Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Secara Mudah

Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Secara Mudah

Urbanina.com – Cara budidaya belut dalam kolam sesungguhnya cukup mudah, tidaklah sesulit seperti pada budidaya ikan. Adapun masalah utama di dalam budidaya belut yaitu masih adanya kesulitan dalam hal penyediaan benih/bibit.

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan terhadap bibit biasanya para peternak atau pembudidaya belut mendapatkan langsung dari alam atau membelinya di tempat-tempat pembibitan. Sementara itu untuk pembibitan belut secara buatan hingga saat ini di Indonesia belum ada. Akibatnya penyediaan bibit secara langsung masih berdasarkan pada ketersediaan belut di alam.

Cara Budidaya Belut di Kolam

Akan tetapi keadaan ini tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk memelihara atau membudidayakan belut. Dengan cara budidaya belum dalam kolam merupakan solusi praktis bagi yang ingin beternak belut secara intensif.

 

Berikut ini cara budidaya belut dalam kolam yang terbilang mudah dan murah.

 

Bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan antara lain:

  1. Tanah yang mengandung lumpur, serupa dengan tanah sawah.
  2. Bambu
  3. Pelapah pisang
  4. Jerami
  5. Pupuk kandang (kerbau, sapi, kuda, dsb.)
  6. Air
  7. Cangkul, parang,

 

Langkah-langkah Cara Budidaya Belut dalam Kolam

Pertama-tama dasar bak diisi dengan tanah lumpur setebal kira-kira 10 cm. Lalu di atas tanah lumpur diletakkan jerami yang telah lapuk setebal 10 cm. Lapisan berikutnya adalah potongan-potongan pelepah pohon pisang yang telah layu setebal 10 cm. Setelah itu diberi pupuk kandang setebal 10 cm selaku lapisan ketiga. Sebaiknya gunakan pupuk yang telah jadi. Lalu taburkan kembali di atasnya tanah lumpur setebal kira-kira 5 cm dengan cara merata.

 

Lapisan paling atas upayakan disusun miring sehingga bagian bak yang terendam air hanya sekitar 2/3 bagian saja. Bagian bak yang tak terendam air merupakan tempat bertelur belut. Sebaiknya ketebalan keseluruhan lapisan kira-kira 50-60 cm.

 

Kolam untuk budidaya belut tidaklah perlu yang luas. Cukup dibuat sekitar 10 hingga 20 meter persegi saja. Sebelum kolam digunakan sebaiknya dasar-dasar tepi kolam dicangkul terlebih dulu selebar 1 mtr dari pematang supaya kelak gampang membentuk lumpur. Keberadaan lumpur akan memudahkan belut menggali lubang-lubang perkawinan. Tetapi sebelum kolam ditebar bibit belut dan diairi mesti diberi pupuk kandang yang sudah matang terlebih dulu sebanyak 30 kg untuk kolam dengan luas 10 m2.

 

Saluran air masuk diamankan terlebih dulu sebelum air dimasukkan dengan cara diberi saringan kedap untuk mencegah belut-belut pergi dari kolam. Air dialirkan hingga kedalaman 20 cm di bagian yang terdalam dan 15 cm di bagian yang terdangkal sehingga bentuk kolamnya mirip sawah.

 

Lumpur yang mesti dibuat paling dangkal sekitar 15 cm sebab dalam masa perkawinannya belut jantan senang menggali lubang sedalam 10 cm ke bawah kemudian membelok lurus datar lantas ke atas lagi. Lubang perkawinan ini umumnya akan membentuk huruf U. Pastikanlah air yang merendami kolam selalu dalam kondisi lancar/mengalir.

 

Sebaiknya gunakan air tawar yang tak memiliki kandungan soda (deterjen, bekas sabun), tidak memiliki kandungan racun (pestisida) maupun minyak seperti air sisa dapur yang tanpa kandungan sabun, air ledeng dan air sungai.

 

Demikianlah cara budidaya belut dalam kolam, mudah bukan?

