Ciri 2 Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Ciri 2 Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Urbanina.com – Pecel lele merupakan salah satu jenis kuliner kesukaan di Indonesia. Lele yang digoreng secara garing menjadi terasa lebih gurih dan nikmat bila lele yang merupakan obyek masakannya ialah lele dengan mutu terbaik. Nyaris segenap masyarakat Indonesia mengetahui cara memasak ikan lele dengan cara digoreng. Tetapi, dengan banyaknya penggemar lele, cara pengolahannya juga kian lebih beragam. Para penggemar ikan jenis ini ternyata tidak cuma asalnya dari seluruh wilayah di Indonesia, tetapi nyatanya juga datang dari berbagai negara di sekitar Indonesia. Tidak ayal lagi, tidak sedikit orang dari luar Indonesia yang mengimpor lele dari Indonesia. Hal ini menjadikan bisnis lele menjadi makin antusias sekarang ini. Peminat bisnis budidaya lele pun semakin banyak dan banyak orang belajar cara beternak ikan lele. Namun tahukah ciri 2 lele dumbo itu apa saja?

Lele dumbo meruapakan salah satu diantara beberapa jenis ikan lele yang banyak disukai oleh para pengusaha budidaya lele. Sejumlah pembudidaya mengatakan lele dumbo adalah hasil kawin silang dua species ikan lele, yaitu antara lele betina Clarias fuscus dari Taiwan dan lele jantan Clarias mossambicus dari Kenya, Afrika. Dari hasil kawin silang itu diperkirakan beberapa sifat lele jantannya lebih dominan. Lantas, sebenarnya apa saja ciri 2 lele dumbo ini?

Ciri-ciri Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Untuk Anda yang belum mengenali dengan jelas seperti apa bentuk ikan lele dumbo, di bawah ini adalah ciri 2 lele dumbo yang perlu Anda diketahui, diantaranya:

  • Memanjang bentuk tubuhnya, tidak memiliki sisik dan licin.
  • Bagian dorsalnya mempunyai warna hitam dan bagian ventralnya memiliki warna putih susu.
  • Sirip di bagian dadanya sudah berubah menjadi patil.
  • Sungutnya memiliki empat pasang.
  • Di dekat sungut memiliki alat olfaktori yang berguna untuk penciuman dan perabaan.
  • Mencari makanannya di malam hari (nocturnal).
  • Lele tergolong dalam ikan pemakan campuran (omnivor), tetapi condong sebagai karnivor.
  • Tidak demikian menyenangi cahaya/sinar (Photopobi).
  • Memiliki alat pernapasan tambahan (arborescent).

Selain ciri-ciri di atas, ciri 2 lele dumbo yang asalnya dari Afrika ini nyatanya mempunyai ukuran yang lebih besar ketimbang jenis lele lokal yang terdapat di Indonesia. Patilnya lele dumbo tumpul jadi lebih disenangi oleh orang-orang. Akan tetapi disamping beberapa kelebihannya itu, tampak terdapat sebuah kekurangan yang ada pada lele dumbo. Daging lele dumbo kelihatan menjadi lunak dan amat mudah hancur jika digoreng. Namun lantaran daya tahan hidupnya yang kuat pada tempat tinggalnya sehingga lele dumbo tergolong salah seekor jenis lele yang banyak diternak oleh kebanyakan orang di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Dengan bantuan teknologi kekinian, lele dumbo dapat mempunyai kualitas daging yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil kawin silang lele dumbo dengan lele lokal yang asalnya dari Asia Tenggara pun terbukti dapat memperbaiki kualitas dagingnya.

Trik Budidaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Trik Budidaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Urbanina.com – Salah satu alasan budidaya lele banyak dipilih para pembudidaya ikan tentunya karena banyak konsumennya. Sayangnya kita sering mendengar masalah kolam kotor dan bau terkait budidaya lele. Kini metode budidaya lele semakin modern dan variatif. Saat ini sudah ada budidaya lele bersih dan tidak bau. Salah satu diantaranya dengan sistem biogreen. Malahan, air kolam lele-nya pun dapat diminum (dikonsumsi). Lantas, seperti apa budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen?

Budidaya lele dapat menjadi salah satu peluang usaha yang memberi harapan. Permintaannya berasal dari usaha kuliner, seperti katering, pecel lele tenda, rumah makan, dan kebutuhan lainnya. Budidaya lele sistem biogreen merupakan teknik budidaya yang bebas dari pencemaran bahan biologi dan kimia, serta aman dimakan (konsumsi).  Sistem ini pertama kali diketemukan oleh H. Muhammad Iqbal, S.E. pada tahun 2014.

