Cara Memelihara Ikan Nila Di Kolam Kecil

Cara Memelihara Ikan Nila Di Kolam Kecil

Urbanina.com – Cara beternak ikan nila dengan menggunakan lahan di sekitar rumah yang sempit memerlukan kreativitas Anda dalam penerapannya. Apabila hal itu bisa dilakukan dengan baik, alhasil dapat menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan dan menguntungkan. Namun bagaimana cara memelihara ikan nila di kolam kecil dengan hasil maksimal?

Sekarang masyarakat telah semakin cerdas dengan cara mengoptimalkan kondisi yang ada supaya dapat bertambah efektif dan efisien. Salah satu cara memelihara ikan nila di kolam kecil adalah dengan membuat kolam ikan berupa kolam terpal. Mengapa harus kolam terpal? Dengan memanfaatkan terpal Anda tidak usah menyediakan lahan yang begitu luas. Disamping itu tidak harus menggali tanah dalam-dalam.

Cara Memelihara Ikan Nila di Kolam Kecil

Keuntungan yang lainnya dari penggunaan kolam terpal adalah Anda tidak harus sering menyuplai air ke dalam kolam itu sepanjang tidak ada tanda-tanda bocor. Maka secara garis besarnya mengaplikasikan cara memelihara ikan nila di kolam kecil dengan memanfaatkan kolam terpal akan lebih menghemat biaya yang mesti dikeluarkan.

Berikut akan urbanina jabarkan secara singkat cara memelihara ikan nila di kolam kecil dengan memanfaat kolam terpal.

Persiapan Kolam

Kolam mesti dibuat dengan kedalaman kira-kira 50-75 cm supaya tersedia ruang yang memadai buat ikan nila berkembang biak secara sempurna.

Konstruksi Kolam Terpal

Jika kedalam kolam sudah mencapai 50 cm, maka Anda mesti memadatkan dasar kolam dan di pinggir kolamnya dibuat tanggul yangg dikuatkan dengan batu bata (batako).  Beri batu bata pada dasar kolam supaya dasar kolam jadi keras dan rata. Kemudian diberi sekam secara merata lalu terpal dapat dipasang segera untuk menghindari kehilangan air.

Pastikan terpal terikat secara baik di pinggir-pinggir kolam dengan memberinya batu bata (batako) di atas  pinggiran terpal supaya terpal tidak gampang berubah keadaan bentuknya yang dapat mengakibatkan kebocoran air.

Isilah kolam dengan air sesudah semuanya terpasang dengan baik sekaligus untuk memeriksa ada atau tidaknya kebocoran sesudah diisi air. Kemudian kolam dikeringkan kembali untuk tahapan persiapan berikutnya.

Pembibitan atau Pembenihan

  • Benih ikan nila dapat dibeli di Dinas Perikanan setempat atau toko-toko benih ikan.
  • Benih yang baik memiliki ukuran 5-10 cm.
  • Benih dipilih yang sehat dengan cara memperhatikan kelincahan mereka saat bergerak.
  • Periksa sistem pengisian dan pembuangan air sesudah kolam dikeringkan lagi dan pinggiran kolamnya diperkuat.
  • Sebelum diisi kembali dengan air, lapisan dasar kolam ditaburi dengan kapur sebanyak 25 gram – 1kg per m2 dan pupuk kandang sebanyak ½ Kg per m2 barulah kolam kembali di isi dengan air.
  • Sebelum bibit ikan nila ditebarkan air harus dibiarkan tergenang selama 5-7 hari hingga tumbuh plankton.
  • Setelah itu bibit ikan nila dapat ditebarkan dengan kepadatan 5-10 ekor per m2 supaya bibit ikan nila bisa tumbuh dengan sehat dan cepat.
  • Berikan pakan pelet ikan setiap hari dengan kandungan karbohidrat (70%), lemak (70%), protein 20% – 30%, dan dedaunan.
  • Setelah berumur 6 bulan ikan nila dapat dipanen dengan berat berkisar 400-600 gram sehingga telah layak dikonsumsi.
  • Beberapa ikan nila jantan dan betina yang sehat dipilih dan dipisahkan ke dalam kolam tersendiri untuk pembibitan.

Cara memelihara ikan nila di kolam kecil dengan menggunakan lahan di sekitar rumah yang terbatas memanfaatkan kolam terpal ternyata sangat potensial dan menjanjikan keuntungan yang besar karena permintaan pasar pada ikan nila cukup tinggi.

Ukuran Ikan Mujair Siap Panen yang Harus Diketahui Peternak

Ukuran Ikan Mujair Siap Panen yang Harus Diketahui Peternak

Urbanina.com – Panen adalah waktu yang sangat dinanti-nanti oleh setiap petani atau pembudidaya ikan mujair. Pasalnya, pembudidaya ikan mujair berharap dapat memperoleh keuntungan dari budidaya ikan yang diternaknya itu. Waktu pemanenan pada tiap-tiap teknik budidaya sering mengalami perbedaan. Waktu panen umumnya berdasarkan pada permintaan pasar. Namun jangan lupa untuk memperhatikan ukuran ikan mujair siap panen itu sebesar apa karena ketidaktepatan ukuran ikan yang dipanen bisa menyebabkan harga jual ikan menjadi turun. 

