Pakan Basah dan Kering untuk Ternak Unggas

Pakan Basah dan Kering untuk Ternak Unggas

Urbanina.com – Pemberian pakan amatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak unggas, khususnya ayam kampung. Pakan atau ransum adalah konsumsi wajib dan merupakan pos pengeluaran terbanyak pada usaha budidaya ternak unggas. Terlebih harga pakan semakin hari semakin tinggi. Pakan untuk ternak biasanya terdiri dari pakan basah dan kering serta campuran diantara keduanya.

Dalam pemberian pakan basah dan kering kita tidak boleh asal saja karena bisa terjadi pemborosan biaya. Pemberian pakan basah biasanya berbentuk konsentrat yang dicampurkan dengan air. Campurkanlah pakan dengan air sampai tidak mengeluarkan air lagi saat pakan tersebut diperas. Bila memakai pakan basah frekuensi pemberian pakan mesti selalu ditambah. Lantaran pakan basah gampang mengundang bibit penyakit, khususnya jamur, maka pemberiannya sebaiknya dilakukan secara sedikit-sedikit namun langsung habis.

Pakan Basah dan Kering untuk Ternak Unggas

Adapun pemberian pakan kering umumnya dengan cara memberikan pakan konsentrat yang diberikan secara langsung pada ternak. Metode ini memang kelihatan praktis dan lebih aman, namun untuk ternak itu sendiri kadang kurang dapat menikmati hidangan itu.

Disamping itu, akan banyak pakan yang terbuang lantaran bentuk anatomi dari paruh ternak ternak saat menyaring makanan, bukannya mematuk. Bila Anda memilih metode ini maka tempat minumnya janganlah diletakkan berjauhan dari kandang sebab anak bebek/ayam yang diberi pakan dengan teknik ini perlu secepatnya minum.

Salah satu metode supaya pakan yang diberikan dapat lebih efektif dengan mengusahakan sedemikian rupa supaya pakan sedikit terbuang. Anda dapat dengan usaha pengontrolan pemberian pakan, memilih bentuk wadah pakan yang tepat dan memilih salah satu teknik pemberian pakan.

Terlepas dari jenis pakan basah dan kering ternyata ada berbagai teknik pemberian pakan untuk ternak unggas, terutama ayam. Dari berbagai teknik itu mari kita perhatikan kelebihan dan kekurangan tiap-tiap teknik pemberian pakan ternak unggas tersebut. Di bawah ini ada berbagai metode atau cara pemberian pakan ternak unggas :

  1. Metode All Mash

Metode all mash merupakan teknik pemberian pakan ternak unggas ke dalam wadah yang isinya ransum yang mengandung nutrisi cukup dan diberikan ke ternak. Cara ini banyak sekali digunakan oleh para peternak di Indonesia.

  1. Metode Prasmanan

Metode prasmanan merupakan teknik yang dipergunakan dengan cara memberikan bermacam-macam makanan dalam wadah yang berbeda-beda. Beberapa macam pakan ini berbentuk daun-daunan, biji-bijian, malahan dari unsur hewani diberikan dalam wadah/tempat yang berbeda-beda.

Dengan teknik di atas kita bisa mengetahui tingkat kesukaan ternak terhadap pakan yang diberikan. Dengan beragamnya pakan (ransum) ternak akan memilih mana yang disukainya. Teknik prasmanan ini banyak dipergunakan untuk penelitian. Bila Anda peternak pemula sebaiknya membuat beberapa kandang secara terpisah dengan mencoba beragam racikan lalu diteliti mana yang lebih disenangi ternak dan mana yang menghasilkan produk maksimal.

  1. Metode Mash Grain

Teknik ini berupa gabungan cara di atas, cuma ada beberapa unsur yang ditambah dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal sehingga dapat memacu kualitas dan kuantitas hasil ternak.

Dari beberapa teknik/metode  pemberian pakan tersebut di atas Anda tetap harus memperhatikan kualitas dan fungsi utama dari jenis pakan basah dan kering tersebut.

Cara Mengatasi Ayam Yang Kanibal

Cara Mengatasi Ayam Yang Kanibal

Urbanina.com – Kalau di zaman dahulu kita mendengar adanya kanibalisme pada manusia, barangkali sekarang sudah tidak. Pada masa sekarang ini sering kita mendengar adanya sifat kanibal pada hewan yang dipelihara. Salah satu hewan yang dimaksud ialah ayam. Lantas, bagaimana cara mengatasi ayam yang kanibal dengan tepat?

Adanya sifat kanibal pada ayam ini, sudah barang tentu akan berpengaruh buruk terhadap produktivitas suatu kelompok ayam. Baik ayam petelur maupun ayam pedaging. Biasanya sifat kanibal ini muncul pada sekelompok ayam yang dipelihara secara terkurung di dalam kandang dan dapat terjadi pada kelompok ayam periode anak sampai dewasa. Karena akan merugikan usaha atau budidaya petemakan Anda, sifat ini harus kita tanggulangi atau cegah. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi ayam yang kanibal tersebut?

