Sejarah Kolam Terpal Yang Dipakai Pada Budidaya Ikan Lele

Sejarah Kolam Terpal Yang Dipakai Pada Budidaya Ikan Lele

Urbanina.com – Pada kesempatan ini, Urbanina akan membahas mengenai sejarah kolam terpal yang saat ini populer di kalangan pembudidaya ikan lele di Indonesia. Salah satu jenis kolam budidaya ikan lele ini rupanya memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan. Sejarah kolam terpal ini akan dapat dilihat dari rekam jejak tersebut. dengan mengetahui sejarah kolam terpal melalui artikel ini, diharapkan pengguna kolam terpal akan lebih dapat mengerti masksud diciptakannya kolam jenis terpal ini, serta lebih yakin lagi dalam menggunakan salah satu jenis kolam budidaya ikan lele ini.

sejarah kolam terpal

Awalnya, sejarah kolam terpal dimulai dari kondisi tanah yang berada di kawasan Kabupaten Sumbawa Barat dan Pulau Sumbawa pada umumnya yang memiliki curah hujan yang sedikit. Dengan curah hujan yang sedikit, maka tanah yang ada disana mengalami kekeringan yang membuat banyak lahan disana tidak terpakai dan juga tidak dimanfaatkan penduduk. Namun, kemudan muncul ide untuk menghidupkan kembali fungsi lahan kering ini. Terciptalah ide untuk membuat penampungan air untuk mencukupi kebutuhan air di tempat itu, yaitu untuk keperluan petanian. Penampung air yang digunakan akhirnya berupa terpal ukuran besar karena tidak bocor terkena air dan dapat menampung banyak air yang diperlukan. Sedangkan untuk airnya sendiri didapat dari penggalian sumur dan juga pengeboran sumur.

Setelah air sudah banyak tertampung oleh terpal, air tersebut kemudian diisi dengan ikan lele dumbo yang dipelihara. Dengan ikan lele dumbo dipelihara di penampungan tersebut, sudah seharunya ikan lele tersebut dirawat dengan diberi pakan. Adapun pakan yang diganakan waktu itu adalah dedaunan, otoran ayam dan lainnya. Seelah itu, air sisa buangan/limbah tendon yang berasal dari hasil metabolisme ikan dan juga sisa pakan ikan didalam kolam kemudian dialirkan ke lahan pertanian agar dapat dijadikan air yang telah mengandung bahan organik yang dibutuhkan tanaman.

Dengan berawal dari hal tersebut, saat ini kolam terpal sudah menjadi salah satu jenis kolam yang populer di kalangan pembudidaya ikan lele. Bahkan berawal dari kolam terpal ini telah muncul inovasikolam yaitu berupa kolam plastik yang juga memiliki banyak manfaat bagi pembudidaya. Bergbagai jenis kolam ini dapat diterapkan pembudidaya berdasar lokasi dan kegunaanya. Tendon air yang digunakan saat ini dapat dimanfaatkan di lahan kering yang mana limbahnya dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Teknologi ini menjadi salah satu penerapan pertanian hortikultura yang mana selain dapat menghasilkan produk unggulan, juga produk yang ramah lingkungan.

Berbagai penerapan yang dilakukan diatas merupakan salah satu penerapan berbagai teknologi pertanian yang dapat menguntungkan petani itu sendiri. Salah satu teknologi pertanian yang dapat diaplikasikan adalah teknologi pertanian terpadu atau integrated farming. Pertanian terpadu ini salah satunya diterapkan dengan cara sebagai berikut. Yaitu satu lahan pertanian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, misalnya untuk pertanian tanaman pangan, lalu juga untuk kegiatan budidaya ikan lele, sekaligus untuk memelihara ayam diatas kolam lele tersebut. Setiap dari kegiatan pertanian diatas saling berhubungan dan menguntungkan satu sama lain, sehingga dapat memberi keuntungan bagi petani atau pembudidaya yang melakukannya.

Adapun keuntungan yang berasal dari sejarah kolam terpal ini masih berlaku bagi pembudidaya ikan lele yang menggunakan kolam terpal sebagi tempat budidaya. Salah satu keuntungan yang jelas adalah dapat digunakannya pada lahan kering. Sehingga, bagi siapa saja dan bagi orang yang berada dimana saja dapat meneruskan penggunaan kolam terpal untk budidaya ikan lele.

Cara Efektif  Pemberian Pakan Ikan Lele Budidaya

Cara Efektif Pemberian Pakan Ikan Lele Budidaya

Urbanina.com – Dalam membudidayakan ikan lele, diperlukan banyak upaya agar mendapatkan ikan lele yang mempunyai bobot yang berat sehingga laku di pasaran dan menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Salah satu upaya yang mempengaruhi keuntungan adalah proses pemberian pakan ikan lele. Pemberian pakan ikan lele yang baik adalah pemberian yang dilakukan dengan pemilihan kualitas pakan yang baik. Terdapat banyak pilihan pakan yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan ragam pakan. Pakan yang baik tentunya pakan yang dapat dibeli dengan harga yang paling murah, namun dapat menghasilkan ikan lele yang berbobot. Adapun kualitas pakan yang baik adalah yang memiliki FCR(Food Convertion Ratio) yang lebih kecil dari satu. Semakin kecil nilai FCRnya, maka semakin baik pula kualitas pakan tersebut. Selain dari kualitas pakan pabrik ini, untuk membuat pakan dengan biaya minimalis dapat juga dilakukan dengan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Caranya adalah sebagai berikut.