Trik BudiDaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen [[ ]]

Salah satu ciri-ciri dari sistem ini yaitu adanya penggunaan manajemen budidaya, media kolam terpal bulat, dan pakan probiotik. Kelebihan penggunaan kolam terpal bulat adalah kecuali murah, efisien, dan praktis, juga sanggup memuat bibit ikan lele lebih banyak dari kolam umumnya. Padat penebaran ikannya bisa mencapai hingga 700 ekor/m2.  Kelebihan lainnya dari budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen yaitu tingkat kematian rendah, hemat pakan dan air, bebas bau dan ramah lingkungan, dan tidak membutuhkan mesin aerator.

Budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen akan maksimal bila ada di daerah/tempat dengan suhu 26 – 36oC. Berdasarkan jenisnya, kolam terbagi menjadi 3 bagian yakni kolam transit untuk panen, kolam pembesaran, dan tandon air dengan rata-rata diameternya berkisar antara 1 – 5 meter pada ketinggian 1 meter.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolam terpal bulat antara lain atap plastik UV/transparan tembus cahaya, gergaji pipa paralon, lem, instalasi pipa air (pipa input, pipa pembuangan, pipa water level), karpet talang dan terpal, rangka kawat berbentuk bulat dengan bagian dasarnya membentuk kerucut, dan rangka kawat besi.

Langkah-langkah dalam merangkai kolam:

  • Rangkaian besi disipankan untuk membuat rangka kolam.
  • Sediakan terpal plastik dan karpet talang luar untuk bagian dinding kolam.
  • Siapkan juga pipa-pipa untuk water level, saluran pengeluaran pada dasar kolam, dan saluran masuk air.

Adapun langkah-langkah merangkai kolam dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

  • Menggali tanah dengan bentuk kerucut dan kedalamannya sejajar dengan rangka bagian dasar kolam yang bentuknya kerucut supaya tepat ketika peletakannya.
  • Dasar kolam disemen supaya kolam lebih kokoh dan juga diberikan saluran masuk dan pengeluaran airnya.
  • Galilah saluran pipa air untuk pembuangan air kolam. Lalu rangka besi yang telah disiapkan harus dipasang.
  • Pada rangka pasanglah karpet talang luar lalu terpal plastik pun dipasang. Pasangkan pipa saluran pembuangan, lalau disambungkan dengan pipa yang mengarah pada saluran pembuangan, yakni saluran air atau got.
  • Rapikanlah kedudukan terpal di rangka kolam dengan cara menarik terpal pada bagian tengah sedikit ke atas di bagian rangka sehingga kesemuanya bagian terpal keadaannya rata ke semua bagian dinding kolam.
  • Air dialirkan ke dalam kolam sembari diperiksa kedudukan terpal sekaligus dirapikan. Terpal akan menempel erat pada rangka bila kolam sudah diisi air tanpa memerlukan diikat lagi ke rangka. Kolam dapat segera dipergunakan bila tak ada masalah.

FYI, jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan

Urbanina.com – Inovasi komoditi ikan lele di bidang perikanan kian dilirik masyarakat sebab dipercaya bisa memberikan peluang bisnis yang baik. Hal itu mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengembangkan budidaya ternak lele yang baik dan tentunya berkualitas. Bagi masyarakat di pedesaan yang mempunyai lahan yang luas, tentunya budidaya lele bisa dengan mudah dilakukan, tetapi untuk masyarakat perkotaan yang ingin beternak lele menjadi salah satu kendala tersendiri dengan keterbatasannya lahan. Maka dari itu, kini sudah dikembangkan teknik yang bisa mengatasi keterbatasan lahan yang ada yakni dengan budidaya ikan lele sistem bioflok. Namun, apa saja keuntungan dari budidaya ikan lele sistem bioflok tersebut?

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok tentunya bisa menjadi solusi untuk para pengusaha yang mempunyai keterbatasan lahan. Sistem ini dikembangkan dengan pendekatan biologis agar ikan lele bisa tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan yang sealami mungkin. Jangan kaget, bila kualitas ikan lele yang dihasilkannya juga lebih baik ketimbang sistem beternak yang biasa dilakukan. Cara budidaya ikan lele sistem bioflok mengarah pada metode yang memakai mikroorganisme dari alam untuk mengubah limbah yang dihasilkannya. Dengan demikian, kesiapan limbah di dalam kolam bisa digunakan lagi oleh lele.

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sangat Menguntungkan []

Menurut julukannya, sistem bioflok terdiri atas 2 suku kata, yakni bio dan floc. Bio berarti hidup dan floc diartikan gumpalan. Dengan demikian, jadi biofloc (bioflok) bisa diartikan menjadi gumpalan-gumpalan yang ada pada permukaan air yang terdiri atas mikroorganisme hidup. Gumpalan itu menandakan adanya proses biologis yang berlangsung di dalam kolam. Hal itu memberi pandangan kalau cara budidaya ikan lele sistem bioflok dijalankan dengan teknik atau cara yang mudah dan alamiah. Eksistensi mikroorganisme penggumpal di dalam kolam berfungsi menjadi pengubah limbah atau kotoran yang bisa merubahnya jadi pakan alami untuk ikan lele.