Cara Mengatasi Ayam yang Kanibal []

Penyebab kanibalisme yang terjadi pada ayam ini bermacam-macam, antara lain terlalu banyaknya ayam di dalam suatu satuan luas kandang. Ayam yang kurang minum dan makan juga akan bisa menjadi kanibal karena sering berkelahi dan saling mematuk. Penyebab lainnya ialah adanya rangsangan ke arah itu, misalnya warna merah darah yang ditimbulkan oleh adanya bagian tubuh ayam (kulit) yang tak tertutup bulu, terkena sinar matahari langsung dan pada ayam yang sedang bertelur (pada ayam yang sedang bertelur anusnya yang berwarna merah keluar). Apa tanda-tandanya?

Tanda-tanda yang bisa dilihat ialah: pada kelompok anak ayam biasanya pematukan terjadi pada jari-jari kaki dan ekor; pada kelompok ayam dewasa (petelur) biasanya pematukan terjadi di sekitar anus, ekor dan jengger dan bila korban patukan ini tidak segera dipisahkan akan menyebabkan pelukaan yang lebih parah bahkan isi perutnya dimakan ayam lain sampai mati.

Bagaimana mencegahnya dan  bagaimana juga cara mengatasi ayam yang kanibal itu? Usaha pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Usahakanlah temperatur yang ideal untuk ayam itu.
  • Kandang jangan terlalu padat, sebaiknya untuk setiap meter persegi maksimum 3 – 4 ekor ayam yang tipe sedang, 5 – 8 ekor untuk pedaging dan 4 – 6 ekor untuk ayam tipe ringan.
  • Berikan makanan dan minuman yang cukup baik jumlah maupun mutunya serta pemberiannya harus teratur.
  • Kurangi sinar matahari langsung yang masuk ke dalam kandang.
  • Pisahkan ayam yang menjadi korban atau ayam yang mempunyi sifat kanibal itu.
  • Ayam yang bersifat kanibal tempatkan dalam kandang baterei atau dipotong paruhnya.
  • Dalam satu kandang harus dipelihara ayam-ayam yang sebaya umurnya.
  • Usahakan sedapat mungkin ayam bertelur dalam sarang.

Disamping usaha pencegahan, ada beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi sifat kanibal pada ayam ini. Pada air minum selama tiga hari, campurkan garam dapur 1 – 3% atau 30 gram/liter, beri garam dapur 3% pada makanan selama 3 hari. Nah, selamat mencoba

Peluang Bisnis Ternak Ayam Kampung

Peluang Bisnis Ternak Ayam Kampung

Urbanina.com – Peluang bisnis ternak ayam kampung telah dilirik oleh banyak pengusaha yang telah memulai membudidayakan ayam kampung ini sejak dulu. Namun, semakin berkembangnya kemajuan jaman, rupanya peluang semakin terbuka lebar bagi mereka yang jeli melihat peluang tersebut. Mengapa demikian? karena terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami untuk mengetahui seberapa besar peluang untuk mendapatkan keuntungan dari beternak ayam kampung tersebut.

peluang bisnis ternak ayam kampung

Di dunia bisnis, peluang yang belum tereksekusi terkadang menjadikan peluang tersebut terbuang dengan sia-sia. Oleh karena itu, tidak semua peluang bisnis dapat dijalankan dengan baik oleh beberapa orang. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui betapa besarnya peluang bisnis ayam kampung tersebut.

Konsumen ayam kampung yang melimpah

Peluang bisnis ayam kampung yang terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulainya tersebut dapat dilihat dari sisi konsumen ayam kampung itu sendiri. Saat ini, ayam kampung memiliki konsumen yang dapat dikatakan banyak. Karena, masyarakat indonesia saat ini telah sadar tentang pentingnya mengkonsumsi daging sebagai penyeimbang asupan gizi. Tidak heran kalau kita sering menjumpai berbagai masakan ayam kampung yang dikreasikan sehingga menghasilkan berbagai menu olahan yang mengundang selera.

Sebagai makanan yang banyak disukai konsumen, ayam kampung memiliki keunggulannya tersendiri. Dan keunggulan daging ayam kampung adalah pada rasa daging yang dihasilkan. Daging ayam kampung ini telah diakui masyarakat memiliki rasa yang leibh lezat dan gurih apabila dibandingkan dengan jenis daging ayam lainnya.

Ayam kampung memiliki ketahanan tubuh yang kuat

Membudidayakan ayam kampung juga akan diuntungkan dengan faktor alam, sehingga dapat dikatakan memiliki prospek yang cerah. Karena, ayam kampung tersebut memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Untuk melakukan ternak ayam kampung, peternak tidak akan diberatkan untuk memberikan asupan vitamin dalam jumlah yang banyak. Karena dengan sedikit asupan vitamin saja, sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan gerombolan ayam kampung yang diternakkan.

