Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Cara Budidaya Ikan Belut Di Kolam Semen

Urbanina.com – Belut merupakan jenis ikan yang nikmat rasanya. Rasa khas sekali dan mengandung banyak gizi yang di dalamnya. Saat ini belut adalah salah satu sumber protein hewani yang amat digemari banyak orang. Kini tidak sedikit orang yang membudidayakan belut ini sehingga belut dengan mudah bisa ditemui di pasar. Budidaya belut ternyata cukup mudah dan tidak memerlukan lahan yang begitu luas. Selain dengan media tong/drum belut juga bisa dibudidayakan di kolam semen dalam jumlah yang besar.

Budidaya belut lebih mudah dilakukan ketimbang ikan, entah hanya sekedar ikan peliharaan atau sebagai ikan ternak. Umumnya kolam budidaya ikan ini dibedakan atas kolam permanen dan semi permanen. Tidak ada yang lebih baik diantara satu dengan yang lainnya. Apapun yang Anda pilih lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya.

Budidaya Belut Di Kolam Semen

Karena ukurannya mudah disesuaikan dengan luas lahan, Kolam semen, kolam bambu, kolam knock down, kolam terpal atau drum/tong cocok dipergunakan untuk budidaya belut di lahan sempit sebab ukurannya mudah sekali disesuaikan dengan luas lahannya.

Kolam semen tentunya terbuat dari bahan besi, batu kali, pasir, semen dan batu bata. Biasanya dibuat dengan bentuk persegi. Bentuknya seperti bak di atas permukaan tanah atau yang ditanam di tanah. Tak ada ukuran kolam yang baku karena sepenuhnya tergantung pada banyaknya belut yang akan dibudidayakan. Semakin banyak jumlah belutnya maka memerlukan kolam lebih luas lagi.

Sebagai patokan, setiap 2 kg benih memerlukan kolam seluas 1 m2. Kemudian seiring dengan pertumbuhan ikan belut itu sendiri mesti dilakukan penjarangan agar populasi belut jangan sampai berlebihan. Kedalaman kolamnya cukup 1 m saja. Nantinya dapat diisi dengan media dan air setinggi 60-80 cm.

Kolam semen umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lain, tetapi sekaligus lebih banyak tetek bengeknya. Kolam semen mesti dibersihkan berulang kali hingga bau semennya hilang sebelum digunakan. Kemudian direndam beberapa hari dengan diberi pelepah batang pisang untuk menetralkan racun yang tersisa.

Paling sibuk pada waktu panen, khususnya untuk kolam semen yang ditanam. Dibutuhkan kesabaran lebih untuk menguras lumpur serta mengeluarkan seluruh belut. Sebaiknya tidak mempergunakan kolam tanam,  buat saja kolam di atas permukaan tanah. Pada salah satu dari dinding kolam dibuat saluran keluar dari paralon/pipa PVC berdiameter 4 inci. Ketika panen tiba tinggal melepas penyumbatnya sehingga lumpur dan belut bisa dengan sendirinya langsung keluar.

Pada bawah bibir kolam diberikan lubang pelimpah dari pipa paralon berukuran 1/2 inci agar air tidak luber, khususnya saat musim hujan. Sementara itu pada sisi dalamnya dipasang penyaring, agar belut tidak bisa keluar. Ketinggian lubang pelimpah sebaiknya disesuaikan dengan ukuran  ketinggian media.

Kemudian berilah saluran untuk air masuk pada sisi yang bersebelahan dengan lubang pelimpah air. Alirkan air pada debit yang kecil agar air kolam terusa mengalir sehingga menghindari air kolam menjadi jenuh karena zat-zat yang mengandung racun hasil metabolisme belut dan sisa-sisa pakannya.

Cara Membedakan Ikan Patin Jantan Dan Betina

Cara Membedakan Ikan Patin Jantan Dan Betina

Urbanina.com – Ikan patin (Pangasius spp) adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan ekspor dan permintaan lokal terhadap ikan patin makin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan daging ikan patin mengandung protein dan kalori yang lumayan tinggi, gurih, lezat, enak, dan rasa dagingnya khas. Ikan ini dianggap lebih aman buat kesehatan sebab rendah kadar kolesterolnya ketimbang dengan daging ternak. Keunggulan ini membuat ikan patin menjadi salah satu primadona perikanan tawar. Anda perlu mengetahui cara membedakan ikan patin jantan dan betina saat ingin membudidayakannya agar hasilnya maksimal.

