Terhindar Penyakit, Panen Ikan Kakap Putih Bisa Optimal

Terhindar Penyakit, Panen Ikan Kakap Putih Bisa Optimal

Urbanina.com – Dalam upaya budidaya ikan kakap putih, terdapat satu langkah budidaya yang paling ditunggu-tunggu oleh pembudidaya. Langkah tersebut adalah langkah untuk memanen ikan kakap putih. Panen ikan kakap putih memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu pembudidaya karena merupakan langkah untuk mendapatkan ikan kakap yang sudah besar dan bisa segera dijual. Namun, untuk mendapatkan panen ikan kakap putih tersebut tidaklah dicapai dengan usaha yang kecil dan mudah. Perlu dilalui tahapan-tahapan yang memerlukan kejelian untuk dapat dikerjakan. Adapun salah satu tahapan yang mempengaruhi hasil panen ikan kakap putih adalah tahapan untuk menghindarkan ikan dari serangan berbagai penyakit. Semakin sedikit ikan yang terserang, maka akan menghasilkan hasil panen yang lebih maksimal.

panen ikan kakap putih

Kali ini, Urbanina akan membahas bagaimana mengatasi serangan penyakit pada ikan kakap putih yang dipelihara, sehingga akan menghasilkan panen yang optimal. Untuk mengantisipasi serangan penyakit yang menyerang ikan kakap putih ini, pembudidaya perlu mengetahui penyakit apa yang menyerang ikan yang dipelihara tersebut, sehingga bisa memberikan tindakan selanjutnya yang sesuai. Namun, sayangnya publikasi penyakit yang menyerang budidaya ikan kakap putih ini belum banyak tersebar. Dengan begitu, pembudidaya akan kesulitan untuk mengidentifikasi secara pasti penyakit apa yang diderita ikan kakap yang dipelihara tersebut. Oleh sebab itu, kali ini Urbanina akan memberikan tips untuk menghindarkan ikan dari penyakit meskipun tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita ikan.

Sebelumnya, pelu diketahui bahwa ikan kakap putih adalah jenis ikan yang dikompokkan pada kelompok ikan teleostei. Sehingga, ikan ini berpotensi untuk diserang oleh virus, bakteri, dan jamur. Ikan yang telah terserang penyakit juga akan menimbulkan gejala-gejala yang dapat dideteksi oleh pembudidaya melalui pengontrolan berkala yang ia lakukan. Dari sebuah penelitian, ikan kakap putih yang menderita penyakit akan memiliki gejala seperti kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, dan kelainan bentuk tubuh.

Bila ikan kakap putih yang dipelihara telah mempunyai gejala sakit tersebut, maka setidaknya perlu dilakukan tiga tindakan sebagai berikut. Pertama, pemberian pakan terhadap ikan perlu dihentikan dan menggantinya dengan jenis yang lain. Kedua, ikan yang terjangkiti penyakit perlu dipisahkan dari ikan sehat lainnya. Juga bisa dilakukan pengurangan kepadatan ikan yang ada di kurungan. Dan yang ketiga, dengan memberi obat yang didapat dari toko budidaya ikan terdekat. Adapun obat yang digunakan untuk mengobati ikan kakap putih ini telah memiliki takaran dosis yang terletak pada kemasan atau brosur obat tersebut. Itulah metode yang perlu dilakukan apabila ikan kakap yang dipelihara telah dijangkiti penyakit.

Setelah ikan-ikan yang dipelihara terhindar dari penyakit, barulah budidaya ikan kakap putih ini memiliki potensi besar untuk bisa dipanen nantinya. Sebelum masa panen tiba, pembudidaya harus bersabar dalam menantikan masa panen ikan kakap putih ini. Ikan kakap putih bisa dinyatakan panen dan dapat dijual di pasar ketika telah memenuhi kelayakan jual. Biasanya, bila ikan kakap putih telah mencapai berat 500 gram per ekor, ikan terebut telah layak untuk dijual dan menjadi ikan konsumsi. Dan untuk mencapai berat tersebut, perlu dilakukan pemeliharaan pada 5-6 bulan lamanya.

Panen ikan kakap putih dapat dilakukan dengan pengangakatan jaring keluar rakit. Setelah jaring tersebut terangkat, kemudian dilakukan upaya penyerokan pada ikan kakap yang siap panen tersebut. Jika panen ikan tersebut memiliki survival rate/kelulusan hidup sebanyak 90%, maka sudah bisa dianggap berhasil. Misal, dari penebaran sebanyak 2.500 ekor benih ikan, akan diperoleh/dipanen sebanyak 2.250 ekor ikan kakap putih.

