Peralatan Kandang Ayam Broiler Yang Dibutuhkan

Peralatan Kandang Ayam Broiler Yang Dibutuhkan

Urbanina.com – Peralatan kandang ayam broiler harus dilengkapi peternak agar dapat memperlancar proses peternakan ayam broiler. Ayam broiler yang dibesarkan dapat dipanen dalam waktu 5-6 pekan. Namun, hal itu tidak mungkin terjadi apabila peralatan kandang ayam broiler yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Kandang tidak harus memiliki perabot atau peralatan yang banyak namun fungsinya kurang efektif. Yang terpenting adalah peralatan kandang tersebut benar-benar dibutuhkan untuk memperlancar proses ternak ayam broiler. Banyaknya pralatan yang kurang efektif yang berada didalam kandang sebenarnya hanya akan membuat kandang bertambah sempit karena peralatan tersebut hanya memadati area kandang saja. Sehingga, kandang sudah seharusnya ditata dan diisi dengan peralatan yang efektif dan dibutuhkan untuk proses peternakan saja.

peralatan kandang ayam broiler

Kali ini, Urbanina akan membahas mengenai peralatan kandang ayam broiler yang dibutuhkan demi kelancaran peternakan atau pembesaran ayam boiler. Dengan memahami apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk memperlancar usaha peternakan, maka peternak akan lebih mudah dalam memilih dan menyiapkan apa saja peralatan yang perlu disiapkan. Jika peralatan kandang ayam broiler yang dibutuhkan telah tersedia, hal ini menjadi satu langkah yang tepat untuk menjamin keberhasilan peternakan ayam broiler. Tanpa basa-basi lagi, berikut ini adalah peralatan kandang ayam broiler yang dibutuhkan untuk beternak ayam boiler.

  1. Litter

Litter adalah sebutan yang disematkan pada alas kandang ayam broiler. Alas kandang ayam broiler ini memiliki ketentuan tersendiri untuk dapat memperlancar proses budidaya ayam broiler, tentu untuk kandang yang dibangun dengan sistem postal. Litter dapat dibuat dengan ketebalan 10-15 cm. Selain itu, bahan untuk membuat litter juga harus memiliki sifat-sifat tertentu yaitu harus kering, memiliki daya serap yang tinggi, tidak berbau, serta tidak berdebu. Dengan ketentuan tersebut, sering kali litter dibuat dengan bahan-bahan seperti sekam padi, serutan kayu, potongan jerami, dan juga rumput kering. Litter ini bisa diterapkan pada kandang dengan penggunaan sekali pakai atau juga bisa untuk waktu yang lama. Namun, yang jelas peternak harus selalu mengontrol keadaan litter ini agar tidak menyebabkan penyakit pada ayam jika terlalu banyak terdapat kotoran ayam.

  1. Pemanas

Secara umum, pemanas ini berbentuk bundar atau segi empat dengan jangkauan 1-3 meter, dan diletakkan di tengah kandang. Pemanas ini memiliki fungsi unutk menghangatkan ayam broiler ketika dibutuhkan, terutama ketika ayam broiler masih kecil. Sehingga, pemanas ini memiliki nama lain yaitu brooder. Pemanas ini bisa menggunakan bahan apa saja yang penting dapat memberi kehangatan untuk ayam yang dipelihara. Sebagian peternaka ada yang masih menggunakan tong yang didalamnya diisi dengan kayu bakar.

  1. Tempat Pakan dan Minum

Tempat Pakan akan kita bahas terlebih dahulu. Tempat pakan adalah alat yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk memberi pakan terhadap ayam broiler yang dipelihara. Peternak dapat membeli tempat pakan tersebut, atau juga bisa membuat sendiri. Syarat tempat pakan ini adalah terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat serta tidak mudah terkena feses.

Tempat minum adalah pasangan dari tempat pakan diatas, sehingga juga harus dipersiapkan oleh peternak. Tempat ini akan lebih baik jika ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau oleh ayam broiler yang dipelihara. Selain itu, peternak harus selalu siaga untuk mengontrol kebersihan tempat minum sehingga air yang diebrikan untuk ayam broiler selalu dalam keadaan bersih. Oleh sebab itu, membersihkan tempat minum setiap pengisian air terkadang diperlukan.

Syarat Pembuatan Kandang Ayam Broiler, Harus!

Syarat Pembuatan Kandang Ayam Broiler, Harus!