Tersedianya mikroorganisme penggumpal di dalam kolam amat membantu kesiapan makanan untuk ikan lele dalam jangka waktu panjang. Hal ini pastinya bisa mengirit biaya pakan yang mesti dikeluarkan tiap hari. Pasalnya keperluan pakan yang semestinya diberikan tiap-tiap hari bisa diirit dengan memakai mikroorganisme berbentuk bakteri. Bakteri-bakteri itu bekerja menetralkan racun yang ada dalam limbah dan mengubahnya jadi makanan untuk ikan lele. Cara menggunakan mikroorganisme itu relatif mudah, yakni dengan memasukkan kultur bakteri ke dalam air kolam. Sebaiknya di dalam kolam dipasang aerator untuk memasok oksigen demi kehidupan mikroorganisme.

Budidaya ikan lele sistem bioflok dinilai bisa banyak menguntungkan untuk para pembudidaya lele. Disamping menghemat tempat, teknik inipun bisa mengirit biaya pakan yang dibutuhkan. Maka dari itu, kebanyakan pengusaha saat ini mulai mengaplikasikan metode bioflok dalam mengembangkan ternak ikan lele yang mereka jalani. Hal tersebut dilaksanakan dengan harapan usaha ternak lele yang mereka jalani bisa berkembang dengan baik dan menghasilkan ikan yang optimal. Demikianlah berbagai keuntungan yang bisa didapat dari budidaya ikan lele sistem bioflok. Anda berminat untuk mencobanya?

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Urbanina.com – Peluang bisnis budidaya lele hingga saat ini sebenarnya masih amat menjanjikan dan terbuka luas untuk siapa saja. Konsumsi dan kebutuhan masyarakat Indonesia pada ikan lele ini besar sekali. Hal ini menyebabkan potensi usaha ternak lele prospektif sekali serta menguntungkan.  Beternak lele sebenarnya relatif mudah dilakukan asalkan mempunyai lahan dan modal yang cukup. Namun bila memang modal Anda tidak mencukupi atau kurang modal sebaiknya Anda pun tidak perlu khawatir karena saat ini telah ada kemitraan ternak lele sebagai solusinya.

Memperoleh modal untuk usaha ini dapat dilakukan dengan beragam cara, melakukan kemitraan ternak lele salah satunya. Kemitraan usaha ini pun banyak caranya, bisa dalam bidang kerjasama modal, entah itu bibit atau yang lainnya. Dengan adanya mitra ternak lele ini tentunya ada waktunya Anda dapat memperoleh modal sendiri untuk mengembangkan budidaya ikan lele yang Anda pelihara. Dengan demikian usaha ternak lele yang Anda lakukan akan lebih sukses dan berkembang (besar). Jadi dengan sendirinya laba (keuntungan) yang didapat dengan membudidayakan ikan lele inipun akan kian besar.

Kemitraan Ternak Lele, Solusi Tepat Atasi Permodalan dan Skill

Apabila Anda memang masih baru belajar dalam membudidayakan ikan lele ini, maka modal bisa merupakan hal yang kesekian yang mesti Anda miliki. Guna menjalankan usaha budidaya ikan lele yang harus Anda miliki ialah keterampilan (skill) untuk membudidayakan ikan lele itu terlebih dulu. Buat memperolhe hal itu Anda pun masih dapat melakukan banyak hal. Salah satu diantara cara buat memperoleh keterampilan ialah dengan mengikuti pelatihan budidaya ikan lele yang saat ini sering diselenggarakan di banyak daerah di Indonesia. Dengan mengikuti pelatihan ini Anda tidak hanya akan memperoleh keterampilan, terkadang ada program pelatihan yang setelah menjalani pelatihan akan diberikan beberapa bibit ikan lele bagi para pesertanya.

Disamping dengan mengikuti pelatihan untuk memperoleh keterampilan melaksanakan budidaya ikan lele juga dapat dilakukan dengan membaca tulisan-tulisan tentang budidaya ikan lele di buku, majalah, surat kabar, bahkan di internet seperti di urbanina. Bisa juga membeli e-book atau  modul budidaya ikan lele. Dengan membaca e-book atau modul budidaya ikan lele ini Anda dapat mempelajarinya bagaimana cara menjalankan budidaya dengan tepat. Dengan cara beternak ikan lele yang tepat maka keuntungan atau laba yang diperoleh dari hasil panen ikan yang melimpah tersebut disertai kualitas ikannya yang baik sehingga akan makin besar dan banyak keuntungan yang didapat.