Ikan patin merupakan ikan perairan tawar yang tergolong ke dalam keluarga pangasidae dengan nama umumnya yaitu catfish. Populasi di alam bebasnya ikan ini dijumpai di sungai-sungai besar di daerah sebagian Jawa, Kalimatan dan Sumatera. Di wilayah penyebarannya itu di Indonesia ada kira-kira 14 jenis ikan patin. Kecuali di Indonesia, ikan patin pun banyak ditemui di wilayah Asia seperti di China, Thailanda dan Vietnam. Diantara jenis-jenis patin itu yang sudah sukses dibudidayakan ialah dua spesies, yaitu patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Selain itu ada patin pasupati (Pangasius sp) yang merupakan hasil persilangan (hibrida) antara patin jambal jantan dengan patin siam betina.

Cara Membedakan Ikan Patin Jantan dan Betina 2

Cara membedakan ikan patin jantan dan betina dapat dilihat dari berbagai aspek. Sebelumnya kita ketahui dulu ciri-cirinya. Ikan patin mempunyai badan memanjang dengan warna putih seperti perak dan punggungnya memiliki warna kebiru-biruan. Panjang tubuhnya dapat mencapai hingga 120 cm, sebuah ukuran yang lumayan besar untuk ukuran ikan air tawar dalam negeri. Kepala patin cukup kecil dengan mulut berada di ujung kepala sedikit di sebelah bawah. Hal ini menjadi ciri khas kelompok catfish. Pada sudut mulutnya ada 2 pasang kumis pendek yang berguna sebagai peraba. 

Jantan dan betina tiap-tiap hewan bisa dibedakan dengan jelas, termasuk patin. Tentunya sebelumnya mesti dipelajari terlebih dulu dengan memperhatikan dari dekat beberapa tanda pada tubuh ikan itu. Untuk yang telah paham, membedakan jantan dan betina tidak mesti dari dekat, namun dari jauh saja telah cukup. Cara membedakan ikan patin jantan dan betina tidak jauh berbeda dengan cara yang digunakan pada jenis ikan lainnya.

Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dan ramping dari yang betina serta panjang, kulit berwarna cerah sedikit kemerahan, mempunyai 1 alat kelamin berbentuk panjang. Bagian punggungnya reltif rata. Pada jantan berumur matang, kelaminnya berwarna memerah dan sedikit menggembung. Disamping itu jika diurut kadang-kadang cairan yang warnanya putih susu keluar.

Sedangkan induk betina dicirikan dengan ukuran tubuh relatif lebih besar dari yang jantan. Bagian punggungnya sedikit bongkok dan bagian perutnya relatif besar, tubuh gemuk dan pendek, kulit berwarna sedikit kusam dan lebih halus, serta mempunyai dua alat kelamin, satu untuk mengeluarkan telur dan satunya lagi untuk mengeluarkan air kencing. Pada induk yang telah matang bisa dicirikan dengan perutnya yang gendut, permukaan kulitnya lebih lembut, jika diurut kadang-kadang keluar telur berwarna kecoklatan.

 

 

Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Urbanina.com – Ikan lele atau dalam bahasa Inggris disebut catfish merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat terkenal di kalangan masyarakat. Selain dikarenakan oleh beragam menu masakan lezat yang diolah dari ikan ini, harganya terjangkau, dan mudah dibudidayakan membuat ikan lele menjadi komoditas utama bagi para pembudidaya atau peternak ikan lele. Mengetahui sifat ikan lele secara mendalam adalah salah satu hal yang ikut membantu suksesnya budidaya ikan berkumis ini.

Ikan lele yang dalam beberapa bahasa daerah disebut dengan nama ikan limbet, ikan similiang, dan ikan keli ini memiliki tubuh yang pipih memanjang, mengandung lendir dan tidak bersisik. Kulit tubuhnya ada yang berwarna putih (albino), cokelat, hitam dan abu-abu. Mulut ikan ini berbentuk lebar yang ditumbuhi kumis di sekitar mulut tersebut. Kumisnya berjumlah 8 buah yang berfungsi menjadi alat peraba.

Karakteristik dan Sifat Ikan Lele

Ikan ini memiliki 3 sirip, yakni sirip dubur, sirip punggung dan sirip ekor. Pada mulut atas ada sepasang patil yang tidak hanya tajam, namun mengandung racun yang berfungsi sebagai senjata. Pada insangnya lele memiliki alat pernapasan tambahan yang biasanya disebut labirin. Dengan adanya insang tambahan ini membuat ikan lele mampu bertahan hidup di dalam lumpur dan keadaan air yang keruh.

Sifat ikan lele adalah nocturnal yakni melakukan aktivitasnya di malam hari dan lebih suka di tempat yang gelap seperti saudaranya, ikan baung. Di waktu malam hari lele memijah dengan pasangannya, mencari makan dan melakukan beberapa aktivitas lainnya. Pada siang hari lele lebih banyak bersembunyi di sarangnya dan berdiam diri.