Metode Untuk Pemeliharaan Ikan Kakap Putih

Metode Untuk Pemeliharaan Ikan Kakap Putih

Urbanina.com – Pemeliharaan ikan kakap putih dapat dilakukan apabila sarana dan peralatan pemeliharaan telah disiapkan. Dengan tempat yang baik untuk pemeliharaan serta peralatan yang memadahi, pembudidaya tinggal menggunakan keterampilannya untuk memelihara ikan kakap putih hingga tumbuh besar. Dan kali ini, Urbanina akan membagikan metode pemeliharaan ikan kakap putih yang akan berguna bagi pemula di bidang usaha budidaya ikan kakap putih ini. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah metode yang digunakan pada pemeliharaan ikan kakap putih.

pemeliharaan ikan kakap putih

Pertama, benih dipelihara didalam kurungan yang telah dipersiapkan. Seperti yang telah ditulis di artikel sebelumnya, bahwa benih yang baik untuk dibesarkan adalah yang berukuran 50-70 gram per ekor. Benih bisa diperoleh dari hasil pendederan atau hatchery. Sebelum dipelihara, penebaran benih dilakukan dengan cara yang telah ditentukan agar benih dapat beradaptasi dengan baik. Caranya, penebaran benih ikan kakap yang sesuai dengan kemampuan adaptasinya adalah dilakukan pada sore hari. Kepadatan penebaran yang disarankan adalah 50 ekor per meter kubik.

Benih yang dipelihara didalam kurungan tersebut kemudian diberi pakan secara teratur. Pemberian pakan harus dilakukan secara terjadwal di pagi dan sore hari. Adapun takaran pakan yang diberikan juga sudah ditentukan, yaitu dengan jumlah sebanyak 8-10% dari total biomassa setiap harinya. Seperti yang ditulils di artikel sebelumnya, paka nikan kakap putih dapat berupa ikan runcah. Adapun konversi pakan pada ikan kakap putih adalah 6:1. Yang artinya, setiap 6 kg pakan, akan menghasilkan berat ikan kakap sebanyak 1 kg.

Selain memberi pakan, pemeliharaan ikan kakap putih juga mencakup menjaga kebersihan keramba jaring apung. Periode pemeliharaan kira-kira membutuhkan waktu sebanyak 5-6 bulan. Selama periode tersebut, diperlukan pembersihan pada kurungan yang biasanya mudah kotor. Kurungan tersebut biasanya akan ditempel oleh beberapa organisme seperti teritif, algae, kerang-kernagan, dll. Jika keramba sudah tertempeli beberapa organisme tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu proses pertukaran air dan juga dapat menyebabkan kurungan menjadi tambah berat. Maka dari itu, penting untuk membersihkannya.

Untuk membersihkan berbagai organisme yang menempel tersebut, dapat dilakukan secara berkala semisal 1 bulan sekali, atau 2 pekan sekali. Dengan mengatur jadwal pembersihan, maka kegiatan lain seperti memberi pakan tidak akan terganggu, serta kebersihan kurungan menjadi lebih terjaga. Namun, jika dirasa sudah hafal atau faham dengan kondisi air kurungan, pembersihan juga bisa dilakukan dengan menyesuaikan banyak sedikitnya organisme yang menempel pada kurungan. Cara ini bisa digunakan bagi mereka yang sudah mahir dalam hal ini tentunya.

Adapun cara yang digunakan untuk menyingkirkan organisme yang menempel adalah sebagai berikut. yaitu dengan menyemprotkan air yang bertekanan tinggi terhadap kurungan. Atau juga bisa dengan menyikat kurungan satu per satu sehingga bersih dari organisme yang menempel. Selain dapat dibersihkan, organisme menempel juga dapat ditanggulangi dengan memasukkan beberapa ekor ikan herbivora (Siganus sp) agar ikan tersebut memakan algae yang menempel pada kurungan.

