Apa Kelebihan Burung Puyuh untuk Dibudidayakan?

Apa Kelebihan Burung Puyuh untuk Dibudidayakan?

Urbanina.com – Guna mencukupi keperluan ekonomi yang kian sulit saat ini diperlukan penghasilan ekstra agar dapat bertahan hidup. Salah satu usaha alternatif yang dapat Anda pilih yakni budidaya burung puyuh. Meski ukuran unggas ini termasuk kecil, tetapi jangan salah lantaran Anda dapat meraih omset yang cukup tinggi saat menggeluti usaha ternak burung puyuh ini. Apa kelebihan burung puyuh untuk dibudidayakan?

Setiap bisnis yang dijalani, pastinya semua orang ingin mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan kita harus mengetahui kelebihan-kelebihan dari usaha yang akan kita jalani dan meminimalkan kekurangannya. Anda juga harus mengetahui apa kelebihan burung puyuh jika ingin membudidayakannya atau menernaknya.

Apa Kelebihan Burung Puyuh untuk Dibudidayakan

Apa kelebihan burung puyuh jika dibandingkan dengan unggas lainnya untuk dibudidayakan secara intensif? Berikut ini beberapa kelebihan burung puyuh daripada unggas lainnya:

Tidak Perlu Lahan/Tempat Luas

Burung puyuh memiliki tubuh yang kecil sehingga tidak perlu lahan yang luas untuk menernaknya. Anda dapat membuat kandang berukuran 50 x 150 cm untuk membudidayakan 50 ekor burung puyuh. Dengan demikian mempermudah peternak mendapatkan hasil yang optimal. Penempatan kandangnya dapat Anda letakkan di sekitar halaman atau pekarangan rumah, tetapi tempat yang dianjurkan adalah lokasi yang mudah mendapatkan intensitas cahaya yang cukup.

Telur Puyuh Bergizi Tinggi

Telur puyuh mempunyai nilai gizi yang amat tinggi, khususnya kandungan proteinnya paling tinggi diantara telur unggas yang lainnya. Inilah yang menyebabkan telur burung puyuh menjadi telur primadona di semua kalangan, khususnya anak-anak kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan protein tinggi dalam menu makan hariannya.

Sumber Pupuk Kandang

Kotoran burung puyuh bermanfaat sebagai pupuk kandang, khususnya untuk pemupukan pada tanaman sayuran. Para petani sayur sangat membutuhkannya lantaran kotoran burung puyuh dapat menyuburkan unsur hara di dalam tanah yang akan ditanami oleh tanaman sayuran. Dengan demikian kotoran burung puyuh Anda dapat dijual kepada para petani sayuran sebagai income tambahan.

Sumber Bahan Kerajinan Tangan dan Perabot Rumah Tangga

Pendapatan tambahan bagi peternak atau pembudidaya burung puyuh tidak hanya dari telur dan kotorannya saja. Pasalnya nyaris setiap bagain tubuh dari burung puyuh ini dapat mendatangkan uang atau penghasilan. Bulu burung puyuh ternyata sangat laku di pasaran. Bulu burung puyuh ini dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam kerajinan tangan (handmade) dan perabotan rumah tangga. Jadi saat Anda menyembelih burung puyuh jangan sampai Anda membuang bulu-bulunya sembarangan sebab bulu-bulu itu dapat menghasilkan uang di tangan kalangan pengrajin yang kreatif.

Daging Afkirannya untuk Masakan Istimewa

Daging afkiran burung puyuh memiliki nilai gizi setara telurnya dan memiliki cita rasa yang khas plus enak saat telah diolah menjadi masakan. Hal ini tentu saja sangat diminati oleh konsumen. Tidak sedikit warung-warung lesehan maupun outlet yang menghidangkan masakan dengan menu daging burung puyuh sebagai menu utamanya. Tingginya permintaan daging burung puyuh untuk olahan pastinya meningkatkan permintaan pada daging afkiran burung puyuh ini sehingga menjadi penghasilan tambahan bagi para peternak atau pembudidaya burung puyuh.

Sekarang Anda sudah tahu kan? Apa kelebihan burung puyuh dibandingkan unggas lainnya untuk dibudidayakan. Jadi tunggu apalagi, segera beternak burung puyuh untuk memperbaiki kondisi keuangan keluarga Anda.

Pakan Untuk Merangsang Puyuh Bertelur

Pakan Untuk Merangsang Puyuh Bertelur

Urbanina.com – Tidak sedikit orang berminat beternak/membudidayakan burung puyuh karena telur burung ini laris manis di pasar-pasar. Di pasaran permintaan akan telur puyuh masih cukup tinggi. Berapa saja banyaknya lambat laun akan habis diserap pasar. Tidak aneh jika banyak orang berminat membudidayakan puyuh. Beternak puyuh petelur bisa diawali dari membeli bibit di toko ternak atau pasar. Burung puyuh telah mulai menghasilkan telur saat menginjak umur 45 hari. Namun sebagian peternak menggunakan pakan untuk merangsang puyuh bertelur sesuai harapan.