Di habitat aslinya lele sudah terbiasa hidup di persawahan, danau, rawa-rawa, dan sungai-sungai. Ikan lele berkembang biak dengan cara bertelur yang ditempelkan pada tanaman air yang berada di sekitarnya atau diletakkan di dasar sungai. Umumnya telur-telur itu akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Proses pemijahan umumnya terjadi pada malam hari di musim penghujan. Pasalnya pada musim penghujan ikan akan mendapatkan rangsangan untuk memijah disebabkan oleh terjadinya peningkatan kedalaman air di tempatnya bersarang.

Di habitatnya aslinya sifat ikan lele adalah carnivora dimana ia memakan makanan alami seperti serangga, jentik nyamuk, cacing, ikan-ikan kecil maupun udang-udang kecil. Apabila ikan ini telah mempunyai ukuran besar maka yang dimakanya berupa burung, ikan-ikan, bebek, ayam dan lain sebagainya. Yang penting makan-makanan tersebut bisa masuk ke dalam mulutnya maka akan disantapnya. Meskipun ikan ini termasuk ke dalam golongan ikan pemakan daging namun ikan inipun suka memakan azolla dan tumbuh-tumbuhan air lainnya.

Sementara itu di kolam pemeliharaan ikan lele termasuk jenis ikan yang paling rakus. Nyaris semua makanan yang diberikannya akan dilahap habis. Pada umumnya makanan yang diberikan pada ikan lele berupa pakan tumbuh-tumbuhan (azolla) dan pellet. Dengan sifat ikan lele yang rakus pada makanan membuat ikan ini akan tumbuh besar dengan cepat. Malahan di alam pernah ditemukan ada ikan lele yang berukuran raksasa dengan beratnya mencapai lebih dari 70 kg.

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Inilah Cara Tepat Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Urbanina.com – Budidaya ikan nila di kolam beton kini menjadi salah satu usaha yang amat berprospek tinggi. Pasalnya sekarang ini kebutuhan terhadap ikan nila semakin banyak. Apalagi saat ini ikan nila pun merupakan salah satu komoditas ekspor yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebenarnya cara budidaya ikan nila yang dilakukan di kolam beton cukup mudah dan tidak pakai ribet. Tetapi untuk melakukannya Anda dituntut untuk teliti dan sabar.

Sebelum Anda melakukan budidaya ikan nila di kolam beton ada berbagai hal yang mesti Anda perhatikan. Anda mesti mengetahui ukuran kolam ikan yang akan dibuat karena ukuran kolam ikan harus disesuaikan dengan banyaknya ikan yang ada pada kolam tersebut. Bila jumlah ikannya melebihi dari aturan yang ideal maka hal ini dapat menyebabkan beberapa ikan tidak bisa tumbuh maksimal, bahkan dapat menimbulkan kematian karena tidak mendapatkan makanan.

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

Sesudah kolam dibuat berilah pupuk kandang pada dasar kolamnya. Lalu tebarkan daun-daun kering atau jerami kering di atas pupuk kandang tersebut. Kemudian taburkan garam secukupnya pada kolam supaya airnya terasa asin. Biarkan selama 2 hari dan baru setelah itu tambahkan air ke dalam kolam.

Tahap selanjutnya adalah memilih bibit ikan nila yang dapat Anda beli di penjual bibit ikan atau pasar terdekat. Pastikan bibit ikan nila yang ditebar itu memiliki kualitas baik dan sehat. Sebaiknya ukuran bibitnya diseragamkan, yakni memiliki ukuran 8-12 cm dengan kepadatan tebarnya kira-kira 10-15 ekor per meter persegi. Adapun beberapa ciri yang menunjukkan bibit ikan nila itu bagus, diantaranya lincah berenang, tidak ada cacat fisik, kondisinya sehat dan ukuran tubuh ikannya sama (seragam).

Cara budidaya ikan nila di kolam beton yang selanjutnya mesti dilakukan ialah merawat ikan. Merawat ikan nila mesti dilakukan secara rutin, teliti dan baik. Anda harus selalu memberikan pakan untuk ikan pada setiap pagi hari dan sore hari. Berilah ikan dengan pakan yang mengandung banyak nutrisi baik. Bahkan bila perlu dalam waktu satu bulan sekali Anda dapat  memberinya pakan bervitamin.

Jangan sampai lupa untuk memperhatikan kebersihan kolam supaya ikan tidak gampang sakit. Anda dapat mempergunakan pompa untuk membuat air terus mengalir supaya pembesaran ikan nila bisa berjalan optimal. Pasalnya ikan nila merupakan ikan sungai, maka dengan mengalirkan air pada kolam tersebut akan menyebabkan ikan merasa berada dalam lingkungan habitat aslinya.