pemberian pakan ikan lele

  1. Pemberian pakan utama

Pakan utama ini merupakan pakan yang diberikan kepada ikan lele agar ikan tersebut mendapat asupan gizi yang cukup. Harus diketahui bahwa ikan lele merupakan ikan berjenis karnivora, oleh karena itu salah satu nutrisi yang dibutuhkan adalah protein hewani. Selain protein hewani ini, beberapa nutrisi yang dibutuhkan adalah seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan juga mineral. Dan pemberian pakan utama berupa pakan buatan pabrik biasanya sudah mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ikan lele tersebut. Namun, harga pakan buatan pabrik ini kadang-kadang membebani pembudidaya dikarenakan harganya yang relatif mahal. Maka, pembudidaya dapat membuat ransum ikan lele sendiri dengan prosedur dan bahan-bahan yang sesuai.

Pemberian pakan ikan lele yang utama ini diberikan disesuaikan dengan kebutuhan ikan lele. Dengan begitu, tidak akan terjadi kelebihan pemberian pakan ikan lele yang dikhawatirkan akan mencemari kolam jika tenggelam ke dasar kolam. Ketika ikan lele sudah tidak agresif dalam menyantap pakan, itu berarti bahwa pemberian pakan segera dihentikan. Selain diberikan sesuai kebutuhan, pemberian pakan utama ini juga dilakukan secara teratur dan terjadwal. Dengan ditebarkannya pakan ke kolam lele, maka ikan lele yang sehat akan memakan dengan lahap pakan yang diberikan tersebut. Perlu diketahui bahwa ikan lele ini memiliki pergerakan yang lebih aktif ketika malam hari, maka hewan ini termasuk dalam kelompok hewan noktunal. Sehingga, pemberian pakan diwaktu malam diberikan dengan jumlah yang lebih banyak ketimbang di pagi maupun siang hari.

  1. Pemberian pakan tambahan

Pemberian pakan tambahan ini dilakukan sebagai pakan yang berfungsi untuk pakan tambahan saja. Artinya, pemberian pakan tambahan ini dilakukan untuk mendampingi pakan utama diatas. Pemberian pakan tambahan ini dilakukan karena dapat meminimalisir anggaran untuk pemberian pakan. Seperti yang diketahui bahwa anggaran yang digunakan untuk memberi pakan lele ini memang menghabiskan biaya yang lumayan banyak jika dibandingakan dengan biaya yang lainnya. Sehingga, dengan pemberian pakan tambahan ini dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pakan.

Untuk memberikan pakan tambahan, dapat dilakkan dengan memberi ikan lele pakan berupa ikan rucah. Ikan rucah adalah ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak layak dikonsumsi manusia karena cacat pada tubuhnya atau ukuran yang tidak sesuai. Tidak hanya dari ikan rucah, pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan memberikan belatung yang diproduksi menggunakan ampas tahu. Ada juga pakan tambahan yang berupa keong mas ataupun limbah ayam. Kedua pakan tambahan ini baru dapat diberikan jika diolah terlebih dahulu, semisal direbus. Cangkang keong harus dipisahkan, serta bulu ayam juga tidak layak untuk ikut dimasukkan ke dalam kolam.

Panduan Menyiapkan Kolam Tanah Untuk Budidaya Ikan Lele

Panduan Menyiapkan Kolam Tanah Untuk Budidaya Ikan Lele

Urbanina.com – Budidaya ikan lele semakin hari semakin populer dikarenakan budidaya ini terus mendapatkan tempat di pasar. Meningkatnya permintaan ikan lele menjadi berkah tersendiri bagi mereka para pembudidaya ikan lele. Salah satu hal yang menjadi kegiatan pokok seorang pembudidaya adalah mempersiapkan kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan lele. Ada banyak pilihan kolam yang dapat di pilih oleh pembudidaya seperti kolam semen, kolam tanah, kolam terpal dan lain-lain. Namun, kali ini Urbanina akan membahas bagaimana menyiapkan kolam tanah, karena kolam ini sering menjadi pilihan pembudidaya. Ada beberapa tahapan untuk menyiapkan kolam tanah ini, berikut kami urutkan dari urutan pertama.

menyiapkan kolam tanah

  1. Pengeringan tanah

Pengeringan tanah dapat dilakukan dengan membiarkan kolam tersebut dibawah sinar matahari hingga kering. Adapun indikasi keringnya tanah ditandai dengan permukaan tanah yang retak-retak. Menyiapkan kolam tanah dengan dikeringkan tanahnya terlebih dahulu dimaksudkan agar dapat memutuskan keberadaan mikroorganisme jahat yang dapat tumbuh sebagai bibit penyakit ikan lele. Hal ini dikarenakan mikroorganisme dapat tumbuh dari sisa budidaya lele sebelumnya. Dan lama pengeringan biasanya 3-7 hari sesuai dengan panas terik matahari.

  1. Pengolahan tanah

Tanah yang sudah kering in kemudian diolah. Pengolahan dilakukan dengan pembajakan atau pencangkulan permukaan tanah. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kegemburan tanah sekaligus untuk menghilangkan gas beracun yangmungkin tertimbun didalam tanah. Untuk menyiapkankolam tanah yang pernah dipakai sebelumnya, mungkin akan ditemui lumpur hitam didalamnya. Buanglah lumpur itu terdapat gas beracun didalamnya hasil dari sisa makanan yang tenggelam di periode budidaya ikan lele sebelumnya.