Budidaya puyuh tak membutuhkan lahan yang luas karena pada lahan berukuran 3 x 3 m pun kita telah dapat menampung 1.000 ekor puyuh untuk siap diternak. Lahan yang dibutuhkan tidaklah luas sebab kandang puyuh dapat disusun bertingkat ke atas. Kandangnya berukuran kira-kira 60 cm  x 1 meter. Kandang ini dapat memuat sebanyak 35 – 40 ekor burung. Tetapi, tentunya perlu perawatan terlebih dahulu hingga burung siap memproduksi telur.

Pakan Untuk Merangsang Puyuh Bertelur []

Kandang dapat dibuat dari bambu berbentuk kotak.  Sebaiknya kandang dibedakan untuk burung yang masih berumur kecil dan telah dewasa yang siap menghasilkan telur. Untuk masalah makan, pakannya dapat berupa pur yang umumnya diberikan pada makanan ayam. Pakan dapat diberikan tiap-tiap pagi dan sore. Pakan cukup diberikan di wadah pakan yang ditaruh di kandang.

Pada umur 1,5 bulan puyuh telah dewasa dan mulai mengeluarkan telur. Ketika itulah dapat diberikan pakan yang bisa merangsang puyuh menghasilkan telur. Masa produksi puyuh ini kira-kira 1 tahun. Setiap hari puyuh bertelur selama masa produktifnya. Sesudah tiap hari bertelur selama tiga bulan, burung mesti diberi waktu untuk beristirahat sekitar 1 minggu. Lalu, apa saja pakan untuk merangsang puyuh bertelur?

Berikut ini beberapa pakan untuk merangsang puyuh bertelur diantaranya:

Jagung

Jagung kaya akan karbohidrat dan pastinya bisa menjadi sumber energi bagi burung puyuh.  Untuk menggunakannya kita mesti menghaluskan terlebih dulu dan ditambah sumber protein, baik protein nabati maupun hewani.

Dedak (Bekatul)

Dedak (bekatul) merupakan sumber energi yang baik sebab memiliki kandungan karbohidrat yang lumayan untuk puyuh.

Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai dapat menjadi sumber pakan ternak burung puyuh karena memiliki kandungan protein yang lumayan tinggi. Umumnya pemanfaatan bungkil kedelai ini mencapai 25%.

Tepung Ikan

Tepung ikan adalah salah satu asal protein untuk makanan burung puyuh. Tepung ikan mempunyai sumber protein yang paling bagus ketimbang alternatif sumber protein lainnya. Tetapi kelemahannya adalah sangat mahal harganya.

Tepung Tulang

Tepung tulang merupakan sumber protein yang tinggi. Tepung tulang itu bisa dipilih untuk mengganti tepung ikan karena kualitas proteinnya pun amat baik.

Itulah beberapa pakan untuk merangsang puyuh bertelur sehingga semakin meningkat produktivitasnya. Semoga setelah membaca tulisan ini Anda terinspirasi dan dapat mengaplikasinnya senidir di rumah.

Cara Ternak Puyuh Agar Bertelur Banyak

Cara Ternak Puyuh Agar Bertelur Banyak

Urbanina.com – Meskipun termasuk sejenis burung, tetapi puyuh tidak bisa terbang sebagaimana jenis burung yang lainnya. Di alam liar puyuh hidup di semak-semak belukar atau di daerah persawahan. Masyarakat Jawa menyebut puyuh dengan sebutan burung gemak. Dahulu puyuh adalah burung yang diburu untuk dimasak dagingnya. Daging puyuh memang lezat dan manis rasanya, terlurnya pun tak kalah enaknya sehingga tidak sedikit orang yang menggemarinya. Namun akibat terus diburu membuat keberadaan puyuh menjadi makin langka. Maka dari itu, salah satu upaya menjaga keberadaannya adalah budidaya ternak puyuh di rumah. Kini permintaan pasar terhadap telur puyuh sangat tinggi. Bagaimanakah cara ternak puyuh agar bertelur banyak?

Puyuh tidak cuma disantap dagingnya saja, namun telur puyuh ternyata jauh lebih dicari oleh masyarakat Indonesia. Telur puyuh yang berukuran kecil ini umumnya dioalh untuk beragam sajian masakan yang lezat ataupun direbus untuk dimakan dengan cara langsung. Perlu diketahui,  nutrisi yang terkandung di dalam telur puyuh demikian banyak. Tidak aneh bila masyarakat Indonesia demikian menyenangi telur puyuh. Namun, saat ini persediaan di pasaran dapat dibilang langka sehingga para peternak atau pembudi daya puyuh harus mengetahui cara ternak puyuh agar bertelur banyak.

cara ternak puyuh agar bertelur banyak [ ]

Budidaya atau beternak puyuh bisa menjadi peluang usaha yang memberi keuntungan bagi kita. Untuk itu ada cara ternak puyuh agar bertelur banyak yang harus diaplikasikan. Nah, berikut adalah cara ternak puyuh agar bertelur banyak. Berbagai cara dapat dicoba supaya puyuh yang dibudidayakan/diternak dapat cepat bertelur serta banyak jumlah telurnya. Salah satu caranya yang biasa dilakukan orang ialah dengan memberikan berbagai jenis pakan alternatif. Penting pula diperhatikan mengenai tempat kandang puyuh yang nyaman dan terlepas dari keramaian yang dapat menyebabkan puyuh stres sehingga memberi pengaruh pada produksi telur puyuh tersebut.

