Mengenal Lebih Dekat Tentang Lobster Budidaya

Mengenal Lebih Dekat Tentang Lobster Budidaya

Urbanina.com – Lobster budidaya adalah sebutan lain dari jenis lobster yang dapat dibudidayakan di air tawar. Seperti yang diketahui, lobster telah mengundang daya tarik yang baru bagi pacinta kuliner. Meskipun memiliki harga yang relatif lebih mahal dari pada menu olahan lain, tetapi olahan lobster dapat menggoda selera para penikmat kuliner. Untuk memenuhi kebutuhan para penikmat kuliner tersebut, perlu disediakan suplai lobster yang cukup agar dapat memenuhi kebutuhan. Salah satu cara untuk memenuhi permintaan pasar tersebut adalah dengan menggunakankan lobster budidaya. Karena tidak semua jenis lobster dapat dibudidayakan, berikut ini beberapa hal yang harus diketahui tentang lobster budidaya.

tentang lobster budidaya

Berbicara tentang lobster budidaya, identik dengan perkawinan lobster agar dapat menghasilkan benih yang baru. Maka dari itu, hal pertama yang dapat diketahui adalah bagaimana mengenali perbedaan antara lobster jantan dan betina. Namun, lobster tidak hanya memiliki dua jenis kelamin saja. Lobster memiliki jenis kelamin jantan, betina dan ganda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang lobster budidaya yang memiliki tiga jenis kelamin ini, berikut pnjelasannya.

  1. Lobster berjenis kelamin jantan

Untuk dapat mengenali lobster yang berjenis kelamin jantan, dapat dilakukan dengan mengenal tanda-tanda berikut ini. Lobster jantan memiliki tanda merah pada bagian luar kedua ujung capitnya. Terutama pada jenis Cherax Quadri, tanda ini akan terlihat pada lobster yang sudah berukuran 7,5 cm, dan tidak terlihat kalau masih berukuran kecil. Kemudian, kelamin dari lobster jantan ini juga bisa dikenali. Yaitu dapat dikenali dengan terlihatnya sepasang tonjolan yang jelas pada kaki yang paling dekat dengan ekor. Jika terdapat tanda-tanda diatas, dapt dipastikan bahwa lobster itu adalah lobster berjenis kelamin jantan.

  1. Lobster berjenis kelamin betina

Pada lobster jenis red claw, lobster betina tidak memiliki tanda merah pada capitnya seperti pada lobser jantan. Untuk dapat mengenali alat kelamin lobster betina, dapat ditandai dengan adanya dua bulatan pada kaki ketiga baik dihitung dari atas maupun dihitung dari ekor. Bulatan yang ada pada alat kelamin betina ini juga sepasang, seperti alat kelamin lobster jantan.

  1. Lobster berjenis ganda

Lobster yang berjenis kelamin ganda juga bisa disebut dengan lobster berjenis kelamin intersex. dan biasanya, terdapat dua jenisi kelamin pada satu lobster. Adapun delapan kombinasi jenis kelamin ganda pada lobster ini. Ada lobster yang sepasang kelamin betina dan sepasang kelamin jantan. ada juga yang sepasang kelamin betina namun kelamin jantan hanya satu, atau juga sebaliknya. Kelamin yang hanya tunggal ini dapat ditemukan di sebelah kiri atau kanan. Yang jelas, pada lobster intersex ini tidak terdapat kelamin ganda yang dominan yang menonjol.

Lobster memang memiliki jenis kelamin ganda yang unik karena berbeda dari hewan lainnya. Menurut sebuah penelitian, kelamin intersex pada lobsetr ini disebabakan oleh adanya perkawinan antar saudara atau inbreeding.

Selain mengenali keunikan jenis kelamin pada lobster, mengenal tentang lobster budidaya juga bisa dengan melihatnya dari sudut pandang yang lain, misalnya mengenali bagian tubuh pad lobster. Tubuh lobster dapat dikenali dengan membaginya menjadi dua bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan terdiri dari kepala dan dada yang kemudian disebut chepalothorax. Sedangkan bagian belakang terdiri dari badan dan ekor, yangkemudian disebut abdomen. Salah satu keunikan dari lobster adalah bahwa hewan ini memiliki capit, lebih tepatnya 6 buah capit. Keenam capit tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu capit paling depan digunakan untuk menangkap mangsa atau menyerang mangsa. Dan capit yang lain difungsikan sebagi tangan utnuk memasukkan makanan kedalam mulut.