Disamping itu, Anda mesti memperhatikan penyakit yang mungkin akan menyerang ikan. Ada hal-hal yang dapat menyebabkan ikan sakit, seperti bakteri, jamur dan stres. Namun ikan pun dapat mengalami sakit dikarenakan kalah ketika memperebutkan makanan dengan ikan-ikan yang lainnya sehingga ikan menjadi kekurangan makan dan mati kelaparan.

Nah, untuk itulah Anda mesti benar-benar memperhatikan tanda penyakit pada ikan dan bila ikan sudah benar-benar terkena penyakit sebaik segera pisahkan ikan sakit tersebut pada kolam khusus (kolam karantina). Hal terakhir yang selalu ditunggu-tunggu para pembudidaya ikan atau peternak ikan adalah masa panen. Dalam cara budidaya ikan nila di kolam beton ini masa panen baru bisa dilakukan setelah proses pembesaran ikan berlangsung selama maksimal 6 bulan.

Cara Mudah Ternak Belut Di Kolam Terpal

Cara Mudah Ternak Belut Di Kolam Terpal

Urbanina.com – Cara mudah ternak belut di kolam terpal menjadikannya dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk Anda. Hanya saja, untuk melakukan budidaya belut di kolam terpal tersebut tetap dibutuhkan kesungguhan dari pembudidaya itu sendiri untuk membudidayakannya dengan cermat sesuai prosedur yang ada. Bagi Anda yang masih pemula, tidak perlu khawatir bila terjadi kegagalan dalam usaha membudidayakan belut di kolam terpal. Karena, dengan biaya modal yang tidak terlalu banyak ditambah kecermatan ketika melakukan budidaya, maka usaha ternak belut di kolam tersebut memiliki peluang besar untuk berhasil. Dan pada artikel ini, Anda dapat mengetahui tentang prosedur yang benar yang dapat dilakukan ketika hendak melakukakan ternak belut di kolam terpal.

ternak belut di kolam terpal

Mempersiapkan kolam terpal dengan benar

Untuk mempersiapkan kolam terpal, anda tidak perlu menggali tanah yang dapat menguras tenaga. Saat ini, pembuatan kolam terpal dapat dilakukan diatas permukaan tanah tanpa harus menggalinya terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan membuat semacam pagar yang membentuk segi empat kolam yang terbuat dari bilah bambu yang kuat, kemudian terpal nantinya diletakkan di tengah-tengah. Bilah bambu yang disusun seperti pagr tersebut harus kokoh karena nanti akan digunakan untuk menampung air yang tentunya memiliki massa yang cukup besar.

Ukuran kolam terpal diatas dapat anda sesuaikan dengan ketersediaan lahan, sehingga pembudidaya dapat mengatur sendiri ukuran kolam terpal nantinya. Namun, untuk kepadatan benih yang disebar nantinya berkisar di angka 50-100 ekor per meter persegi.

Mempersiapkan benih belut

Untuk melakukan ternak belut di kolam terpal, yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah benih belut. Mempersiapkan benih belut yang baik dapat dengan mudah anda lakukan jika anda telah mengetahui ciri-ciri bibit belut yang baik itu sendiri. Adapun beberapa ciri-ciri benih belut yang baik adalah sebagai berikut. Benih belut yang baik memliki gerakan tubuh yang lincah dan aktif, dengan kelengkapan organ tubuh padanya. Adapun umur belut yang baik ini biasanya berumur 2-4 bulan.

Pemeliharaan belut

Pemeliharaan belut merupakan salah satu komponen penting untuk melakukan ternak belut di kolam terpal. Pemeliharaan yang dilakukan ketika ternak belut di kolam terpal tidaklah sulit. Ada dua hal yang menjadi perhatian utama pembudidaya ketika memelihara ternak belut di kolam terpal tersebut. Kedua hal tersebut adalah perhatian pada makanan dan lingkungan belut.

Untuk memperhatikan makanan belut, belut akan suka dengan makanan semacam cacing, bekicot, keong mas, ulat belatung dan ikan kecil. Selain disukai belut, makanan alami tersebut juga mengandung gizi yang baik untuk pertumbuhan belut.

Sedangkan untuk lingkungan yang perlu diperhatikan adalah kondisi suhu serta ph air kolam. Adapun suhu air koam yang baik untuk pertumbuhan belu t berkisar di 25-31 derajat c , dan ph yang ideal adalah 5-7.

Pemanenan belut

Belut yang dipelihara di kolam terpal dapat dipanen setelah masa pemeliharaan selama 3 bulan. Namun, belut tersebut dapat dipelihara lebih lama lagi untuk mendapatkan belut dengan ukuran yang lebih besar.