Banyaknya pilihan untuk  pemasaran

Salah satu kunci keberhasilan ternak ayam kampung adalah pada pemasarannya. Dan kabar baiknya, peternak ayam kampung memiliki banyak pilihan yang dapat mereka pilih dalam upaya memasarkan hasil ternak ayam kampung yang mereka hasilkan. Mulai dari memasarkan dari mulut ke mulut, ke teman sendiri, bekerja sama dengan penjual olahan ayam kampung, hingga bekerja sama dengan dinas peternakan pun juga bisa dilakukan.

Harga jual yang tinggi dan stabil

Peluang bisnis ternak ayam kampung semakin terbuka dengan harga hasil panen yang tinggi. Tingginya hasil panen ayam kampung tersebut sudah terkenal sejak dahulu. Dan tingginya harga daging ayam kampung tersebut juga didukung dengan kestabilannya untuk tetap mahal dari waktu ke waktu. Dengan begitu, peternak ayam kampung dapat mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari usaha peternakan ayam kampung yang ia usahakan.

Ayam Kampung Sebagai Salah Satu Jenis Ayam Buras Yang Menguntungkan

Ayam Kampung Sebagai Salah Satu Jenis Ayam Buras Yang Menguntungkan

Urbanina.com – Ayam kampung sebagai salah satu jenis ayam buras yang menguntungkan, apakah benar? Tentu saja benar, dengan syarat hewan tersebut harus dipelihara dengan baik. Mungkin saja masih ada beberapa orang yang belum yakin dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan dengan memelihara ayam kampung tersebut. Tetapi, setelah mengetahui apa saja keunggulan atau keuntungan memelihara unggas tersebut, mungkin mereka akan berubah pikiran juga pada akhirnya. Dan langsung saja, berikut ini adalah 3 hal utama yang perlu diperhatikan mengapa ayam kampung dapat memberi keuntungan yang lebih untuk peternaknya.

salah satu jenis ayam buras

Dapat diolah menghasilkan daging yang lebih lezat

Ayam kampung dapat dikatakan sebagai salah satu jenis ayam buras yang dapat menghasilkan keuntungan yang lebih ketika dipelihara. hal tersebut memang benar karena sudah banyak masyarakat yang menyukai daging ayam kampung ini. Dan salah satu alasan mengapa mereka banyak menyukai ayam kampung tersebut adalah karena daging ayam kampung tersebut memiliki cita rasa yang lebih lezat ketika sudah disajikan menjadi menu olahan siap saji.

Tanpa ragu-ragu, orang akan menyebutkan bahwa menu olahan yang dihasilkan oleh daging ayam kampung ini akan memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan jenis ayam lainnya.

Gizi pada daging yang terkandung juga lebih banyak

Selain memiliki rasa daging yang lebih lezat, daging ayam kampung ini juga memiliki kandungan gizi yang lebih banyak dibandingkan daging ayam jenis lainnya. Itulah yang menjadi dasar mengapa budidaya ayam kampung dapat dikatakan menguntungkan. Selain menguntungkan bagi pembudidaya, ayam kampung juga ternyata menguntungkan bagi konsumennya sendiri. Karena, kandungan gizi ayam kampung tersebut didapatkan dari banyak pakan alami, serta habitat hidup ayam kampung ketika dipelihara juga lebih alami. Sehingga, gizi yang terkandung pada dagingnya juga lebih alami dan lebih banyak tentunya.

Sehingga, harga hasil ternak ayam kampung juga lebih mahal

Dari dua hal yang menjadi salah satu keuntungan jika memelihara ayam kampung diatas, maka didapatkan keuntungan yang ketiga. Selain mendapatkan menu olahan yang lebih gurih, gizi yang lebih banyak maka membudidayakan ayam kampung juga dapat menghasilkan keuntungan finansial yang lebih banyak. Mengapa? Iya, karena harga daging ayam kampung relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis ayam lainnya.

Kabar baiknya lagi, meskipun harga daging ayam kampung ini dapat dikatakan mahal, tetapi konsumen daging ayam kampung tersebut tidak akan berkurang. Sehingga, peternak ayam kampung tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan hanya karena harga daging ayam kampung yang lebih mahal dari jenis ayam yang lain. Karena, berapapun harga daging ayam kampung ini, pelanggan tetap akan membelinya. Sebab, yang sebenarnya mereka inginkan adalah daging ayam yang berkualitas dan bergizi, bukannya daging ayam yang harganya murah. Jadi, sebagai peternak anda tidak perlu khawatir.

Jenis-Jenis Ayam Buras Yang Ada Di Indonesia

Jenis-Jenis Ayam Buras Yang Ada Di Indonesia

Urbanina.com – Membicarakan tentang ayam buras berarti juga membicarakan tentang jenis-jenis ayam buras. Di indonesia sendiri, ada beberapa jenis ayam buras yang dapat anda ketahui. Setiap jenis ayam buras mungkin hidup di wilayah yang berbeda dari jenis lainnya. Hal ini yang mungkin menjadi salah satu penyebab orang tidak begitu mengenali jenis ayam buras secara detail. Tetapi, berikut ini adalah beberapa jenis dari ayam buras yang dapat kita pelajari bersama.

jenis ayam buras di indonesia

  1. Ayam kampung

Jika dibandingkan dengan jenis ayam buras lainnya, ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam buras yang paling populer di indonesia. Ayam kampung menjadi populer di indonesia karena merupakan jenis ayam buras yang paling banyak dibudidayakan di indonesia.