Tepung Ikan

Tepung ikan mempunyai sumber protein yang paling baik untuk pakan alternatif burung puyuh dibandingkan dengan alternatif sumber protein lain. Akan tetapi kekurangannya yakni harganya terbilang amat mahal.

Tepung Tulang

Tepung tulang pun bisa menjadi sumber protein yang tinggi bagi burung puyuh sebagai pengganti tepung ikan. Mutu proteinnya amat baik seperti protein yang berasal dari tepung ikan.

Jagung

Jagung dapat juga digunakan untuk pakan alternatif karena kaya akan karbohidrat dan pastinya jadi sumber tenaga/energi bagi burung puyuh. Untuk mempergunakan jagung ini terlebih dulu Anda mesti menghaluskannya dan menambahkan sumber protein, baik protein nabati atau pun hewani.

Dedak Atau Bekatul

Dedak atau bekatul dapat dijadikan sumber energi yang baik lantaran dalam bekatul terkandung karbohidrat yang cukup bagi puyuh. Harganya pun murah sehingga dedak banyak dipilih sebagai pakan alternatif oleh para peternak/pembudidaya puyuh.

Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa pun bisa digunakan untuk pakan alternatif burung puyuh. Bungkil kelapa ini amat murah dan gampang didapat. Pada umumnya bungkil kelapa dapat diperoleh di rumah makan atau restoran atau di pabrik roti rumahan. Tetapi penggunaan bungkil kelapa ini mesti dikurangi sebab banyak mengandung minyak.

Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai dapat dijadikan sumber alternatif makanan ternak burung puyuh. Bungkil kedelai ini memiliki kandungan protein yang relatif tinggi. Umumnya dalam pemakaian bungkil kedelai ini hanya mencapai sekitar 25%.

Demikianlah cara ternak puyih agar bertelur banyak. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Atasi Puyuh Kurang Bertelur dengan 7 Langkah

Atasi Puyuh Kurang Bertelur dengan 7 Langkah

Urbanina.com – Produksi telur burung puyuh telah dalam kondisi stabil, namun kemudian mendadak terjadi penurunan produksi telurnya, hal ini terkadang dialami oleh sebagian peternak puyuh. Penyebabnya ternyata lantaran penanganan peternak itu sendiri terhadap ternak yang dibudidayakannya. Lalu bagaimana cara atasi puyuh kurang bertelur agar produksinya kembali stabil?

Produksi telur berkurang secara mendadak merupakan masalah yang kerap dirasakan oleh peternak. Tidak sedikit faktor yang bisa menimbulkan produksi telur menurun (kurang) dan sering beberapa faktor tersebut berhubungan erat satu dengan  yang lainnya. Beberapa faktor itu bisa berpengaruh pada kualitas dan ukuran telur.

Atasi Puyuh Kurang Bertelur [ ]

Beberapa hal penting yang mesti diperhatikan untuk atasi puyuh kurang bertelur antara lain:

Burung Puyuh Sering Kelaparan

Bila burung puyuh sering kekurangan dalam menerima asupan pakan dan gizi maka bagaimana bisa memperoleh kualitas telur hasil produktivitasnya. Alangkah baiknya Anda tidak terlalu menggunakan prinsip ekonomis dalam pemberian jatah pakan pada puyuh. Mengatur pengeluaran memang diperlukan, namun pembatasan yang ketat malah akan menimbulkan penurunan kualitas untuk bertelur.

Kandang Indukan yang Terlalu Gelap

Kandang (rumah) indukan yang terlampau gelap dapat menyebabkan penurunan produktivitas telur karena puyuh senang dengan cahaya terang. Untuk itu aturlah kondisi pencahayaan sebaik mungkin, baik cahaya dari alam pada siang hari dan cahaya listrik pada malam  hari.

Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan perlu diperiksa, khususnya suara-suara yang mengejutkan, umumnya akan berakibat dan menyebabkan puyuh stres sehingga produksi telurnya menurun (berkurang). Kasus inipun dapat diakibatkan ketika membersihkan kotoran. Upayakan jangan sampai puyuh-puyuh takut lantaran suara bising/gaduh berlebihan.

Perubahan Cuaca dan Iklim

Pada umumnya dalam masa transisi iklim, keadaan udara dan suhu akan mengakibatkan kurang nyaman bagi puyuh sehingga produktivitas bertelur pun menurun. Untuk mengatasinya ialah dengan memberikan vaksin dan vitamin sehingga kondisi puyuh tetep sehat dan terjaga. Atau di waktu sore hari pada air minumnya diberikan gula pasir dengan takaran yang tepat.