Ciri Ciri Ikan Patin Jantan dan Betina

Ciri Ciri Ikan Patin Jantan dan Betina

Urbanina.com – Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan jenis ikan yang amat disukai sebab rasa dagingnya memang lezat. Maka dari itu memelihara ikan patin menjadi peluang bisnis yang memberi harapan dalam budidaya ikan. Guna menjalankan budidaya ikan patin, Anda terlebih dulu mesti melaksanakan pembenihan. Untuk menyelenggarakan pembenihan, Anda pun mesti melaksanakan seleksi indukan terlebih dulu. Namun apa ciri ciri ikan patin jantan dan betina?

Di Indonesia, ikan patin terkenal sebagai komoditi yang mempunyai prospek cerah untuk dibudidayakan. Selain gampang untuk dipelihara juga mempunyai nilai jual yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan ikan ini mendapatkan perhatian dari masyarakat dan banyak digemari oleh para pebisnis ikan untuk dikembangkan.

Ciri Ciri Ikan Patin Jantan dan Betina

Telah menjadi rahasia umum bila patin merupakan ikan yang tak dapat dipijahkan dengan cara alami, namun secara buatan. Oleh karenanya, pemilihan induk pun tidak dapat asal-asalan perlu pengetahuan tersendiri. Anda harus mengetahui ciri ciri ikan patin jantan dan betina untuk kepentingan pemilihan induk, pemijahan, penetasan, dan pemeliharaan larvanya.

Ciri ciri Ikan Patin Jantan dan Betina

Kelamin jantan dan betina setiap hewan bisa dibedakan dengan jelas, termasuk ikan patin. Tentunya terlebih dahulu harus dipelajarinya dengan melihat dari dekat beberapa tanda pada tubuh ikan bersangkutan. Untuk yang sudah paham, membedakan jantan dan betina tidak harus dari dekat, tetapi dari jauh saja sudah cukup.

Seperti hewan yang lainnya, patin bisa dibedakan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh bagian luar. Buat membedakan kedua jenis kelamin tersebut bisa dilihat dari alat kelamin, warna kulit, dan bentuk tubuhnya. Pada organ tubuh tersebut akan jelas sekali apa perbedaannya.

Ikan patin tidak seternar ikan gurame, ikan lele dan ikan mas, namun budidaya ikan patin merupakan favorit khusus untuk sekarang ini.

Perbedaan Induk Ikan Patin Jantan dan Betina

Sebelum Anda lakukan pembenihan ikan patin, membedakan jenis kelamin merupakan hal penting untuk siapa pun yang akan terjun dalam budidaya ikan patin ini.

Sebenarnya perbedaan ikan patin bisa dilihat dari tanda-tanda fisiknya. Berikut ini ciri ciri ikan patin jantan dan betina yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Patin jantan ditandai dengan bentuk tubuhnya yang panjang dan ramping, warna kulitnya cerah sedikit kemerahan, dan mempunyai sebuah alat kelamin yang bentuknya panjang. Patin jantan bila telah matang gonad pada alat kelaminnya akan berwarna memerah dan sedikit menggembung. Disamping itu, bila alat kelaminnya diurut/pencet akan menghasilkan cairan dengan warna putih susu.
  1. Patin betina bisa ditandai dengan bentuk tubuhnya yang gemuk dan sedikit pendek, warna kulitnya sedikit kusam dan lebih halus, serta mempunyai dua lubang di bagian pengeluaran. Kedua lubang itu berguna untuk megeluarkan urin dan telur.

Patin betina yang telah siap matang gonad bisa ditandai dari bentuk perutnya yang membuncit, permukaan kulitnya lebih lembut dan jika diurut/dipencet akan mengeluarkan telur yang memiliki warna kecokelatan.

Jenis Kolam Ikan Air Tawar

Jenis Kolam Ikan Air Tawar

Urbanina.com – Dalam budidaya ikan kita memerlukan kolam sebagai media pemeliharaannya. Kini ada berbagai jenis kolam yang dapat digunakan untuk sarana pendederan/pembesaran ikan. Pemilihan jenis kolam ikan mesti disesuaikan dengan watak ikan yang akan dipelihara. Dari demikian banyak jenis kolam ikan itu ada 3 yang sangat terkenal yakni kolam terpal, kolam semen, dan kolam tanah.

kolam terpal

Berikut ini 3 jenis kolam ikan yang sering digunakan masyarakat dalam budidaya ikan di Indonesia.