Saat ini pola kemitraan ternak lele yang banyak sekali dilakukan adalah pola kemitraan inti plasma. Pada pola jenis ini Anda sebagai pembudidaya lele akan bermitra dengan sebuah atau beberapa perusahaan budidaya selaku inti-nya. Saat ini ada beragam pola kerjasama yang ditawarkan, misalnya sistem harga kontrak atau sistem bagi hasil. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi pada dasarnya semua sama, yakni perusahaan budidaya bertindak sebagai inti yang akan membina pembudidaya lele yang merupakan plasmanya supaya lebih maju dan mandiri dalam menggeluti bisnis budidaya ikan lele.

Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Urbanina.com – Ikan lele atau dalam bahasa Inggris disebut catfish merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat terkenal di kalangan masyarakat. Selain dikarenakan oleh beragam menu masakan lezat yang diolah dari ikan ini, harganya terjangkau, dan mudah dibudidayakan membuat ikan lele menjadi komoditas utama bagi para pembudidaya atau peternak ikan lele. Mengetahui sifat ikan lele secara mendalam adalah salah satu hal yang ikut membantu suksesnya budidaya ikan berkumis ini.

Ikan lele yang dalam beberapa bahasa daerah disebut dengan nama ikan limbet, ikan similiang, dan ikan keli ini memiliki tubuh yang pipih memanjang, mengandung lendir dan tidak bersisik. Kulit tubuhnya ada yang berwarna putih (albino), cokelat, hitam dan abu-abu. Mulut ikan ini berbentuk lebar yang ditumbuhi kumis di sekitar mulut tersebut. Kumisnya berjumlah 8 buah yang berfungsi menjadi alat peraba.

Karakteristik dan Sifat Ikan Lele

Ikan ini memiliki 3 sirip, yakni sirip dubur, sirip punggung dan sirip ekor. Pada mulut atas ada sepasang patil yang tidak hanya tajam, namun mengandung racun yang berfungsi sebagai senjata. Pada insangnya lele memiliki alat pernapasan tambahan yang biasanya disebut labirin. Dengan adanya insang tambahan ini membuat ikan lele mampu bertahan hidup di dalam lumpur dan keadaan air yang keruh.

Sifat ikan lele adalah nocturnal yakni melakukan aktivitasnya di malam hari dan lebih suka di tempat yang gelap seperti saudaranya, ikan baung. Di waktu malam hari lele memijah dengan pasangannya, mencari makan dan melakukan beberapa aktivitas lainnya. Pada siang hari lele lebih banyak bersembunyi di sarangnya dan berdiam diri.

Di habitat aslinya lele sudah terbiasa hidup di persawahan, danau, rawa-rawa, dan sungai-sungai. Ikan lele berkembang biak dengan cara bertelur yang ditempelkan pada tanaman air yang berada di sekitarnya atau diletakkan di dasar sungai. Umumnya telur-telur itu akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Proses pemijahan umumnya terjadi pada malam hari di musim penghujan. Pasalnya pada musim penghujan ikan akan mendapatkan rangsangan untuk memijah disebabkan oleh terjadinya peningkatan kedalaman air di tempatnya bersarang.

Di habitatnya aslinya sifat ikan lele adalah carnivora dimana ia memakan makanan alami seperti serangga, jentik nyamuk, cacing, ikan-ikan kecil maupun udang-udang kecil. Apabila ikan ini telah mempunyai ukuran besar maka yang dimakanya berupa burung, ikan-ikan, bebek, ayam dan lain sebagainya. Yang penting makan-makanan tersebut bisa masuk ke dalam mulutnya maka akan disantapnya. Meskipun ikan ini termasuk ke dalam golongan ikan pemakan daging namun ikan inipun suka memakan azolla dan tumbuh-tumbuhan air lainnya.

Sementara itu di kolam pemeliharaan ikan lele termasuk jenis ikan yang paling rakus. Nyaris semua makanan yang diberikannya akan dilahap habis. Pada umumnya makanan yang diberikan pada ikan lele berupa pakan tumbuh-tumbuhan (azolla) dan pellet. Dengan sifat ikan lele yang rakus pada makanan membuat ikan ini akan tumbuh besar dengan cepat. Malahan di alam pernah ditemukan ada ikan lele yang berukuran raksasa dengan beratnya mencapai lebih dari 70 kg.