Langkah pemeliharaan ikan yang selanjutnya adalah pengontrolan secara berkala terhadap ikan kakap putih yang dipelihara. Yang perlu dikontrol dari ikan tersebut adalah kondisi fisik ikan dan keseragaman pertumbuhan ikan. Kondisi fisik ikan perlu dikontrol karena ikan kakap putih memiliki sifat kanibalisme, yang berpotensi merusak badan ikan kakap putih yang lain. Dan yang kedua adalah keseragaman pertumbuhan ikan kakap putih, perlu diperhatikan agar tidak ada persaingan dalam memperebutkan pakan. Pertumbuhan yang tidak seragam sering terjadi karena terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan. Kalau telah terjadi ketidakseragaman pertumbuhan, perlu dilakukan penggolongan ukuran/grading pada ikan yang dipelihara. Untuk tambahan, ikan juga perlu dikontrol agar ikan terhindar dari mengalami stress.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Ikan Kakap Putih

Mengenal Lebih Dekat Tentang Ikan Kakap Putih

Urbanina.com – Sudah banyak orang yang mengenal ikan kakap putih ini. Namun, sedikit saja orang yang benar-benar mengenal ikan kakap putih ini. Bila seseorang ingin membudidayakan ikan kakap putih, lebih baik dia lebih mengenal tentang ikan kakap putih ini. Karena, dengan mengenal ikan kakap putih lebih dekat, tentu akan lebih mengerti bagaimana cara menangani fauna yang hidup di perairan Indonesia ini. Hal itulah yang menjadi dasar, bahwa mengenal lebih dekat tentang ikan kakap putih tidak kalah penting dari menyiapkan peralatan untku pemeliharaan ikan tersebut. Dan kali ini, Urbanina akan membahas lebih dalam tentang ikan kakap putih ini, mulai dari kehidupan di perairan hingga pengelompokannya menurut ilmuwan.

tentang ikan kakap putih

Berbicara tentang ikan kakap putih, akan lebih baik jika memulainya dari tempat kehidupannya. Ikan kakap putih ini memiliki ketahanan untuk dapat hidup di perairan laut. Hal ini dikarenakan ikan kakap putih memiliki toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam. Sehingga, ikan ini digolongkan pada organisme Euryhaline. Selain itu, ikan kakap putih juga digolongkan pada pengelompokan ikan katadromous. Ikan katadromous merupakan pengelompokan pada ikan yang dapat dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut. Itulah kehidupan ikan kakap putih di tempat hidupnya. Karena memiliki dua sifat tersebut, ikan kakap ini bisa dibudidayakan di laut, tambak, maupun air tawar. Bila tempat budidaya ikan kakap tidak sesuai dengan dua sifat yang dimiliki tersebut, kecil kemungkinan ikan tersebut dapat bertahan hidup.

Setelah mengenal tempat kehidupan ikan kakap putih, perlu juga diketahui bagaimana orang lain mengenal ikan kakap ini. Di Indonesia, orang mengenal ikan kakap ini tidak hanya dengan satu nama saja. Secara nasional ikan ini bernama ikan kakap, tetapi di daerah tertentu ikan kakap putih memiliki nama lain yang berbeda dan biasa mereka gunakan. Di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, ikan kakap putih memiliki nama lain yaitu ikan pelak, petakan, cabek, dan cabik. Sedangkan, orang yang hidup di pulai Sulawesi lebih mengenal ikan kakap putih dengan nama ikan talungtar, pica-pica, dan kaca-kaca. Selain dua daerah diatas, ikan kakap juga memiliki sebutan lain di Madura. Disana, orang menyebutnya dengan ikan dubit tekong.

Untuk dapat mengenal ikan kakap putih, dapat diketahui melalui ciri-ciri fisik ikan tersebut sebagai berikut. Pertama, ikan kakap putih memiliki badan yang memanjang dan gepeng. Serta memiliki batang sirip ekor yang lebar. Sirip ekor tersebut berbentuk bulat. Kedua, ikan kakap putih memiliki mata yang berbeda dari mata ikan pada umumnya. Mata ikan kakap putih berwarna merah cemerlang. Ketiga, ikan kakap putih memiliki mulut yang lebar, sedikit serong dengan geligi halus. Keempat, terdapat lubang kuping bergerigi di bagian atas penutup insang. Selain itu, ikan kakap putih ini memiliki sirip punggung yang berjari-jari keras sebanyak 3 buah, dan yang lemah sebanyak 78-8 buah.

Dalam kelompok biologi yang dilakukan oleh para ilmuwan, ikan kakap putih memiliki pengelompokan sebagai berikut; Phillum : Chordata, Sub phillum : Vertebrata, Klas : Pisces, Subclas : Teleostei, Ordo : Percomorphi, Famili : Centroponidae, Genus : Lates, Species : Lates calcarifer(Bloch). Dengan pengelompokan diatas, ikan kakap putih ini memiliki nama latin yaitu Lates calcalifer. Sedangkan di kancah internasional, ikan ini disebut dalam bahasa inggris dengan sebutan seabass. Sehingga, jika ada bule yang berhasil memancing ikan kakap putih, ia akan menganggap mendapatkan ikan seabass atau seabass fish.

