Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Terpal, Ini Caranya

Budidaya Ikan Gabus Di Kolam Terpal, Ini Caranya

Urbanina.com – Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan asal Indonesia yang habitatnya memang di kawasan rawa dan sungai. Ikan yang dalam bahasa Latin disebut Channa striata ini memiliki rasa yang lezat dan pangsa pasarnya juga relatif tinggi, tetapi jumlah produksinya masih rendah karena ikan ini masih ditangkap langsung dari alam. Maka dari itu budidaya ikan gabus mempunyai potensi bisnis yang bagus sekali dan saat ini telah berkembang budidaya ikan gabus di kolam terpal yang layak Anda tiru.

Ikan yang dalam bahasa Sunda disebut ikan bogo ini memiliki ciri yang unik. Ikan ini bersifat pasif, suka berpindah-pindah tempat kemudian berdiam diri. Tak segan-segan ikan ini mengubur dirinya masuk ke dalam lumpur bila terpaksa harus menghindari sesuatu ancaman. Dengan labirin yang terdapat di tubuhnya ikan gabus bisa hidup tanpa air karena masih dapat menyerap oksigen untuk bernafas.

Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

Berikut cara budidaya ikan gabus di kolam terpal untuk rujukan Anda beternak ikan ini.

Membuat Kolam Penampungan

Ada 2 cara untuk melakukan budidaya iakn gabus di kolam terpal, yakni dengan jalan menggali tanah berukuran panjang 7 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2 meter. Bisa juga dengan cara membuat kerangka dari bambu di atas tanah tersebut dengan ukuran yang sama. Sebelum terpal yang baru digunakan untuk kolam terpal sebaiknya terlebih dulu direndam di dalam air selama 3 hari supaya zat-zat kimianya berkurang. Kemudian terpal diletakkan ke dalam kolam dengan rapi dan rata dan pinggir terpalnya dipaku dan diikat dengan kawat supaya kuat.

Menebar Bibit

Terlebih dulu tanah yang berasal dari kotoran hewan dimasukkan ke dalam kolam dengan tinggi sekitar 30 cm. Kemudian air yang sebelumnya telah diberi biodicon DF dimasukkan setinggi 50-100 cm. Biarkan dulu air selama 1 minggu dan air tersebut tidak boleh dialirkan supaya nantinya tumbuh plankton untuk pakan alami ikan. Selanjutnya bibit ikan gabus ditebarkan ke dalam kolam dan selama 2 hari tidak boleh diberikan pakan terlebih dulu.

Pemberian Pakan

Anda membutuhkan kira-kira 2 kg per hari untuk memberi pakan ikan gabus kurang lebih 10.000 bibit. Pelet ikan gabus dapat dibuat dengan komposisi protein 15%, lemak 15%, karbohidrat 10%, dan 60% sisanya berupa daging ampas dapur. Boleh juga memberikan pakan dengan kandungan ampas tahu 20%, jagung 10%, ikan teri 20%, dan dedak 50%. Bahan-bahan tersebut digiling menjadi satu lalu dijemur sampai kering dan sebelum diberikan pada ikan gabus pakan itu dihaluskan dulu. Ingat, ikan gabus merupakan ikan kanibal, jadi jangan telat memberinya makan karena bila kelaparan gara-gara telah diberi pakan maka kawannya sendiri akan dimangsa ikan ini.

Panen

Ikan gabus dapat dipanen dengan cara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Ikan gabus ini dapat dipanen secara bertahap dan tidak mesti bersamaan karena ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi daripada ikan lele, nila atau patin yang mesti dipanen secara keseluruhan. Pasalnya jika ketiga jenis ikan itu tidak dipanen secara bersamaan akan mengakibatkan ikan menjadi mudah stres, bahkan cepat mati. Dalam budidaya ikan gabus di kolam terpal sebaiknya lakukan sortir ukuran terhadap ikan gabus setiap 1 bulan sekali supaya hasilnya maksimal. Buatlah bak sortir yang disesuaikan dengan ukuran ikannya lalu diberi lubang.

