Lahan Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Nila

Lahan Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Nila

Urbanina.com – Lahan yang baik untuk budidaya ikan nila menjadi lahan yang dicari-cari oleh seorang yang ingin membudidayakan ikan nila ini. Budidaya ikan nila dapat menjadi salah satu usah ayang memiliki peluang besar untuk berhasil. Hal ini dapat dimengerti mengingat saat ini banyak restoran atau warung makan penyedia menu olahan ikan nila yang membutuhkan stok ikan nila yang mencukupi. Selain dari restoran maupun warung makan, juga banyak orang yang menyukai daging ikan lele ini sehingga ingin mendapatkan daging ikan nila mentah yang kemudian diolah sendiri. Dan seorang pembudidaya tentu sangat mengerti betapa pentingnya lahan yang baik untuk budidaya ikan nila ini.

lahan yang baik untuk budidaya ikan nila

Iya, budidaya ikan nila memang membutuhkan lahan yang baik untuk budidaya ikan nila ini. Dan jika dilihat lebih teliti lagi, tidak semua lahan adalah lahan yang baik untuk budidaya. Dilihat dari persebaran ikan nila ini saja, ikan nila tidaklah tersebar di seluruh penjuru dunia, karena ikan ini tidak dapat bertahan hidup di tempat yang beriklim dingin. Apalagi jika melihat lebih detil dan teliti tempat-tempat yang benar-benar cocok untuk membudidayakan ikan nila ini. Berikut ini adalah beberapa kriteria lahan yang baik untuk budidaya ikan nila yang perlu diketahui pembudidaya.

  1. Jenis tanah yang baik untuk membudidayakan ikan nila ini adalah jenis tanah liat atau lempung. Jenis tanah ini akan lebih baik jika tidak berporos. Dengan begitu, kolam nantinya akan dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sekaligus dapat dibuta pematang atau dinding kolam.
  2. Kolam yang baik adalah kolam tanah dengan kemiringan berkisar antara3-5%, sehingga perairan kolam secara gravitasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  3. Tanah yang ideal untk membudidayakan ikan nila ini adalah tanah di dataran rendah sampai dataran agak tinggi, sekitar 500 meter diatas permukaan laut.
  4. Jika tanah yang baiktelah tersedia, maka air yang baik juga harus segera disediakan. Adapun air yang cocok untuk membudidayakan ikan nila ini adalah air yang bersih, tidak terlalu keruh, serta bebas dari limbah atau zat yang beracun. Dan juga, air keruh yang disebabkan banyaknya plankton malah bagus untuk pertumbuhan ikan nila. Air semacam ini ditandai dengan air yang memiliki warna hijau kekuningan dan hijau kecoklatan. Warna ini dipengaruhi proses Diatomae yang terjadi didalam air. Namun, air keruh yang dipengaruhi plankton biru atau alga biru tidaklah baik untuk pertumbuhan ikan. Apalagi air keruh yang disebabkan lumpur, air keruh semacam ini tidak baik untuk budidaya karena dapat memperlambat pertumbuhan ikan nila. Jika memiliki air keruh yang disebabkan plankton, perlu dilakukan pengendalian tingkat kecerahan air menggunakan alat bernama piring secchi atau secchi disc. Adapun tingakat kecerahan air yang baik untuk kolam dan tambak adalah antara 20-35 cm.
  5. Air yang digunakan untuk memelihara ikan nila sebaiknya adalah air yang tenang dan bukan air yang mengalir. Hal ini dikarenakan ikan nila sulit berkembang biak di air yang mengalir. Adapun debit air tenang adalah 9-15 liter/detik/ha.
  6. Keasaman air kolam ikan nila yang baik juga memiliki nilai khusus tersendiri, yaitu air dengan tingkat keasaman (pH) yang berkisar antara 6 – 8,5.
  7. Suhu air juga perlu dipertimbangkan dalam pembudidayaan ikan nila. Dan suhu air yang baik untuk budidaya ikan nila adalah suhu yang berkisar antara 25-30 derajat C.
  8. Terakhir, kadar garam yang cocok untuk perkembangan ikan nila berkisar antara 0-35 per mil.
Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila di Indonesia