Pemberian Vitamin

Pemberian vitamin yang kurang tepat dapat mengurangi produktivitas telur. Makanya lakukanlah pemberian vitamin yang pas sesuai aturannya. Disamping untuk memelihara kualitas telur yang dihasilkan juga memperbaiki keadaan terlur itu.

Periksa Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan kandang harus diperiksa tempat dimana puyuh itu diternakkan. Demikian juga dengan keadaan kebersihan tempat pakan dan air minumnya. Hal ini dilakukan untuk memelihara keadaan puyuh tetap sehat dan terpelihara kebersihannya. Puyuh suka dengan suasana kandang yang bersih dan nyaman serta tempat pakan dan minumnya yang terawat kebersihannya.

Kandang Indukan yang Sempit

Kandang indukan yang sempit akan menimbulkan burung indukan tidak merasa nyaman dan pengap. Seperti manusia, puyuh pun tidak akan sehat bila tinggal di tempat yang tidak mempunyai ventilasi udara yang baik. Maka dari itu persiapkan kondisi kandang indukan sebaik-baiknya dan pasang ventilasi udara yang baik sehingga akan menyuguhkan kenyamanan untuk puyuh.

Semoga tulisan mengenai cara atasi puyuh kurang bertelur bisa bermanfaat bagi Anda. Oya, bagi Anda yang mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat & bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Penyakit Yang Sering Menyerang Burung Puyuh

Penyakit Yang Sering Menyerang Burung Puyuh

Urbanina.com – Usaha pengendalian serangan penyakit pada ternak yang kita pelihara merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha itu. Beberapa waktu lalu beternak burung puyuh sangat digalakkan pemerintah sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan sumber protein hewani yang murah dan mudah. Sama halnya dengan ternak lain, puyuh pun sering mengalami serangan penyakit. Celakanya penyakit yang menyerang itu ada yang sampai sekarang belum ada obat untuk menanggulanginya. Apa sajakah penyakit yang sering menyerang burung puyuh tersebut?

Burung puyuh berpotensi besar untuk dibudidayakan sebab puyuh menghasilkan pangan yang  bernilai gizi tinggi dan bisa menunjang penyediaan sebagian protein hewani yang diperlukan dalam makanan kita setiap hari. Disamping menambah kesejahteraan keluarga, budidaya puyuh pun efektif untuk meningkatkan pendapatan (income).

Penyakit yang Sering Menyerang Burung Puyuh []

Beberapa penyakit yang sering menyerang burung puyuh itu adalah:

  1. “Ulcerative enteritis” yang disebabkan oleh bakteri dan terdapat di saluran pencernaan. Biasanya sering terdapat pada burung puyuh yang dipelihara dengan sistem litter atau kandang beralaskan tanah. Puncak kematian terjadi 5 – 14 hari jika tidak cepat-cepat diobati. Penularannya terjadi karena burung puyuh mematuk-matuk kotoran (faces) burung yang sakit. Ada gejala mencret sehingga di sekitar duburnya menjadi kotor. Pada usus burung puyuh yang mati karena penyakit ini, dapat dijumpai atau terlihat borok-borok pada permukaan usus bagian dalam. Untuk mengobati penyakit ini, dapat digunakan antibiotika dengan dosis rendah, tergantung anjuran pakai oleh pabrik pembuatnya. Adapun usaha pencegahan penularan yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan burung yang sakit dan membersihkan kotoran setiap saat.
  2. “Coccidiosis” yang disebabkan parasit bersel tunggal yang disebut Coccidia. Gejala-gejala klinis yang dapat diamati ketika berjangkit penyakit ini antara lain, burung tidak nafsu makan sama sekali, kakinya menjadi lemah dan keadaannya menjadi pucat yang dapat dilihat pada mukanya. Biasanya penyakit ini lebih sering menulari burung puyuh yang berumur 2 – 6 minggu. Penularan umumnya karena kesalahan dalam pengelolaan. Pengobatan dan pencegahan dapat meggunakan obat merk coccidiostat.
  3. “Capillary worm” (Capillaria spp). Sering disebut sebagai cacing tembolok atau cacing benang. Burung puyuh yang menderita kelihatannya seperti kelaparan dan pada akhimya akan menderita kesulitan bernafas. Karena cacing ini menyebabkan penebalan pada tembolok. Belum diketahui obatnya yang efektif. Untuk menghindarinya, peliharalah burung puyuh pada kandang yang beralaskan kawat agar terhindar dari infestasi cacing tersebut.
  4. “Brooder pneumonia” atau radang paru-paru. Faktor utama yang menjadi penyebabnya ialah suhu pemanas yang tidak tepat dan keadaan kandang yang terlalu sesak. Karena itu suhu pemanas perlu diamati dengan seksama terutama selama minggu pertama.

Demikianlah 4 penyakit yang sering menyerang burung puyuh peliharaan Anda. Memang datangnya penyakit ini sulit sekali menduganya, maka dari itu mengamati perkembangan burung puyuh yang Anda pelihara paling tidak membantu Anda untuk mengetahui lebih dini terserang tidaknya puyuh itu oleh penyakit.

