Wacana Tentang Pemeliharaan Ayam Buras Secara Intensif

Wacana Tentang Pemeliharaan Ayam Buras Secara Intensif

Urbanina.com – Ayam buras merupakan salah satu jenis ayam yang banyak dipelihara masyarakat di desa. Ayam jenis ini memiliki ketahanan hidup yang baik jika dibandingkan unggas lainnya, sehingga ayam ini tidak mudah mati dan dapat dipelihara dengan dibiarkan mencari makan sendiri di alam liar. Dengan pemeliharaan yang tradisional, ayam buras memang masih dapat hidup dengan baik, namun produktifitas daging dan telurnya akan sangat rendah jika dibandingkan dengan pemeliharaan ayam buras secara intensif. Untuk itu, jika ingin mendapatkan hasil panen yang maksimal, diperlukan upaya pemeliharaan ayam buras yang dilakukan secara intensif.

pemeliharaan ayam buras

Kali ini, urbanina akan membahas mengenai bagaimana cara pemeliharaan ayam buras secara intensif. Pemeliharaan ini diharapkan dapat menghasilkan hasil panen yang lebih banyak dari pada pemeliharaan tradisional. Pemeliharaan intensif ini tidak hanya mengangkut pemeliharaan ayamnya saja, melainkan juga pemeliharaan terhadap kandang ayam dan lain sebagainya. Namun, untuk kali ini kita akan fokus tentang bagaimana pemeliharaan intensif yang dilakukan terhadap ayamnya saja. pemeliharaan ayam setidaknya dibagi dua yaitu pada pemilihan bibit, serta pemeliharaan bibit ayam yang telah dipilih. Untuk penjelasan dari kedua pemeliharaan terhadap ayam buras diatas, dapat disimak berikut ini.

  1. Pemilihan bibit ayam buras

Pada pemeliharaan ayam buras secara intensif, pemilihan bibit menjadi satu pekerjaan yang tidak boleh terlewati. Bibit ayam kampung yang baik akan mempengaruhi kemampuan ayam dalam menghasilkan hasil panen yang berkualitas. Adapun ciri-ciri bibit ayam yang baik adalah sebagai berikut.

Bibit jantan ayam buras memiliki badan yang kuat dan panjang, dan didukung tulang supit yang rapat. Bibit jantan juga memiliki sayap yang kuat serta bulu-bulunya tersusun rapih. Pada bagian kepala ayam, terdapat mata yang jernih dan juga memiliki paruh yang bersih. Sedangkan pada bagian kaki, terdapat kaki dankuku yang bersih, serta sisik-sisiknya teratur. Dan memiliki taji adalah ciri-ciri bibit jantan ayam buras yang baik.

Sedangkan ciri-ciri bibit betina ayam buras yang baik adalah memiliki kepala yang halus, matanya jernih, dan mukanya tidak terlalu lebar. Bibit betina memiliki paruh yang pendek dan kuat, serta jengger dan pial yang halus. Bagian perut bibit betina ini cukup luas, dengan badan yang cukup besar. Dan jarak antara tulang dada dan tulang belakang kurang lebih 4 jari.

  1. Pemeliharaan bibit yang telah dipilih

Pemeliharaan intensif adalah pemeliharaan yang paling baik untuk ayam kampung ini. Dengan pemeliharaan intensif, ayam akan dapat menghasilkan hasil panen yang paling baik berupa daging dan telur ayam yang berkualitas dan berjumlah banyak. Pemeliharaan intensif pada ayam buras ini salah satunya dilakukan dengan memelihara ayam didalam kandang, kemudian memberi pakan pada ayam dengan pakan yang bergizi tinggi. Sistem pemeliharaan intensif ini tentu berbeda dengan sistem tradisional yang mana pada sistem tradisional ayam dilepas dan mencari pakan sendiri.

Pada pemeliharaan intensif ini, juga dilakukan dengan membedakan cara pemeliharaan berdasarkan umur ayam buras yang dipelihara. Pembagian ini dilakukan dengna sebagai berikut. Yang pertama adalah pemeliharaan anak ayam(starter). Yaitu pemeliharaan ayam yang berumur 0-6 pekan, dimana ayam diserahkan kepada induk ayam agar dipelihara. Yang kedua adalah pemeliharaan ayam dara (grower), yang diberikan pada ayam yang berusia 6-20 pekan. Dan yang ketiga atau yang terakhir adalah pemeliharaan masa bertelur (layer). Pemeliharaan ini diberikan kepada ayam yang berusia 21 pekan sampai afkir. Ayam afkir ini adalah ayam yang kira-kira berusia 2 tahun.