Apa Saja Alat Budidaya Ikan Kakap Putih?

Apa Saja Alat Budidaya Ikan Kakap Putih?

Urbanina.com – Di Indonesia, budidaya ikan kakap merupakan salah satu budidaya perikanan yang mulai berkembang. Budiaya ikan kakap putih ini dulunya pernah mengalami kesulitan dalam upaya menghasilkan penen yang banyak. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya suplai benih yang teratur secara berkelanjutan. Namun, masalah tersebut sudah mendapatkan solusi yang tepat sehingga budidaya ikan kakap putih ini dapat terus berkembang di Indonesia. Selain dari paskan benih ikan kakap yang tersedia, perkembangan perikanan ini juga dipengaruhi oleh sarana dan alat budidaya ikan kakap putih yang digunakan. Sarana dan alat budidaya ikan kakap putih juga memiliki peran penting untuk kelangsungan budidaya yang lancar. Karena, sarana dan alat tersebut memberikan kemudahan bagi pembudidaya untuk merawat ikan kakap putih yang dipelihara. Untuk mengetahui seperti apa sarana dan alat budidaya ikan kakap putih di Indonesia, simak penjelasannya berikut ini.

alat budidaya ikan kakap putih

Di negara Thailand, usaha budidaya ikan kakap putih ini menggunakan alat yang bernama floating net cage atau yang dijuga disebut keramba jaring apung. Dan di Indonesia pun rupanya tidak jauh berbeda. Pada umunya, pemeliharaan ikan kakap di Indonesia juga menggunakan keramba jaring apung. Dengan menggunakan alat budidaya ikan kakap putih tersebut, pemeliharaan dilakukan dengan metode mono kultur. Sehingga, satu keramba jaring apung difokuskan untuk memelihara ikan jenis kakap putih saja. Lalu, seperti apakah bahan yang menyusun alat yang bernama keramba jaring apung ini? Berikut kami jelaskan satu per satu.

  1. Jaring

Pada alat yang bernama keramba jaring apung, harus terdapat jaring yang dibuat dari bahan-bahan tertentu. Adapun jaring ini dibuat dari jaring PE 210 D/18 yang ukuran lebar matanya adalah 1-1,25 cm. Ukuran lebar mata jaring ini dimaksudkan agar ikan kakap yang dipelihara tidak lolos ke perairan. Jaring tersebut kemudian dirancang dengan ukuran 3 m x 3 m x 3 m. Untuk ukuran 1 unit pembesaran, perlu disiapkan 6 jaring, 4 jaring terpasang dan 2 jaring untuk cadangan.

  1. Kerangka atau Rakit

Kerangka atau rakit ini diperlukan pada alat keramba jaring apung. Keramba tersebut memiliki fingsi sebagai tempat untuk meletakkan kurungan. Rakit ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan baku seperti bambu atau kayu. Adapun kerangka untuk kerangka ini adalah 8 m x 8 m.

  1. Pelampung

Pelampung diperlukan untuk membangun alat bernama floating net cage ini. Saat ini, pelampung pada keramba jaring apung ini didapat dari memanfaatkan drum. Adapun ukuran drum yang sesuai untuk kebutuhan adalah drum dengan volume 120 liter. Pelampung ini akan berguna untuk mengapungkan seluruh sarana budidaya ikan kakap putih. Sehingga, drum yang diperlukan ini kurang lebih 9 buah drum.

  1. Jangkar

Jangkar tidak hanya digunakan oleh kapal pelaut di Indonesia, namun juga bagi pembudidaya ikan kakap putih. Jangkar berfungsi untuk menguatkan seluruh sarana budidaya agar tidak bergeser akibat terhempas angin atau terseret gelombang. Jangkar yang baik terbuat dari besi atau beton seberat 40 kg, dengan jumlah 4 buah.

  1. Bahan lain

Selain dari empat bahan diatas, terdapat bahan lain yang melengakapi keramba jaring apung ini. Pertama adalah benih ikan kakap putih. Keramba jaring apung dapat menampung benih berukuran 50-75 gram per ekor untuk dibesarkan nantinya. Selain benih, keramba tersebut juga perlu mengangkut pakan ikan kakap putih, yang dapat berupa ikan runcah. Tidak lupa juga dengan peralatan lain yang perlu diangkut, seperti ember, serok ikan, keranjang, gunting, dll. Diperuntukkan kepada pekerja, juga bisa dilengkapi dengan sebuah perahu berupa jukung.