Penyebab Puyuh Lambat Bertelur, Ini Biang Keladinya

Penyebab Puyuh Lambat Bertelur, Ini Biang Keladinya

Urbanina.com – Puyuh adalah jenis burung yang tak bisa terbang. Ukuran tubuhnya cukup kecil, memiliki kaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dikenal pula dengan sebutan Gemak. Biasanya pada usia 40 hari puyuh telah mulai mengeluarkan telur. Namun ada sebagian puyuh yang telah berusia 50 hari belum bertelur satupun. Apakah penyebab puyuh lambat bertelur dan itu merupakan pertanyaan yang sering mengusik para peternak puyuh, khususnya peternak pemula.

Burung yang dalam bahasa ilmiah disebut coturnix ini adalah jenis burung liar yang pertama sekali dibudidayakan pada tahun 1870 di Amerika Serikat. Sementara itu di Indonesia puyuh mulai dikenal dan dibudidayakan sejak penghujung tahun 1979. Saat ini di Indonesia sudah mulai banyak bermunculan puyuh dipelihara di kandang-kandang ternak. Peluang usaha ternak puyuh, khususnya puyuh petelur termasuk merupakan usaha sampingan dengan modal kecil, namun lumayan menguntungkan. Apalagi sekarang permintaan telur puyuh di pasaran terus bertambah pesat sejalan dengan makin maraknya usaha warung makan yang berada di berbagai daerah.

Penyebab Puyuh Lambat Bertelur

Sebenarnya, penyebab puyuh lambat bertelur itu apa sih? Barangkali 4 alasan berikut ini bisa merupakan salah satu penyebabnya.

  • Jenis Puyuh

Berdasarkan riset A. Genches, jenis puyuh berpengaruh pada awal bertelur. Puyuh jenis manchurian golden kebanyakan mulai mengeluarkan telur pada usia 42-49 hari. Manchurian golden adalah jenis puyuh dengan ciri bulunya berwarna kuning keemasan. Sedangkan puyuh jenis lokal biasanya mulai menghasilkan telur pada usia sekitar 44-49 hari.

  • Kelamin Belum Matang Sempurna

Seperti halnya unggas yang lain, puyuh pun mempunyai alat reproduksi yang memiliki masa reproduksi yang matang. Terdapat berbagai alasan yang membuat alat reproduksi puyuh terlambat matang.

Tak tercukupinya nutrisi di dalam pakan puyuh menyebabkan alat reproduksi puyuh terlambat matang. Penyebabnya karena terdapat beberapa hal, bisa dikarenakan kita sengaja mengurangi jatah makanannya, bisa juga lantaran pakan yang diberikan tidak secara merata dimakan oleh semua puyuh. Boleh jadi sebab pada waktu masih kecil puyuh tersebut terserang virus atau penyakit mengakibatkan berkurang nafsu makannya.

  • Terkena / Terserang Penyakit atau Virus

Salah satu penyebab menurunnya produksi puyuh ialah lantaran sedang terkena penyakit. Pada umumnya puyuh yang telah akan mulai mengeluarkan telur mempunyai rasa kepekaan yang relatif tinggi. Jadi wajar sekali bila ditemukan puyuh yang mulai terkena serangan penyakit seperti CRD atau kolera.

  • Mungkin Puyuhnya Jantan

Saat membeli bibit puyuh mungkin Anda tidak teliti atau memang belum dapat membedakan mana ciri-ciri puyuh jantan dan puyuh betina sehingga salah ambil. Justru yang dibeli dan dipelihara adalah bibit puyuh jantan, bukannya puyuh betina. Hal ini seringkali terjadi karena ketidaktahuan dan kurangnya pengetahuan kita tentang burung puyuh selain kesengajaan penjual bibit burung puyuh yang memang nakal.

Demikianlah 4 penyebab puyuh lambat bertelur dan semoga setelah membaca tulisan ini Anda menjadi tahu serta menemukan solusinya.

Cara Agar Puyuh Cepat Bertelur, Begini Caranya!

Cara Agar Puyuh Cepat Bertelur, Begini Caranya!

Urbanina.com – Beternak puyuh adalah usaha yang dapat dijadikan sebuah bisnis yang prospektif lantaran sekarang harga telur puyuh termasuk mahal. Tidak sedikit olahan masakan yang bersumber dari burung puyuh, satu diantaranya ialah sate telur puyuh atau sebagai campuran capcai. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk beternak puyuh. Namun, tahukah Anda cara agar puyuh cepat bertelur dan telurnya tersebut banyak?

Puyuh merupakan unggas yang tinggal di darat dan memiliki tubuh sedikit gemuk dan kecil. Puyuh memakan serangga yang berukuran kecil dan biji-bijian. Burung ini biasanya memiliki tempat bermain di tanah yang lembut (pasir) dan tempat bekas pembakaran (kebun). Mereka membuat sarang di semak-semak yang rimbun (sedikit tertutup).