  1. Pengapuran kolam

Yang dimaksud dengan pengapuran kolam adalah dengan menebarkan jenis kapur yaitu dolomit atau kapur tohor di atas permukaan dasar kolam secara merata. Hal dilakukan untuk memberantas bakteri patogen sekaligus untuk menyeimbangkan keasaman kolam. Adapun dosis yang sering digunakan adalah 250-750 gram per meter persegi. Dan bagi yang sudah ahli, dosis ygn diberikan tinggal disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

  1. Pemupukan kolam

Pemupukan pada tanaman dilakukan agar dapat menjadi nutrisi bagi tanaman, lalu bagaimana dengan pemupukan pada kolam ikan lele? Menyiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan lele memang membutuhkan proses pemupukan tanah. Hal ini agar tanah yang menjadi dasar kolam memiliki nutrisi bagi biota semisal fitoplankton dan cacing. Karena, biota ini dibutuhkan oleh ikan lele untuk makanan alami yang kaya nutrisi.

Adapun pupuk kolam yang digunakan ini adalah campuran dari pupuk organik dengan pupuk urea dan TSP. Dosis untuk pupuk organik adalah sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Pupuk organik yang digunakan dapat dari pupuk kompos atau pupuk kandang. Sedangkan dosis pupuk urea adalah sebanyak 15 gram per meter persegi dan TSP sebanyak 10 gram per meter pesrsegi.

  1. Pengaturan air kolam

Langkah selanjutnya adalah dengan mengisi kolam yang sudah dipupuk dengan air. Dalam mengisi air kolam tanah ini tidaklah dilakukan dengan sekali isi saja. Perlu dilakukan pengisian secara air bertahap. Pertama, isi kolam dengan air setinggi 30-40 cm saja. Ukuran ini dimaksudkan agar air tidak menghalangi sinar matahari untuk sampai kedasar kolam. Dengan begitu, biota seperti fitoplankton dapat tumbuh dengan baik karena mendapat sinar matahari. Kesehatan fitoplankton dapat ditandai dengan warna kolam yang kehijauan.

Setelah satu pekan, barulah benih ikan lele dapat ditebatkan di kolam tanah tersebut. Dan pengisian air kolam dilakukan kembali secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan ikan lele. Dan batas ideal pengisian air kolam tanah adalah hanya setinggi 100-120 cm saja.

Mengenal Sifat-Sifat Ikan Lele Untuk Dibudidayakan

Mengenal Sifat-Sifat Ikan Lele Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Ikan lele merupakan salah satu ikan yang populer di masyarakat dengan salah satu olahan yang terkenal adalah pecel lele. Di sepanjang Jabodetabek, menu olahan ikan lele ini begitu digemari masyarakat yang dapat ditemui di warung-warung tenda yang menjual menu ini. Selain memiliki daging yang cukup besar, ikan lele juga memiliki rasa yang tidak kalah lezat jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Hal ini yang menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan akan ikan lele di pasar. Peningkatan yang terjadi kemudian dapat menciptakan peluang usaha yaitu usaha budidaya ikan lele. Ketika ada pasokan ikan lele yang melimpah, maka permintaan ikan lele akan terpenuhi. Dan bagi mereka yang membudidaya ikan lele, mereka harus mengenali sifat ikan lele sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat ketika membudidayakannya.

sifat ikan lele

Sifat ikan lele untuk dibudidayakan tersebut akan dibahas Urbanina dalam artikel ini. Sifat ikan lele ini tentu dimuat berdasarkan dari beberapa sumber yang terpercaya sekaligus berdasarkan pengalaman ketika membudidayakan ikan lele ini. Berikut ulasannya.

Telah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh BRPBAT(Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar) yang berdomisili di Bogor dengan melakukan pembesaran ikan lele di kolam seluas 1000 m² berkedalaman 1 m. Dengan memasukan benih berukuran 5-8 cm dengan kepadatan penebaran 30-50 ekor/m², diberi pakan campuran dedak dan ikan rucak dengan rasio 3:1. Dengan konversi pakan adalah 6:1, yaitu setiap 6 kg pakan, dapat menghasilkan 1kg ikan. Ikan tersebut dipelihara selama 24 pekan (5-6 bulan), dan dapat menghasilkan lele dumbo seberat 180-200 gram per ekor, dan banyaknya mortalitas adalah 30%.

Dari hasil penelitian tersebut, dapat diketahui beberapa sifat lele dumbo jika dibandingkan dengan lele lokal. Lele dumbo ini disebut demikian karena ikan lele tersebut dapat tumbuh dengan cepat sekaligus memiliki badan yang besar. Konon, pemberian nama dumbo ini diberikan oleh orang Jawa yang berasal dari kata dhomba(bahasa Jawa). Dhomba adalah nama hewan yaitu kambing domba yang memiliki pertumbuhan yang cepat sekaligus memiliki tubuh yang gemuk dan berlemak banyak. Ucapan dhomba mungkin kurang enak didengar sehingga diganti dengan sebutan dumbo yang juga digunakan pada jumbo jet yang berarti jet yang besar. Itulah awal mula dari penamaan lele dumbo yang dipercayai. Kembali ke topik, berikut adalah data sifat ikan lele yang dapat diambil dari penelitian oleh BRPBAT Bogor.