Cara Memilih Lokasi Budidaya Ikan Kakap Putih

Cara Memilih Lokasi Budidaya Ikan Kakap Putih

Urbanina.com – Tidak benar jika semua lokasi perairan adalah ideal untuk budidaya ikan kakap putih. Mungkin ikan kakap putih akan tetap dapat hidup dengan air yang ada di perairan yang kurang ideal. Namun, ikan tersebut tidak akan bisa hidup dengan pertumbuhan yang maksimal, mengapa? Karena tempat tersebut kurang ideal untuk pertumbuhan ikan kakap putih. Sebenarnya tidak hanya ikan kakap putih saja, berbagai ikan tawar lainnya pun akan memiliki pertumbuhan yang kurang baik jika ditempatkan di perairan yang kurang ideal. Bahkan jika ikan dipaksa hidup di perairan yang sangat tidak ideal, ikan tersebut bisa saja mati setelah beberapa jam. Contoh, ikan nila yang cocok di perairan dengan iklim selain dingin akan mati jika ditempatkan pada perairan dengan iklim dingin. Begitu pula pada ikan kakap putih yang akan dipelihara, pembudidaya harus bisa mencari dan mendapatkan lokasi budidaya ikan kakap putih yang ideal.

lokasi budidaya ikan kakap putih

Pemilihan lokasi budidaya ikan kakap putih adalah langkah awal dalam upaya pembudidayaan ikan kakap putih ini. Karena langkah ini dikerjakan diawal proses budidaya, langkah ini akan dapat mempengaruhi langkah budidaya selanjutnya, termasuk keberhasilan budidaya. Sehingga, perhatian penuh harus ditujukanuntuk upaya pemilihan lokasi budidaya ikan kakap putih ini. Seperti yang diesbutkan diatas, bahwa lokasi budidaya ikan kakap putih yang bai adalah lokasi yang ideal. Untuk itu, berikut Urbanina jelaskan tentang lokasi yang ideal untuk budidaya tersebut.

Jika mencari lokasi budidaya yang ideal secara umu, dapat diketahui melalui pengelompokan lokasi sebagai berikut. Secara umum, lokasi ideal untuk budidaya ikan kakap putih ini dibagi menjadi tiga tempat. Ketiga tempat tersebut adalah daerah perairan teluk, lagoon dan selat. Lagoon adalah bahasa inggris dari laguna, yaitu sekumpulan air asin yang terpisah dari laut dengan penghalang berupa pasir, batu karang, atau semacamnya. Sedangkan selat adalah perairan pantai yang terletak diantara dua pulau. Dengan adanya ketiga lokasi secara umum ini, tentu akan lebih mempermudah upaya pemilihan lokasi yang akan digunakan untuk pemeliharaan ikan kakap putih.

Namun, diperlukan lokasi yang benar-benar ideal jika ingin lokasi budidaya ini nantinya membuat ikan kakap putih tumbuh dengan baik, sehingga menghasilkan hasil panen yang baik pula. Adapun lokasi yang ideal ini dapat diupayakan dengan memenuhi beberapa syarat secara teknis lokasi ideal untuk budidaya, sebagai berikut.

  1. Perairan pantai atau laut yang dipilih harus terlindungi dari gangguan angin kencang maupun gelombang. Hal ini karena angin yang kencang dan gelombang yang besar bisa saja mengganggu proses budidaya.
  2. Airnya berkedalaman antara 5-7 meter. Ukuran kedalaman air tersebut dinilai menjadi kedalaman yang ideal untuk mendukung pertumbuhan ikan kakap putih yang dipelihara.
  3. Air dengan arus 20-40 cm per detik. Air yang baik untuk pertumbuhan ikan kakap putih adalah air yang bergerak atau mengalir, dengan arus aliran yang ideal tersebut.
  4. Air yang memiliki kandungan sebagai berikut, kadar garam 27-32 ppt, suhu 28-30 derajat C, oksigen terlarut 7-8 ppm. Air memiliki kandungan yang dapat mendukung daya pertumbuhan ikan kakap putih tersebut.
  5. Air yang tidak tercemar. Air yang baik untuk pertumbuhan ikan kakap putih ini adalah air yang bersih, terutama tidak tercemar oleh zat beracun yang bisa mengancam kehidupan ikan yang dipelihara.

