Urbanina akan membahas tentang pemeliharaan burung puyuh yang disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan unggas tersebut. Dengan diurutkan berdasarkan umur unggas, diharapkan dapat memberi pemahaman yang lebih mudah. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah urutan pertumbuhan burung puyuh yang dipelihara dan bagaimana cara pemeliharaan yang tepat dari peternak.

pemeliharaan burung puyuh

  1. Hari ke-1 bibit datang

Bibit yang datang harus sudah memiliki kandang yang siap untuk menampung, yang bernama kandang anakan. Pemeliharaan yang perlu dilakukan untuk bibit yang baru datang ini kira-kira selama 3 pekan. Pada hari pertama ini, bibit harus mendapat asupan air gula yang mencukupi. Caranya adalah dengan mencelupkan paruhnya kedalam air gula aren, lalu letakkan di kandang yang terdapat pemanas semisal lampu pijar 25 watt didalamnya. Setelah semua anakan puyuh masuk kandang, jaga suhu kandang di kisaran 33-35 derajat C. Anakan ayam ini juga disebut dengan DOQ(Day Old Quail).

  1. Hari ke-2 sampai pekan ke-1

Perilaku anakan puyuh di hari kedua ini sudah mulai aktif dengan suhu kandang 31 derajat C. Pemanas yang baik adalah yang memiliki suhu yang cocok untuk kandang, dan suhu yang cocok diindikasikan dengan kerumunan anakan DOC yang merata di seluruh area kandang. Namun jika terlalu dingin, anakan puyuh cenderung akan berkumpul mendekati pemanas. Dan jika terlalu panas, anakan puyuh akan kompak menjauhi pemanas. Anak puyuh dapat mulai diberi pakan berupa pelet yang halus serta minuman yang ditambah vitamin dan antibiotik yang cocok yang banyak dijual di poultry shop.

Upaya pemberian pakan dan minum bervitamin terus diberikan. Apabila anak ayam sudah berumur 5 hari, maka vaksinasi tetes diperlukan untuk melindungi anak ayam dari serangan virus penyebab penyakit. Pemanas atau penghangat kandang masih terus diberikan pada tahap ini. Jika suhu terlalu panas, peternak dapat mensiasati dengan menaikkan agak sedikit terpal penutup. Dan jika suhu terlalu dingin, dapat dipanaskan dengan menurunkan agak sedikit lampu pijar pemanas tersebut.

  1. Hari ke-8 sampai pekan ke-2

Pemeliharaan burung puyuh memasuki hari ke delapan. Pada umur 8 sampai 9hari, anak puuyuh sudah dapat memakan pelet yang tidak dihaluskan. Pemanas masih dibutuhkan, dan terpal penutup dapt dibuka jika siang hari, dan ditutup setengah pada malam hari.

Pada umur hari ke-10, anakan puyuh bisa mulai dipindahkan ke kandang grower. Pakan yang diberikan dapat berupa pelet yang tidak perlu dihaluskan, tetapi minum yang diberikan tidak perlu lagi ditambah vitamin dan antibiotik.

  1. Hari ke-15

Pemeliharaan burung puyuh memasuki hari ke limabelas. Pada umur 15 hari ini, burungpuyuh dapat dipindahkan ke kandang puyuh dewasa. Namun, ketika malam hari tetap membutuhkan lampu pijar sebagai penghangat kandang. Pemberian pakan yang baik adalah dengan memberikannya sedikit demi sedikit, sehingga sisa pakan yang terbuang tidak akan terlalu banyak.

  1. Hari ke-16

Pada umur 16 hari dan seterusnya, pemeliharaan burung puyuh dapat dilakukan seperti pada umur 15 hari. Yaitu dengan memberi pakan dan minum terhadap puyuh sesuai dengan kebutuhannya. Bila musim hujan, minum yang diberikan dapat ditambahkan antibiotik. Dan ketiga tiba masanya bertelur, hindari adanya kebisingan disekitar kandang karena dapat membuat puyuh stress dan berhenti bertelur.