Urbanina.com – Syarat pembuatan kandang ayam broiler ini dibuat tentu bukanlah untuk membebani pihak yang akan melakoni usaha peternakan ayam broiler. Namun justru sebaliknya, yaitu dibuat dengan tujuan agar dapat membantu mempermudah usaha peternakan ayam broiler yang akan mereka lakukan. Syarat yang bersifat harus dilakukan ini dapat dijadikan panduan bagi para peternak yang hendak melakukan pembuatan kandang ayam broiler. Syarat pembuatan kandang ayam broiler berikut ini dapat berlaku di seluruh Indonesia. Karena berbentuk syarat, maka identik dengan sifat harus dilakukan dan akan berpengaruh jika tidak dilakukan atau tidak dipenuhi. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah empat syarat pembuatan kandang ayam broiler yang harus diperhatikan.

syarat pembuatan kandang ayam broiler

  1. Syarat Lokasi

Lokasi adalah tempat yang dimanfaatkan untuk berdirinya kandang ayam yang hendak dibuat. Syarat pembuatan kandang ayam broiler mengharuskan agar lokasi tersebut juga memenuhi syarat-syarat ternentu sehingga dapat memudahkan proses budidaya nantinya. Terdapat empat syarat lokasi yang harus dipenuhi agar kandang yang dibangun nantinya dapat berfungsi dengan baik. keempat syarat tersebut antara lain lokasi harus berada jauh dari pemukiman penduduk, mempunyai sumbera air yang mencukupi terutama ketika kemarau tiba, lokasi mendukung adannya sirkulasi udara yang baik, dan lokasi mempunyai akses menuju jalan, telepon, dan sumber listrik.

  1. Syarat Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat adalah salah satu dari empat hal yang menjadi syarat pembuatan kandang ayam broiler. Yang dimaksud lingkungan masyarakat adalah masyarakat atau penduduk yang berada di sekitar kandang berdiri. Syarat yang harus dipenuhi untuk lingkungan masyarakat adalah lingkungan masyarakat yang harmonis. Hal ini dijadikan salah satu syarat yang harus dipenuhi karena tidak sedikit kasus yang mana lingkungan masyarakat yang tidak harmonis dapat menyebabkan usaha peternakan ayam menjadi terhambat.

Salah satu penyebab lingkungan masyarakat yang tidak harmonis adalah karena limbah yng dihasilkan oleh peternakan ayam ini tidak disukai dan dianggap mengganggu. Salah satu penyebabnya adalah jarak kandang yang terlalu dekat dengan pemukiman penduduk. Sehingga, pencegahan lingkungan masyarakat yang tidak harmonis dirasa perlu dilakukan dari pada harus mengalami hambatan petrenakan di kemudian hari.

  1. Syarat Keamanan

Keamanan kandang menjadi syarat yang harus dipenuhi agar ternak ayam broiler dapat berjalan dengan sesuai harapan. Syarat keamanan yang harus dipenuhi adalah bahwa kandang harus memiliki jaminan keamanan dari segala gangguan, baik gangguan dari hama pemangsa ayam maupun dari gangguan kriminal seperti pencurian.

Kandang ayam bisa saja medapatkan gangguan keamanan yang muncul dari hewan pemangsa jika kandang yang dibuat tidak memenuhi syarat keamanan. Untuk menjaga kandang dari kasus pencurian, peternak bisa menyewa jasa satpam atau bisa juga menyewa anak kandang agar selalu berjaga-jaga di area kandang.

  1. Syarat Perizinan

Syarat terakhir yang harus dipenuhi adalah syarat perizinan. Pembuatan kandang sudah seharusnya didirikan hanya jika sudah memenuhi syarat perizinan. Syarat perizinan yang berlaku di Indonesia disebutkan bahwa setiap usaha peternakan harus memiliki izin usaha. Jadi, izin usaha tersebutlah yang harus dipenuhi peternak jika hendak melakukan pembuatan kandang.

Untuk dapat memiliki izin usaha tersebut, biasanya dimulai dari menandatangani surat persetujuan lingkungan masyarakat disekitar lokasi kandang, kemudian surat rekomendasi dari desa, izin prinsip dari pemerintah kabupaten, surat amdal dan izin mendirikan usaha, SIU(surat izin usaha) dan surat izin gangguan.