Ikan mujair yang dalam bahasa ilmiah disebut Oreochromis mossambicus merupakan ikan air tawar yang asalnya dari Afrika Selatan dan di Indonesia ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1939 oleh seseorang bernama Pak Mujair di Sungai Serang, Blitar (Jawa Timur). Ikan ini merupakan kerabat dekat ikan nila. Bersama dengan ikan nila, ikan oscar, ikan lohan, ikan discus dan ikan manfish, ikan mujair tergolong ke dalam family Cichlid.

Ukuran Ikan Mujair Siap Panen []

Ikan mujair hidup dengan cara bergerombol. Tempat hidupnya yang ideal untuk ikan mujair ialah di perairan yang tenang seperti danau air tawar, sungai dan bendungan. Meskipun ikan mujair bisa diternak di dalam aquarium, mereka tidak akan bisa tumbuh sepesat ikan mujair yang dipelihara di alam terbuka atau kolam. Di daerah-daerah tertentu, bibit ikan mujair malah disebarkan di sawah-sawah pada musim tanam. Bibit akan hidup sampai ukuran ikan mujair siap panen (12-15 cm) bertepatan ketika padi siap untuk dipanen.

Pemanenan ikan mujair bisa dilakukan sesudah ikan tersebut dipelihara selama kurang lebih 3-6 bulan. Ikan mujair yang dipanen biasanya mulai dari ikan yang berusia 3 bulan hingga berusia 5-6 bulan. Ikan hasil pemanenan tersebut alangkah baiknya disimpan di tempat yang airnya selalu mengalir dan luas.

Penyurutan air kolam dilakukan saat mendekati pagi hari atau pada malam hari saat sistem metabolisme tubuh ikan dalam kondisi down (menurun) untuk memperkecil adanya kematian ikan dan lebih menguntungkan karena kondisinya kondusif. Penangkapan ikan harus dilakukan secara hati-hati dengan mempergunakan alat tangkap yang ukuran saringannya berukuran cukup supaya ikan tidak terluka sehingga kematian dapat ditekan seminim mungkin.

Pemanenan ikan mujair bisa dilakukan dengan dua cara/metode:

Panen Sebagian (Panen Selektif)

Panen ini dilakukan tidak dengan mengadakan pengeringan kolam. Ukuran ikan mujair siap panen dipilih menurut ukuran khusus. Ukuran ikan yang akan dipanen tergantung kepada permintaan pasar/konsumen. Biasanya dikelompokkan ke dalam ukuran: 1-3 cm, 3-5 cm dan 5-8 cm. Pemanenan dilakukan dengan mempergunakan waring yang telah ditebar umpan berupa dedak pada bagian atasnya. Ikan yang tidak dipilih umumnya menderita luka karena terkena jaring. Maka dari itu sebaiknya ikan yang terluka dipisahkan dan diobati selama 1 jam dengan larutan malachite green 0,5-0,1 ppm sebelum dikembalikan ke dalam kolam.

Panen Total

Panen ini dilakukan untuk melakukan pemanenan pada ikan hasil pembesaran. Umumnya ukuran ikan mujair siap panen berumur 3-4 bulan dengan bobot sekitar 30-45 gram per ekor. Panen total dilasanakan dengan jalan mengeringkan kolam sampai ketinggian airnya tersisa 10-20 cm. Petak penangkapan (petak khusus untuk pemanenan) dibuat di depan pintu pengeluaran dengan luas sekitar 1 m2 untuk mempermudah saat penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika kondisi cuaca tidak panas dengan memakai waring (scoopnet) yang halus. Lakukan Pemanenan dilakukan segera dan berhati-hatilah untuk mencegah ikan terluka.

Budidaya Lele Dumbo Dengan Pakan Organik

Budidaya Lele Dumbo Dengan Pakan Organik

Urbanina.com – Pecel lele merupakan salah satu jenis makanan dari olahan ikan lele yang sangat populer. Pecel lele mengkombinasikan antara rasa daging ikan lele yang gurih dan bumbu rempah yang rasanya lezat. Makanya makanan ini selalu dicari oleh para pecinta kuliner Nusantara. Hidangan pecel lele tentunya akan terasa lebih spesial bila memakai bahan utama dari lele dumbo yang termasyur dengan kelezatannya. Saat ini di tengah-tengah masyarakat telah dikembangkan teknik budidaya lele dumbo dengan pakan organik yang dinilai lebih gurih dan lebih menyehatkan.

Lele dumbo mempunyai kelebihan tersendiri ketimbang jenis ikan lele yang lainnya sebab mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dan bisa tumbuh secara cepat. Hal inilah yang menyebabkan pembudidaya lele lebih tertarik untuk menggalakkan usaha budidaya lele dumbo dengan pakan organik yang dinilai bisa lebih menguntungkan. Beberapa keuntungan tersebut diantaranya teknik budidayanya yang cukup mudah diaplikasikan dan hasil panennya optimal karena ikan lelenya memiliki ukuran jumbo atau besar.