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila di Indonesia

Urbanina.com – Ikan nila merupakan salah satu ikan yang banyak disukai masyarakat indonesia karena kelezatan yang disajikan jika ikan tersebut diolah dengan benar. Tidak sedikit orang yang memperoleh kelezatan ikan nila yang mereka dapat dari hasil memancing di sungai. Ada yang digoreng, ada pula yang dibakar, sesuai dengan selera masakan mereka masing-masing. Bagi orang-orang yang tidak memancing, mereka dapat merasakan masakan ikan nila bila membelinya di restoran atau warung makan yang menyediakan masakan ikan nila ini. Lalu, apakan restoran atau warung makan yang menyediakan olahan ikan nila ini mendapatkan pasokan ikan nila dari hasil memancing? Tentu tidak. Bagi sebagian orang, membantu pasokan restoran atau warung makan tersebut dapat menjadi salah satu peluang usaha budidaya ikan nila.

peluang usaha budidaya ikan nila

Peluang usaha budidaya ikan nila yang ada di Indonesia ini pertama-tama dilihat dari kondisi geografis yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki beberapa perairan umum yang menyebar di seluruh Indonesia. Perairan tersebut terdiri dari sungai, rawa maupun danau alam yang hampir memiliki luas sekitar 13 juta ha. Dengan kondisi geografis yang semacam itu, maka indonesia memiliki potensi yang bagus jika ingin dimanfaatkan untuk usaha perikanan. Tak terkecuali perikanan nila, peluang usaha budidaya ikan nila tentu memiliki tempat di Indonesia tanah Indonesia ini.

Hal yang kedua yang juga perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana budidaya ikan nila ini nantinya mendapat dukungan dari lingkungan sekitar. Apabila lingkungan sekitar tidak mendukung, maka suatu usaha akan menemui hambatan dalam upaya pelaksanaannya, dan begitu juga sebaliknya. Dan dalam upaya membuidayakan ikan nila di Indonesia ini dapat dibilang bahwa upaya budidaya ini mendapat dukungan setidaknya dari beberapa faktor berikut ini. Jika melihat dukungan dari ilmu atau teknologi budidaya yang ada di Indonesia, dukungan ini selalu ada. Bahkan sejak tahun 1900-an, telah berdiri Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar(BRPBAT) yang bertempat di Bogor yang telah melakukan berbagi riset agar budidaya ikan nila ini dapt berjalan dengan lebih baik. Dari satu dukungan ini, setidaknya peluang usaha budidaya ikan nila semakin terbuka untuk dilakukan di Indonesia. Lebih baiknya lagi, banyak pihak yang telah bersedia mendukung budidaya ikan air nila di Indonesia ini. Pilhak lain tersebut diantaranya dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang terus memberi kemudahan dalam upaya budidaya ikan nila ini. Mulai dari hal pemodalan, program penelititan, penanganan penyakit, hingga kemudahan untuk perizinan import.

Untuk dapat membudidayakan ikan nila ini, Balai Penelitian Perikanan Air Tawar lah yang pertama kali mendatangkan bibit ikan nila ke Indonesia ini. Usaha pendatangan biti itu tepatnya terjadi pada tahun 1969. Setelah itu, dilakukan penelitian tentang bagaimana ikan nila tersebut beradaptasi di Indonesia. Setelah selesai penelitian, barulah ikan nila ini mulai disebarluaskan ke seluruh petani Indonesia pada umumnya. Adapun nama Nila pada ikan ini disematkan oleh pihak pemerintah Indonesia dengan diwakili Direktur Jeneral Perikanan.

Ikan Nila ini memiliki bentuk tubuh yang memanjang dan pipih kesamping. Ikan jenis ini pada awalnya berasal dari Sungai Nil dan danau-danau disekitarnya. Namun, saat ini telah tersebar ke seluruh penjuru dunia kecuali yang beriklim dingin, karena ikan nila tidak dapat bertahan hidup di iklim tersebut. Ikan nila ini memiliki daging yang yang enak dan tebal sehingga banyak orang menyukainya untuk dikonsumsi.