Tips Memilih Bibit Ikan Lele Untuk Dibudidaya

Tips Memilih Bibit Ikan Lele Untuk Dibudidaya

Urbanina.com – Tingkat kesuksesan atau keberhasilan dari budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih ikan lelenya itu sendiri yang akan diternak nanti. Karena budidaya ikan lele bisa menderita kegagalan bila salah dalam memilih benihnya. Lantas bagaimana caranya untuk memilih benih ikan lele yang memang baik? Apa sajakah tips memilih bibit ikan lele untuk dibudidaya?

tips memilih bibit ikan lele untuk dibudidaya

Ada berbagai kriteria penting yang harus dicermati sebelum Anda mengambil keputusan untuk membeli bibit atau benih ikan lele tertentu. Berikut tips memilih bibit ikan lele untuk dibudidaya yang bisa digunakan untuk mendapatkan bibit lele yang berkualitas.

 

Beli bibit yang berasal dari pembudidayaan benih ikan lele

Anda sebaiknya membeli benih ikan lele dari Balai Benih Ikan yang telah mempunyai izin dan  sertifikasi untuk memastikan bila benih yang Anda dapatkan berasal dari induk ikan lele yang memang unggul. Tentu saja pembudidaya itu pun telah mengaplikasikan berbagai cara pembenihan ikan yang baik dan tepat sehingga benih ikan lele yang anda dapatkan pun terjamin mutunya, begitu pula halnya dengan usaha budidaya lele yang dijalankan oleh Anda.

 

Amati gerakan dan fisik benih ikan lele

Benih ikan lele yang betul-betul memiliki kualitas tentunya mempunyai ukuran tubuh yang berkualitas juga bila dilihat dari sisi fisik. Entah itu ukuran tubuhnya ataupun kepalanya yang seimbang, tak ada cacat, tak ada luka, sungutnya tak kelihatan pucat dengan warna tubuhnya yang cerah dan mengkilat. Adapun ciri-ciri yang lain dari benih lele yang memiliki kualitas baik dan sehat yaitu mempunyai gerakan lincah, aktif dan tak menggantung ataupun menggerombol di bagian sudut kolam. Apabila terdapat suatu masalah pada fisik ataupun kesehatannya justru ikan mempunyai gerakan lamban atau malas bergerak.

 

Ukuran sama atau seragam

Pilih ukuran benih ikan lele yang seragam. Acapkali dijumpai benih lele yang ukurannya justru tidak sama atau seragam padahal keadaan itu bisa menyebabkan pertumbuhan ikan lelenya jadi tak serempak. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama kalau ikan lele ini benar-benar termasuk sebagai salah satu jenis ikan yang mempunyai sifat kanibal. Maka dari itu bila terasa lapar makanya ikan lele yang mempunyai ukuran lebih besar akan memakan atau memangsa ikan lele lainnya yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil. Oleh karena itu bila keadaan  pertumbuhan ikan lele yang dibudidayakan tidaklah serempak akan membuat usaha Anda menjadi gagal panen dikarenakan beberapa ikan yang pertumbuhannya lambat habis dimakan.

 

Tips memilih bibit ikan lele untuk dibudidaya tadi akan amat bermanfaat juga untuk Anda yang sedang merencanakan memulai bisnis atau usaha pembudidayaan ikan lele. Dengan tips memilih bibit ikan lele untuk dibudidaya ini juga akan semakin memungkinkan bila usaha yang anda jalani dapat berlangsung dengan lebih lancar, disamping itu tentu saja lebih mencegah risiko terjadinya gagal panen sesudah mengeluarkan sejumlah biaya dengan nilai yang tidak sedikit.

Tips Budidaya Ikan Lele Dalam Kolam Terpal

Tips Budidaya Ikan Lele Dalam Kolam Terpal

Urbanina.com – Budidaya ikan lele yang cepat panen atau menghasilkan menjadi pilihan beternak yang banyak dicari oleh para pembudidaya ikan lele. Pasalnya budidaya dari ikan lele sebagai salah satu jenis ikan air tawar ini termasuk bisnis yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, permintaan pasar akan ketersediaan ikan ini setiap tahunnya selalu meningkat dengan pesat. Ikan lele dumbo merupakan jenis ikan lele yang umumnya mudah untuk dibudidayakan oleh peternak. Namun jika Anda ingin membudidayakannya dengan hasil yang optimal sebaiknya ketahui terlebih dulu tips budidaya ikan lele dalam kolam terpal.

tips budidaya ikan lele dalam kolam terpal

Setiap pecinta kuliner atau makanan banyak yang menggemari ikan lele karena ikan ini mempunyai tekstur daging renyah sekali. Selain itu, budidaya ikan lele dalam kolam terpal yang  cepat panen ini benar-benar menguntungkan dalam hal pemeliharaannya yang sangat mudah dan pertumbuhan ikannya pun cepat besar. Dengan mengikuti tips budidaya ikan lele dalam kolam terpal tentu saja akan membuat Anda semakin mudah untuk berkecimpung dalam bisnis ini.