Budidaya Lele Dumbo dengan Pakan Organik [ ]

Budidaya lele dumbo bisa dilakukan dengan beberapa langkah yang terbilang mudah. Untuk memulainya harus mempersiapkan terlebih dulu kolam ikan. Setelah kolam ikan tersedia dengan ukuran yang telah disesuaikan kebutuhan sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dulu selama 3-7 hari guna menyingkirkan mikroorganisme berbahaya yang barangkali ada di dalam kolam. Selanjutnya diadakan pengapuran untuk menstabilkan pH kolam. Langkah berikutnya ialah mengisi air kolam secara bertahap. Pada tahap awal kolam diisi air dengan volume sedikit dulu kemudian ditambah air lagi sampai ketinggian yang dikehendaki.

Sesudah kolam ikan siap lalu dilanjutkan dengan menebar benih ikan lele. Benih yang dipilih tentunya mesti mempunyai tubuh yang sehat dan mulus. Ikan lele yang sehat ditandai dengan tubuhnya yang bersih dan lincah gerakan tubuhnya. Usahakan benih ikan lele yang dipilih mempunyai ukuran tubuh yang seragam. Panjang ikan lele itu biasanya mempunyai ukuran kira-kira 5-7 cm. Lele akan tumbuh dan membesar menjadi ikan yang memiliki ukuran siap panen sesudah 3 bulan sejak masa penebaran benih.

Hal utama yang mesti diperhatikan saat melakukan budidaya lele dumbo dengan pakan organik ialah pemberian pakannya harus bisa menunjang pertumbuhan benih melalui penggunaan pakan alami berupa phytoplankton dan zooplankton. Pemberian makanan sebaiknya dilakukan dengan sistem flok yang mempergunakan bakteri probiotik untuk bisa mengubah limbah yang ada di dalam air kolam jadi bongkahan pakan alami untuk ikan lele. Wajar bila metode ini banyak dipergunakan oleh kalangan pengusaha budidaya ikan lele yang mengharapkan kepraktisan dalam memeliharanya.

Demikianlah kiat usaha budidaya lele dumbo dengan pakan organik yang bisa dilakukan untuk  memperoleh hasil panen yang maksimal. Disamping melakukan persiapan yang matang, maka pengelolaan benih ikan mesti dijalankan secara baik dengan memelihara  kebersihan air kolamnya. Ikan lele bisa hidup pada keadaan air yang keruh. Meski demikian, kondisi air kolam yang terlampau keruh bisa mengganggu pertumbuhan benih ikan. Hal itu tentunya bisa mengurangi kualitas ikan lele yang dihasilkan. Maka dari  itu, kebersihan dan keadaan air yang terlepas dari mikroorganisme pembawa penyakit mesti selalu dijaga

Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Terpal, Ini Caranya

Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Terpal, Ini Caranya

Urbanina.com – Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan asal Indonesia yang habitatnya memang di kawasan rawa dan sungai. Ikan yang dalam bahasa Latin disebut Channa striata ini memiliki rasa yang lezat dan pangsa pasarnya juga relatif tinggi, tetapi jumlah produksinya masih rendah karena ikan ini masih ditangkap langsung dari alam. Maka dari itu budidaya ikan gabus mempunyai potensi bisnis yang bagus sekali dan saat ini telah berkembang budidaya ikan gabus di kolam terpal yang layak Anda tiru.

Ikan yang dalam bahasa Sunda disebut ikan bogo ini memiliki ciri yang unik. Ikan ini bersifat pasif, suka berpindah-pindah tempat kemudian berdiam diri. Tak segan-segan ikan ini mengubur dirinya masuk ke dalam lumpur bila terpaksa harus menghindari sesuatu ancaman. Dengan labirin yang terdapat di tubuhnya ikan gabus bisa hidup tanpa air karena masih dapat menyerap oksigen untuk bernafas.

Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

Berikut cara budidaya ikan gabus di kolam terpal untuk rujukan Anda beternak ikan ini.

Membuat Kolam Penampungan

Ada 2 cara untuk melakukan budidaya iakn gabus di kolam terpal, yakni dengan jalan menggali tanah berukuran panjang 7 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2 meter. Bisa juga dengan cara membuat kerangka dari bambu di atas tanah tersebut dengan ukuran yang sama. Sebelum terpal yang baru digunakan untuk kolam terpal sebaiknya terlebih dulu direndam di dalam air selama 3 hari supaya zat-zat kimianya berkurang. Kemudian terpal diletakkan ke dalam kolam dengan rapi dan rata dan pinggir terpalnya dipaku dan diikat dengan kawat supaya kuat.

Menebar Bibit

Terlebih dulu tanah yang berasal dari kotoran hewan dimasukkan ke dalam kolam dengan tinggi sekitar 30 cm. Kemudian air yang sebelumnya telah diberi biodicon DF dimasukkan setinggi 50-100 cm. Biarkan dulu air selama 1 minggu dan air tersebut tidak boleh dialirkan supaya nantinya tumbuh plankton untuk pakan alami ikan. Selanjutnya bibit ikan gabus ditebarkan ke dalam kolam dan selama 2 hari tidak boleh diberikan pakan terlebih dulu.