Cara Agar Puyuh Cepat Bertelur []

Puyuh memiliki tanda khusus yakni tidak memiliki ekor yang panjang seperti halnya burung kicau. Puyuh bisa terbang serta berlari dengan kecepatan tinggi sehingga burung ini sulit sekali ditangkap dengan hanya mengandalkan tangan biasa, perlu strategi tersendiri untuk menangkapnya. Meskipun demikian banyak orang yang tertarik untuk beternak puyuh. Apalagi saat ini telah diketahui cara agar puyuh cepat bertelur membuat minat masyarakat semakin menggebu.

Hal-hal yang harus dilakukan dalam beternak puyuh dan cara agar puyuh cepat bertelur adalah sebagai berikut :

  • Kandang. Siapkan kandang di tempat yang cocok untuk burung itu dan arahnya yang pas adalah memanjang dari arah timur menuju barat.
  • Bibit Puyuh. Pesan puyuh dara sebab dalam perawatannya burung puyuh dara lebih mudah dan juga rendah tingkat kematiannya. Anda dapat membeli mesin penetas telur bila ingin menetasakan telur puyuh sendiri.
  • Isi Kandang. Isilah kandang puyuh dengan kepadatan yang pas. Panjang kandang burung puyuh jangan lebih dari 2 meter guna mencegah gerak puyuh yang berlebihan. Sebaiknya lebar kandang puyuh kurang dari 70 cm untuk mempermudah saat kita ingin menangkapnya atau membersihkan kandang. Sebaiknya tinggi kandang maupun sangkar puyuh jangan lebih dari 40 cm guna mencegah puyuh meloncat-loncat di dalam kandang. Satu kotak sangkar puyuh maksimal diisi oleh 30 ekor.
  • Pakan Puyuh. Puyuh sebenarnya bisa juga diberikan pakan/makanan ayam, namun lebih baik jikla Anda memberinya pakan yang khusus untuk burung puyuh.
  • Suasana Kandang. Perhatikan keadaan kandang! Jauhkan puyuh dari ancaman dan kebisingan yang dapat menyebabkan puyuh itu merasa takut supaya puyuh tidak stres. Pada umumnya bila puyuh telah terbiasa dengan lingkungan sekitarnya maka perawatannya pun akan menjadi lebih mudah.

Dalam 1 hari burung puyuh dapat mengeluarkan telur sebanyak 2 hingga 3 kali, namun biasanya dalam 1 kali bertelur saja burung puyuh menghasilkan 2 buah telur. Mari mulai sekarang beternak puyuh sebab disamping kebutuhan konsumsi masyarakat akan telur makin meningkat juga harga telur puyuh cukup mahal dan menguntungkan.

Puyuh, Burung Bertubuh Kecil, Potensial Dibudidayakan

Puyuh, Burung Bertubuh Kecil, Potensial Dibudidayakan

Urbanina.com – Puyuh adalah salah seekor jenis burung yang tak dapat terbang dengan bentuk tubuh kecil dan memiliki kaki pendek. Burung ini dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama “gemak”. Dahulu burung ini kerap diburu oleh petani saat ada di semak-semak atau persawahan. Burung ayam-ayaman ini populer akan dagingnya yang gurih dan kelezatan telurnya.

Peluang usaha ternak burung puyuh relatif menjanjikan untuk dikembangkan sebab dari sisi permintaan semakin meningkat setiap tahunnya. Selain itu burung ini kaya akan manfaat yang penting untuk kehidupan manusia. Telur dan daging dari burung ini mempunyai kandungan lemak, protein dan gizi yang baik bagi tubuh.

Burung Puyuh

Berikut ini beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk dapat beternak burung  puyuh.

Pemilihan Lokasi

Beberapa kriteria memilih lokasi yang tepat :

  • Jauh dari perumahan penduduk.
  • Peredaran udaranya bersih.
  • Lokasi kandang atau tempat untuk beternaknya terletak di tempat yang strategis.

Penyiapan Sarana Kandang

Suhu dalam kandang berkisar antara 20-25oC. Kandang yang umumnya digunakan untuk beternak burung puyuh adalah:

  • Kandang untuk induk petelur, kandang ini berfungsi untuk pembibitan. Kandang ini memiliki ukuran dan kepadatan yang sama.
  • Kandang untuk golongan anak, kandang ini bermanfaat sekali bagi anak burung untuk memelihara tubuhnya tetap hangat sehingga tidak sakit.
  • Kandang untuk golongan grower dan layer, kandangnya berukuran sama dengan kandang untuk induk petelur. Biasanya alas kandangnya terbuat dari ram kawat.

Penyiapan Bibit Unggul

Dalam memelihara burung puyuh ada 3 tujuan, pertama untuk produksi telur. Di sini diperlukan bibit betina yang sehat tanpa penyakit. Kedua untuk produksi daging, maka mesti dipilih bibit betina petelur dan bibit jantan yang unggul. Ketiga untuk tujuan pembibitan, maka pilihlah bibit betina yang produksi telurnya bagus serta bibit jantan yang siap membuahi sang betina supaya hasil telur tetasnya bagus dan bermutu tinggi.