 

Cara Budidaya Belut Di Air Bersih

Cara Budidaya Belut Di Air Bersih

Urbanina.com – Cara budidaya belut di air bersih sudah banyak digemakan di sebagian wilayah di Indonesia. Cara ini bisa dikatakan sebagai cara baru yang dapat dilakukan untuk membudidayakan belut, setelah cara budidaya sebelumnya yang menggunakan air berlumpur. Cara budidaya belut dengan air bersih ini menjadi inovasi yang dikembangkan di dunia perikanan di Indonesia. Dengan adanya inovasi ini, tentu menjadi salah satu pertanda baik karena ada kemajuan yang nyata yang terjadi di dunia budidaya belut di Indonesia. Lalu, seperti apa kah budidaya belut yang dilakukan dengan air bersih ini?, kami akan sedikit mengulasnya untuk menambah wawasan Anda.

cara budidaya belut di air bersih

Jika anda ingin membudidaya belut dengan cara budidaya belut di air bersih, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Perlunya persiapan yang matang ini tidak lepas adalah untuk memperlancar proses budidaya belut di air bersih nantinya. Mengapa persiapan ini harus dilakukan? Karena beberapa persiapan berikut ini adalah merupakan bagian penting yang harus dilakukan dalam cara budidaya belut di air bersih. Bagian penting tersebut dapat mempengaruhi kelancaran budidaya belut di air bersih yang membutuhkan beberapa faktor pendukung dibandingkan cara budidaya dengan air berlumpur. Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu dipersiapkan dalam cara budidaya belut di air bersih.

Kebutuhan air

Kebutuhan air perlu diperhatikan jika anda ingin membudidaya belut di air bersih. Seperti judul yang disebutkan diatas, bahwa air bersih dapat dikatakan sebagai alat yang digunakan untuk membudidayan belut. Dalam hal ini, kualitas air perlu diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik agar budidaya belut dapat berjalan dengan lancar.

Air yang cocok digunakan sebagai habitat belut adalah air dengan memiliki suhu 25-28 derajat c. Selain itu, air tersebut juga harus terbebas dari kandungan zat-zat kimia. Air tersebut juga perlu diganti selama dua pekan sekali ketika membudidayakan belut nantinya.

Kebutuhan pakan

Persiapan pakan juga perlu dilakukan dengan baik agar budidaya belut di air bersih dapat dilakukan dengan baik. Dalam hal ini, perlu dipersiapkan pakan yang memiliki beberapa variasi yang cukup diberikan kepada belut yang dibudidaya. Ada beberapa variasi pakan belut yang dapat anda gunakan ketika membudidayakan belut di air bersih. Beberapa variasi pakan tersebut adalah pakan berupa cacing, keong, ulat hongkong, maupun ikan cere. Persiapan pakan yang bervariasi ini merupakan salah satu faktor yang dapat memperlancar budidaya, karena belut termasuk salah satu hewan yang mudah bosan dengan makannya.

Prosedur budidaya

Cara budidaya belut di air bersih yang berhasil sangat bergantung dengan pada prosedur budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya itu sendiri tentunya. Oleh karena itu, untuk membudidayakan belut di air bersih, prosedur yang perlu dilakukan adalah prosedur untuk selalu mengecek dosis pemberian pakan serta mengecek suhu dan ph air. Baik pakan, suhu air dan ph air harus selalu terjaga dari awal proses budidaya sampai dengan masa panen belut.

Cara Budidaya Belut Di Drum

Cara Budidaya Belut Di Drum

Urbanina.com – Cara budidaya belut di drum dapat dilakukan dengan lebih sederhana jika dibandingkan dengan menggunakan kolam jenis lainnya. Karena, drum bekas yang dipakai dapat dijadikan kolam sederhana hanya dengan sedikit memodifikasinya. Ketahanan kolam sudah terjamin oleh drum bekas yang memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menampung air. Dan masih banyak keuntungan lainnya dari menggunakan drum bekas untuk membudidayakan belut. Lalu, apa saja prosedur yang dilakukan untuk memulai budidaya?, berikut adalah ulasannya.

cara budidaya belut di drum

Membuat kolam drum

Cara budidaya belut di drum diawali dengan langkah yang pertama yaitu membuat kolam drum. Kolam drum hanya dapat diperoleh dengan membuat sendiri kolam tersebut menggunakan drum bekas yang tidak dipakai untuk menampung air lagi. Anda juga bisa mendapatkan drum bekas tersebut dengan membelinya di penjual rongsong dengan harga yang terjangkau.