Ikan lele dumbo akan memiliki respon terhadap stress atau terkejut yang ia alami, yaitu warna tubuhnya akan berubah menjadi loreng-loreng. Sedangkan lele lokal akan memiliki warna gelap. Tetapi, ketika lele dumbo ini dalam keadaan normal atau sehat, ikan ini akan memiliki gerakan yang gesit dan lebih agresif jika dibandingkan dengan lele lokal.

Di sisi lain, lele dumbo juga memiliki patil seperti lele lokal pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah patil ikanlele dumbo ini tidak memiliki racun seperti yang dimiliki oleh ikan lele lokal. Dan juga, ikan lele dumbo akan ramah dan tidak akan merusak pematang. Berbeda dengan lele lokal yang memiliki sifat merusak pematang dengan membuat lubang. Itulah beberapa sifat yang dapat dilihat dari ikan lele dumbo dan lokal.

Secara lebih detil, pertumbuhan dari kedua jenis lele ini juga berbeda. Di umur 5 pekan, lele dumbo akan tumbuh dengan bobot 10-15 gram per ekor. Angka ini jauh berbeda dengan lele lokal yang hanya mencapai 1-1,5 gram per ekor di umur yang sama. Sehingga, di umur 24 pekan(5-6 bulan), lele dumbo dapat tumbuh dengan bobot 180-200 gram per ekor.

Penyebaran ikan lele Di Indonesia Dan Dunia

Penyebaran ikan lele Di Indonesia Dan Dunia

Urbanina.com – Ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang banyak disukai oleh masyarakat di Jabodetabek. Selain di Jabodetabek, ikan ikan lele juga telah tersebar di banyak pulau dan provinsi di Indonesia ini. Penyebaran ikan lele di Indonesia menjadikan ikan ini memiliki beberapa sebutan yang berbeda. Hal ini tentu dikarenakan keragaman bahasa dan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia ini. Meskipun memiliki nama yang berbeda-beda, namun pada intinya ikan lele yang tersebar di Indonesia ini wujudnya sama dengan ikan yang memiliki nama latin clarias batrachus ini. Untuk mengetahui penyebaran ikan lele di Indonesia lebih lanjut, simak ulasan dari Urbanina berikut ini.

penyebaran ikan lele

Untuk nama ikan lele di Pulau Jawa adalah ikan lele. Namun, jika kita pergi ke Pulau Sumatera kita akan mengenal ikan lele ini dengan sebutan ikan kalang. Berbeda lagi ketika kita mampir untuk istirahat di Pulau Kalimantan, ikan lele akan disebut dengan sebutan ikan pintet. Dan di pulau lain yaitu di Provinsi Makassar, ikan ini memiliki nama yaitu ikan keling. Itulah beberapa nama lain ikan lele yang tersebar di Indonesia. Meskipun penyebaran ikan lele yang ada di Indonesia ini menghasilkan nama lain yang beragam, namun ikan jenis ini lebih populer dengan sebutan ikan lele dibandingkan nama yang lainnya. Dan ikan lele ini dalam bahasa inggris disebut dengan catfish, mungkin disebabkan karena ikan ini berkumis seperti kucing(cat). Nama catfish juga dipakai sebagai nama perdagangan sehingga menjadi nama internasional.

Ikan yang memiliki kumis ini tidak hanya tersebar di Indonesia saja. Penyebaran ikan lele juga terjadi di banyak negara di Dunia. Di benua Afrika dan Asia teutama di perairan tawar, ikan ini akan dengan mudah ditemui. Dan khusus di Negara Indonesia, ikan lele yang tumbuh alami tersebar di Kepulauan Sunda Besar maupun Sunda Kecil.

Ikan lele ini dapat hidup di seluruh oerairan tawar. Oleh karena itu, dapat ditemui ikan lele ini di danau, waduk, telaga, rawa, genangan kecil, dan di sungai yang arusnya tidak terlalu deras. Yang jelas, ikan lele tidak betah untuk hidup di air payau maupun air asin.

Salah satu keistimewaan dariikan lele adalah bahwaikan ini memiliki organ insang tambahan yangmemungkinkannya untuk dapat mengambil oksigen dari air maupun dari luar air. Hal inilah yang menjadikan ikan ini dapat hidup di rawa maupun tempat-tempat yang tidak terdapat banyak oksigen. Hal ini juga yang menjadikan ikan ini dapat bertahan hidup di tempat-tempat kotor seperti di air comberan.

Ikan lele ini dulunya hanya dipelihara di kolam pekarangn rumah yang dimanfaatkan untuk menghabiskan sisa makanan rumah tangga sebelum sekarang ini populer untuk dibudidayakan. Di air kotor terseut ikan lele tetap dapat bertahan hidup. Dan budidaya ikan lele ini juga telah tersebar di negara-negara berkembang seperti Laos, Filipina, Indonesia, Thailand, Kamboja, Birma, India dan Vietnam. Budidaya ikan lele ini tentu dengan memperlakukan ikan lele dengan sebaik-baiknya agar dapat tumbuh pesat dengan bobot yang sesuai dengan permintaan pasar.

Demikian tadi dalah ulasan mengenai penyebaran ikan lele di Dunia. Pada dasarnya, ikan akan dapat hidup di tempat yang sesuai dengan lingkungan yang ia bisa menyesuaikan. Misalnya, ikan lele ini akan dapat tumbuh di perairan yang suhunya tidak terlalu dingin. Karena, jika suhu suatu perairan adalah dibawah 20° C, maka pertumbuhan ikan lele ini akan menjadi lebih lambat.