Kolam Terpal

Kolam terpal masih termasuk kolam yang baru dipergunakan oleh para petani Indonesia jika dibandingkan dengan kolam semen dan kolam tanah. Pemilihan kolam jenis ini umumnya didasarkan pada sukarnya membuat jenis kolam yang lain sebab beberapa faktor tertentu.

Adapun beberapa kelebihan yang terdapat pada kolam terpal diantaranya :

  • Biaya pembuatannya lebih murah dibandingkan dengan kolam beton.
  • Bentuk perawatannya jauh lebih mudah dan sederhana.
  • Lebih fleksibel dalam penempatannya.
  • Lebih mudah dalam pemantauan kondisi kolam.
  • Lebih cepat dalam proses pengeringan kolam.

Kolam Semen

Kolam semen merupakan kolam yang komposisinya dibuat dari adukan semen. Kolam ini umumnya dipilih saat lahan tidak memungkinkan dijadikan kolam tanah. Sebagian petani memilih kolam semen sebab pemeliharannya relatif lebih mudah. Lantaran bagian bawahnya dilapisi dengan bahan yang padat sehingga air di dalam kolam ini tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

Kolam semen memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Sistem pengairan kolam dapat dibentuk sebaik mungkin, baik untuk kebutuhan perawatan maupun pengeringan.
  • Tidak mudah terkikis atau bocor, tidak gampang rusak, dan daya tahannya lebih lama.
  • Lebih mudah dan lebih murah dalam perawatannya.
  • Ketinggian kolam dapat dibuat di atas ketinggian rata-rata permukaan air tanah.
  • Spesifikasi kolam bisa dibuat serinci mungkin.
  • Proses pengeringan kolam lebih singkat, sekitar 1-2 hari.
  • Potensi pemangsa berdiam di dalam kolam dapat dihindari.

Kolam Tanah

Kolam tanah dibangun dengan cara menggali tanah menggunakan ukuran khusus, kemudian mengisinya dengan air. Kolam ini memiliki dinding dan dasar yang masih berbentuk tanah. Prose pembuatannya yang terbilang gampang dengan biaya yang tidak mahal menyebabkan kolam ini amat disukai oleh masyarakat. Malahan beberapa kolam tanah dapat dibuat secara alami. Pada perkembangan selanjutnya, dinding kolam tanah kerap dikuatkan dengan susunan batu, sementara pada bagian bawahnya/dasarnya ditaburi dengan pasir.

Beberapa kelebihan kolam tanah diantaranya:

  • Tidak dibutuhkan alat-alat tambahan untuk mengawasi kadar pH dan suhu air sebab telah otomatis menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.
  • Biaya pembuatannya cenderung lebih murah ketimbang jenis kolam ikan air tawar yang lainnya.
  • Lingkungan kolam yang masih alami menyebabkan organisme yang jadi makanan ikan seperti hewan renik dan plankton dapat hidup di dalamnya.
  • Keadaan kolam yang serupa seperti habitat asli ikan menolongnnya dalam penyesuaian sehingga daya hidupnya lebih lama.
Kolam Ikan Nila dan Persiapan yang Harus Dilakukan

Kolam Ikan Nila dan Persiapan yang Harus Dilakukan

Urbanina.com – Budidaya ikan nila pada prinsipnya bisa dijalankan di beragam macam kolam. Namun Anda harus mengetahui terlebih dulu syarat utamanya, yakni kolam ikan nila mesti mempunyai ketersediaan air bersih yang memadai. Lalu untuk model atau bentuknya dapat dibuat menurut kemauan Anda seperti kolam ikan nila model segitiga, melingkar, memanjang hingga segi empat.

Untuk ukurannya bisa juga dibuat sesuai dengan keperluan. Misalnya berdasarkan jumlah populasi ikan dan tempat dimana akan dibuat kolam ikan nila itu. Sementara itu dari sisi jenis/model pembuatannya terdapat 3 macam yaitu jenis kolam ikan nila dari kolam beton, kolam terpal dan tanah.