Ayam kampung ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di pedesaan sebagai hewan yang dipelihara keluarga. Setelah ayam kampung yang mereka pelihara tumbuh besar, maka daging dan telurnya lah yang akan mereka manfaatkan untuk dijadikan asupan gizi keluarga.

  1. Ayam arab

Tahukah anda mengapa disebut dengan ayam arab? Jawabannya adalah karena ayam arab tersebut memiliki bulu dibagian kepala hingga leher yang berwarna putih, yang orang dulu mengatakan mirip dengan kerudung pak haji. Oleh karena itu lah ayam tersebut kemudian dinamai ayam arab hingga sekarang. Ayam arab tersebut memiliki salah satu keunggulan dibandingkan jenis ayam buras lainnya. Ayam arab tersebut memiliki kemampuan bertelur yang cukup baik yaitu kemampuan bertelur sebanyak 225 butir per tahun.

  1. Ayam kedu

Ayam kedu juga dipelihara masyarakat indonesia untuk diambil daging dan telurnya. Tetapi, selain itu ada juga yang memelihara ayam kedu tersebut hanya sebagai hobi. Alasannya, adalah karena ayam kedu tersebut memiliki bentuk yang khas dimata masyarakat. Adapun beberapa jenis dari ayam kedu adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan kedu campuran.

  1. Ayam pelung

Ayam pelung mungkin terkenal di daerah anda tingga, seperti di daerah penulis. Kepopuleran ayam jenis ini memang bisa dimaklumi. Karena, ayam buras pelung memiliki ciri khas sendiri yang disukai banyak orang, yaitu memiliki suara berkokok yang lantang panjang, serta berirama. Saking sukanya terhadap suara ayam pelung, banyak orang yang memanfaatkan ayam pelung tersebut untuk ajang perlombaan kemerduan suara berkokok ayam-ayam pelung mereka.

  1. Ayam kate

Ayam kate merupakan ayam yang memiliki tubuh kerdil, tetapi bentuknya sangat lucu. Sehingga, meskipun ukuran tubuhnya tidak sebesar jenis ayam lainnya, tetapi bentuk ayam kate tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri. Dan hingga saat ini, sudah banyak orang yang melakukan perkawinan silang dengan ayam kate tersebut dengan satu tujuan yang sama, yaitu memperoleh keturunan yang baru dengan bentuk ayam yang lucu, yang diwariskan dari indukan ayam kate tersebut.

  1. Ayam bangkok

Jenis ayam buras yang terakhir adalah ayam bangkok. Tetapi, perlu diketahui bahwa masih ada jenis ayam buras lainnya yang ada di indonesia. Karena keterbatasan waktu, kali ini penulis hanya menuliskan yang paling populer saja.

Ayam buras jenis bangkok ini merupakan jenis ayam buras yang dapat diibaratkan sebagai tentaranya negara ayam. Karena, ayam bangkok memiliki tubuh yang tegap, tinggi, dada yang tegak dengan kekuatan kaki yang kuat. Sudah bagus kan untuk dijadikan tentaranya negara ayam? Oh iya, ayam bangkok ini juga banyak dibudidayakan di indonesia sebagai sarana untuk menyalurkan hobi.

Sejarah Ternak Ayam Buras Di Indonesia

Sejarah Ternak Ayam Buras Di Indonesia

Urbanina.com – Sejarah ternak ayam buras di indonesia mungkin sudah pernah anda dengar. Tetapi, bagaimana jika ada versi lain yang mungkin sedikit berbeda? Karena, kita tahu bahwa pada setiap wilayah yang ada di indonesia ini, bukan tidak mungkin terdapat sedikit perbedaan antara satu sama lain. Seperti halnya juga pada sejarah peternakan ayam buras yang ada di indonesia.

sejarah ternak ayam buras di indonesia

Dan yang akan kita bahas dibawah ini adalah sejarah yang didapat dari sumber terpercaya. Dengan begitu, meskipun nantinya akan ada perbedaan, perbedaan tersebut tidak akan terlalu jauh jika dibandingkan. Dan berikut ini adalah sejarah budidaya ayam buras di Indonesia.

Jika dilihat dari garis besarnya saja, maka sejarah ternak ayam buras di Indonesia ini berasal dari salah satu polah hidup masyarakat Indonesia yang dilakukan secara terus menerus di zaman dahulu. Pola hidup masyarakat indonesia yang dilakukan secara terus menerus tersebut sering disebut dengan budaya masyarakat indonesia. oleh karena itu, budaya masyarakat indonesia di masa lalu menjadi titik awal dan alasan yang kuat mengapa budidaya atau ternak ayam buras muncul di wilayah indonesia hingga saat ini.