Cara Budidaya Ikan Gabus Agar Untung Optimal

Cara Budidaya Ikan Gabus Agar Untung Optimal

Urbanina.com –¬†Penduduk di Indonesia masih banyak yang meminati budidaya ikan gabus, namun tidak semuanya yang mengetahui cara budidaya ikan gabus agar untung optimal. Masyarakat tidak sedikit yang beternak ikan gabus untuk dijual dalam bentuk bibit atau membiarkan ikan itu hingga tumbuh dewasa. Nah, kali ini kita akan membincang tentang bagaimana cara budidaya ikan gabus agar untung optimal. Dipersilakan kepada Anda untuk mengikuti paparan ini sampai tuntas.

cara budidaya ikan gabus agar untung optimal

Berikut cara budidaya ikan gabus agar untung optimal :

 

Pemilihan Bibit

Anda harus melakukan pemilihan bibit ikan gabus supaya Anda dapat memperoleh keuntungan yang banyak dan hasilnya yang memuaskan dalam bisnis budidaya ikan gabus. Adapun caranya memilih bibit, yaitu:

  • Bibit betina, perutnya umumnya memiliki bentuk bulat dan akan terasa lembek saat ditekan. Warna bibit betina lebih terang dibanding bibit jantan dan akan mengeluarkan telur saat
  • Bibit jantan, warna tubuh bibit jantan cenderung nampak lebih kusam dan Jika pada bagian kelaminnya telah nampak berwarna merah atau kemerahan berarti telah siap kawin. Pada umumnya memiliki bentuk kepala yang lonjong.

 

Pemijahan

Pemijahan lebih baik dilakukan di kolam yang terpisah, kolam lainnya. Anda harus membuat kolam khusus buat pemijahan berukuran 3 x 5 x 1 meter. Biarkan kolam Selama 3-4 hari kolam dibiarkan dalam keadaan kering dan setelah baru diisi dengan air jernih. Selanjutnya berilah eceng gondok. Upayakan selama pemijahan air mengalir terus.

 

Penetasan Di Tempat Penetasan

Dalam cara budidaya ikan gabus agar untung optimal ini Anda pun perlu menyediakan tempat tersendiri untuk penetasan. Tempat penetasan itu dapat dibuat berbentuk akuarium. Biarkanlah tempat tersebut dalam keadaan bersuhu tinggi kira-kira 28oC. Kira-kira 1-2 hari biarkanlah menetas sampai terbentuk larva.

 

Pakan Untuk Larva  & Pemeliharaannya

Perhatikanlah dengan cermat perkembangan larva yang sudah terbentuk dengan cara memberinya pakan. Saat larva telah berumur 2 hari diberi pakan gabus sampai hari ke 15 setelah penetasan. Di dalam tempat tersendiri untuk penetasan Anda masih dapat menempatkan larva itu. Pakan yang dapat diberikan yakni naupli artemia sebanyak tiga kali sehari.

 

Pembesaran & Pemanenan

Anda dapat menempatkan larva sesudah larva membesar atau berumur kira-kira 2-3 minggu dari dalam tempat terpisah atau mengeluarkan larva itu dari tempat yang dikhususkan untuk penetasan tersebuti. Pada saat ini Anda dapat menjual larva semacam bibit ikan gabus. Akan tetapi silakan dipindahkan ke kolam yang lainnya dan diberi pakan berupa pelet berukuran sedang hingga besar bila ingin membesarkannya.

 

Demikian bahasan kita kali ini mengenai cara budidaya ikan gabus agar untung optimal. Semoga setelah membaca tulisan ini Anda dapat mengaplikasikannya dan untungnya benar-benar optimal.