Mengapa Kualitas Ternak Ayam Buras Perlu Ditingkatkan?

Mengapa Kualitas Ternak Ayam Buras Perlu Ditingkatkan?

Urbanina.com – Ayam buras adalah salah satu spesies ayam yang paling terkenal di desa-desa. Ayam buras ini bukanlah ayam ras, melainkan kalau di desa-desa ayam ini lebih populer dengan nama ayam kampung. Karena ayam kampung tersebut merupakan salah satu jenis ayam buras yang banyak dipelihara di desa-desa tersebut. Banyak masyarakat desa yang memiliki ayam jenis ini untuk dipelihara. Ayam ini dapat hidup dengan adaptasi yang cukup bagus sehingga dapat hidup pada lingkungan dan iklim di desa. ayam kampung ini tergolong sebagai golongan ayam buras. Nama buras tersebut merupakan nama yang telah disepakati sejak dulu yang mana singkatan dari bukan ras. Karena, dahulu ada dua jenis ayam, yaitu ayam ras, dan ayam bukan ras tersebut. Ayam buras ini sebenarnya sudah banhyak diternakkan di desa-desa, namun hanya perlu ditingkatkan saja. Lalu, mengapa ternak ayam buras perlu ditingkatkan?

ternak ayam buras

Kali ini, Urbanina akan membahas mengenai alasan diperlukannya peningkatan pada usaha ternak ayam buras ini. Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa telah banyak usaha ternak ayam buras yang dilakukan di desa-desa. Usaha ternak ayam buras tersebut rata-rata ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, atau hanya sekedar untuk memanfaatkan pekarangan yang ada. Adapun hasil dari ternak ayam buras yang dilakukan masyarakat desa ini sudah dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan peternakan. Namun, untuk dapat mencapai potensi ayam buras yang maksimal, ternyata belum mencukupi.

Potensi ayam buras yang salah satu jenisnya adalah  ayam kampung yang diternakkan ini setidaknya terdapat pada daging dan telur ayam yang dihasilkan. Karena ayam buras ini memiliki daging dan telur yang berkualitas seperti unggas ayam jenis lain pada umumnya. Lalu, mengapa hasil dari ternak ayam kampung yang didesa kurang maksimal? Berikut penjelasannya.

Ayam buras yang dipelihara di desa ini belum dapat menghasilkan panen yang maksimal sesuai potensi pada ayam buras ini. Tercatat bahwa telur yang dihasilkan dari pemeliharaan di desa in masih sangat rendah, yaitu ±60 butir/tahun/ekor. Sedangkan berat badan ayam jantan yang dihasilkan tidak lebih dari 1,9 kg dan yang betina berkisar antara 1,2-1,5 kg. Hasil dari pemeliharaan ini tentu diakibatkan karena sistem pemeliharaan yang dilakukan adalah masih dengan cara tradisional.

Maka dari itu, usaha peternakan ayam buras perlu ditingkatkan agar hasil peternkan akan dapat lebih meningkat, serta potensi maksimal dari ayam buras ini juga akan lebih terpenuhi. Solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan usaha ternak ayam buras adalah pemeliharaan intensif. Pemeliharaan intensif ini dapat dilakukan dengan memelihara ayam buras dengan lebih baik sehingga potensi hasil ayam tersebut dapat diperoleh.

Dengan pemeliharaan intensif ini dapat dilakukan oleh pemelihara, sehingga produksi telur dan daging yang dihasilkan ayam buras akan meningkat. Peningakatan ini akan memicu ayam buras untuk mencapai potensi yang dimilikinya. Selain dapat meningkatkan produksi telur dan daging, pemelihaaan intensif juga akan meningkatkan kualitas dari pemeliharaan itu sendiri. Pencegahan wabah penyakit juga akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan pemeliharaan intensif ini. Pemeliharaan intensif juga akan memudahkan tata laksana kandang ayam sehingga dapat dilakukan usaha tenak ayam buras yang lebih optimal.

Ayam buras yang diternak dengan pemeliharaan yang intensif, akan mengedepankan beberap aspek yang akhirnya akan dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal. Adapun sistem pemeliharaan ayam buras ini dibagi menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu bibit ayam buras, pemeliharaan ayam buras, perkandangan, pakan ayam buras, dan pencegahan penyakit yang berpotensi mengganggu kehidupan ayam.