Apa Yang Menjadi Inti Budidaya Ikan Lele ?

Apa Yang Menjadi Inti Budidaya Ikan Lele ?

Urbanina.com – Ikan lele terus mengalami peningkatan permintaan seiringa dengan kegemaran masyarakat mengkonsumsi daging ikan yang memiliki patil ini. Hal ini tentu menciptakan adanya peluang usaha untuk membudidayakan ikan lele. Hal ini yang juga menjadi landasan bagi pendahulu pengusaha budidaya ikan lele ini. Semakin banyak permintaan ikan lele, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan finansial dari budidaya ikan lele ini. Seorang pemula yang belum pernah sekalipun menggeluti budidaya ini pun juga dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar ini. Namun, bagi pemula harus mengetahui apa inti budidaya ikan lele agar dapat melakukan budidaya dengan mudah.

inti budidaya ikan lele

Yang menjadi inti budidaya ikan lele adalah terdiri dari dua hal, yaitu usaha pembenihan dan usaha pembesaran. Ketika seorang pemula mengerti tentang dua hal yang menjadi inti budidaya ikan lele tersebut, maka dia tidak akan kebingungan dala menjalani usaha yang digelutinya. Usaha pembenihan adalah budidaya ikan lele yang dilakukan agar lele dapat menghasilkan benih baru. Sedangkan usaha pembesaran adalah usaha budidaya yang dimaksudkan agar mendapatkan ikan lele yang berbobot sehingga laku di pasaran. Tentu saja dua hal ini adalah proses usaha yang dilakukan berkesinambungan.

Dalam melakukan budidaya ikan lele, sangat disarankan untuk melakukan kedua inti budidaya ikan lele tersebut. Salah satu yang mendasari adalah jika dapat meakukan kedua inti budidaya ikan lele yaitu pembenihan dan pembesaran, maka akan didapatkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan melakukan salah satu usaha saja.

Dalam melakukan usaha pembenihan, dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan ini. Yaitu memijahkan induk-induk ikan agar mampu untuk menghasilkan dan menetaskan telur, dan juga mampu memelihara buraya menjadi benih ikan lele yang siap sebar. Budidaya ini tergolong mengasyikan dan banyak digemari oleh para pendahulu pembudidaya ikan lele.

Untuk benih yang siap tebar ini memiliki ukuran tersendiri yaitu berukuran gelondongan. Ukuran gelondongan pada benih ini sendiri dibagi menjadi dua yaitu gelondongan kecil dan gelondongan besar. Gelondongan kecil berukuran 3-5 cm, sedangkan gelondongan besar berukuran 5-10 cm. Setelah benih memiliki ukuran gelondongan ini, berarti benih tersebut telah siap untuk ditesar dan dibesarkan agar dapat tumbuh dengan daging yang lebih banyak sehingga laku di pasaran dan layak dikonsumsi.

Inti yang kedua yaitu usaha pembesaran ikan lele. Untuk melakukan usaha ini, tentu dapat dilakukan dengan lebih mudah lagi karena telah melewati tahapan pembenihan tadi. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan membesarkan benih ikan lele yang telah dipersiapkan agar dapat memiliki bobot yang diinginkan pasar. Dalam melakukan usaha pembesaran ini, tentu dilakukan ditempat yang terpisah dari usah pembenihan karena tujuannya berbeda dengan usaha pembenihan.

Adapun bobot yang menjadi bobot minimal dari permintaan pasar yaitu 100–200 gram per ekor. Ketika sudah mencapai bobot minimal permintaan pasar, maka proses pembesaran telah selesai dan sudah dapat dijual di pasar. Dengan bobot minimal ini sudah menjadi ikan lele yang layak untuk dikonsumsi. Namun, ketika jumlah permintaan ikan lele ini meningkat, sering kali ikan lele yang baru berbobot 50 gram sudah dibeli oleh konsumen.

Setelah mengetahui inti dari budidaya ikan lele ini, tentu bagi pembaca yang msih seorang pemula tidak perlu ragu lagi untuk mencoba melakukan budidaya ikan lele ini. Tidak ada kerumitan yang berarti ketika sudah menmahami inti dari budidaya ikan lele ini.

Sejarah Perkembangan Bisnis Ikan Lele Di Indonesia

Sejarah Perkembangan Bisnis Ikan Lele Di Indonesia

Urbanina.com – Ikan lele merupakan salah satu ikan yang memiliki daging dengan citarasa yang banyak digemari oleh masyarakat. Di tahun 2016 ini, ide untuk membudidayakan ikan lele untuk menyuplai masyarakat pecinta kelezatan daging ikan lele ini sudah banyak dilakukan oleh sebagian orang. Selain untuk menyediakan pasokan daging ikan lele, pembudidaya ikan lele akan dapat memperoleh keuntungan hasil dari penjualan ikan lele yang mereka budidaya. Kemudian, apakan di masa lalu bisnis semacam ini sudah ada? Bagaimana perkembangan bisnis ikan lele dimasa lalu? Semua itu akan dibahas Urbanina di paragraf berikutnya.

perkembangan bisnis ikan lele

10 tahun yang lalu, tepatnya ditahun 2006 ada sebuah lembaga yang mencatat statistik mengenai perkemabngan bisnis ikan lele ini. Sejarah perkembangan bisnis ikanlele setidaknya dapat dimulai dengan melihat keadaan pasar di tahun tersebut. Adalah “Warta Pasar Ikan” yang mengeluarkan data statistik bahwa ditahun tersebut telah terdapat 5.000 orang anggota pengusaha warung tenda pecel lele yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Tak hanya itu, data yang dikeluarkan lembaga tersebut juga mengenai kebutuhan daging ikan lele yang mencapai 40 ton per hari.