Tips Untuk Memilih Bibit Burung Puyuh

Tips Untuk Memilih Bibit Burung Puyuh

Urbanina.com – Memilih bibit burung puyuh dapat dilakukan dengan mudah oleh para peternak burung puyuh yang telah mahir dalam melakukan usaha peternakan. Mereka akan terlihat santai tetapi cepat dalam memilih bibit burung puyuh yang akan mereka beli dan dibesarkan. Berbeda dengan mereka yang masih pemula, yang terlihat kaku dan lama ketika hendak menentukan mana bibit yang unggul dan mana bibit yang kurang baik. Perbedaan mencolok diantara peternak mahir dan pemula ini salah satunya adalah tingkat pengalaman. Pengalaman peternak yang sudah mahir tentunya lebih banyak dan beragam daripada mereka yang masih pemula. Namun, seberapapun cepatnya atau seberapapun kakunya orang memilih bibit burung puyuh, yang lebih penting adalah bagaimana dapat memilih bibit burung puyuh yang unggul.

memilih bibit burung puyuh

Kali ini, Urbanina akan memilih untuk membahas tentang tips yang dapat digunakan untuk memilih bibit burung puyuh yang unggul. Tanpa basa-basi, berikut terdapat 5 tips yang dapat digunakan dalampemilihan bibit burung puyuh yang unggul.

  1. Membeli dari peternak terpercaya kualitasnya

Untuk mendapatkan bibit burung puyuh, peternak dapat membelinya di pasar burung atau langsung ke peternak. Kami menyarankan agar membelinya di peternak saja, dan tentunya yang terpercaya kualitasnya. Acuan untuk menilai kualitas peternak tersebut dapat dilihat dari pengalaman dan latar belakang (track record). Peternak yang memiliki pengalaman yang lama biasanya memiliki kualitas bibit puyuh yang lebih baik. Mengenai latar belakang peternak dalam menyediakan bibit, dapat ditanyakan ke teman sesama peternak yang pernah membeli bibit di tempat tersebut.

Jika ingin membeli di pasar burung dari pada membeli di peternak langsung, harap hati-hati dengan rawannya penipuan. Kasus penipuan yang pernah terjadi adalah adanya penjual burung puyuh tua yang di make-up agar telihat muda dan laku untuk dijual mahal.

  1. Saran agar membeli yang berumur sekitar 3 minggu

Sekedar saran, dengan membeli bibit yang berumur sekitar 3 minggu, bibit tersebut biasanya dapat menghasilkan telur yang lebih berkualitas nantinya. Sebenarnya bisa saja membeli bibit yang lebih muda atau yang lebih tua, namun kualitas telur nantinya akan sedikit lebih rendah.

  1. Mengenali secara fisik

Peternak yang melakukan pemilihan bibit akan lebih baik jika sudah mengenali ciri fisik bibit yang unggul terlebih dahulu. Adapun ciri-ciri fisik dari bibit burung puyuh yang unggul adalah seluruh anggota tubuh lengkap, bergerak aktif dan lincah, bulunya berwarna cerah dan tidak kusam, serta tubuhnya simetris atau proposional.

  1. Mengenali ciri bibit burung puyuh betina

Mengenali ciri-ciri bibit burung puyuh betina diperlukan agar dapat membedakannya dengan bibit jantan. Karena ingin diambil telurnya, maka peternak tentu membutuhkan untuk membeli bibit yang berkelamin betina, bukannya jantan. Untuk itu, agar dapat mengenali burung puyuh betina, dapat dilakukan dengan memahami 4 perbedaannya dari bibit puyuh jantan berikut ini.

Pertama, burung puyuh jantan memiliki benjol seperti kelereng di bagian pantat, sedangkan burung betina tidak punya. Kedua, puyuh jantan berkokok, sedangkan puyuh betina tidak. Ketiga, bobot puyuh betina lebih berat dari puyuh jantan. Dan keempat, bulu dada puyuh betina terdapat garis atau bercak hitam, sedangkan puyuh jantan tidak punya.

  1. Lakukan penyuntikan setelah bibit terpilih

Penyuntikan tersebut adalah proses yang disebut dengan vaksinasi tetelo atau ND(Newcastle desease). Penyuntikan ini dilakukan agar bibit yang dipelihara nantinya akan kebal terhadap penyakit tetelo atau ND sehingga mampu bertahan hidup lama. Bagi sebagian peternak, apabila sudah benar-benar yakin dengan kesehatan bibit, biasanya tidak melakukan penyuntikan ini.