Langkah pembuatan kolam drum dimulai dengan terlebih dahulu membersihkan drum bekas tersebut, terutama untuk membersihkan bagian dalamnya. Lalu, letakkan drum tersebut dengan posisi tidur sehingga berbentuk seperti tabung dengan penutupnya berada di kedua samping tabung. Lalu, buatlah lubang di sisi tabung dengan ukuran secukupnya. Setelah itu, maka jadilah kolam drum yang diletakkan dengan posisi tidur. Agar keseimbangannya terjaga, anda dapat meletakkan batu bata di samping kanan dan kiri kolam drum.

Namun sebelum digunakan, buatlah saluran pembuangan air kolam terlebih dahulu disalah satu bagian bawah kolam drum tersebut.

Menyiapkan media tumbuh

Menyiapkan media tumbuh perlu dilakukan untuk melanjutkan prosedur dalam cara budidaya belut di drum. Belut membutuhkan media tumbuh untuk dapat dibudidayakan di kolam drum ini. Oleh karena itu, siapkan media tumbuh tersebut yang dapat diperoleh dari campuran jerami, pupuk tsp, mikroorganisme starter dan lumpur kering yang kemudian dicampur dengan air secukupnya. Media tumbuh tersebut diletakkan didasar kolam drum yang sudah siap, kemudian didiamkan selama dua pekan dengan tujuan agar media tumbuh tersebut dapat mengalami proses fermentasi yang mana sangat dibutuhkan.

Memilih bibit belut

Langkah yang dapat dilakukan selanjutnya dalam cara budidaya belut di drum adalah memilih bibit belut. Pemilihan bibit menjadi salah satu langkah penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan budidaya belut yang anda lakukan. Oleh karena itu, anda harus memilih bibit belut yang memenuhi persyaratan berikut ini jika ingin mendapatkan bibit belut yang berkualitas baik. Adapun ciri-ciri bibit yang baik tersebut diantaranya adalah memiliki gerakan yang lincah, serta memiliki tubuh tanpa cacat. Bibit yang baik ini biasanya memiliki ukuran tubuh sekitar 10-12 cm.

Pemberian pakan belut

Pemberian pakan tentu mejadi langkah selanjutnya dalam cara budidaya belut di drum. Pakan belut yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal adalah sebanyak 2-20% dari bobot belut per harinya. Sedangkan waktu yang tepat untuk memberi pakan adalah sore atau malam hari, dengan pakan berupa bekicot, cacing tanah, atau juga bisa menggunakan ikan-ikan kecil.

Pemanenan belut

Belut dapat dipanen jika sudah berumur 3 bulan, tetapi dengan ukuran yang tidak terlalu besar tentunya. Jika ingin hasil yang lebih besar, maka diperlukan pemeliharaan dengan waktu pemeliharaan yang ditambah pula. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara pengurasan air terlebih dahulu baru kemudian menangkap para belut yang bersembunyi didalam lumpur sekalipun.

Cara Budidaya Belut Di Kolam Terpal

Cara Budidaya Belut Di Kolam Terpal

Urbanina.com – Cara budidaya belut di kolam terpal adalah cara lain yang dapat dilakukan agar budidaya belut menjadi lebih efektif. Meskipun sebagai cara lain atau sebagai cara alternatif, tetapi cara budidaya ini tetap dapat dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang masif. Bahkan cara ini dapat dilakukan dan akan lebih mudah untuk memulainya karen tidak membutuhkan banyak anggaran biaya sebagai modalnya. Anda dapat melakukan budidaya belut menggunakan kolam terpal dengan mengikuti beberapa prosedur dibawah ini.

cara budidaya belut di kolam terpal

Persiapan kolam terpal

Cara budidaya belut di kolam terpal diawali dengan persiapan kolam terpal. Kolam yang perlu dipersiapkan bukan lain adalah kolam terpal. Kolam terpal tersebut didesain untuk dibuat tanpa harus menggali tanah. Sehingga, terpal diletakkan pada bilah bambu yang disusun menjadi segi empat yang kokoh, sehingga cukup kuat untuk menampung air didalam kolam terpal nantinya.

Setelah kolam terpal selesai disiapkan, maka kolam tersebut perlu diisi dengan media pemeliharaan yang berupa jerami, pupuk urea, lumpur sawah, pupuk kandang, dan cicangan batang pisang. Media pemeliharaan tersebut kemudian ditambahkan air secara perlahan dan perlu didiamkan selama dua pekan agar terjadi proses fermentasi pada media tersebut.