Pemeliharaan 

Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pemeliharaan burung puyuh, diantaranya :

  • Pemberian makanan dan minuman, pakannya bisa berupa tepung, remah-remah, dan pallet. Untuk usia anakan lebih baik diberi pakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore saja. Untuk usia remaja atau dewasa ada baiknya diberikan pakan satu kali saja dalam sehari, yakni pagi hari.
  • Sanitasi dan pencegahan, sanitasi lingkungan kandang mesti dipelihara dengan baik untuk menghindari munculnya penyakit yang menyerang burung ini.
  • Penerangan kandang dan sirkulasi kandang, ketersediaan cahaya matahari yang cukup harus diperhatikan agar burung ini mendapatkan cukup vitamin D alami.

Panen dan Pascapanen

Beternak puyuh petelur pastinya telur yang mengandung banyak nutrisi sebagai hasil utamanya. Setiap hari telurnya dapat dipanen sesuai dengan banyaknya burung ini yang dibudidayakannya. Setelah masa panen Anda dapat mengadakan pembersihan kandang untuk masa pemeliharaan berikutnya.

Keunggulan Beternak Burung Puyuh Petelur

Keunggulan Beternak Burung Puyuh Petelur

Urbanina.com – Keunggulan beternak burung puyuh petelur hanya dapat dirasakan apabila sudah pernah melakukan usaha beternak burung puyuh ini. Apalagi bagi mereka yang sudah pernah melakukan usaha peternakan jenis unggas lainnya selain burung puyuh, mereka akan tahu betul perbandingan keunggulan beternak burung puyuh petelur dengan beternak jenis unggas lain. Meskipun kita tidak perlu membandingkan satu dengan lainnya, namun perbandingan yang didapat diatas adalah dalam artian positif karena hanya untuk berbagi pengalaman karena sudah pernah mengalami dua jenis peternakan unggas yang berbeda. Meskipun tidak semua orang sudah pernah merasakan keunggulan beternak burung puyuh petelur tersebut, namun setidaknya mereka dapat mengetahui apa saja kelebihan itu dengan membaca artikel dari Urbanina ini.

keunggulan beternak burung puyuh

Tanpa basa-basi, berikut ini adalah beberapa keunggulan beternak burung puyuh petelur, yang dimulai dari nomor 1; tidak perlu lahan yang luas.

  1. Tidak perlu lahan yang luas

Beternak burung puyuh petelur memang tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini dikarenakan ukuran burung puyuh tersebut yang kecil, sehingga dapat dipelihara di kandang yang relatif kecil, dan akhirnya kandang bisa diletakkan di lahan yang tidak perlu luas. Sebagai gambaran, lahan seluas 50×150 cm sudah dapat menampung 50 ekor burung puyuh yang dipelihara. Dan dengan keunggulan ini, peternak burung puyuh sangat terbantu karena cukup menyediakan lahan yang tidak terlalu luas.

  1. Hasil panen banyak disukai masyarakat

Hasil panen peternakan burung puyuh yang berupa telur, memang sangat disukai masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah bahwa telut burung puyuh tersebut mengandung gizi berupa protein yang banyak, bahkan paling banyak jika bibandingkan jenis telur unggas lainnya. Sehingga, banyak anak-anak kecil yang menyukai telur burung puyuh ini karena menjadi makanan pilihan orang tua untuk memberi nutrisi protein terhadap buah hatinya. Selain dapat memenuhi gizi masyarakat, peternak burung puyuh juga dapat menerima keuntung finansial karena hasil panennya berhasildijual ke konsumen.

  1. Memiliki banyak hasil panen tambahan

Kita tentu sangat paham bahwa hasil panen utama dari beternak burung puyuh adala telurnya yang berlimpah. Namun, rupanya ada hasil panen lain yang merupakan hasil panen tambahan. Adapun beberapa hasil panen tambahan dari peternakan burung puyuh adalah dari panen bulu, kotoran, dan daging afkir. Ketiganya akan kami bahas satu-persatu sebagai berikut.

Pertama, panen bulu burung puyuh. Hal ini bisa dilakukan jika peternak mau menjual bulu burung puyuh kepada pengrajin kerajnan atau perabot tumbah tangga yang terbuat dari bulu burung puyuh. Di beberapa daerah yang dekat dengan pusat kerajinan tersebut, mereka dapat bekerja sama dan akhirnya peternak dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui panen burung puyuh ini.

Kedua, panen kotoran burung puyuh. Seperti bulu burung puyuh , kotoran burung juga dapat dijual ke orang yang tepat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kotoran burung puyuh dapat dimanfaatkan untuk diolah dan dijadikan pupuk kandang. Dan pupuk kandang tersebut banyak dibutuhkan oleh para petani organik.