Pemberian Pakan

Anda membutuhkan kira-kira 2 kg per hari untuk memberi pakan ikan gabus kurang lebih 10.000 bibit. Pelet ikan gabus dapat dibuat dengan komposisi protein 15%, lemak 15%, karbohidrat 10%, dan 60% sisanya berupa daging ampas dapur. Boleh juga memberikan pakan dengan kandungan ampas tahu 20%, jagung 10%, ikan teri 20%, dan dedak 50%. Bahan-bahan tersebut digiling menjadi satu lalu dijemur sampai kering dan sebelum diberikan pada ikan gabus pakan itu dihaluskan dulu. Ingat, ikan gabus merupakan ikan kanibal, jadi jangan telat memberinya makan karena bila kelaparan gara-gara telah diberi pakan maka kawannya sendiri akan dimangsa ikan ini.

Panen

Ikan gabus dapat dipanen dengan cara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Ikan gabus ini dapat dipanen secara bertahap dan tidak mesti bersamaan karena ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi daripada ikan lele, nila atau patin yang mesti dipanen secara keseluruhan. Pasalnya jika ketiga jenis ikan itu tidak dipanen secara bersamaan akan mengakibatkan ikan menjadi mudah stres, bahkan cepat mati. Dalam budidaya ikan gabus di kolam terpal sebaiknya lakukan sortir ukuran terhadap ikan gabus setiap 1 bulan sekali supaya hasilnya maksimal. Buatlah bak sortir yang disesuaikan dengan ukuran ikannya lalu diberi lubang.

Budidaya Ikan Nila Mas Yang Amat Menjanjikan

Budidaya Ikan Nila Mas Yang Amat Menjanjikan

Urbanina.com – Setiap orang tentunya ingin melakukan investasi buat hari tuanya ataupun untuk memenuhi keperluan setiap harinya. Salah satu jenis investasi yang memberi harapan ialah investasi dalam budidaya ikan nila mas. Ikan merupakan pangan yang pasarannya tidak pernah mati. Nyaris semua orang menyenangi ikan, tak terkecuali ikan nila mas yang mempunyai daging putih, kenyal, putih, dan rasanya tawar sehingga akan gampang untuk dimasak apa saja sesuai selera dan keinginan. Masa depan bisnis ini pun termasuk bagus sebab pangsa pasarnya bukan saja di dalam negeri, tetapi ikan ini pun laris manis di Amerika Serikat.

Bila Anda ingin menekuni bisnis ini, tidak boleh tanggung-tanggung sebab omsetnya menjanjikan sekali. Omset budidaya ikan nila mas yang menjanjikan ini pastinya mesti diimbangi dengan keuletan dan kerja keras dalam menjalani seluruh proses, mulai dari pemilihan bibit sampai panen. Anda pun mesti mengetahui risiko yang akan dihadapi dalam budidaya ikan ini. Jika Anda pemula, tidak boleh tergesa-gesa dalam menjalani usaha ini, pahamilah langkah-langkah yang mesti Anda tempuh agar budidaya ikan nila Anda tidak menderita kegagalan.

Budidaya Ikan Nila Mas

Bibit ikan yang dipilih mesti bibit berkualitas super yakni bibit dari nilai jantan. Penting diketahui jika ikan nila tergolong ikan monosex. Kolam mesti dibikin yang langsung mendapatkan cahaya matahari. Sebelum kolam diisi mmesti dikeringkan dulu kemudian ditaburi dengan garam krosak agar terlepas dari jamur. Sesudah diisi air, masukkanlah pupuk kandang kering ke dalam karung, tusuk-tusuklah memakai paku, berilah batu agar tenggelam saat dimasukkan ke dalam air. Kemudian taburkan kira-kira 4 sdm urea ke dalam air kolam. Biarkan air kira-kira 1 minggu, setelah itu air siap dipergunakan untuk penebaran bibit. Tebarlah bibit ikan secara pelan-pelan, tidak boleh secara kasar memasukannya.

Tahapan pemeliharaan budidaya ikan nila mas adalah tahap yang penting sekali untuk dicermati sebab banyak terjadi kegagalan di taraf ini, seperti beberapa ikan sakit dan mati sebab keadaan air dan serangan hama. Agar hasil panen ikan sesuai dengan yang diharapkan sebaiknya pakan atau pelet ikan yang diberikan mesti disesuaikan dengan besarnya ikan dimana ikan mesti mengonsumsi pakan dengan takaran protein sekitar 25%. Jika air telah keruh dan berbau, secepatnya ganti dengan air yang baru agar ikan selalu sehat dengan keadaan air mengandung pH konstan. Menjelang masa panen (4-6 bulan), lakukanlah penyortiran sebab ukuran ikan dapat berbeda-beda.

Estimasi bersih budidaya ikan nila mas ini mesti benar-benar teliti, mulai dari modal yang mesti dikeluarkan untuk membeli bibit, pakan, vitamin, kelengkapan kolam dan biaya yang lainnya dengan penghasilan yang Anda dapat. Bila normal, omsetnya dapat mencapai hingga lima kali lipat lebih dari modal yang sudah dikeluarkan. Bagaimana, omset budidaya ikan nila mas itu amat menjanjikan, bukan? Maka jangan pernah ragu-ragu untuk memulai usaha budidaya ikan  ini. Ketahui lalu pahami dan kemudian tirulah langkah-langkah yang mesti dilakukan.