Diceritakan pada masa itu, masyarakat memiliki budaya untuk melakukan persembahan terhadap masyarakat. Perembahan tersebut sekaligus juga sebagai upeti yang diberikan oleh masyarakat terhadap jajaran kerajaan yang memimpinnya di kala itu. budaya memberi upeti terhadap kerajaan teresbut sangat kental dikenal sejak zaman berjayanya Kerajaan Kutai.

Berkat adanya budaya pemberian upeti tersebut, sebagian besar masyarakat telah melakukan ternak ayam kampung di rumah mereka masing-masing. dengan memeliharanya sendiri di rumah, maka masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan budaya persembahan terhadap kerajaan. Karena, masyarakat tidak harus membeli ayam buras di pasar yang tentunya akan menguras kantong sakunya.

Seiring berjalannya waktu, upaya membudidayakan ayam buras terus berjalan secara turun-temurun dan dilakukan oleh generasi ke genari. Namun ketika kejayaan kerajaan mulai runtuh oleh kemjuan zaman dan globalisasi, budaya pemberian upeti dari masyarakat ke kerajaan tidak lagi dilakukan. Sehingga, upaya melakukan ternak ayam buras di rumah tidak lagi untuk mempersiapkan budaya pemberian upeti, tetapi untuk tujuan lain yang berbeda.

Hingga saat ini, upaya memelihara ayam buras di indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Memelihara ayam buras diharapkan dapat mengupayakan untuk menyediakan pasokan stok daging ayam buras yang banyak disukai oleh masyarakat. Sehingga, membudidayakan ayam buras tersebut telah menjadi salah satu bisnis yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang banyak jika dilakukan dengan prosedur yang benar.

Sekedar untuk diketahui, pada masa kejayaan kerajaan di indonesia tersebut, masyarakat banyak memelihara ayam buras dengan jenis tertentu. Dan diketahui bahwa generasi pertama ayam buras yang dipelihara waktu itu adalah ayam buras yang merupakan keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus).

Tips Untuk Panen Ayam Buras Yang Lebih Sukses

Tips Untuk Panen Ayam Buras Yang Lebih Sukses

Urbanina.com – Panen ayam buras hanya dapat dilakukan jika telah melewati banyak tahapan pemeliharaan. Ayam buras yang salah satu jenisnya adalah ayam kampung ini tentu sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Hal ini tak lepas dari asal mula ayam buras itu sendiri yang telah ada di Indonesia sejak lama. Bahkan ayam buras ini juga telah dipelihara sejak dulu oleh masayarakat yang tinggal di desa-desa kecil. Dulunya, pemeliharaan ayam buras ini hanya dilakukan secara tradisional. Dalam bahasa peternakan, cara tradisional tersebut dinamakan dengan sistem pemeliharaan secara ekstensif. Dimana ayam buras mendapatkan sumber makanan dari pekarangan disekitar rumah saja sehingga pertumbuhannya juga lebih pelan dari ayam yang pelihara secara intensif. Panen ayam buras pun dapat dilakukan ketika ayam sudah siap dimanfaatkan dagingnya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

panen ayam buras

Tips panen ayam buras yang akan kami bahas ini tentu lebih ditujukan kepada para peternak ayam buras yang meggunakan sistem pemeliharaan secara intensif. Namun, tidak ada salahnya jika dipraktekan pada sistem pemeliharaan semi intensif atau bahkan sistem ekstensif. Berikut ini adalah tips panen ayam buras yang dapat dipraktekan oleh para peternak ayam buras terutama yang menggunakan sistem pemeliharaan intensif.

  1. Tepat dalam memasarkan

Panen ayam buras adalah masa yang ditunggu-tunggu peternak ayam buras, karena dengan tiba masanya untuk panen, maka masa mendapatkan keuntungan dari usahanya juga semakin dekat. Namun harus diketahui bahwa masa panen tersebut bisa menjadi kabar buruk jika saja peternak tidak dapat memasarkan ayam buras hasil panen secara tepat. Soleh karena itu, tips ini berjudul tepat dalam memasarkan, yaitu memasarkan ayam buras yang dihasilkan saat panen ayam buras.

Kabar baiknya, pemasaran ayam buras ini dapat dikatakan lebih mudah jika dibandingkan dengan pemasaran ayam jenis lainnya. Saat ini, banyak pihak yang memiliki kebutuhan akan daging ayam buras ini, seperti rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket, bahkan sampai hotel berbintang lima dan pasar luar negeri juga membutuhkan pasokan ayam buras. Sehingga, permintaan pasar terhadap ayam buras ini masih tinggi dan stabil.

Dengan banyaknya target pemasaran, peternak harus dapat mempertimbangkan pasar mana saja yang paling menguntungkan untuk dapat menampung ayam buras hasil panennya. Ayam buras yang diminta pasar setidaknya ada dua macam yaitu ayam dalam keadaan hidup dan ayam yang sudah dipotong(ayam karkas). Jika peternak juga ingin menjual ayam dalam bentuk ayam karkas, peternak dapat memulai usaha baru lainnya yang difokuskan untuk memproduksi ayam karkas tersebut. Sehingga, peternak bisa mendapat keuntungan gberlipat yaitu keuntungan dari penjualan ayam buras yang masih hidup dan keuntungan dari penjualan ayam karkas.