Demikian tadi adalah keempat syarat yang harus dipenuhi peternak ayam broiler jika hendak mendirikan kandang peternakan ayam broiler. Semoga dengan memenuhi keempat syarat diatas, usaha peternakan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pemilihan Bibit Ayam Broiler Dengan Mudah

Pemilihan Bibit Ayam Broiler Dengan Mudah

Urbanina.com – Pembibitan ayam broiler memang bukanlah menjadi salah satu hal yang sulit untuk dilakukan. Telah banyak perusahaan yang menyediakan bibit unggul yang terkenal di kalangan para peternak ayam broiler. Dengan mendiskusikannya bersama peternak yang lebih berpengalaman, maka akan dapat dengan mudah mendapatkan informasi mana perusahaan yang dapat menyediakan bibit ayam broiler unggul. Namun sebagai peternak yang mandiri, dirasa perlu untuk dapat mengenali bibit ayam broiler unggul dengan mengenali ciri-ciri yang bibit unggul tersebut. Hal ini dianggap lebih baik karena dengan mengenali ciri-ciri bibit unggul tersebut, peternak tidak hanya akan mendapatkan bibit yang unggul tetapi juga dapat membedakan mana bibit yang unggul dan mana bibit yang kurang baik untuk dibesarkan. Sehingga, pemilihan bibit ayam broiler tidak hanya tergantung pada beberapa perusahaan, namun bisa memilih sendiri bibit ayam broiler yang dirasa unggul.

pemilihan bibit ayam broiler

Kali ini, Urbanina akan membahas mengenai cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mempermudah proses pemilihan bibit ayam broiler. Untuk mengenali bibit ayam broiler unggul, peternak perlu mengenali apa ciri-ciri yang memedakannya dengan bibit ayam broiler yang biasa atau yang bukan unggul. Maka dari itu, pertama-tama berikut kami tulis beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh bibit ayam broiler yang unggul.

Minimal terdapat empat syarat yang harus dipenuhi oleh bibit ayam broiler unggul. Pertama, bibit ayam broiler tersebut harus memiliki kesehatan tubuh yang baik. Hal ini dapat diketahui dengan melihat bibit ayam broiler dari sisi fisiknya. Bibit ayam broiler yang unggul tidak akan memiliki cacat sedikitpun pada fisiknya. Kedua, bibit ayam broiler unggul memiliki pertumbuhan yang normal. Syarat yang ketiga adalah bahwa bibit harus berasl dari pembibitan yang dikenal keunggulannya. Untuk persyaratan yang kedua dan ketiga ini dapat ditanyakan kepada pemilik perusahaan yang menjual bibit tersebut. Dan yang keempat adalah, bibit ayam broiler yang unggul tidak boleh memiliki lekatan tinja di duburnya. Dalam pemilihan bibit ayam broiler yang unggul, keempat syarat diatas haruslah terpenuhi.

Sementara sudah mengetahui keempat persyaratan bibit ayam broiler yang unggul, maka peternak akan lebih mudah untuk membuat pedoman teknis dalam pemilihan bibit ayam broiler pada waktunya nanti. Pedoman teknis ini dapat digunakan ketika hendak memilih bibit unggul yang hendak dibesarkan. Selain dari persyaratan bibit ayam broiler yang unggul tersebut, pedoman teknis ini juga mengacu pada pengalaman dari peternak terdahulu yang sudah memiliki banyak pengalaman. Berikut ini adalah beberapa pedoman teknis yang dapat memudahkan pemilihan bibit ayam boiler yang unggul.

  1. Anak ayam broiler berasal dari induk ayam yang sehat
  2. Anak ayam tersebut memiliki bulu yang halus
  3. Bulu anak ayam tersebut baik pertumbuhannnya sehingga tampak penuh
  4. Anak ayam tidak memiliki kecacatan pada fisiknya
  5. Nafsu makan anak ayam normal, sehingga tidak malas untuk makan
  6. Juga memiliki berat badan yang normal, yaitu antara 35-40 gram
  7. Tidak memiliki lekatan tinja di duburnya

Demikian tujuh pedoman teknis yang dapat digunakan untuk memilih bibit ayam yang unggul. Bibit anak ayam ini memiliki sebutan lain dalam bahasa inggris yaitu Days Old Chicken, yang disingkat menjadi DOC. Sehingga,untuk mempersingkat pembicaraan sering kali peternak yang sudah berpengalaman menyebut bibit ayam boiler ini dengan sebutan DOC unggul. Dengan memahami pedoman teknis pemilihan bibit ayam broiler, maka diharapkan peternak dapat memilih DOC unggul dengan lebih mudah dan tidak tergantung pada satu atau dua perusahaan penyedia DOC saja.