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan

Urbanina.com – Inovasi komoditi ikan lele di bidang perikanan kian dilirik masyarakat sebab dipercaya bisa memberikan peluang bisnis yang baik. Hal itu mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengembangkan budidaya ternak lele yang baik dan tentunya berkualitas. Bagi masyarakat di pedesaan yang mempunyai lahan yang luas, tentunya budidaya lele bisa dengan mudah dilakukan, tetapi untuk masyarakat perkotaan yang ingin beternak lele menjadi salah satu kendala tersendiri dengan keterbatasannya lahan. Maka dari itu, kini sudah dikembangkan teknik yang bisa mengatasi keterbatasan lahan yang ada yakni dengan budidaya ikan lele sistem bioflok. Namun, apa saja keuntungan dari budidaya ikan lele sistem bioflok tersebut?

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok tentunya bisa menjadi solusi untuk para pengusaha yang mempunyai keterbatasan lahan. Sistem ini dikembangkan dengan pendekatan biologis agar ikan lele bisa tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan yang sealami mungkin. Jangan kaget, bila kualitas ikan lele yang dihasilkannya juga lebih baik ketimbang sistem beternak yang biasa dilakukan. Cara budidaya ikan lele sistem bioflok mengarah pada metode yang memakai mikroorganisme dari alam untuk mengubah limbah yang dihasilkannya. Dengan demikian, kesiapan limbah di dalam kolam bisa digunakan lagi oleh lele.

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan []

Menurut julukannya, sistem bioflok terdiri atas 2 suku kata, yakni bio dan floc. Bio berarti hidup dan floc diartikan gumpalan. Dengan demikian, jadi biofloc (bioflok) bisa diartikan menjadi gumpalan-gumpalan yang ada pada permukaan air yang terdiri atas mikroorganisme hidup. Gumpalan itu menandakan adanya proses biologis yang berlangsung di dalam kolam. Hal itu memberi pandangan kalau cara budidaya ikan lele sistem bioflok dijalankan dengan teknik atau cara yang mudah dan alamiah. Eksistensi mikroorganisme penggumpal di dalam kolam berfungsi menjadi pengubah limbah atau kotoran yang bisa merubahnya jadi pakan alami untuk ikan lele.

Tersedianya mikroorganisme penggumpal di dalam kolam amat membantu kesiapan makanan untuk ikan lele dalam jangka waktu panjang. Hal ini pastinya bisa mengirit biaya pakan yang mesti dikeluarkan tiap hari. Pasalnya keperluan pakan yang semestinya diberikan tiap-tiap hari bisa diirit dengan memakai mikroorganisme berbentuk bakteri. Bakteri-bakteri itu bekerja menetralkan racun yang ada dalam limbah dan mengubahnya jadi makanan untuk ikan lele. Cara menggunakan mikroorganisme itu relatif mudah, yakni dengan memasukkan kultur bakteri ke dalam air kolam. Sebaiknya di dalam kolam dipasang aerator untuk memasok oksigen demi kehidupan mikroorganisme.

Budidaya ikan lele sistem bioflok dinilai bisa banyak menguntungkan untuk para pembudidaya lele. Disamping menghemat tempat, teknik inipun bisa mengirit biaya pakan yang dibutuhkan. Maka dari itu, kebanyakan pengusaha saat ini mulai mengaplikasikan metode bioflok dalam mengembangkan ternak ikan lele yang mereka jalani. Hal tersebut dilaksanakan dengan harapan usaha ternak lele yang mereka jalani bisa berkembang dengan baik dan menghasilkan ikan yang optimal. Demikianlah berbagai keuntungan yang bisa didapat dari budidaya ikan lele sistem bioflok. Anda berminat untuk mencobanya?

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Urbanina.com – Peluang bisnis budidaya lele hingga saat ini sebenarnya masih amat menjanjikan dan terbuka luas untuk siapa saja. Konsumsi dan kebutuhan masyarakat Indonesia pada ikan lele ini besar sekali. Hal ini menyebabkan potensi usaha ternak lele prospektif sekali serta menguntungkan.  Beternak lele sebenarnya relatif mudah dilakukan asalkan mempunyai lahan dan modal yang cukup. Namun bila memang modal Anda tidak mencukupi atau kurang modal sebaiknya Anda pun tidak perlu khawatir karena saat ini telah ada kemitraan ternak lele sebagai solusinya.

Memperoleh modal untuk usaha ini dapat dilakukan dengan beragam cara, melakukan kemitraan ternak lele salah satunya. Kemitraan usaha ini pun banyak caranya, bisa dalam bidang kerjasama modal, entah itu bibit atau yang lainnya. Dengan adanya mitra ternak lele ini tentunya ada waktunya Anda dapat memperoleh modal sendiri untuk mengembangkan budidaya ikan lele yang Anda pelihara. Dengan demikian usaha ternak lele yang Anda lakukan akan lebih sukses dan berkembang (besar). Jadi dengan sendirinya laba (keuntungan) yang didapat dengan membudidayakan ikan lele inipun akan kian besar.