Beberapa Penyakit Burung Puyuh Yang Dapat Menyerang

Beberapa Penyakit Burung Puyuh Yang Dapat Menyerang

Urbanina.com – Penyakit burung puyuh adalah salah satu hal yang harus diwaspadai peternak jika ingin usaha peternakannya berjalan dengan lancar. Namun, terkadang penyakit tetap saja bisa menyerang burung puyuh ketika pergerakan virus atau hama penyebab penyakit lebih cepat dari pada pergerakan peternak dalam mewaspadainya. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang penyakit burung puyuh dan pengendaliannya dirasa perlu dimiliki oleh peternak. Sehingga, ketika penyakit burung puyuh tiba-tiba menjangkiti, peternak dapat menangani penyakit tersebut dengan tindakan yang tepat. Tindakan yang tepat terhadap penyakit yang menjangkiti burung puyuh dapat memberi harapan hidup yang lebih lama terhadap burung yang terjangkiti atau minimal tidak menularkan penyakit tersebut ke hewan ternak yang lain. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah beberapa penyakit burung puyuh beserta cara pengendalian yanng tepat.

penyakit burung puyuh

  1. Tetelo

Penyakit pada burung puyuh yang pertama adalah tetelo atau new casstle desease. Penyakit tetelo ini dapat menyerang burung puyuh apabila kebersihan kandang tidak terkendali. Penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya karena belum ada obat untuk mengobatinya. Penyakit ini tidak hanya menyerang unggas jenis burung puyuh , namun unggas sejenis ayam juga berpotensi terkena penyakit ini. Penyakit ini menjangkiti burung puyuh jika gejala yang timbul adalah puyuh sulit bernafas, batuk-batuk dan bersin, serta mengeluarkansuara ngorok. Selain itu, tubuhnya akan tampak lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, tinja berwarna kehijauan dan kepala berputar-putar tidak menentu.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan upaya pencegahan saja. Yaitu dengan menjaga kebersihan kandang. Dan apabila ditemui puyuh yang sakit, segera pisahkan puyuh dari kumpulan puyuh yang sehat lainnya. Apabila sudah meninggal, puyuh tersebut lebih baik dibakar.

  1. Berak Putih

Berak putih ini ditandai dengan kotoran yang berwarna putih, tidak nafsu makan, sesak nafas, serta sayapnya lemah menggantung. Penyakit ini disebabkan oleh kuman salmonella pullorum. Peternak perlu waspada karena penyakit ini adalah penyakit yang menular. Upaya pengendalian penyakit ini sama dengan pengendalian penyakit tetelo diatas.

  1. Berak darah

Berak darah ini ditandai dengan kotoran yang berdarah yang disertai mencret, nafsu makan berkurang serta puyuh menggigil kedinginan. Ptnyakit ini memiliki nama lain yaitu coccidiosis. Pengendaliannya, dapat menggunakan larutan air atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox dengan Noxal, Trisula Zuco tablet. Larutan tersebut diberikan melalui mulut burung. Selain itu, kebersihan kandang juga harus dijaga agar terhindar dari penyakit ini.

  1. Cacingan

Penyakit cacingan adalah penyakit yang dapat menjangkiti burung dikarenakan kebersihan kandang yang buruk. Penyakit ini ditandai dengan tubuh burung puyuh yang kurus dan lemah lesu. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang agar tetap bersih, serta memberi pakan yang bersih pula.

  1. Cacar Unggas

Penyakit ini ditandai dengan adanya keropeng-keropeng pada kulit unggas yang tidak berbulu, keropeng tersebut akan mengeluarkan darah apabila dicoba dilepaskan. Penyakit ini disebabakan oleh virus yang bernama poxvirus. Untuk dapat mengendalikannya, peternak dapat melakukan vaksinasi dipteria serta memisahkan burung puyuh yang apabila terjangkiti penyakit ini.

  1. Quail Bronchitis

Penyakit ini termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh Quail Bronchitis virus. Gejala yang timbul diantaranya puyuh yang lesu, gemetar, bulunya kusam, sulit bernafas, batuk-batuk dan bersin, mata dan hidungnya kadang mengeluarkan lendir dan kadang-kadang juga kepala burung agak terpuntir. Penyakit ini setidaknya dapat dicegah dengan cara memberikan pakan yang bergizi serta menjaga kebersihan kandang yang baik pula.