Beragam Jenis Lobster Yang Dapat Dibudidaya

Beragam Jenis Lobster Yang Dapat Dibudidaya

Urbanina.com – Saat ini, budidaya lobster menjadi salah satu pilihan usaha budidaya yang menjanjikan. Permintaan pasar yang meningkat menjadi salah satu alasan mengapa lobster ini menjanjikan. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara yang mulai menjadikan lobster sebagai menu baru yang dijual di restoran atau warung makan di beberapa daerah. Meskipun harga menu olahan lobster ini memiliki harga yang relatif tinggi, namun tidak mengurangi minat masyarakat untukmembelinya. Jenis lobster yang diolah tersebut rupanya tidak hanya satu macam jenis lobster saja. Di dunia perikanan air tawar, ┬áterdapat beragam jenis lobster yang dapat dibudidaya. Berikut ini adalah beragam jenis lobster yang dapat dibudidaya tersebut.

jenis lobster yang dapat dibudidaya

  1. Cherax quadricarinatus

Cherax quadricarinatus adalah salah satu jenis lobster yng dapat dipelihara. Lobster jenis ini juga bisa disebut dengan nama red claw. Diberi nama red claw karena memiliki ujung capit(bahasa inggris : claw) yang berwarna merah(bahasa inggris : red). Dalam penggolongan lobster, red claw termasuk dalam anggota crustacean dan termasuk dalam keluarga parastacidae. Lobster jenis ini sangat cocok hidup di lingkungan air dengan suhu 20-24 derajat C, pH 7-8, dan kesadahan air 10-20 derajat dH.

Warna tubuh cherax quadricarinatus sangat berbeda dari jenis lobster yang dapat dibudidaya lainnny, yaitu tubuhnya berwarna biru laut yang berkilau. Meskipun memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan jenis lobster yang dapat dibudidaya lainnya, namun panjang tubuh red claw dewasa dapat mencapai hingga 50 cm. Dengan panjang tersebut, Cherax quadricarinatus dapat memiliki bobot seberat 800-1000 gram. Induk redclaw dapat dikawinkan dan mulai bertelur ketika berumur 6-7 bulan. Adapun jumlah telur yang dihasilkan adalah sekitar 100-200 butir. Jika dipelihara dengan baik, Induk tersebut dapat bertelur hingga 5 kali dalam setahun. Selain memiliki berbagai keunggulan untuk dibudidayakan, lobster jenis ini juga dapat digunakan sebagai udang hias.

  1. Cherax Tenuimanus

Cherax Tenuimanus adalah salah satu lobster yang terkenal. Dikalangan masyarakat, udang lobster jenis ini memiliki sebutan lain yaitu marron. Lobster marron ini memiliki warna tubuh yang beragam seperti, biru keunguan dan coklat tua keunguan. Untuk dapat membudidayakan lobster jenis ini, cocok menggunakan lingkungan yang bersuhu air antara 11-30 derajat C dengan pH 6-8.

  1. Cherax destructor

Cherax destructor adalah lobster dengan sebutan lain yaitu si penghancur. Memiliki ciri fisik yang menonjol yaitu mempunyai capit yang besar, bahkan kadang-kadang lebih besar capitnya dari pada tubuhnya. Lobster si penghancur memiliki warna tubuh yang didominasi oleh warna merah kecoklatan. Dan ukuran jenis lobster ini dapat mencapai 30-50 cm dengan bobot 300-500 gram. Saat dibudidayakan, lobster cherax destructor dapat menghasilkan anakan sebanyak 30-150 ekor pada satu perkawinan. Dan juga, si penghancur biasanya memiliki sifat kanibal pada saat moulting.

  1. Procambarus clarkii

Procambarus clarkii adalah salah satu jenis lobster yang memiliki tubuh kecil. Ketika dewasa, Procambarus clarkii tersebut dapat mencapai panjang 12 cm, dengan berat 75-100 gram. Lobster jenis ini termasuk dalam keluarga cambaridae. Ciri khas dari jenis ini adalah memiliki seluruh tubuh yang berwarna merah bata untuk jantan, dan untuk betina berwarna orang kemerah-merahan. Jika dibandingakan dengan Cherax sp, procambarus clarkii memiliki ukuran yang lebih kecil.

  1. Astacopsis gouldi

Astacopsis gouldi memiliki sebutan yang lebih terkenal yaitu tazmaniagiant freshwater lobster. Lobster jenis ini memiliki badan, kepala, dan capit yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Lobster ini adalah yang memiliki ukuran tubuh paling besar dibandingkan lobster jenis lain. Panjang tubuhnya ketika dewasa dapat mencapai 90 cm, dengan berat 4-6 kg. Untuk dibudidayakan, lingkungan yang cocok adalah 20 derajat C, dengan pemijahan yang mampu menghasilkan 4000 butir telur selama 2 tahun sekali.