  1. Masa panen yang berkelanjutan

Masa panen yang berkelanjutan meskipun jumlahnya lebih sedikit, lebih disukai pasar dari pada panen dalam jumlah yang besar namun masa panennya tidak bisa berkelanjutan. Inilah yang menjadi dasar adanya tips yang kedua ini. Sederhana saja, hal ini dikarenaka permintaan juga terus berkelanjutan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan pasokan ayam buras yang berkelanjutan pula.

Dengan dapat memasok beberapa pasar secara berkelanjutan, sebenarnya peternak tidak akan dipusingkan lagi ketika hendak memasarkan hasil panen ayam buras diperiode berikutnya karena pasar yang lama telah menanti. Yang diperlukan adalah kejelian peternak agar dapat memproduksi ayam buras secara berkelanjutan. Contoh dari kejelian peternak misalnya adalah pengaturan kapan saja anakan ayam buras mulai dibesarkan dan kapan saja ayam tersebut bisa dipanen. Dan juga kejelian lain semacam inilah yang diperlukan agar dapat memiliki masa panen yang berkelanjutan.

Tiga Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Di Indonesia

Tiga Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Di Indonesia

Urbanina.com – Di Indonesia, ayam buras memiliki beragam sistem pemeliharaan ayam buras yang dipakai. Hal ini tidak lepas dari sejarah ayam buras yang terus berkembang di Indonesia. Sejarah ayam buras ini menyebutkan bahwa ayam buras adalah sebutan lain yang diberikan untuk jenis ayam kampung yang banyak dipelihara di desa-desa. Meskipun saat ini sebutan ayamkampung masih digunakan, nama ayamburas ini yang digunakan untuk membedakan antara jenis ayam kampung dengan ayam ras atau ayam broiler jika ayam ras tersebut berkelamin jantan. Dulunya, banyak masyarakat Indonesia di desa yang memelihara ayam buras dengan cara atau sistem pemeliharaan yang sederhana karena hanya untuk memenuhi kebutuhan daging keluarga saja. Namun, seiring perkembangan ilmu ayam buras ini memiliki potensi yang bagus untuk diternakkan pada jumlah yang banyak. Sehingga, gagasan untuk sistem pemeliharaan ayam buras yang baru pun kemudian bermunculan.

sistem pemeliharaan ayam buras

Di Indonesia, terdapat tiga macam sistem pemeliharaan ayam buras yang masing-masing memiliki kelebihan. Ketiga sistem pemeliharaan ayam buras tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Sistem ekstensif (Umbaran)

Sistem ekstensif merupakan salah satu sistem pemeliharaan ayam buras yang biasanya dipakai oleh masyarakat di desa. Sistem ekstensif ini memiliki sebutan lain yang mudah untuk diucapkan serta telah populer dikalangan masyarakat, yaitu sistem umbaran. Teknis pelaksanaan sistem umbaran dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, kandang yang disediakan untuk ayam buras yang dipelihara dengan sistem umbaran dapat dikatakan sederhana. Prinsip utama kandang ayam pada sistem ini adalah agar dapat melindungi ayam dari hujan dan angin. Kedua, pasokan makanan terhadap ayam buras juga dapat dikatakan sederhana. Karena, ayam buras yang dipelihara dibiarkan (diumbar) di sekitar pekarangan rumah agar dapat mencari makan sendiri. Ayam yang dilepaskan di pagi hari dapat mencari makanan sendiri sehingga di sore hari dapat dimasukkan kembali kedalamkandang agar dapat beristirahat.

  1. Sistem Semi Intensif

Pemeliharaan ayam buras dengan sistem semi intensif adalah jenis pemeliharaan yang juga digunakan di Indonesia. Jika dibandingkan dengan sistem pemeliharaan sistem umbaran, sistem semi intensif memiliki sedikit perbedaan. Ketika ayam buras yang dipelihara secara ektensif dibiarkan saja untuk mendapatkan makanan, sistem semi intensif menambah porsi pakan ayam dengan memberi pakan tambahan. Secara teknis, jenis pemeliharaan sistem semi intensif dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, kandang yang sediakan dapat dibilang cukup sederhana namun tidak sesederhana kandang sistemumbaran. Selain menggunakan kandang ayam yang digunakan untuk tempat berlindung dari hujan dan angin, kandang pada sistem semi intensif ini diperluas dengan cara membuat pekarangan untuk ayam mencari pakan yang disekelilingnya dipasangi pagar pembatas. Pagar pembatas ini dipasang denagn tujuan agar ayam buras yang dipelihara tidak keluar dari pekarangn kandang. Kedua, pemberian pakan untuk ayam buras didapat dari pekarangan tersebut, dan ditambah pakan tambahan dari peternak.