Dulu, orang hanya membudidaya ikan lele sebagai pekerjaan sampingan saja. Ikan lele yang mereka pelihara ditempatkan di kolam pekarangan rumah agar dapat sebagai hewan yang memakan sisa-sisa makanan atau limbah rumah tangga saja. Kita tahu, bahwa ikan lele merupakan ikan yang dapat hidup di lingkungan air kotor akibat limbah rumah tangga ini. Lele yang dipelihara dengan pakan sisa makanan rumah tangga ini tentu tidak dapat tumbuh dengan pesat, tetapi daging yang dihasilkan tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan makan.

Perkembangan bisnis ikan lele mulai dilakukan setelah banyaknya permintaan ikan lele di pasaran. Banyak orang yang melihat peluang usaha ini yang kemudian beranjak untuk memelihara ikan lele untuk dibudidayakan dan dibisniskan. Dengan begitu, keuntungan finansial pun dapat diperoleh. Setelah ada satu orang yang memulai usaha dan untung, maka orang yang mendengar berita ini pun banyak yang kemudian tertarik untuk ikut melakukan budidaya agar dapat mendapatkan keuntungan finansial juga. Namun, tidak semua orang yang melakukan bisnis ini berhasil dalam usahanya. Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya strategi dalam pemasaran, sehingga tidak sedikit pembudidaya ikan lele yang rugi waktu itu.

Meskipun banyak yang mengalami kerugian, tetapi perkembangan bisnis ikan lele ini tidak semakin menurun, justru semakin meningkat. Hal ini dikarenakan perkembangan bisnis ikan lele pada waktu itu didukung oleh riset yang dilakukan oleh lembaga terkait. Salah satu lembaga ygn ikut berperan adalah Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar (BRPBAT) yang bertempat di Bogor. Lembaga tersebut telah banyak melakukan riset mengenai ikan lele yang telah dimulai sejak tahun 1978.

Adapun riset yang dilakukan oleh BRPBAT ini tentu agar perkembangan bisis ikan lele ini dapat melaju cepat. Adapun beberapa aspek yang dilakukan riset diantaranya riset dalam aspek budidaya untuk induk ikan lele, benih, pakan, lingkungan dan penyakit ikan lele. Riset ini tentu dilakukan dari satu bidang menuju bidang yang lain, sehingga membutuhkan banyak waktu. Dan pada tahun 1995, ikan lele telah dianggap sebagai komoditas budidaya umum sehingga riset yang dilakukan sudah terbatas. Dan jika dibandingkan dengan tahun tersebut, bisnis ikan lele yang dilakukan akhir-akhir ini tentu memiliki kesamaan prinsip meskipun teknologi yang digunakan sedikit lebih maju.

Membuat Ransum Ikan Lele Yang Baik Untuk Pertumbuhan

Membuat Ransum Ikan Lele Yang Baik Untuk Pertumbuhan

Urbanina.com – Membuat ransum ikan lele tentu tidaklah sesuatu yang sederhana. Namun, sebenarnya membuat ransum pakan lele bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan. Jika seorang pembudidaya ikan lele yang memberi ransum lele mereka dari pabrik (membeli), maka itu adalah hal yang tepat karena kandungan gizi yang terkandung didalamnyamerupakan kandungan yang dibutuhkan oleh ikan agar bertumbuh baik. Namun, jika membuat ransum ikan lele dapat dilakukan dan harganya lebih murah dari pada ransum buatan pabrik, mengapa tidak dicoba?

membuat ransum ikan lele

Kali ini Urbanina akan membahas tentan g bagaimana membaut ransum ikan lele ini. Bagi yang belum pernah melakukan tentu kegiatan ini terlihat rumit. Namun, jika sudah dipelajari dengan benar, maka kegiatan ini akan terlihat lebih sederhana dan lebih mudah tentunya. Ketika membuat ransum paka ikan lele, maka hal yang harus diperhatikan adalah untuk memenuhi gizi kepada lele yang dipelihara. Adapun gizi yang dibutuhkan ikan lele sudah tercantum pada label ransum ikan lele yang dibeli buatan pabrik ini. Secara keseluruhan, pakan ikan lele mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lalu, dari mana kita bisa mendapatkan bahan pembuat ransum yang memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan ikan diatas?

Pertama adalah karbohirat, dapat ditemukan pada dedak halus dan tepung jagung atau tepung sagu. Dedak halus ini nama lainnya adalah bekatul. Dapat ditemui hampir diseluruh tempat penggilingan padi. Kalau tepung jagung biasanya hjarganya masih lumayan mahal jadi dapat diganti dengan tepung sagu.

Kedua adalah protein, dapat ditemukan pada tepung ikan dan bungkil kelapa. Untuk mendapatkan tepung ikan, bisa didapat denganmembelinya di poultry shop. Begitu juga dengan bungkil kelapa yang juga bnyak dijual di poultry shop.

Ketiga adalah vitamin, dapat ditemui pada minyak ikan. Minyak ikan ini juga dapat dibeli di poultry shop. Kandungan minyak ikan yang dibutuhkan adalah vitamin A dan C. Vitamin A untuk membantu pertumbuhan, vitamin C untuk menjaga agarikan tetap aktif.