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Apabila Anda memang masih baru belajar dalam membudidayakan ikan lele ini, maka modal bisa merupakan hal yang kesekian yang mesti Anda miliki. Guna menjalankan usaha budidaya ikan lele yang harus Anda miliki ialah keterampilan (skill) untuk membudidayakan ikan lele itu terlebih dulu. Buat memperolhe hal itu Anda pun masih dapat melakukan banyak hal. Salah satu diantara cara buat memperoleh keterampilan ialah dengan mengikuti pelatihan budidaya ikan lele yang saat ini sering diselenggarakan di banyak daerah di Indonesia. Dengan mengikuti pelatihan ini Anda tidak hanya akan memperoleh keterampilan, terkadang ada program pelatihan yang setelah menjalani pelatihan akan diberikan beberapa bibit ikan lele bagi para pesertanya.

Disamping dengan mengikuti pelatihan untuk memperoleh keterampilan melaksanakan budidaya ikan lele juga dapat dilakukan dengan membaca tulisan-tulisan tentang budidaya ikan lele di buku, majalah, surat kabar, bahkan di internet seperti di urbanina. Bisa juga membeli e-book atau  modul budidaya ikan lele. Dengan membaca e-book atau modul budidaya ikan lele ini Anda dapat mempelajarinya bagaimana cara menjalankan budidaya dengan tepat. Dengan cara beternak ikan lele yang tepat maka keuntungan atau laba yang diperoleh dari hasil panen ikan yang melimpah tersebut disertai kualitas ikannya yang baik sehingga akan makin besar dan banyak keuntungan yang didapat.

Saat ini pola kemitraan ternak lele yang banyak sekali dilakukan adalah pola kemitraan inti plasma. Pada pola jenis ini Anda sebagai pembudidaya lele akan bermitra dengan sebuah atau beberapa perusahaan budidaya selaku inti-nya. Saat ini ada beragam pola kerjasama yang ditawarkan, misalnya sistem harga kontrak atau sistem bagi hasil. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi pada dasarnya semua sama, yakni perusahaan budidaya bertindak sebagai inti yang akan membina pembudidaya lele yang merupakan plasmanya supaya lebih maju dan mandiri dalam menggeluti bisnis budidaya ikan lele.

Cara Penanganan Ikan Segar Untuk Konsumsi

Cara Penanganan Ikan Segar Untuk Konsumsi

Urbanina.com – Orang sudah mengetahui, ikan merupakan salah satu makanan yang mengandung protein hewani yang tinggi. Dari segi kandungan gizi, ikan merupakan salah satu makanan yang terbaik, malah lebih baik dari daging lainnya. Hanya saja ikan ini mudah sekah rusak bila telah mati. Kerusakan ini disebabkan oleh kegiatan jasad renik yang menghasilkan lendir. Ikan yang rusak dicirikan oleh bau busuk, kaku, sorot mata yang loyo, warna insang yang kelabu dan lengket serta berlendir. Kalau sudah seperti ini, kitapun akan hilang selera untuk memakannya. Yang membangkitkan selera ialah ikan segar bukan yang busuk. Karena itulah kita perlu mempertahankan kesegaran ini, sebelum siap untuk diolah. Lalu, bagaimana cara penanganan ikan segar untuk konsumsi tersebut?

Agar ikan tetap segar, ada dua cara penanganan ikan segar untuk konsumsi yang dapat kita lakukan. Pertama dengan mempertahankan ikan itu tetap hidup selama pengangkutan. Kedua, mempertahankan kesegaran ikan dalam keadaan mati sekalipun. Cara penanganan ikan segar yang pertama ini, memerlukan tempat khusus agar kandungan oksigen dalam air cukup tinggi dan perlu diperhatikan keadaan kualitas airnya seperti suhu dan sebagainya. Bagi ikan laut yang setelah ditangkap pada umumnya segera mati cara ini tidak bisa kita lakukan. Kalaupun kita lakukan, sewaktu ditangkap kemudian dipertahankan agar tidak mati tentulah tidak efisien dan praktis. Lain halnya bagi ikan air tawar.

Cara Penanganan Ikan Segar Untuk Konsumsi []

Mempertahankan kesegaran ikan dalam keadaan mati, bertujuan memperpanjang daya simpan, tidak mudah rusak dan tetap bernilai gizi tinggi. Caranya ialah dengan mencegah atau menghambat penyebab kerusakan dan reaksi kimia yang terjadi. Kita bisa melakukannya dengan merendahkan suhu, pengeringan, penggaraman, pengasapan dan pengalengan.

Penggunaan suhu rendah, umumnya sudah dilakukan oleh nelayan kita, yaitu dengan menggunakan es. Cara ini memang dapat memperpanjang daya simpan tetapi tidak lama (1-2 hari). Sebabnya, pada suhu 0°C, mikroba yang aktif pada ikan masih mampu untuk hidup dan aktif. Cara yang lebih modern lagi ialah dengan menggunakan freezer atau penyimpanan di cold storage. Dengan cara ini suhu penyimpanan dapat diatur hingga mencapai minus 18°C atau lebih.