Sejarah Masuknya Ternak Ayam Broiler Di Indonesia

Sejarah Masuknya Ternak Ayam Broiler Di Indonesia

Urbanina.com – Ayam broiler menjadi salah satu ayam yang cukup populer di masayarakat Indonesia. Hal ini tak lepas dari peran yang dimiliki ayam jenis ini untuk masyarakat. Ayam ini memiliki daging dengan rasa yang lezat dan ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan daging ayam jenis lainnya. Berbagai menu olahan telah dikreasikan oleh para ibu rumah tangga sampai para chef profesional yang ada di Indonesia ini. Mulai dari ayam goreng, opor ayam, ayam bakar, sate ayam, sosis ayam hingga menu dengan nama yang cukup panjang seperti ayam bakar kecap pedas. Oleh sebab itu, tidak sedikit peternak ayam broiler yang senang dengan usaha yang ia geluti karena banyaknya permintaan dari berbagai kalangan. Namun, terlepas dari berbagai kemajuan tersebut, darimana hal tersebut diawali? Bagaimanakah sejarah masuknya ternak ayam broiler di Indonesia ini?

sejarah masuknya ternak ayam broiler

Kali ini, Urbanina akan mengulas bagaimana sejarah masuknya ternak ayam broiler di Indonesia. Seperti halnya manusia yang tumbuh dari bayi menuju anak-anak, baru kemudian menuju dewasa, ternak ayam di Indonesia juga mengalami perkembangan yang dimulai dari kecil hingga seperti saat ini. Perlu diketahui bahwa kemajuan ternak ayam broiler yang ada di Indonesia saat ini telah berada pada titik yang jauh diatas. Hal ini dapat dilihat dari statistik data yang menyebutkan bahwa hampir di seluruh provinsi di Indonesia, telah terdapat sentra peternakan ayam broiler. Dengan data tersebut, dapat dikatakan bahwa ternak ayam broiler memiliki daya tarik yang telah mengikat hati hampir seluruh peternak di Indonesia dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Sejarah masuknya ternak ayam broiler di Indonesia akan kami awali dari pertama kali ayam broiler ini menginjakkan kaki di Indonesia, yang tepatnya pada tahun 1953-1960. Tujuan impor ayam broiler pada waktu adalah hanya untuk memenuhi pasar lokal saja, sehingga mengimpor White Leghorn, Island Red, New Hampshire dan Australop. Adapun pihak pengimpor adalah dari GAPUSI (Gabungan Penggemar Unggas Indonesia). Dan dari impor yang dilakukan, para hobiis senang menyilangkan perkawinan dengan ayam kampung yang ada di Indonesia.

Kemudian pada tahun 1967, impor yang secara komersial pun dimulai. Nama lain dari ayam broiler adalah ayam ras pedaging, untuk membedakannya, ayam kampung pedaging memiliki nama lain yaitu ayam buras pedaging. Pihak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kehewanan waktu itu juga membuat program Bimas Ayam yang bertujuan untuk memasyarakatkan ayam ras kepada para peternak unggas. Maksud dari pembuatan program tersebut adalah untuk meningkatkan konsumsi hewani masyarakat yang pada waktu itu ada di angka rendah yaitu 3,5 gram/kapita/hari. Juga karena pada waktu itu, daging memiliki masa sulit untuk dapat dikonsumsi, sehingga dirasa perlu adanya trobosan baru.

Tahun 1978 program Bimas bisa dibilang menunai hasil yang diharapkan. Mulai banyak peternak ayam broiler, juga mulai banyak juga permintaan pasar terhadap daging ayam broiler ini. Pada tahun 1998, Indonesia mengalami krisis ekonomi, sehingga juga mempengaruhi perkembangan peternak ayam broiler ini. Pada waktu itu, penurunan pada peternak ayam broiler dapat mencapai hingga 50%. Namun, di tahun berikutnya yaitu tahun 1999, usaha peternakan ayam broiler mulai bangkit lagi dari keterpurukan. Dan hingga saat ini, peternakan ayam broiler tidak lagi mengalami masa sulit seperti pada waktu yang lalu. Justru semakin berkembang dengan adanya sentra peternakan di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Demikian penjelasan singkat tentang sejarah masuknya ternak ayam broiler di Indonesia.