  1. Sistem intensif

Sistem pemeliharaan yang ketiga adalah sistem intensif. Sistem intensif adalah sistem pemeliharaan yang banyak disarankan untuk digunakan untuk peternakan ayam buras. Hal ini bukannya tanpa alasan, karena dengan memakai sistem intensif ini, peternak akan lebih mempermudah dan memperlancar proses ternak ayam buras nantinya. Teknis pemeliharaan sistem intensif ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, kandang  yang digunakan adalah kandang yang tidak hanya dengan prinsip dapat melindungi dari hujan dan angin. Namun, dibagi lagi menjadi kandang untuk perkawinan, untuk anakan ayam, dan untuk pembesaran ayam. Kedua, pakan yang diberikan pun pakan yang kandungan nutrisi sudah disusun sedemikian rupa agar dapat mempercepat pertumbuhan ayam buras yang dipelihara.

Penyakit Ayam Buras Dan Tindakan Pengendaliannya

Penyakit Ayam Buras Dan Tindakan Pengendaliannya

Urbanina.com – Ternak ayam buras dapat menjadi salah satu pilihan bagi peternak yang hendak melakukan usaha perternakan. Karena, sebagian masyarakat di desa memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk dapat memelihara ayam buras ini. Mengapa? Karena sebagian besar dari mereka telah melakukan pemeliharaan ayam buras tersebut walaupun hanya dalam jumlah yang sedikit saja. Selain itu, ayam buras ini memiliki kekebalan tubuh yang cukup bagus terhadap serangan virus maupun bakteri sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Sehingga kebanyakan ayam buras yang dipelihara di desa tersebut dapat tumbuh dengan baik dan laku dijual. Namun, ayam buras ini tetap memiliki potensi terserang penyakit yang mempengaruhi kesehatannya. Berdasarkan penelitian, berikut beberapa penyakit ayam buras yang perlu diketahui oleh peternak.

penyakit ayam buras

  1. Penyakit cacing ayam

Penyakit ayam buras yang pertama dinamakan cacing ayam atau worm desease. Tidak hanya terhadap manusia, penyakit cacing ternyata juga dapat menjangkiti ayam buras. Bila ayam teserang penyakit ini, maka akan timbul gejala seperti tubuh ayam lemas dan kurang aktif, pertumbuhan terhambat, serta bulu kelihatan kusam. Untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit worm desease, dapat dilakukan dengan pemberian obat caciing secara berkala, menjaga sanitasi kandang yang baik, mencegah adanya serangga yang bisa menjadi perantara cacing penyebab penyakit ini. Karena disebabkan oleh cacing, penyakit ini dapat diobati dengan pemberian obat cacing pipedon x-liquid atau sulfamezatin atau obat lainnya.

  1. Berak kapur (pullorum)

Penyakit ayam buras ygn kdu adalah pullorum atau yang terkenal dengan nama penyakit berak kapur. Penyakit ini menimbulkan adanya kotoran yangmelekat di bulu-bulu disekitar anus, kepala ayam menunduk, serta ayam akan mendekati pemanas. Untuk dapat mengobati ayam dari penyakit ini, dapat dilakukan dengan memberi obat seperti noxal, quinoxalin, coxalin atau obat lainnya.

  1. Berak darah (coccidiosis)

Penyakit ayam buras yang ketiga adalah coccidiosis, yang disebabkan oleh bakteri protozoa Eimeria sp. Penyakit ini dapat dikenali karaena menimbulkan gejala seperti kotoran ayam yang berwana coklat bercampur darah, sayap terlunglai, bulu-bulu disekitar anus kotor, dan ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang. Pengobatan penyakit ini dapat menggunakan noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau obat lainnya. Untuk dapat menjegah penyakit ini, dapat dilakukan dengan mencampur pakan ayam dengan coccidiostat sesuai takaran.

  1. Gumboro (gumboro desease)

Penyakit gumboro termasuk salah satu penyakit yang harus dihindari ayam buras serta diwaspadai pembudidaya karena penyakit ini belum ada obatnya. Apabila ayam buras sampai terjangkiti penyakit gumboro, ayam akan tiba-tiba sakit dan bulu-bulunya bergetar sendiri, tubuhnya lemah dan lesu, serta mengalami diare putih disekitar anus. Meski belum ada obatnya, penyakit ini dapat dihindari dengan dilakukan vaksinasi secara teratur dan secara teratur juga dalam menjaga sanitasi kandang.

  1. Tetelo

Penyakit tetelo adalah sebutan lain dari nama penyakit newcastle desease. Penyakit ini juga belum ditemukan obatnya seperti pada penyakit gumboro. Gejala yang timbul pada ayam buras yang terjangkiti penyakit ini antara lain ayam akan ngorok dan batuk-batuk. Selain itu, tubuh ayam juga akan gemetaran, kepala ayam akan berputar-putar, sayap dan kaki ayam menjadi lumpuh, dan kotoran ayam berwarna putih kehijauan. Penyakit ini disebabakan oleh paramyxivirus. Untuk dapat mencegah ayam dari penyakit ini, perlu dilakukan vaksinasi secara teratur dan terus menjaga sanitasi kandang baik. Namun, jika telah ada salah satu ayam yang menderita penyakit tetelo ini, maka tindakan yang tepat terhadap ayam yang sakit tersebut adalah dengan membakarnya.