Pemilihan bibit yang baik

Pemilihan bibit perlu diperhatikan dalam cara budidaya belut di kolam terpal. Pemilihan bibit tentu dilakukan agar didapatkan bibit yang baik. Dan untuk mendapatkan bibit yang baik tersebut, berikut ini adalah persyaratan bibit yang baik tersebut. Memiliki gerakan yang lincah, memiliki tubuh yang utuh, dan tubuhnya tidak lemas ketika dipegang. Selain itu, umur bibit yang disarankan adalah bibit belut yang berusia 2-4 bulan.

Pemeliharaan pembesaran belut

Cara budidaya belut di kolam terpal tidak luput dengan prosedur pemeliharaan yang tepat. Pemeliharaan pembesara belut ini menyangkut beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya. Yang pertama adalah aspek pemberian pakan. Untuk menggunakan kolam terpal yang sudah terdapat media pemeliharaan didalamnya, pemberian pakan tersebut cukup dilakukan dengan pemberian pakan 10 hari sekali berupa cacing tanah yang dipotong kecil-kecil terlebih dahulu, atau juga bisa berupa pakan alami lainnya berupa bekicot.

Aspek kedua yang perlu diperhatikan juga adalah aspek lingkungan. Aspek lingkungan yang perlu diperhatikan adalah temperatur dan ph air kolam. Temperatur atau suhu yang optimal untuk kolam belut adalah 25-30 derajat c, sedangkan untuk ph nya berkisar antara 5-7.

Untuk menjaga kandungan oksigen terlarut, pembudidaya tidak perlu khawatir. Karena, belut tetap dapat hidup dengan baik di tempat yang kandungan oksigennya ekstrim sekalipun.

Pemanenan belut

Setelah melalu berbagai langkah dalam cara budidaya belut di kolam terpal, maka saat panen adalah saat yang ditunggu-tunggu. Belut dapat dipanen kapan saja disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dalam jangka waktu 3 bulan, belut sudah dapat dipanen dengan memiliki ukuran yang belum terlalu besar tentunya. Untuk membesarkan belut ini, diperlukan sekitar 3-6 bulan.

 

Cara Budidaya Belut Sawah

Cara Budidaya Belut Sawah

Urbanina.com – Cara budidaya belut sawah dapat dilakukan dengan baik jika Anda mengetahui cara yang benar dalam mengupayakan budidaya belut tersebut. Dan kabar baiknya, budidaya belut dapat dilakukan dengan mudah apabila cara yang digunakan untuk budidaya tersebut adalah cara yang benar sesuai prosedur. Perbedaannya, hanyalah ilmu di lapangan yang lebih banyak membutuhkan kecermatan dari orang tersebut dalam melihat situasi yang ada. Hanya dengan cara tersebut proses budidaya belut sawah dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk membudidayakan belut sawah.

cara budidaya belut sawah

Memilih bibit belut

Langkah pertama untuk membudidayakan belut adalah dengan memilih bibit yang tepat. Cara budidaya belut sawah ini memang dapat dilakukan dengan cukup mudah, tetapi membutuhkan ketelitian. Bibit yang tepat tersebut dapat anda dapatkan dengan dua cara, yaitu dengan membelinya di penjual bibit atau juga bisa dengan mencari bibit secara langsung di sawah. Jika anda memilih untuk membeli bibit belut, terdapat beberapa kriteria bibit yang baik yang perlu dipertimbangkan.

Beberapa kriteria bibit yang baik untuk dipertimbangkan diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, memiliki ukuran yang seragam, juga memiliki tubuh yang sempurna dalam artian tidak cacat. Selanjutnya, bibit yang dipilih juga tidak boleh memiliki penyakit didalam tubuhnya. Dan yang terakhir, bibit yang pantas untuk dibeli adalah bibit yang dilihat dari gerakannya memiliki gerakan yang lincah.

Menyiapkan kolam budidaya

Cara budidaya belut sawah dilanjutkan dengan langkah menyiapkan kolam budidaya. Ada beberapa jenis kolam yang dapat anda pilih ketika hendak membudidayakan ikan belut ini. Pembagian kelompok kolam ini dibagi menjadi dua yaitu kolam permanen dan kolam semi permanen. Pada kelompok kolam permanen, terdapat beberapa jenis kolam seperti kolam tanah, kolam sawah, dan kolam beton. Sedangkan kelompok kolam semi permanen terdapat beberapa jenis seperti kolam terpal, tong, drum ataupun dengan bahan semi permanen lainnya.

Anda dapat memilihnya sendiri sesuai dengan kebutuhan anda. Jika masih pemula, anda dapat mencoba untuk memilih menggunakan kolam semi permanen yang tidak membutuhkan banyak biaya investasi untuk membuatnya.