Prinsip Pembuatan Kandang Burung Puyuh

Prinsip Pembuatan Kandang Burung Puyuh

Urbanina.com – Pembuatan kandang burung puyuh tentu didasarkan oleh prinsip-prinsip tertentu agar kandang yang dihasilkan nantinya adalah kandang yang tepat guna. Prinsip pembuatan kandang tersebut dapat diaplikasikan untuk beragam bentuk atau desain kandang. Karena pembuatan kandang burung puyuh tidak hanya sakleg harus dengan bentuk atau konstruksi tertentu, asalkan sejalan dengan prinsip maka kandang tersebut dapat digunakan dengan baik atau dalam istilah lain kandang tersebut adalah kandang yang tepat guna. Terdapat beberapa prinsip pembuatan kandang burung puyuh yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang tepat guna tersebut. Dan kesemua prinsip tersebut akan dibahan Urbanina didalam artikel ini, sehingga dapat dibaca banyak orang yang hendak belajar tentang pembuatan kandang burung puyuh ini.

pembuatan kandang burung puyuh

Secara singkat, terdapat enam hal yang harus dipertimbangkan sehingga memiliki prinsip yang tepat dalam membuat kandang burung puyuh ini. Keenam hal tersebut adalah tingkat ukuran kandang, tingkat posisi kandang, tingkat kepadatan, kemudahan mendapatkan bahan pembuat kandang, kemudahan memperoleh kandang, serta kemudahan kesediaan alat untuk menunjang proses peternakan. Dari keenam hal tersebut, tiga hal yang berkaitan dengan tingkat kemudahan tentu setiap orang dapat berbeda. Namun, untuk tiga hal lainnya harus berpegang pada prinsip yang tepat agar kandang berfungsi dengan baik. Berikut penjelasannya.

  1. Tingkat Ukuran Kandang

Untuk dapat menentukan ukuran kandang, peternaka tidak dapat membuat ukuran kandang semaunya sendiri. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan sifat burung puyuh agar dapat memberikan kenyamanan bagi hewan tersebut. Sifat burung puyuh adalah bahwa ia secara alami sering berlari dan melimpat. Sehingga, ukuran kandang burung puyuh harus dibuat agar ukurannya tidak terlalu sempit atupun terlalu luas untuk memberi ruang gerak pada unggas kecil ini. Ada dua macam kandang burung puyuh yang dapat dibuat, yaitu kandang bertingkat dan kandang tidak bertingkat.

Untuk kandang tidak bertingkat, sebaiknya kandang dibuat dengan ukuran lebar maksimal 60 cm. Ukuran tersebut dibuat agar pada saat pembersihan kotoran dapat dilakukan dengan mudah karena tangan peternak masih dapat menjangkau. Dengan lebar tersebut, ukuran panjang tidak perlu dibatasi, sehingga dapat memanfaatkan seluruh lhan yang tersedia. Untuk tinggi kandang, ukuran yang disarankan adalah 30 cm saja. Ukuran tinggi tersebut dibuat agar dapat sesuai dengan sifat alami puyuh yang suka melompat-lompat. Dengan tinggi tersebut, diharapkan kepala puyuh tidak terbentur terlalu keras dengan atap kandang.

Untuk kandang yang bertingkat, ukuran yang direkomendasikan adalah dengan lebar 45 cm dan tinggi 15 cm. Dengan tinggi 15 cm, biasanya tingkat kematian puyuh lebih rendah dibandingkan kandang bertingkat. Sedangkan ukuran lebar yang lebih sempit ini dibuat agar proses pengambilan kotoran dapat dijangkau dengna mudah, karena kandang bertingkat ini disusun seperti susunan anak tangga dengankandang yang paling atas adalah yang paling sulit dijangkau.

  1. Tingkat Kepadatan Kandang

Untuk kandang tidak bertingkat, kepadatan kandanag yang ideal adalah 200 cm per ekor. Sedangkan kandang bertingakat berkepadatan kandang ideal yaitu 250 cm per ekor. Ukuran ini dibuat agar puyuh tidak terlalu aktif bergerak, serta tidak terlalu sempit untuk bergerak, sehingga pertumbuhannya dapat berjalan normal.

