Mengenal Ikan Patin Dahulu, Membudidayakannya Kemudian

Mengenal Ikan Patin Dahulu, Membudidayakannya Kemudian

Urbanina.com – Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar. Karena termasuk golongan air tawar, ikan jenis ini rupanya memiliki potensi yang cukup besar untuk dibudidayakan. Dilihat dari kandungan dagingnya yang banyak sampai rasa yang membekas di lidah konsumen, adalah dua dari banyak hal yang menjadi pertimbangan pada pembudidayaan ikan patin ini. Bagi orang yang ingin membudidayakan ikan patin, tentu akan lebih baik jika mengenal ikan patin lebih dekat lagi. Dengan mengenal ikan patin lebih dekat, orang akan memiliki wawasan yang bertambah dan akan semakin percaya diri jika ingin membudidayakannya. Terkadang kegagalan usaha perikanan tidak dipengaruhi oleh potensi usaha yang kecil, melainkan karena kurangnya pengetahuan dari pembudidaya tentang ikan yang dibudidayakannya.

mengenal ikan patin

Kali ini, Urbanina akan membahas seputar ikan patin dan potensi budidaya di wilayah Indonesia. Pertama-tama, kita mengenal ikan patin dari ilmu biologi yang telah dipelajari para ilmuwan terlebih dahulu. Dalam mata pelajaran biologi, ikan patin ini memiliki nama latin yaitu Pangasius pangasius. Pada klasifikasi ilmiah, ikan ini termasuk pada genus pangasius, sehingga memiliki kerabat atau kemiripan dengan ikan juaro yang memiliki nama latin Pangasius polyuranodo. Secara detil, klasifikasi ilmiah ikan patin adalah; Ordo : Ostarioplaysi, Subordo : Siluriodea, Famili : Pangasidae, Genus : Pangasius, Spesies : Pangasius pangasius.

Untuk mengenal ikan patin lebih jelas, orang dapat mengetahuinya dari cici-ciri fisik ikan patin berikut ini. Tubuh ikan patin memiliki badan yang panjang, berwarna putih perak dan pada bagian punggungnya berwarna lain yaitu kebiru-biruan. Ikan ini memiliki kepala yang ukurannya relatif kecil, dengan mulut yang terletak di ujung kepala agak di bagian bawah. Ikan ini dapat dikenali dengan adanya dua pasang kumis yang terletak di sudut mulutnya. Menurut ilmuwan yang telah meneliti, kumis yang dimiliki ikan patin memiliki fungsi untuk meraba. Karena memiliki dua pasang kumis yang terletak di sudut mulunya, ikan patin ini dapat digolongkan dalam kelompot catfish.

Ikan patin sudah dikenal disebagian wilayah di Indonesia sebagai ikan yang dapat dibudidayakan denganmenghasilkan keuntungan yang besar. Hal ini dapat dililhat dari adanya sentra perikanan ikan patin ini di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa daerah yang menjadi sentra perikanan patin tersebut adalah Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan di daerah Kalimantan. Karena sudah menjadi sentra perikanan, tentu di daerah tersebut telah maju bila dilihat dari kemajuan budidaya ikan patin ini. Dan untuk wilayah Indonesia pada umumnya, potensi sekecil apapun tentu dapat digali karena seluruh wilayah Indonesia adalah wilayah yang sama-sama memiliki iklim tropis yang cocok untuk pertumbuhan ikan patin, tinggal bagaimana kejelian sumber daya manusia untuk menggali potensi tersebut.

Mengenai harga ikan patin di pasar, ikan patin ini termasuk dalam ikan yang memiliki harga jual yang relatif tinggi. Sehingga pembudidaya yang sudah mengawali usaha budidaya ikan patin semakin bersemangat untuk meneruskan usaha budidayanya. Ikan patin yang dibudidaya ini dikenal cukup responsif terhadap makanan tambahan yang diberikan. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan yang bagus pada ikan patin yang dibudidaayakan. Pada suatu pembudidayaan, ikan patin yang dipelihara dapat tumbuh dengan panjang hingga 35-40 cm pada usia enam bulan dipelihara. Ada baiknya jika membudidayakan ikan patin dengan air kolam yang mengalir sehingga dapatmeningkatkan kandungan oksigen terlarut yang dibutuhkan ikan. Namun, ikan ini juga dapat tumbuh pada kondisi air yang kadar oksigen terlarut yang cukup rendah sehingga air tenang bisa sigunakan untuk membudidayakannya.