Budidaya Ikan Gabus Memanfaatkan Rawa Lebak

Budidaya Ikan Gabus Memanfaatkan Rawa Lebak

Urbanina.com – Ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan indonesia. Ikan semacam ini dapat akan banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawaa dan Kalimantan. Berbagai menu olahan yang menggunakan ikan gabus sebagai bahan pokok telah banyak ditemui di Indonesia. Terutama di Sumatera Selatan, banyak menu olahan terkenal yang menggunakan ikan gabus sebagi bahan pokonya, seperti pempek, kerupuk dan lain-lain. Tak heran jika harga ikan gabus disana menjadi salah satu yang teringgi di Indonesia. Ikan yang disukai banyakorang tentu akan membuka peluang untuk dibudidayakan, tak terkecuali ikan gabus ini. Saat ini, budidaya ikan gabus sudah mulai digeluti oleh banyakorang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan ikan gabus ini.

budidaya ikan gabus

Selain menu olahan terkenal yang ada di Sumatera Selatan diatas, ikan gabus juga dapat menjadi menu olahan lain dan dimanfaatkan dengan bentuk lain juga. Misalnya, benih ikan gabus dapat dimanfaatkan untuk menjadi pakan ikan hias, lalu ikan yang sudah besar banyak disukai untuk dijadikan menu olahan karena dagingnya yang besar dan rasanya yang khas. Dan juga, bentuk kering ikan gabus ini dapat dimanfaatkan sebagai ikan asin atau ikan asin. Dengan berbagai manfaat ikan gabus inilah budidaya ikan gabus banyak mendapat tempat di hati para konsumennya.

Budidaya ikan gabus juga dapat dilakukan di rawa lebak. Rawa lebak adalah wilayah daratan yang memiliki genangan air minimal selama 3 bulan dengan tinggi genangan minimal 50 cm. Genangan yang terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan sampai sepanjang tahun. Rawa lebak ini memiliki dua fase yaitu fase kering atau teresterial dan fase berair atau akuatik. Lahan semacam ini sebenarnya sudah dimanfaaatkan untukkegiatan perikanan yaitu berupa kegiatan penangkapan. Namun, semakin lama kegiatan ini mengalami penurunan di bidang produtivitasnya. Maka dari itu, kegiatan budidaya ikan gabus dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktifitas ikan bagi para nelayan. Di lihat dari sudut pandang yang lain, hal ini juga dapat menjadi salah satu peluang usaha bagi petani maupun nelayan yang berada di perairan lebak.

Adapun budidaya ikan gabus di rawa lebak ini bukannya dapat dilakukan tanpa kendala. Terkadang budidaya dapat terhambat karena sifat alami dari ikan itu sendiri yaitu kanibalisme. Ikan gabus memang memiliki sifat kanibal sehingga mau memakan hewan sejenis jika memang sedang lapar. Maka dari itu, agar budidaya terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh sifat kanibalisme ini, perlu dilakukan upaya penebaran dengan kepadatan yang optimal. Kepadatan yang optimal pada budidaya ikan gabus akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan sintasan(suvival rate) yang layak bagi ikan gabus, sehingga resiko terjadi kanibalisme akan berkurang.

Dalam melakukan pemeliharaan ikan gabus ini, juga dapat didukung dengan berpedoman pada banyak penelitian yang telah dilakukan oleh badan yang ada di bidangnya. Saat ini, badan yang ahli di bidangnya telah menemukan berbagai teori yang didapat dari riset dan penelitian. Adapun riset yang dilakukan juga akan bemanfaat untuk meningkatkan produksi ikan rawa sehingga penghasilan dari petani atau nelayan yang melakukan budidaya juga akan meningkat.

Mengapa demikian? Karena penelitian yang dilakukan badan yang ahli di bidangnya tersebut adalah dengan penelitian pada pertumbuhan, sintasan, serta konversi pakan ikan gabus yang yang dilakukan di lahan rawa menggunakan wadah karamba. Sehingga, sangat cocok dengan langkah budidaya pada ikan gabus yang juga dilakukan di rawa, tepatnya rawa lebak.