Lantas, keuntungan apa saja yang bisa diperoleh dari ternak ikan lele menggunakan kolam terpal ini? Berikut ini beberapa kelebihannya yang perlu Anda ketahui:

  • Tidak memerlukan tempat atau lahan berukuran luas sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran ketersediaan tempat, di halaman atau pekarangan rumah pun jadi.
  • Biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
  • Kondis tanah tidak mempengaruhi pada pemeliharaan ikan lele karena air dalam kolam terpal tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau bahan/material lain, apalagi bahan kimia.
  • Penggantian dan pengeringan air sangat mudah dilakukan sehingga air bisa tetap selalu bersih.
  • Penataannya sangat fleksibel karena kolammya dapat dipindahkantempatkan jika memang perlu dilakukan.
  • Hama dan penyakit menjadi mudah untuk dideteksi oleh si peternak ikan.
  • Pengamatan terhadap perkembangan dan perubahan ikan lele menjadi mudah dikerjakan.
  • Pemanenan dapat dilakukan dengan mudah dan lebih praktis.

Oya, supaya budidaya ikan lele cepat panen, berikut ada beberapa tips budidaya ikan lele dalam kolam terpal yang patut Anda perhatikan :

Persyaratan Kolam Terpal

Untuk melakukan teknik budidaya ini Anda harus menyesuaikan ukuran kolam terpal dengan jumlah benih ikan lele yang akan dibudidayakan. Kolam terpal harus diusahakan menyisakan beberapa area supaya ikan lele yang sedang diternak bisa lebih leluasa bergerak dan berpindah.

Persiapan Peralatan Ternak

Persiapkan terpal dengan ukuran yang sudah disesuaikan beserta alat-alat lainnya batu bata, kerangka besi, kayu dan papan. Jangan lupa untuk mempersiapkan tali, paku dan kawat buat penunjang dalam proses pembuatan kerangka.

Ada dua macam atau jenis budidaya pada ternak lele dumbo ini, yaitu untuk kepentingan pembibitan dan konsumsi. Ternak lele untuk pembibitan biasanya membudidayakan ikan ini untuk dijual kembali pada peternak yang lainnya dalam bentuk benih lele ataupun bibit. Sedangkan, ternak lele untuk konsumsi umumnya untuk dipasarkan kembali dengan ukuran tertentu, yakni ukuran siap dikonsumsi).

Semoga tips budidaya ikan lele dalam kolam terpal ini bermanfaat bagi Anda sekalian. Selamat beternak dan sukses buat Anda.

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Tembok

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Tembok

Urbanina.com – Ikan lele merupakan sejenis ikan yang sering dibudidayakan orang bernilai ekonomis tinggi. Sebagian besar orang pasti mengenal ikan lele sebab ikan ini menjadi salah satu makanan favorit masyarakat. Ada berbagai macam cara memelihara ikan lele dan cara budidaya ikan lele kolam tembok adalah salah satunya yang dinilai menguntungkan. Ikan lele merupakan salah suatu ikan yang mudah untuk diternak atau dibudidayakan jadi Anda dapat dengan gampang untuk mencobanya memanfaatkan kolam tembok yang dibuat sendiri.

cara budidaya ikan lele kolam tembok

Berikut tahapan cara budidaya ikan lele kolam tembok :

Ukuran Kolam

Membuat kolam dengan ukuran paling kecil 1 x 3 meter, namun umumnya berukuran 2 x 5 meter. Setelah membuat kolam selesai biarkanlah kolam kosong tanpa ikan dan air selama beberapa hari supaya bermacam zat berbahaya dari pengecoran tembok tidak mempengaruhi pada pertumbuhan ikan lele nanti.

Persiapan Kolam

Untuk beternak ikan lele dengan cara budidaya ikan lele kolam tembok, maka Anda harus mengisi air sebanyak ½ dari tingginya kolam pada bak budidaya. Selanjutnya pelepah pisang dimasukkan ke dalam bak sebanyak-banyaknya untuk mengikat senyawa berbahaya yang terdapat pada kolam. Anda mesti menaburkan pupuk kandang terlebih dulu pada dasar kolam itu sebelum memasukkan bibit ikan lele dan taburkan juga kapur pupuk supaya kadar keasaman dalam air bisa dikontol secara baik. Anda baru dapat memulai budidaya ikan lele sesudah pelepah pisang membusuk sekitar 2 minggu.

Sirkulasi Oksigen Dalam Kolam

Anda mesti merawat kolam dengan baik jika ingin beternak ikan lele dengan cara budidaya ikan lele kolam tembok. Anda mesti rajin mengganti air dalam kolam secara teratur supaya peredaran oksigen dalam kolam selalu baik. Untuk saluran pembuangan sebaiknya Anda membuat lubang yang ukurannya sebesar selang paralon. Nah, supaya ikan tidak ikut keluar lewat saluran pembuangan makanya Anda harus menutup pintu pembuangan tersebut dengan jaring. Pembudidaya mesti rutin membersihkan kolam supaya keadaan kolam bisa selalu segar. Pemberian pakan dapat dilakukan secara rutin 2x sehari  dengan memberikan pelet supaya ikan lelenya bisa cepat tumbuh besar.