Persiapan Kandang Sebelum DOC Ayam Pedaging Dimasukkan

Persiapan Kandang Sebelum DOC Ayam Pedaging Dimasukkan

Urbanina.com – Peternak ayam pedaging dituntut untuk dapat menghasilkan daging ayam yang berkualitas sesuai permintaan pasar. Maka dari itu, peternak harus melakukan pemeliharaan terhadap ayamyang ia pelihara dengan perhatian yang khusus. Mulai dari ayam masih kecil hingga akhirnya besar dan berbobot yang sesuai dengan permintaan pasar. Dari awal hingga akhir tidak boleh ada yang terlewatkan dari perhatian peternak, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan ayam yang akhurnya juga akan mempengaruhi keuntungan yang didapatkan peternak. Salah satu langakah yangtidak boleh terlewatkan adalah proses persiapan kandang sebelum anak ayam dimasukkan.

persiapan kandang

Jadi, setelah memiliki kandang yang layak untuk memelihara ayam pedaging, peternak harus disibukkan dengan mempersiapkan kandang supaya menjadi tempat yang tidak hanya layak tetapi juga memberi kenyamanan. Persiapan kandang yang dilakukan sebelum anak ayam(DOC) dimasukkan adalah cukup banyak, sehingga memerlukan perhatian yang banyak dari peternak.

Pertama, harus dipersiapakan alas kandang yang dapat memberi kenyamanan terhadap ayam pedaging yang diternakkan. Untuk memberi kenyamanan, dapat menggunakan kulit gabah atau plastik busa yang masih baru yang tebalnya 10 sampai 15 cm. Suhu kandang ayam yang baik adalah dengan kisaran 30-32° C. Sehingga, persiapan kandang sangat diperlukan agar mendapatkan suhu yang baik ini. Untuk melindungi ayam dari panas, dapat digunakan sebilah papan atau anyaman kawat dengan tinggi 60 cm dari dasar kandang untuk dijadikan penghalang.

Kemudian, persiapan kandang yang selanjutnya adalah dengan menyiapakna ventilasi kkandang yang disesuaikan dengan kebutuhan kandang. Ventilasi dibutuhkan kandang untuk mengatur suhu kandang yang disesuaikan dengan pertumbuhan ayam pedaging. Untuk menyiapkan ventilasi ini sebaiknya dilengkapi dengan penutup ventilasi sekalian. Agar dapat digunakan untuk mengatur suhu kandang nantinya. Ketika musim hujan, penutup digunakan untuk mencegah aliran udara kedalam kandang karena dapat menyebabkan kelembaban yang tidak diinginkan ayam. Dan ketika musim kemarau penutup ventilasi dapat dibuka selebar-lebarnya agar udara dapat masuk kedalam kandang.

Fungsi ventilasi ini juga menjadi indikasi bahwa tidak diperbolehkan pemakaian kipas. Hal ini dikarenakan penggunaan kopas dikhawatirkan akan menyebabkan ayam menjadi sakit. Selain itu, ayam yang dipelihara di tempat yang terlalu panas akan mengakibatkan ayam tersebut akan tidak nafsu makan dan minum secara normal. Oleh karena itu, jika pola makan ini dibiarkan akan terjadi kecacatan pada ayam salah satunya tumbuh kerdil.

Kemudian, peternak harus dapat memastikan bahwa kandang telah terbebas dari gangguan kucing, tikus, maupun binatang pemangsa lainnya. Binatang-binatang semacam ini memiliki potensi menganggu laju lancarnya pemeliharaan ayam. Dan yang tidak kalah penting adalah juga memastikan bahwa kandang telah memiliki atap yang tidak bocor.

Selain itu, peternak juga diharuskan siap dengan segala perlengakapan kandang yang diperlukan. Dan juga, kandang telah terjamin kebersihannya dan siap untuk dijadikan tempat memelihara ayam.

Tolak Ukur Kunci Keberhasilan Ternak Ayam Padaging

Tolak Ukur Kunci Keberhasilan Ternak Ayam Padaging

Urbanina.com – Beternak ayam pedaging membutuhkan banyak langkah yang harus ditempuh agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga dapat memuaskan semua pihak. Pihak peternak puas karena dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan, begitu pula konsumen yang dapat memperoleh daging a ayam yang sehat dan berisi. Sebenarnya banyaknya langkah yang harus ditempuh dalam pemeliharaan ayam pedaging ini tidak semua harus dilakukan dengan metode yang sama. Karena, ada metode lain yang prinsipnya sama dan yang terpenting dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Namun, tingkat keberhasilan dalam beternak tetap dapat diukur melalui tolak ukur yang telah ditentukan. Adapun tolak ukur ini adalah dapat disebut parameter yang menjadi ukuran dalam hal ini untuk mengukur tingkat keberhasilan ternak ayam pedaging.