Perlu diingat, pembekuan atau penggunaan suhu rendah ini harus didahului dengan membersihkan ikan, menghilangkan kulit atau sisiknya dan juga isi perutnya. Cara ini tidak cocok untuk ikan-ikan yang mempunyai tekstur lunak, karena kristal es yang terbentuk akan merusak tekstur ikan yang bersangkutan. Pada waktu akan dikonsumsi suhu ikan akan naik sampai sama dengan suhu kamar. Naiknya suhu ikan membuat kristal es yang terbentuk mencair dan ikan menjadi lunak atau lembek.

Pengeringan merupakan usaha menghilangkan sebagian kandungan air sampai kadar air tertentu yang dapat menghambat kegiatan mikroba dan reaksi kimia yang tidak dikehendaki. Cara yang mudah dan murah ialah dengan menggunakan sinar matahari. Biasanya proses ini dikombinasikan dengan cara penggaraman.

Penggaraman juga merupakan salah satu usaha mengawetkan ikan. Tentu saja yang dimaksud di sini bukan hanya garam, tetapi juga bahan pengawet lainnya seperti natrium nitrit, natrium nitrat, gula dan marinading (penggunaan asam cuka untuk mengawetkan ikan). Dalam penggaraman, banyaknya garam tergantung pada ukuran ikan, suhu perlakuan dan kadar garam yang dikehendaki. Kemurnian garam akan mempengaruhi mutu ikan awetan. Gunakanlah garam yang berwarna putih bersih, karena garam yang demikian mendekati kemurnian (NaCl 99%).

Cara pengawetan lainnya yaitu pengalengan. Ada beberapa macam hasil pengalengan ikan ini antara lain berupa produk asli, ikan dalam minyak tumbuh-tumbuhan, dicampur sayur, saus tomat dan ikan pasta. Dalam proses pengalengan ini yang perlu diperhatikan ialah derajat sterilisasi.

Sifat Ikan Dapat Dilihat Berdasarkan Klasifikasinya

Sifat Ikan Dapat Dilihat Berdasarkan Klasifikasinya

Urbanina.com – Ikan bisa kita temui nyaris di seluruh genangan air yang memiliki ukuran besar, baik air laut, air payau atau air tawar di kedalaman berbeda-beda dari dekat permukaan sampai ribuan meter di bawah permukaan laut. Penting sekali kiranya mengetahui dan memahami sifat ikan jika kita ingin membudidayakannya.

Ikan merupakan anggota binatang bertulang belakang yang berdarah dingin (poikilotermik) dan hidup di air dengan insang sebagai alat bernapasnya. Di seluruh dunia terdapat lebih dari 27.000 spesies membuat ikan menjadi golongan vertebrata yang sangat beraneka ragam. Malahan banyak sekali jenis ikan yang masih menjadi misteri dan belum diketahui secara ilmiah.

Sifat Ikan Dapat Dilihat Berdasarkan Klasifikasinya

Ikan merupakan binatang air yang mempunyai tulang belakang. Ikan juga mempunyai anus, otot ekor, organ internal, batang dan dinding otot, dan kepala yang mengandung otak beserta organ sensorik. Di bawah ini adalah sifat ikan yang umum dimiliki oleh semua jenis ikan yang ada.

  • Tidak mempunyai kelopak mata
  • Tidak mempunyai telinga luar
  • Insang berfungsi untuk pernapasan
  • Mempunyai jantung 2 ruang
  • Mempunyai gurat sisi
  • Ikan adalah binatang yang berdarah dingin (ektoterm)

Secara garis besar semua jenis ikan yang tersebar dan dijumpai di dunia diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok besar, yakni :

  • Agnatha , ikan tanpa rahang seperti ikan hag dan lamprey.
  • Chrondrichthyes, ikan bertulang rawan seperti ikan pari dan hiu.
  • Osteichthyes, ikan bertulang keras.

Ikan mempunyai bermacam-macam ukuran, mulai dari Paus Hiu dengan panjang 14 meter sampai Stout Infantfish yang panjangnya cuma 7 mm. Bahkan ada sejumlah binatang air yang seringkali dianggap sebagai ikan meskipun sebetulnya tidak termasuk ke dalam jenis ikan, seperti ikan duyung, ikan cumi dan ikn paus.

Tiap-tiap jenis ikan mempunyai ciri-ciri dan sifat tersendiri menurut kelompok mereka membuat kita cukup mudah untuk mempelajari sifat ikan menurut kelompok mereka.

Karakteristik kelas agnatha, antara lain:

  • Dijumpai di air laut dan air tawar
  • Kulitnya lembut, terdapat sisik
  • Tidak mempunyai penutup insang dan kandung kemih
  • Tubuh berbentuk bulat, seperti belut
  • Skeleton terdiri atas tulang rawan
  • Tidak mempunyai sirip
  • Tidak mempunyai rahang, seperti ikan lamprey

Karakteristik kelas chondrichthyes, antara lain:

  • Hanya dijumpai di air laut
  • Fertilisasi internal
  • Tidak mempunyai gelembung renang
  • Sirip perut dan sirip dada rangkap, tetapi sirip dubur, sirip ekor, dan sirip punggung tidak rangkap
  • Sirip kaku dan tidak lentur
  • Mempunyai 5-7 insang dan 2 pasang sirip
  • Mulut berada di bagian ventral tubuhnya
  • Tubuh diselimuti oleh sisik plakoid membentuk segitiga
  • Rangka terdiri dari tulang rawan, seperti ikan martil, ikan gergaji, pari, dan ikan hiu