Keempat adalah mineral, dapat ditemukan pada tepung tulang dan tepung dolomite. Bila tidak ada, dapat memeli di pultry shop yang juga menyediakan mineral tepung ini.

Kali ini, urbanina akan menerangkan mengenai membuat ransum ikan lele dengan cara yang sederhana. Sehingga alat-alat yang digunakan juga cukup sederhana seperti ember, sendok, plastik kaca ukuran 1 m², dan 3 buah kantong plastik 2 kg.

Setelah semua alat dan bahan terkumpul, berikut adalah langkah-langkah pembuatannya.

  1. Buatlah adonan dari bahan-bahan tersebut diatas dengan cara menambahkan air secukupnya. Adapun perbandingan bahan-bahan yang digunakan untk membuat ransum ikan lele ini adalah sebagai berikut. 40% adalah bahan karbohidrat, 30% adalah bahan protein, 10% adalah bahan lemak, 10% adalah bahan mineral, dan 10 % adalah bahan vitamin.
  2. Adonan ini dibuat mirip dengan adonan keu yaitu tidak terlalu kering dan tidak terlalu cair.
  3. Kemudian, adonan yang sudah sempurna diletakkan kedalam kantong plastik yang telah dipersiapkan.
  4. Kantong yang telah berisi adonan itu diikat, kemudian pada bagian ujung plastik delubangi menggunakan paku 5 inci.
  5. Siapkan plastik kaca, kemudian olesi dengan minyak.
  6. Lalu, pencet kantong plastik tersebut sehingga akan mengeluarkan adonan. Keluarkan adonan secara memanjang (seperti mie) dan tidak terputus diatas plastik kaca yang sudah diolesi minyak tadi.
  7. Setelah itu, adonan yang telah memanjang tersebut ditaburi dengan tepung jagung tipis-tipis. Hal ini dimaksudkan agar pelet tidak menyatu ketika dikeringkan nantinya.
  8. Langkah selanjutnya adalah adonan yang telah memanjang tersebut dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan.
  9. Terakhir dijemur hingga kering. Sebaiknya jangn dibawah terik matahari karena dikhawatirkan akan mengurangi kadar vitamin B.
Bagaimana Membangun Kemitraan Dalam Budidaya Ikan Lele?

Bagaimana Membangun Kemitraan Dalam Budidaya Ikan Lele?

Urbanina.com – Membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele dapat mempermudah budidaya ikan lele itu sendiri. Maka, hal ini menjadi salah satu hal yang dicari-cari oleh para pembudidaya ikan lele untuk mengembangkan usaha mereka. Namun, ketika membangun kemitraan ini juga harus dilandasi dengan ilmu yang kuat tentang kemitraan dalam budidaya ikan lele. Oleh sebab itu, banyak pembudidaya ikan lele yang tidak melakukan kemitraan karena sedang hati-hati dengan langkah kemitraan ini.

kemitraan dalam budidaya ikan lele

Pada kesempatan ini Urbanina akan membahas tentang membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele. Sebagai seorang yang melakukan budidaya ikan lele ini kami harapkan dapat meningkatkan usaha yang mereka geluti. Salah satu langkah kemajuan itu dapat dilakukan denga membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele. Seperti yang telah disebutkan datas bahwa tidak banyak orang yang berani membangun kemitraan atau melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam mengembangkan budidaya yang mereka lakukan. Oleh sebab itu, asalkan langakah membangun kemitraan dalam budidaya ikan lele ini dilandasi dengan keyakinan dan ilmu yang kuat, maka pastilah keberhasilan usaha dan keuntungan yang lebih besar akan didapatkan.

Berikut ini adalah beberapa bentuk kemitraan atau kerjasama yang dapat dilakukan di dunia budiday aikan lele. Denganmemahami bentuk-bentuk kerjasama ini diharapkan memberikan pengertian yang lebih mendalam agar dapat mengembangkan usaha dengan membangun kemitraan ini.

  1. Sistem Bagi Hasil

Mungkin ada yang menyebut sistem ini dengan sebutan kongsi, karena kedua nama kerjasama ini memiliki prinsip yang sama. Kerjasama sistem bagi hasil atau kongsi ini melibatkan dua pihak. Pihak pertama adalah sebagai pemodal dan pihak kedua adalah sebagai pelaksana. Kedua pihak tersebut memiliki perannya masing-masing untuk memperlancar budidaya ikan lele ini.

Peran pemodal dalam sistem bagi hasil atau kongsi ini adalah sebagai pihak yang menyediakan modal usaha budidaya. Modal dapat berupa lahan, bibit lele, pakan, obat-obatan, dan peralatan budidaya. Sedangkan peran pihak pelaksana adalah melaksanakan budidaya ikanlele ini dari awal sampai akhir. Dengan kata lain pelaksana menyediakan tenaga untuk membudidayakan ikan lele. Bagi mereka yang ingin membangun kemitraan ini, biasanya pembagian keuntungannya adalah 50:50, 50% untuk pemodal dan 50% untuk pelaksana.

Keuntungan dari sistem ini adalah bahwa kedua pihak mendapatkan keuntungan yang sama besar, apalagi ketika panen bertepatan dengan harga pasar yang mahal.