Cara budidaya ikan lele kolam tembok benar-benar mudah sekali dilakukan dan dengan potensi pasar yang amat menguntungkan bisa Anda jadikan bisnis atau usaha yang menarik bagi Anda. Ada berbagai keuntungan yang didapat dengan menjalankan budidaya ikan lele pada kolam tembok. Kita akan jauh lebih mudah dalam membersihkan kolam dengan melakukan budidaya ikan lele yang menggunakan kolam tembok. Keuntungan lainnya adalah kolam menjadi lebih awet karena tak mudah rusak. Selain itu, karena tak bersentuhan dengan tanah secara langsung maka kondisi air pun dapat selalu terawat. Bagaimana, Anda tertarik untuk berbudidaya ikan lele di kolam tembok? Selamat mencoba dan semoga sukses menyertai Anda

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Agar Untung Maksimal

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Agar Untung Maksimal

Urbanina.com – Jenis ikan yang terkenal sekali untuk dibudidayakan di Indonesia adalah ikan lele sangkuriang salah satunya. Rasanya yang enak dan harganya terjangkau membuat ikan yang satu ini digemari banyak orang. Lele merupakan salah satu komoditas unggulan dunia perikanan Indonesia. Ikan yang satu ini dilirik oleh para pembudidaya karena Proses budidaya ikan lele sangkuriang itu mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal sehingga ikan ini diminati oleh kalangan pembudidaya. Namun bagaimana cara budidaya ikan lele sangkuriang agar untung maksimal?

Ikan lele merupakan jenis ikan yang kuat karena bisa hidup di beragam macam keadaan, malahan yang berat sekalipun. Maka tidak heran banyak pembudidaya ikan menyukai ikan yang satu ini. Pasalnya, semakin hari permintaan pasar semakin tinggi terhadap ikan lele. Selain dapat dibuat beragam macam olahan/hidangan nyatanya ikan lele juga memiliki banyak kandungan zat yang berguna untuk tubuh. Alhasil kita pun perlu untuk mengetahui cara budidaya ikan lele sangkuriang agar untung maksimal.

cara budidaya ikan lele sangkuriang agar untung maksimal

Saat ini lele sangkuriang menjadi salah satu primadonanya ikan lele. Keuntungan yang bisa didapat dari hasil budidaya lele jenis ini tinggi sehingga otomatis memiliki harga jual tinggi. Berikut ini disajikan cara budidaya ikan lele sangkuriang agar untung maksimal.

Persiapan Kolam

Lele jenis ini dapat diternak didalam segala macam jenis kolam seperti kolam tanah, kolam semen, dan kolam terpal. Akan tetapi yang harus mendapat perhatian adalah disain kolamnya mesti cocok dan kualitas air yang dipergunakannya pun mesti baik. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan anggaran yang Anda miliki.

Budidaya lele sangkuriang di kolam tanah tidak banyak mengeluarkan banyak biaya alias murah. Hanya saja perlu melakukan perawatan lebih supaya kolam tidak bocor. Kolam sebaiknya diberi pupuk terlebih dulu untuk menumbuhkan mikroorganisme alami yang dapat dijadikan pakan alami untuk ikan lele tersebut sebelum diisi dengan air dan ikan. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan campuran pupuk organik dan NPK. Kadar keasamannya harus disesuaikan dan tambahkan kapur jika kadar keasamannya terlalu tinggi. Kapur bisa mengurangi tingkat keasaman.

Pemilihan Bibit

Bibit yang dipilih harus yang sehat karena akan berpengaruh terhadap hasil budidaya. Adapun ciri-ciri bibit ikan lele yang sehat diantaranya tubuh bibit ikan lele tidak cacat, gerakannya lincah dan warnanya cerah. Sebelum bibit lele ditebarkan ke dalam kolam, sebaiknya dilakukan tahap Bibit lele disterilisasi dengan cara merendamnya kedalam cairan KM5NO4 selama kira-kira10 menit sebelum bibit lele ditebarkan ke dalam kolam agar terhindar dari macam-macam penyakit.

Cara dan Waktu Pemberian Pakan

Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur supaya cepat pertumbuhannya. Pemberian pelet dan nutrisi sangat dianjurkan disamping pakannya yang alami. Pemberian pupuk organik padat pun perlu dilakukan sebagai makanan tambahan.