tolak ukur

Dua tolak ukur kunci untuk keberhasilan ternak  ini meliputi tolak ukur dalam pemberian air minum dan pakan terhadap ayam pedaging yang dipelihara. Dua tolak ukur ini dikemukakan oleh seorang Researcher Nutrition, Rick van Emous. Pemberian patokan kunci keberhasilan ini diharapkan agar dapat menjadi acuan bagi para peternak ayam pedagin supaya dapat mengukur tingkat keberhasilan usaha peternakan mereka. Dengan dapat mengukur tingkat keberhasilan ternak, maka peternak dapat lebih leluasa dalam memilih pemeliharaan ayam supaya lebih efisien. Pemeliharaan yang efisien ini tentu dimaksudkan agar mendapat pekerjaan yanglebih mudah sekaligus keuntungan yang lebih banyak.

Pertama, pemberian air dapat menjadi parameter keberhasilan peternakan ayam padaging. Hal ini dijelaskan bahwa  ayam yang sehat biasanya lebih banyak dalam meminum air. Sehingga, peternak senantiasa diharuskan untuk mencatat laporan air yang diminun ayam perharinya. Dengan dicatat secara detail, maka pertumbuhan ayam dapat dilihat dengan jelas melalui catatan tersebut.

Rick juga menerangkan bahwa minuman yang panas tidak disukai ayam. Hal ini kemudian harus menjadi perhatian bagi para peternak agar dapat menjaga suhu air yang diberikan kepada ayam pedaging yang diternakkan. Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan membuat penampungan air yang tidak terkena sinar matahari sehingga air tidak memanas. Atau juga bisa dengan membuat penampung air yang dicat putih sehingga suhu air tidak mudah panas.

Kedua, pemberian pakan dapat menjadi parameter keberhasilan peternakan ayam pedaging. Hasil penelitian Rick ini menyatakan bahwa kesehatan ayam dikatakan bagus jika ayam tersebut memakan pakan yang semakin hari semakin banyak. Sehingga, apabila terjadi penurunana pakan yang dimakan ayam, maka hal tersbut dapat menjadi indikasi adanya hal-hal yang tidak beres seperti penurunan berat badan, ayam terserang penyakit, atau bisa saja ada ketidakcocokan ayam terhadap pakan yang diberikan.

Oleh karena itu, juga dibutuhkan pencatatan pemberian pakan yang dilakukan oleh peternak itu sendiri. Pencatatan yang detail akan dapat membantu peternak dalam membaca keberhasilan peternakan ayam pedaging yang ia geluti. Sedikit saja terjadi penurunan pemberian pakan, maka peternak harus segera siap untuk memeriksa apa yang salah dengan usaha peternakannya itu.

Kemudian, ada pula tolak ukur yang ketiga yaitu tingkat kematian ternak. Kematian ternak menjadi salah satu hal yang juga harus dicatat oleh peternak ayam pedaging. Kematian tersebut bisa menjadi ukuran kenyamanan kandang atau juga dapat dianallisa penyebab kematian yang mempengaruhinya.

Selain itu, ada juga tolak ukur yang ada kaitannya langsung dengan ayam, yaitu bobot ayam pedaging. Dengan parameter ini, akan diketahui pertumbuhan ayam apakah sehat atau tidak. Parameter yang terakhir ini didasarkan pada hewan ternak yang selalu mengalami kenaikan berat badan jika tumbuh sehat.

Penanganan Penyakit Ayam Broiler Yang Sering Menjangkiti

Penanganan Penyakit Ayam Broiler Yang Sering Menjangkiti

Urbanina.com – Pemeliraan ayam broiler menjadi salah satu budidaya yang banyak peternak pilih. Hal ini tentu dikarenakan banyak faktor yang dapat memudahkan proses pemeliharaan yang berbanding lurus dengan keuntungan yang akan didapat nantinya. Peternak tentu mempertimbangkan tingkat kemudahan dalam berternak dengan tetap mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Salah satu yang menjadi pertimbangan dari para peternak adalah adanya kemudahan dalam menangani penyakit ternak yang bisa saja menjangkiti. Hal ini juga menjadi salah satu kelebihan dari ternak ayam broiler atau ayam pedaging ini, karena penanganan penyakit ayam broiler tidak begitu sulit. Sudah ada ilmu maupun obat penanganan  penyakit ayam broiler yang teruju dan dapat dilakukan dengan mudah. Berikut beberapa penyakit ayam pedaging dilengkapi dengan penanganan yang tepat.