Ketiga, panen daging afkir. Hasil panen tambahan yang ketiga berasal dari panen daging afkir. Rupanya daging burung puyuh afkir juga memiliki kandungan gizi yang banyak seperti telur yang dihasilkannya. Untuk mendapatkan hasil tambahan, peternak dapat menjual burung puyuh afkir terhadap penjual menu olahan daging puyuh. Untuk saat ini, sudah banyak warung di pinggir jalan yang menyediakan menu olahan daging puyuh yang memiliki rasa yang lezat. Untuk harga burung puyuh afkir ini biasanya berkisar antara 4-5 ribu rupiah per ekor.

Penyebab Burung Puyuh Tidak Bertelur Yang Pelu Diketahui

Penyebab Burung Puyuh Tidak Bertelur Yang Pelu Diketahui

Urbanina.com – Burung puyuh dapat memberikan keuntungan yang cukup besar ketika dipelihara dengan baik di kandang pemeliharaan. Keuntungan yang cukup besar tersebut didapatkan dari hasil ternak berupa telur burung puyuh yang berlimpah. Telur yang lancar terus dihasilkan burung puyuh yang dipelihara dapat dijual ke orang yang mau menjualnya lagi dengan harga takaran per kg. Namun, di beberapa kasus terdapat peternak yang gagal membuat burung puyuh yang mereka pelihara menjadi produktif. Hasilnya, burung puyuh tidak dapat bertelur meskipun sudah memiliki umur yang seharusnya bisa bertelur. Hal ini terkadang terjadi kepada peternak yang masih pemula, dan biasanya terdapat beberapa penyebab burung puyuh tidak bertelur yang dapat dianalisa kembali.

penyebab burung puyuh tidak bertelur

Penyebab burung puyuh tidak bertelur ketika dipelihara ini sangatlah beragam. Dan di artikel ini akan kami bahas mengenai beragam penyebab burung puyuh tidak bertelur tersebut. Peternak burung puyuh yang sudah berpengalaman biasanya akan dapat membuat burung puyuh bisa bertelur ketika berusia 40 hari. Di usia tersebut, burung puyuh sudah dapat menghasilkan telur di kandang pemeliharaan meskipun jumlahnya hanya satu. Namun, hal itu berbeda dengan yang dialami peternak pemula yang mana burung puyuh yang ia pelihara tidak kunjung bertelur, padahal burung puyuh tidak pernah kekurangan pakan. Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa penyebab burung puyuh tidak bertelur yang perlu diketahui.

  1. Kuantitas dan kualitas pakan yang kurang

Penyebab pertama burung puyuh tidak segera bertelur adalah dikarenakan pakan yang kurang banyak terhadap burung puyuh. Atau, kalau bukan kuantitasnya, maka ada masalah terhadap kualitas pakan. Meskipun pakan berasal dari buatan pabrik yang terpercaya, peternak harus dapat memastikan bahwa pakan tersebut memiliki kualitas yang baik dengan melihat komposisi yang tertulis di label.

  1. Jenis pakan yang tidak cocok

Kalau kuantitas dan kualitas pakan telah cukup, mungkin penyebab puyuh tidak bertelur adalah yang nomor dua, yaitu jenis pakan yang tidak cocok. Hal ini mungkin terjadi kepada peternak yang terlalu tergesa-gesa ingin agar puyuh yang dipelihara cepat bertelur. Sehingga, terjadi kesalahan pemberian pakan, semisal memberi pakan layer terhadap puyuh yang masih seumuran grower. Jika itu yang dilakukan, maka burung puyuh bisa saja tidak bertelur walaupun seharusnya sudah memiliki cukup umur untuk bertelur. Oleh karena itu, peternak harus memberikan pakan yang harus sesuai dengan umur burung puyuh yang dipelihara yaitu umur starter, grower, dan layer.

  1. Penyakit

Penyebab yang mungkin menyebabkan burung puyuh tidak bertelur salah satunya adalah penyakit. Ada beragam penyakit yang dapat menjangkiti burung puyuh yang dipelihara. Karena, burung puyuh yang dipelihara di kandang yang kotor akan sangat rawan terkena berbagai ancaman penyakit yang dibawa oleh jamur, virus, dan juga bakteri. Sehingga, peternak tidak perlu kaget ketika terdapat satu dua burung puyuh yang tidak mau bertelur yang disebabkan oleh penyakit. Beberapa peternak lebih memilih untuk menjadikan burung puyuh yang sakit untuk dijadikan pakan reptil, dibandingkan dengan harus memaksakan unggas yang sakit tersebut untuk bisa bertelur seperti unggas sehat lainnya.

  1. Perawatan kandang yang buruk

Ada banyak cabang perawatan kandang yang harus dilakukan oleh peternak, seperti kebersihan, perlampuan, tata laksana dan lain-lain. Salah satu hal yang menjadi penyebab pokok mengapa puyuh tidak bertelur adalah kebersihan kandang atau sanitasi kandang. Sehingga, jika ingin puyuh yang di pelihara dapat berterlur tepat waktu, peternak harus dapat memastikan bahwa kandang untuk puyuh yang dipelihara adalah dalam keadaan bersih.