Demikian cara memilih lokasi lokasi budidaya ikan kakap putih yang ideal.

Meneropong Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih Di Indonesia

Meneropong Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih Di Indonesia

Urbanina.com – Indonesia adalah negara yang dikelilingi dengan perairan yang besar berupa lautan yang luas. Namun, selain perairan laut yang mengelilinginya, juga terdapat perairan yang lebih kecil semisal danau dan sungai. Sungai dan danau yang ada di Indonesia ini telah menyebar ke seeluruh penjuru tahah air. Dengan sumber daya alam yang ada, seharusnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk budidaya perairan. Dan itu adalah kenyataannya, bahwa di Indonesia memang memilikinya, tinggal bagaimana sumber daya manusia mengolah alam Indonesia yang ada ini. Jika melihat kemajuan perikanan di negara lain, mungkin Indonesia seharusnya iri dengan kemajuan yang ada di negara lain tersebut. Sebagai contoh, kita lihat kemajuan perikanan di negara tetangga Malaysia dan Singapura. Di kedua negara tersebut telah dilakukan usaha budidaya ikan kakap putih dengan mengunakan floating net cage atau jaring apung. Sedangkan di Indonesia, budidaya ikan kakap putih masih dalam tahap berkembang. Oleh sebab itu, perlu dilakukan suatu usaha pengembangan budidaya ikan kakap putih ini agar mengalami kemajuan sehingga meningkatkan kesejahteraan.

budidaya ikan kakap putih

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang budidaya ikan kakap putih di Indonesia ini, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai ikan kakap putih ini. Ikan kakap putih memiliki nama latin yaitu Lates calcarifer. Ikan kakap putih yang hidup di Indonesia memiliki sebutan lain yang mungkin muncul karena keragaman bahasa yang ada di Indonesia. Sebutan lain ikan kakap putih ini adalah Baramundi atau juga bisa Seabass.

Ikan kakap putih ini sebenarnya sudah benyak dikenal masyarakat Indonesia. Ikan ini merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis. Berbagai produksi ikan kakap putih yang dihasilkan di Indonesia dapat memenuhi permintaan pasar, dari pasar lokal maupun pasar internasional. Sehingga, ikan kakap putih yang dihasilkan Indonesia dapat dikirim ke luar negeri. Namun, kebanyakan produksi ikan kakap putih yang ada tersebut masih berasal dari penangkapan ikan di laut. Budidaya atau pemeliharaan ikan kakap putih hanya bisa menyediakan sebagaian kecil dari semua produk ikan kakap putih ini.

Setelah dilakukan pembelajaran atau penelitian, rupanya suplai ikan yang sedikit dari pembudidaya ini disebabkan oleh masalah pengadaan benih. Benih yang sulit diproduksi secara kontinyu/berkelanjutan menjadikan usaha budidaya ikan terhambat. Sehingga, pasokan ikan dari pembudidaya juga hanya bisa seadanya saja.

Setiap masalah pasti ada solusinya. Itu adalah salah satu nasehat singkat yang harus dipegang teguh ketika menghadapi masalah. Begitu juga bagi para pembudidaya ikan kakap putih waktu itu. Mereka harus menemukan solusi yang tepat jika ingin membudidayakan ikan kakap putih dengan hasil yang lebih baik lagi. Akhirnya, masalah ini segera mendapatkan jalan terang dengan didapatkannya solusi. Balai Budidaya Laut Lampung melakukan kerja sama dengan FAO/UNDP melalui Seafarming Development Project INS/81/008, untuk melakukan pembenihan massal pada ikan kakap putih di Indonesia. Akhirnya, diawal tahun 1989 larva kakap putih dapat dipelihara secara massal di Balai Budidaya Lampung. Setelah sebelumnya di tahun 1987, larva yang dihasilkan dari pemijahan induk ikan kakap tersebut belum berhasil dipelihara.

Keberhasilan mengatasi masalah tersebut tentu menjdi kabar baik bagi para pembudidaya. Dukungan untuk usaha pemeliharaan ikan kakap di Indonesia ini terus dilakukan. Hingga telah dikeluarkan Paket Teknologi Budidaya Kakap Putih di Karamba Jaring Apung. Paket tersebut dikeluarkan melalui rekomendasi Ditjen Perikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K, sehingga sangat membantu bagi para pembudidaya.