  1. Sistem Kemitraan

Sistem kerjasam yang kedua ini dilakukan juga diantara dua pihak, namun terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan sistem bagi hasil. Kerjasama ini dibangun oleh dua pihak yang mana pihak pertama sering disebut dengan inti, sedangkan pihak kedua bisa disebut dengan plasma. Masing-masing dari pihak inti dan plasma memiliki peran yang berbeda serta dari awal telah melakukan perjanjian tentang pembagian hasil yang akan diterima.

Untuk lebih jelasnya, pihak inti memiliki kewajiban untuk menyuplai bibit lele, pakan, dan obat-obatan yang diperlukan. Dan pihak plasma memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan dan tenaga kerja. Dan setelah mendapatkan panen yang didapatkan, harga panen sudah disesuaikan dengan harga awal ketika membuat perjanjian, sehingga tidak terpengaruh oleh harga pasar. selain itu, hasil panen yang didapat juga tidak boleh dijual ke pasar, melainkan harus dijual ke pihak inti.

Keuntungan dari kerjasama ini adalah bahwa harga ikan lele sudah disepakati sejak awal perjanjian. Dengan begitu, maka keuntungan sudah dapat diperkirakan selama ikan lelemendapat perawatan yang baik dan tumbuh sehat.

Cara Mudah Mengenali Bibit Ikan Lele Yang Baik

Cara Mudah Mengenali Bibit Ikan Lele Yang Baik

Urbanina.com – Budidaya ikan lele sudah sangat populer di Indonesia. Satu hal yang menarik dari budidaya ikan yang satu ini adalah perawatan yang tidak terlalu sulit, tetapi dapat menghasilkan panen yang dapat menguntungkan pembudidaya. Juga terdapat banyak pilihan jumlah ikan yang dibudidaya, dari skala paling kecil hingga yang terbesar. Sehingga, bagi mereka yang masih pemula dapat menjadikan usaha perikanan ini menjadi salah satu pilihan dalam memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Budget yang tersedia dapat disesuaikan dengan banyak pilihan dalam budidaya ikan lele ini. Namun, satu hal yang tidak boleh dipilih-pilih adalah tentang pemilihan bibit ikan lele yang baik. bagaimanapun juga bibit ikan lele yang baik merupakan tumpuan awal agar dapat tumbuh dengan baik sehingga diakhir nanti juga akan didapatkan potensi keberhasilan usaha yang lebih besar.

bibit ikan lele yang baik

Orang yang ingin membudidayakan ikan lele dapat memilih bibit ikan lele yang baik dengan memiliki pedoman dengan mengenali ciri-ciri dari bibit ikan lele yang baik tersebut. Bibit ikan lele ini dapat dibeli di supplier yang sudah terpercaya kualitas bibitnya. Dan berikut in adalah empat ciri-ciri bibit ikan lele yang baik yang dpat dijadikan pedoman ketika hendak membeli bibit ikan lele.

  1. Bibit lele mampu bergerak lincah

Bibit ikan lele yang sehat adalah bibit yang mampu bergerak lincah. Cara mengetesnya, masukkan jari atau benda lain ke kolam lalu lihat pergerakan dari ikan tersebut. bibit yang sehat tentu akan bergerak lincah seabagai respon karena ada benda asing yang masuk ke kolam. Namun, jika bibit tidak merespon dengan baik dan gerakannya maju mundur saja dan tidak lincah, maka bibit tersebut sebaiknya tidak usah dibeli.

  1. Memiliki badan yang mulus dan sewarna

Ciri-ciri yang kedua adalah bahwa bibit ikan lele memiliki permukaan badan yang mulus serta hanya satu warna saja. Bibit ikan lele bisa disebut dengan kata lain adalah bayi ikan lele. Yang mana masih memiliki sifat bawaan yang belum terpengaruhi oleh dunia luar. Begitu juga dengan bibit ikan lele ini,sepatutnya bibit yang baik adalah yang belum memiliki cacat di permukaan tubuhnya. Jika sampai ada bibit yang permukaannya lecet, resiko kematian ketika dibudidaya akan lebih besar. Selain itu, warna yang dimiliki permukaan badan bibit juga masih satu warna, biasanya berwarna coklat tua atau hitam kemerahan.

  1. Bibit lele lincah dalam bergerak melawan arus

Bibit lele yang sehat seharusnya memiliki kelincahan dalam bergerak melawan arus air kolam. Nah, untuk mengeceknya, dapat dilakukan dengan memiringkan wadah secara perlahan, kemudian perhatikan pergerakan bibit. Jika sebagian besar bibit bergerak melawaan arus, maka bisa dianggap baik. namun, jika sebagian besar bibit bergerak terbawa arus air, maka sebaiknya bibit yang semacam ini tidak dibeli saja.

  1. Memiliki bagian tubuh yang lengkap

Ciri-ciri yang keempat yang dapat diperhatikan dari bibit lele yang baik adalah kelengkapan bagian tubuh bibit lele tersebut. Bagian tubuh lele yang seharusnya ada pada tubuh bibit lele diantaranya dua pasang sirip bawah, sirip punggung sepanjang badan, dan juga empat pasang sungut. Bila kesemua bagian tubuh tersebut diatas ada, maka bibit tersebut dapat dipastikan memilki kualitas yang baik.

Demikian keempat ciri-ciri bibit lele berkualitas yang dapat menjadi acuan ketika membeli bibit ikan lele. Maka dari itu, ketelitian ketika membeli bibit lele sangat diperlukan agar mendapat bibit lele yang berkualitas.