  1. Tingkat Posisi Bangunan Kandang

Bangunan kandang yang baik adalah yang tidak terkena sinar matahari yang terik secara langsung, karena burung dapat mengalami dehidrasi dan stress. Oleh karena itu, sebagian peternak menanami pohon disekitar kandang dengan tujuan agar burung puyuh yang dipelihara mendapatkan keteduhan. Pohon tersebut juga memiliki fungsi lain yaitu untuk menghindari kandang dari terpaan angin yang besar.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Peternakan Burung Puyuh

Mengenal Lebih Dekat Tentang Peternakan Burung Puyuh

Urbanina.com – Mengenal lebih dekat tentang peternakan burung puyuh akan memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap orang yang akan melakukan usaha peternakan. Orang mungkin sudah banyak yang membicarakan tentang peternakan burung puyuh ini, namun masih sedikit orang yang mampu untuk mempraktekan ilmunya dengan melakukan usaha peternakan. Hal ini salah satunya disebabkan kurangnya pemahaman tentang peternakan burung puyuh ini. Karena selain modal berupa uang atau materi, pemahaman tentang peternakan burung puyuh adalah salah satu modal utama yang harus dimililki seseorang untuk melakukan usaha peternakan burung puyuh ini. Maka dari itu, kali ini Urbanina akan menulis artikel dengan tema pengenalan terhadap peternakan burung puyuh. Semoga, artikel singkat ini dapat membantu orang-orang yang ingin lebih paham dengan ilmu peternakan burung puyuh.

tentang peternakan burung puyuh

Pertama-tama, kami akan membahas keunggulan yang dimiliki oleh burung puyuh ini, sehingga memiliki potensi untuk diternakkan. Keunggulan yang pertama yang dimiliki burung puyuh adalah terletak di produksi telurnya yang bergizi sekaligus rasanya lezat. Berbagai menu olahan yang memanfaatkan telur puyuh telah banyak disukai masyarakat dan bergizi tinggi. Selain telurnya, burung puyuh juga dapat dimanfaatkan bagian dagingnya. Daging burung puyuh ini juga memiliki rasa yang lezat sekaligus bergizi tinggi. Beberapa warung makan telah mengolah daging puyuh ini menjadi olahan yang cocok untuk temannya nasi.

Selain dapat memanfaatkan telur dan daging puyu yang lezat dan bergizi, bulu burung puyuh pun juga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Biasanya, bulu burung puyuh ini dimanfaatkan oleh pengrajin sebagai bahan untuk membuat aneka perabot rumah tangga maupun kerajinan yang memiliki nilai jual. Setelah bulunya dapat dimanfaatkan, bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah kotoran burung puyuh ini. Seperti kotoran unggas yang lain, kotoran burung puyuh dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk kandang atau kompos.

Menurut sejarah, peternakan atau budidaya burung puyuh ini pertama kali dilakukan di negara Amerika Serikat. Budidaya tersebut dilakukan tepatnya pada tahun 1870. Setelah peternakan pertama tersebut, perkembangan terus diupayakan hingga ke penjuru dunia, termasuk ke Indonesia. Di Indonesia, orang mulai mengenal dan memulai peternakan burung puyuh di bulaan akhir pada tahun 1979. Dan hingga saat ini, beberapa provinsi telah menjadi sentra peternakan burung puyuh ini seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

Habitat asli burung puyuh adalah dengan bersarang di permukaan tanah. Hewan ini memang termasuk jenis hewan yang hidup di daratan. Ukuran tubuhnya kecil, namun gemuk sehingga dadanya nampak berisi daging semua. Dengan ukuran tubuh yang kecil ini, burung puyuh memiliki kemampuan untuk berlari dan terbang dengan kecepatan tinggi, namun pada jarak yang pendek. Sehingga, ketika orang ingin menangkap burung puyuh ini pasti akan kesulitan karena kalah cepat dengan burung ini.

Kehidupan burung puyuh di alam bebas adalah dengan berpindah-pindah tempat. Dengan kebiasaan itu, ia memiliki sifat reproduksi yang cukup cepat diman dalam satu tahun, burung puyuh mampu menghasilkan 3-4 generasi. Ketika dewasa, burung ini dapat mencapai bobot seberat 143 gram per ekor, sedangkan bobot telur yang dihasilkan mencapai bobot 10 gram per butir. Burung puyuh ini memiliki nama latin yaitu Coturnix-coturnix Japonica yang juga memiliki sebutan lain yaitu Quail. Dalam Bahasa Jawa, burung puyuh ini leboh populer dengan nama Gemak. Meskipun memiliki beragam nama yang berbeda, namun burung yang dimaksud tetap sama yaitu burung puyuh ini.