Pemanenan

Pemanenan dapat Anda lakukan setelah 45-50 hari setelah masa ternak dengan cara menguras air kolam atau vouleme airnya dikurangi lantas lele yang ada dalam kolam tersebut diambil/ditangkap dan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disediakan sebelumnya.

Demikianlah tadi uraian simpel mengenai cara budidaya ikan lele sangkuriang agar untung maksimal. Selamat beternak dan semoga sukses!

Tips Pemeliharaan Ikan Lele Di Kolam Terpal

Tips Pemeliharaan Ikan Lele Di Kolam Terpal

Urbanina.com – Dalam upaya membudidayakan ikan lele, terdapat beragam pilihan jenis kolam yang dapat dipilih oleh pembudidaya. Dan jika pembudidaya memilih menggunakan kolam terpal untuk membudidayaknnya, maka dianjurkan untuk membaca artikel ini. Karena, kali ini Urbanina akan membahas tentang bagaimana pemeliharaan ikan lele yang benar ketika membesarkannya di kolam terpal ini. Meskipun secara garus besar pemeliharaan ikan lele di kolam terpal ini sama dengan di jeniskolam lainnya, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus agar dapat menghasilkan hasil panen ikan lele yang maksimal.

pemeliharaan ikan lele

Tahapan pemeliharaan ikan lele adalah dari pembibitan, kemudian dilanjutkan dengan pembesaran ikan lele. Agar pemeliharaan ikan di kolam terpal ini menghasilkan hasil panen yang maksimal, maka perlu dilakukan beberapa tips dibawah ini.

  1. Untuk memasukkan air kedalam kolam terpal diperlukan mesin pompa air yang mencukupi agar lebih mudah dalam pengerjaannya. Hal ini disarankan karena jika kolam terpal harus diisi air secara manual menggunakan ember, dikhawatirkan akan terlalu menguras tenaga.
  2. Adapun bila kolam yang digunakan tersebut adalah kolam baru, maka diperlukan langkah untuk menghilangkan bau terpal yang masih baru ini. Caranya, setelah kolam baru tersebut terisi air, biarkan kolam selama beberapa hari. Setelah itu, air kemudian dibuang, lalu diisi air lagi setinggi setengah kolam. Setelah beberapa hari lagi, air dibuang dan kolam dibiarkan hingga kering. Dengan cara ini, diharapka kolam terpal yang digunakan tidak lagi berbau terpal yang tidak disukai ikan lele.
  3. Kolam terpal yang baik sebaiknya diengkapi dengan saringan pada saluran pembuangan. Hal ini dimaksudkan agar ikan tidak dapat ikut keluar ketika dilakukan pembuangan air.
  4. Pengisian air dengan pompa air tersebut pertama kali dilakukan dengan diisi air setengahnya atau dengan ketinggian air sekitar 40 cm. Air yang telah diisi tersebut kemudian dibiarkan selama 3-4 hari.
  5. Setelah air tersebut didiamkan selama 3-4 hari, kemudian lakukan penebaran benih ikan lele ukuran 3-5 cm kedalam kolam tersebut. Kepadatan ikan yang ideal bagi benih ikan lele di kolam terpal adalah 20 ekor per meter persegi. Sehingga, bila ukuran kolam terpalnya adalah 6 x 8 meter, kolam tersebut dapat ditebari benih sebanyak 1000 ekor.
  6. Dengan catatan, penebaran ikan lele yang baik adalah ketika pagi atau sore hari. Hal ini agar benih ikan lele yang ditebarkan tidak mengalami stress.
  7. Pemberian pakan pada 1 bulan pertama dapat menggunakan pelet dengan dosis 5 sampai 10% dari berat total benih ikan lele.
  8. Selanjutnya, perlu dilakukan penggantian air yanag dilakukan agar benih ikan lele dapat bertahan hidup. Adapun kurun waktu yang dibutuhkan untuk penggantian air ini minimal 2 minggu sekali. Penggantian ini hanya diperlukan dengan mengganti 50% dari keselurauhan air yang ada di kolam.
  9. Apabila ikan yang dipelihara terlihat sakit cacar atau bercak, perlu segera dilakukan tindakan yang tepat. Dapat dilakukan upaya pemanenan ikan yang sakit, lalu direndam menggunakan larutan PK 0,1 ppm. Jika menggunakan bahan alami, dapat menggunakan daun pepaya dan sedikit garam dapur.
  10. Apabila ingin mencegah penyakit jamur, dapat digunakan bahan alami yaitu daun pepaya yang dijadikan pakan alami untuk ikan lele yang dipelilhara.
  11. Pemanenan ikan lele pada kolam terpal dapat dilakukan setelah umur 2,5 sampai 3 bulan. Ikan lele pada usia in akan memiliki bobot seberat 200 gram per ekor. Dengan bobot tersebut, maka pemeliharaan ikan lele di kolam terpal dianggap berhasil.