Karakteristik kelas osteichthyes, antara lain:

  • Hidupnya di air tawar dan di laut, bahkan bisa hidup di darat untuk beberapa saat seperti ikan buntal, kuda laut, lele, dan belut.
  • Fertilisasi eksternal
  • Mempunyai sisikk berjenis ganoid, ctenoid, dan sikloid
  • Sirip tersusun dari duri dan pari
  • Mempunyai gelembung renang yang terhubung dan tidak terhubung dengan faring
  • Insang dibungkus oleh operkulum
  • Kerangka tersusun dari osteon, yakni tulang keras atau tulang sejati
  • Osteichthyes artinya ikan yang mempunyai tulang sejati

Jadi, berdasarkan karakteristik ketiga kelas ikan tersebut, maka kita pun dapat mengetahui dan mempelajari sifat ikan bersangkutan.

Budidaya Lobster Batu Sangat Prospektif

Budidaya Lobster Batu Sangat Prospektif

Urbanina.com –  Panulirus Penicillatus merupakan salah satu jenis lobster yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan lobster batu. Bentuk lobster ini nyaris sama dengan spesies lobster lainnya, tetapi ukurannya lebih besar dari udang biasa. Bila lobster air tawar ini dipelihara sesuai dengan cara budidaya lobster batu yang tepat dapat menjadi sebuah usaha yang cukup prospektif. Terlebih permintaan pasarnya semakin luas, baik di dalam negeri terutama untuk kebutuhan industri, catering, restoran, ataupun diekspor ke berbagai negara.

Sebelum memulai usaha budidaya lobster batu sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri dan karakteristik dari lobster yang juga sering disebut Spiny Lobster atau Rock Lobster ini. Bentuknya seperti pada umumnya lobster lainnya, tetapi mempunyai warna yang berbeda. Berikut ini sekilas gambaran mengenai Lobster Batu :

Budidaya Lobster Batu []

Tampilan fisik :

Kepala: bentuknya biasa dilapisi dengan cangkang luar yang bersatu dengan tubuh, mempunyai antena.

Warna: tubuhnya berwarna kemerahan atau kehijauan, seperti hijau kekuningan, hijau coklat kebiruhitaman, atau gelap berwarna, yaitu coklat kemerahan.

Penyebaran :

Lobster Batu telah hidup menyebar di beberapa belahan dunia antara lain pantai benua Meksiko (Guerrero, Nayarit, Sinaloa), pulau-pulau lepas pantai barat Amerika (Kepulauan Galapagos, Cocos Island, Clipperton Island), Samoa, Hawaii, Jepang, Laut Merah, Pasifik Timur dan Indo-Pasifik Barat.

Habitat :

Pada tempat hidup asalnya Lobster Batu tinggal di daerah berbatu pada kedalaman berkisar 1- 4 meter. Ditemui di pantai yang berombak, tidak dipengaruhi oleh sungai, dan air yang jernih. Maka dari itu seringkali ditemukan di pulau-pulau kecil dan dekat pantai. Lobster Batu ini hidup tidak bergerombol (menyendiri) dan nokturnal (aktif pada malam hari), bersembunyi di siang hari di celah-celah karang dan batu.

Ukuran :

Panjang tubuh Lobster Batu maksimal kira-kira 40 cm. Lobster dewasa memiliki panjang rata-rata lebih kurang 30 cm dimana lobster jantan umumnya jauh lebih besar daripada betina.

Metode penangkapan :

Pada habitat aslinya kebanyakan Lobster Batu ditangkap dengan menggunakan tangan atau dengan ditombak ketika menyelam pada siang hari atau menggunakan sinar obor di dekat permukaan air laut/pantai di malam hari. Untuk jenis ini penggunaan perangkap tidaklah efektif. Akan tetapi untuk penggunaan jaring kiranya menawarkan hasil yang lebih baik. Biasanya lobster-lobster tersebut dijual segar untuk dikonsumsi lokal, terutama ekor lobsternya.

Untuk keberhasilan budidaya lobster batu dan kelangsungan hidupnya  perlu diperhatikan kondisi kolam budidaya. Misalnya, ketinggian air kolamnya kira-kira 40 cm – 2 m. Kadar garam dalam airnya berkisar 1.028 – 1.032, kadar garamnya dapat diperiksa dengan mempergunakan digital salt meter. Kemudian sebarkan kerang atau pecahan kerikil di dasar kolam supaya lobster nyaman layaknya di habitat aslinya, yakni senang bersembunyi di karang.

Kolam budidaya juga perlu dipertahankan pemenuhan oksigennya di dalam air dengan menggunakan aerator. Jika perlu siapkanlah cadangan generator (genset) jika pasokan aliran listrik dari PLN padam.  Makanan yang perlu diberikan pada lobster batu  berupa  ikan kecil dari laut, seperti kece, kerang atau ikan akhiran dari pelelangan. Berilah pakan sehari 2 kali dengan takaran yang tepat atau pas, tidak boleh kekurangan dan kelebihan untuk menjaga keadaan air tetap segar.