penanganan penyakit ayam broiler

  1. Panyakit Tetelo

Penyakit tetelo ini juga bisa disebut Newcastle Desease. Menurut ilmu kesehatan hewan, penyakit tetelo ini disebabkan oleh virus Paramyxo yang masuh kedalam tubuh ayam. Virus tersebut kemudian bereaksi dengan menggumpalkan sel darah. Adapun gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini diantaranya nafsu makan turun, ayam sering megap-megap, diare dan suka berkumpul di tempat-tempat yang hangat. Bila sudah mencapai 1-2 hari tidak terdeteksi oleh pemelihara, kaki ayam akan lumpuh, leher terpuntir dan ayam akan berputar-putar yang akhirnya akan mati.

Ayam yang mengalami penyakit ini arus segera dipisahkan dari ayam yang sehat karena dikhawatirkan menularkan penyakit melalui pernafasan maupun melalui kotoran. Penanganan tersebut dianggap sudah cukup karena belum ada obat yang dapat mengobati penyakit ini. Maka dari itu, proses vaksin pada ayam dan perawatan kandang harus dilakukan peternak dengan cermat untuk melindingi hewan ternak dari berbagai penyakit.

  1. Penyakit Gumboro

Penyakit gumboro juga bisa disebut dengan nama Infectious Bursal Desease. Penanganan penyakit ayam broiler yang satu ini juga tidak terlalu sulit. Yaitu dengan memberikan vaksin gumboro agar ayam yang dipelihara tidak terjangkiti penyakit gumboro ini. Untuk diketahui penyakit gumboro pada ayam broiler biasanya menjangkiti ayam yang berusia 36 hari. Seperti yang diketahui bahwa ayam usia ini memang rawan terkena penyakit. Penyakit gumboro ini menyerang kekebalan tubuh karena masuknya virus golongan Reovirus. Adapun gejala yang ditimbulkan adalah hilangnya nafsu makan, peradangan disekitar dubur, diare, ayam suka bergerak tidak teratur, dan tubuh bergetar-getar. Dan pemberian vaksin gumboro harus dilakukan dengan baik pada ayam broiler karena belum ditemukan obat penyakit ini.

  1. Penyakit Ngorok

Penanganan penyakit ayam broiler harus dilakukan untuk mencegah jenis penyakit yang ketiga yaitu penyakit ngorok. Penyakit ini dicirikan dengan berbagagi gejala dapat ditemui salah satunya gorok ketika bernapas. Selain itu, gejala lain yang timbul adalah ayam sering bersin, ingus keluar dari hidung. Bila ayam mda yang terserang, maka ayam tersebut akan terlihat lemas, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-putihan. Penanganan penyakit ayam broiler yang satu ini dapat dilakukan dengan memberi ayam obat yang dijual di toko peternakan terdekat. Untuk nama lain penyakit ngorok adalah Chronic Respiratory Desease. Sebaiknya segera ditangani karena dapat menular melalui lendir, napas dan perantara seperti peralatan kandang.

  1. Penyakit Berak Kapur

Penyakit berak kapur ini ditandai dengan kotoran yang dikeluarkan ayam berwarna putih dan ketika kering akan berubah menjadi serbuk putih seperti serbuk kapur. Penyakit ini juga disebut dengan penyakit Pullorum dan disebabkan karena serangn bakteri Salmonella pullorum. Ayam yang mengeluarkan kotoran putih ini juga disertai dengan diare.

Itulah beberapa penyakit yang bisa saja menjangkiti ayam pedaging. Maka dari itu pemberian vaksin dan perawatan kebersihan kandang harus benar-benar diperhatikan dengan baik agar ayam terhindar dari berbagi penyakit.