Prinsip Penyiapan Kandang Ayam Buras Budidaya

Prinsip Penyiapan Kandang Ayam Buras Budidaya

Urbanina.com – Ayam buras dapat dipelihara dimanapun tempatnya, bahkan di alam liar. Hal ini dikarenakan hewan ini sebenarnya hidup di alam liar, namun telah dijinakkan dan dapat hidup di kandang pemeliharaan. Namun, ayam yang hidup dengan dibiarkan dilepas dialam liar ini tergolong pada pemeliharaan tradisional yang mana hanya akan menghasilkan panen yang jumlahnya sangat rendah. Untuk itu, ternak ayam buras akan lebih baik jika dilakukan dengan mendirikan kandang ayam, sekaligus dengan memberikan pakan ayam yang bergizi agar dapat mendukung pertumbuhan ayam sehingga mengahasilkan hasil panen yang maksimal. Penyiapan kandang ayam buras ini dapat dilakukan dengan mengikuti panduan dari Urbanina berikut ini.

penyiapan kandang ayam buras

Sebelum melakukan penyiapan kandang ayam buras, seorang peternak harus dapat mengetahui apa saja fungsi dari kandang itu sendiri. Adapun penyiapan kandang ayam buras ini dimaksudkan agar kandang memiliki tiga fungsi utama sebagai berikut. Pertama, kandang ayam buras berfungsi untuk tempat berteduh bagi ayam yang dipelihara dari panas dan hujan. Yang kedua, kandang juga berfungsi untuk tempat istirahat atau bermaklam bagi ayam yang dipelihara. Dan yang ketiga, kandang dimanfaatkan bagi peternak itu sendiri agar dapat memudahkan tata laksana.

Agar dapat memenuhi ketiga fungsi utama kandang, yang disebut dengan kandang yang baik, penyiapan kandang ayam buras harus dilakukan dengan memenuhi beberapa syarat berikut ini. Syarat yang pertama, kandang yang dibangun harus dibuat sedemikian rupa sehingga bagian dalam kandang tetap mendapatkan sinar matahari pagi. Selain mendapatkan sinar matahari tersebut, bagian kandang juga harus mendapatkan angin atau udara segar yang juga didapatkan dari struktur konstruksi kandang yang juga ditata sedemikian rupa. Angin segar didalam kandang juga bisa didapat dari adanya ventilasi yang dipasang di dinding sebagai tempat terjadinya sirkulasi udara.

Syarat kandang yang baik tidak hyanya sampai disitu. Kandang juga harus terjaga kebersihannya, karena dengan kandang yang bersih ayam akan tidak mudah terserang penyakit. Persyaratan kandang yang selanjutnya adalah memiliki kepadatan kandang yang ideal, disesuaikan dengan besar kecilnya umur ayam. Itulah beberapa syarat penyiapan kandang ayam buras.

Sebaiknya dalam mendirikan kandang yang memenuhi syarat diatas perlu dipertimbangkan bahan yang digunakan untuk konstruksi. Akan lebih baik jika terdapat bahan yang murah tetapi tahan lama, sehingga bisa dimanfaatkan dengan menghemat biaya yang dikeluarkan.

Adapun kepadatan kandang yang ideal adalah salah satu syarat kandang yang baik. Untuk itu, kami berikan saran dalam menata kepadatan ayam sebagai berikut. Jika kandang dihuni oleh anak ayam yang dirawat induknya, kepadatan kandang sebaiknya sebanyak 20-25 ekor anak ayam dan 1-2 ekor induk ayam per 1-2 meter persegi. Jika dihuni ayam dara, kepadatan kandang sebaiknya 14-16 ekor per 1 meter persegi. Dan jika diisi dengan ayam masa bertelur, kepadatan kandang sebaiknya 6 ekor dan 1 ekor pejantan per 1-2 meter persegi.

Selain memerlukan kandang yang baik tersebut, ayam buras juga memerlukan pakan yang baik pula. Adapun pakan yang baik untuk ayam buras harus mengandung beberapa zat gizi yang berupa protein, energi, vitamin, mineral dan air. Dan setiap masa pertumbuhan ayam, ayam memiliki dosisnya tersendiri sebagai berikut. Dosis untuk anak ayam dara adalah 15 gram/hari. Lalu, untuk ayam yang berumur pekan ke-1 sampai ke-3 diberi pakan dengan dosis 30 gram/hari. Ayam dengan umur pekan ke-3 sampai ke-5 dengan dosis 60 gram/hari, dan yang berumur pekan ke-6 sampai menjelang bertelur diberikan pakan dengan dosis 80 gram/hari. Khusus induk ayan diberi pakan dengan dosis 100 gram/hari. Pakan tersebut diberikan dua kali sehari diiringi pemberian air setiap saat.