Penebaran benih

Waktu penebaran benih sebaiknya diperhatikan daalam cara budidaya belut sawah ini. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, agar benih yang ditebarkan dapat terhindar daru stress. Untuk kepadatan penebaran, belut dapat ditebarkan di kolam yang sudah siap dengan  kepadatan 50-100 ekor per meter persegi.

Pemberian pakan belut

Cara budidaya belut sawah yang selanjutnya adalah pemberian pakan belut. Pakan belut dapat diberikan sebanyak tiga kali dalam sehari. Adapun waktu yang paling tepat untuk memberikan pakan dengan dosis yang paling banyak adalah pada sore atau malam hari, karena belut termasuk jenis hewan nokturnal. Sedangkan untuk jumlah total pakan diberikan per harinya adalah sekitar 2-20% dari bobot tubuhnya.

Pemanenan belut

Pemanena belut sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu pemanenan total dan pemanenan sebagian. Sedangkan waktu pemanenan itu sendiri dapat dilakukan apabila pemeliharaan telah berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Kecuali untuk pemanenan sebagaian, dapat dilakukan dalam waktu yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pemanenan.

Makanan Belut Yang Mudah Didapatkan Untuk Budidaya

Makanan Belut Yang Mudah Didapatkan Untuk Budidaya

Urbanina.com – Makanan belut rupanya tidaklah sulit untuk dicari. Terutama bagi Anda yang ingin membudidayan belut sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Tidak seperti pada budidaya ikan lainnya yang pakan atau makanan ikannya berganatung pada makanan yang berasal dari produksi pabrik. Pakan belut dapat dihasilkan dari beberapa hewan alami di sekitar kita. Walaupun berupa pakan alami yang tidak biasa dipakai untuk usaha budidaya ikan, tetapi pakan alami untuk belut ini memiliki beberapa gizi penting untuk belut sehingga tetap dapat dipakai untuk membesarkan belut secara efektif.

makanan belut

Belut merupakan salah satu hewan air yang hidup di lumpur dengan makanan alami berupa hewan-hewan kecil yang hidup di perairan tersebut. Meskipun begitu, sebagai pembudidaya Anda tidak perlu direpotkan dengan mencari hewan kecil tersebut di perairan yang banyak lumpurnya. Karena, belut tersebut rupanya juga mau memakan beberapa hewan kecil yang tidak harus dicari di perairan berlumpur. Tanpa basa-basi, berikut ini beberapa pakan belut yang dapat digunakan baik yang alami maupun yang buatan.

  1. Cacing tanah

Cacing tanah dapat diperoleh dengan mudah bagi anda yang membudidayan belut dan ingin mendapatkan pakan alami ini. Selain mudah didapatkan, pakan alami berupa cacing tanah ini juga mengandung gizi yang kaya protein. Sehingga, dapat dikatakan sebagai makanan belut terbaik yang berasal dari alam.

  1. Bekicot

Gizi yang ada pada bekicot juga baik untuk pertumbuhan belut yang dipelihara. Bekicot dapat dengan mudan anda dapatkan disekitar lingkungan anda. Hewan ini adalah hewan sejenis siput, tetapi hidup di darat. Karena hidup di darat, orang tidak perlu basah-basahan untuk mendapatkan makanan belut alami yang satu ini.

  1. Keong mas atau keong sawah

Setelah bekicot, keong mas atau keong mas juga baik untuk dijadikan sebagai makanan belut yang dibudidayakan. Untuk dapat memberikan keong mas pada belut yang anda pelihara, anda dapat mencari keong mas ini di sawah, sungai, atau di rawa-rawa. Belut juga termasuk ke dalam kelompok makanan alami yang baik untuk perkembangan belut.

  1. Cacing sutera

Siapa yang tidak kenal dengan cacing sutera? Tentu hampir semua orang tahu jenis cacing yang satu ini. Cacing sutera juga baik untuk diberikan kepada belut yang anda budidaya, karena memiliki kandungan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan belut.

  1. Kepiting air tawar

Untuk makanan belut yang kelima ini, yaitu kepiting air tawar, mungkin tidak perlu diberikan terlalu sering kepada belut yang dipelihara. Karena, fungsi pemberian kepiting air tawar ini adalah untuk merangsang nafsu makan belut yang dibudidaya.  Kepiting air tawar biasa disebut dengan yuyu di tanah jawa, yang tentunya dapat diperoleh di sekitar perairan air tawar.

  1. Pasta (pakan buatan)

Selain menggunakan beberapa makanan belut yang berasal dari alam diatas, anda dapat meramu pakan buatan yang disebut dengan pasta. Pasta ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan belut yang dibudidayakan. Pasta terbuat dari campuran beberapa bahan seperti daging, pelet ikan, dan tepung tapioka yang dicampur dengan air secukupnya.