Fase Pemeliharaan Ayam Pedaging (Broiler)

Fase Pemeliharaan Ayam Pedaging (Broiler)

Urbanina.com – Fase pemeliharaan ayam pedaging  dipengaruhi oleh masa pertumbuhan ayam pedaging itu sendiri. Ayam pedaging yang masih kecil tentu membutuhkan perawatan atau pemeliharaan yang berbeda dengan ketika ayam pedaging telah tumbuh besar. Oleh karena itu, seorang peternak ayam pedaging atau broiler harus mencermati ayam yang dipelihara dan memberikan pakan maupun perawatan yang sesuai dengan masa pertumbuhan ayam.

fase pemeliharaan ayam pedaging

Untuk memelihara ayam secara benar dan tepat, maka peternak dapat menandai pertumbuhan ayam berdasarkan pada umur hewan ternak tersebut. Adapun beberapa fase pemeliharaan ayam pedaging yang diurutkan dari ayam kecil sebagai berikut.

  1. Pekan Pertama (hari ke 1 – 7)

Ini adalah fase awal yang memerlukan pemeliharaan yang cermat. Ayam kecil atau kutuk dipindahkan ke pemanas untuk mendapatkan kehangatan tubuh yang cukup, karena bulu ayam masih belum sempurna tumbuh. Setelah dipindahkan, maka segera diberi air minum hangat yang ditambahkan nutrisi didalamnya dengan takaran yang sesuai dengan label dari nutrisi tersebut. Selain nutrisi, juga ditambahkan gula didalamnya sebagai pengganti energi yang hilang saat ayam dipindahkan.  Nutrisi untuk ayam kecil ini dapat banyak didapatkan melalui toko pertanian terdekat.

Setelah itu, berikan pakan dengan takaran minimal 13 gram per ekor. Bila ada 100 ekor maka dapat memberi pakan sebanyak 1,3 kg.

Hari ke-2 hingga panen adalah fase pemeliharaan ayam pedaging yang berbeda dengan hari pertama. Setelah hari pertama atau hari kedua mulai, ayam dapat diberi air minum dingin hingga hari ketika ayam panen.

Pekan pertama juga dilakukan vaksinasi, yaitu pada hari ke-4.

  1. Pekan Kedua (hari ke 8 – 14)

Pekan kedua hampir sama dengan pekan pertama dengan sedikit perbedaan. Suhu pemanas dapat dikurangi, dan dosis pemberian pakan ditingkatkan. Ayam usia pekan kedua ini membutuhkan pakan 33 gram per kor.

  1. Pekan Ketiga (hari ke 15 – 21)

Pemanas ayam broiler dapat dimatikan disiang hari ketika terkena terik panas matahari. Pakan yang diberikan juga memiliki takaran yang lebih besar yaitu 48 gram per ekor.

Pada pekan ketiga ini dilakukan baksinasi yang ke-2. Agar vaksinasi berhasil, disarankan agar ayam dibiarkan lama tidak diberi minum agar benar-benar kehausan. Dengan begitu, ayam pedaging akan meminum air minum yang mengandugn vaksin ini.

  1. Pekan Keempat (hari 22 – 28)

Pekan keempat ini ayam kecil sudah mulai tumbuh dengan bulu yang lebat, sehingga pemanas sudah tidak diperlukan lagi ketika siang hari. Ada dua hal yang menjadi perhatian khusus di pekan keempat ini. Pertama, ayam pedaging rawan terkena penyakit, jadi harus mendapat pengawasan yang lebih. Kedua, pertumbuhan ayam dapat dideteksi, maka lakukan penimbangan pada beberapa ayam untuk sampling. Berat ayam normal adalah minimal 1,25 kg. Dan kebutuhan pakan juga meningkat menjadi 65 gram per ekor.

  1. Pekan Kelima (hari ke 29 – 35)

Pertama, kebutuhan pakan ayam pada pekan ini menjadi 88 gram per ekor. Setelah sampling penimbangan bobot dipekan keempat, pekan kelima juga dilakukan. Ayam yang tumbuh baik dapat mencapai bobot 1,8 kg – 2 kg. Ayam pedaging dengan bobot tersebut sudah dapat dipanen. Yang juga perlu dilakukan adalah kandang yang sudah terdapat banyak kotoran ayam dilantai. Maka dari itu, perlu dilakukan tatalaksana lantai kandang dengan pengadukan dan penambahan alas lantai agar lantai terjaga tetap kering.

  1. Pekan Keenam (hari ke 36 – 42)

Ini adala pekan terakhir fase pemeliharaan ayam pedaging atau yang juga disebut ayam broiler. Pekan ini dapat dijadikan pekan untuk menambah bobot ayam pedaging. Untuk menjaga lantai kandang tetap kering, terus lakukan tatalaksana lantai kandang seperti pada pekan kelima. Pada pekan ini, bobot ayam yang baik dapat mencapai 2,25 kg.