Seberapa Besarkah Potensi Budidaya Lobster Di Indonesia?

Seberapa Besarkah Potensi Budidaya Lobster Di Indonesia?

Urbanina.com – Sebelum orang melakukan budidaya lobster, ia harus paham terlebih dahulu dengan potensi budidaya lobster di daerahnya. Langkah melihat potensi atau peluang tentu sudah menjadi langkah yang mengawali setiap usaha pertanian, bisnis, hingga perikanan. Dengan melihat seberapa besar potensi usaha yang akan dikerjakan, maka dapat ditentukan target yang nantinya ditetapkan untuk usaha yang akan dijalankan. Begitu pula pada usaha budidaya lobster. Lobster adalah hewan air tawar yang memiliki rasa khas untk dikonsumsi. Di Indonesia, usaha budidaya lobster ini bukannya tidak ada potensi atau peluang untuk dibudidayakan. Namun, seberapa besarkah potensi budidaya lobster di Indonesia yang beriklim tropis ini? Urbanina akan menjawab pertanyaan tersebut pada artikel ini.

potensi budidaya lobster

Dari penjelasan berikut ini, orang akan mengetahui seberapa besar potensi budidaya lobster di Indonesia ini. Karena, penjelasan berikut ini mencakup banyak hal lobster dan potensinya untuk dibudidayakan di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki iklim tropis, dan lobster dinilai sangat cocok untuk dapat tumbuh dan berkembang biak di iklim tersebut. Hal itu dikemukakan setelah dilakukannya sebuah pengamatan terhadap udang lobster yang dikembangbiakkan. Pengamatan itu telah dilakukan tepatnya pada tahun 2003 lalu, dengan menggunakan lobster jenis cherax quadricabrinatus. Dan hasilnya, lobster tersebut dapat bertelur hingga 4-5 kali dalam setahun. Hasil ini lebih banyak dibandingkan pengembangbiakkan di Australia yang hanya dapat bertelur sebanyak 2 kali dalam setahun. Rupanya, selain karena iklim yang sangat bagus untuk lobster, Indonesia juga menyediakan makanan alami bagi lobster yang mempengaruhi pertumbuhan lobster menjadi lebih cepat.

Potensi budidaya lobster juga dapat dilihat dari perbandingannya dengan jenis udang air tawar lainnya. Selain lobster, udang air tawar juga meliputi udang galang dan udang windu. Jika dibandingkan dengan kedua jenis udang tersebut, budidaya udang lobster adalah budidaya yang paling mudah. Karena, budidaya lobster dapat dilakukan dengan hanya menggunakan teknik budidaya yang sederhana dan dapat dilakukan bagi siapa saja yang tertarik untuk belajar. Selaini itu, upaya budidaya lobster tidak membutuhkan lahan yang luas. Lobster dapat dibudiaayakan di kolam kecil atau bahkan di aquarium. Sedangkan pada budidaya udang galah dan udang windu, memerlukan lahan yang luas juga memerlukan teknik khusus untuk membudidayakannya.

Selain dua hal diatas, budiaya lobster juga memiliki beberapa kelebihan berikut ini. Udang lobster ini termasuk dalam hewan air tawar yang tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit. Dengan catatan, lobster tersebut dipelihara dengan didukung pakan yang mencukupi, kualitas air yang mencukupi, dan kebutuhan oksigen yang terpenuhi. dengan terhindar dari penyakit dan tidak mudah stress, lobster akan dapat tumbuh dengan cepat.

Permintaan pasar akan daging lobster ini juga terus berkembang. Di Asia, negara pengimpor lobster terbanyak adalah Jepang. Setiap tahun jepang terus melakukan impor lobster dari negara-negara produsen terutama Australia. Selain Jepang, negara Asia yang mengimpor lobster antara lain Malaysia, Hongkong, Taiwan, China, Singapura dan Korea. Tak hanya Asia, berbagai negara di benua selain Asia pun mengimpor lobster untuk memenuhi permintaan pasar. negara-begara tersebut adalah Perancis, Amerika Serikat, Belnda, Jerman, Kanada, Belgia dan Selandia Baru.

Selain untuk diekspor ke negara-negara tersebut, di Indonesia sendiri lobster telah banyak disukai di berbagai daerah. Beberapa daerah yang banyak menyukai lobster diantaranya Jakarta, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta. Pada umumnya, menu olahan lobster akan dibuat menjadi menu olahan spesial dengan harga yang paling tinggi. Dan semakin banyak permintaan, maka semakin tinggi harga untuk lobster hasil budidaya ini.