Kolam Ikan Nila dan Persiapan yang Harus Dilakukan

Sesudah Anda membuat kolam ikan nila, maka tahap selanjutnya yang tepat yaitu menyiapkan kolam ikan nila itu sebelum mulai menebarkan benih. Menyiapkan kolam ikan nila merupakan hal penting dan tidak boleh disepelekan. Persiapan awal sebelum ditebar benih pada kolam ikan nila akan berpengaruh sekali pada hasil panen kelak. Pertumbuhan ikan nila bisa maksimal dan waktu panennya bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat bila persiapan yang dilakukan juga tepat.

Ketidakberhasilan pembudidaya ikan nila biasanya lantaran kesalahan pada persiapan kolam. Di bawah ini 5 langkah mudah untuk menyiapkan kolam ikan nila yang perlu dilakukan sebelum dimulai menebarkan benih.

Pengeringan kolam

Lakukanlah pengeringan terhadap kolam nila. Perlu waktu kira-kira 1 minggu, tergantung pada cuaca yang ada. Namun salah satu ciri keadaan kolam yang baik adalah bila kita injak tanah di dalam kolam tersebut masih dapat meninggalkan bekas injakan itu dengan kedalaman sekitar 1-2 cm.

Pembersihan kolam

Kolam mesti bebas dari lumpur kotor sisa makanan ikan yang membusuk, batu dan kerikil.

Pembajakan

Lakukanlah pembajakan atau pencangkulan dengan kedalaman kira-kira 10 cm.

Penetralan tanah

Bila sebelumnya sudah pernah digunakan untuk membudidayakan ikan nila, maka kolam itu mesti dinetralkan terlebih dahulu dengan mempergunakan dolomit atau kapur pertanian.

Hal ini disebabkan lantaran tanah tersebut terlampau asam. Usahakanlah dolomit yang ditebar dapat melebur ke dalam tanah sejauh kira-kira 10 cm lantas diamkan meresap sekitar 2-3 hari lamanya dan tidak boleh diperlakukan apa-apa.

Pemupukan

Lakukanlah pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk urea atau pupuk kandang. Hal ini dilakukan untuk memancing tumbuhnya organisme seperti ganggang yang akan menjadi makanan gratis bagi ikan nila kelak.

Adapun cara pemupukan yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Pupuk alami diterbarkan dengan cara merata, biarkan selama 10-14 hari.
  2. Kemudian berikan juga pupuk kimia, biarkan selama 2-3 hari.

Pengairan

Isilah dengan air setinggi 10-20 cm. Biarkan selama berhari-hari supaya sinar matahari dapat meresap masuk dan ganggang beserta tumbuhan renik yang lainnya dapat tumbuh/hidup (pada umumnya tidak hingga 6 hari, tergantung pada cuaca setempat).

Nah, apabila kolam ikan nila telah siap, silahkan diberi air setinggi 60-75 cm. Dengan demikian ikan nilai pun siap untuk diternak/dibudidayakan.

Ciri 2 Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Ciri 2 Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Urbanina.com – Pecel lele merupakan salah satu jenis kuliner kesukaan di Indonesia. Lele yang digoreng secara garing menjadi terasa lebih gurih dan nikmat bila lele yang merupakan obyek masakannya ialah lele dengan mutu terbaik. Nyaris segenap masyarakat Indonesia mengetahui cara memasak ikan lele dengan cara digoreng. Tetapi, dengan banyaknya penggemar lele, cara pengolahannya juga kian lebih beragam. Para penggemar ikan jenis ini ternyata tidak cuma asalnya dari seluruh wilayah di Indonesia, tetapi nyatanya juga datang dari berbagai negara di sekitar Indonesia. Tidak ayal lagi, tidak sedikit orang dari luar Indonesia yang mengimpor lele dari Indonesia. Hal ini menjadikan bisnis lele menjadi makin antusias sekarang ini. Peminat bisnis budidaya lele pun semakin banyak dan banyak orang belajar cara beternak ikan lele. Namun tahukah ciri 2 lele dumbo itu apa saja?

Lele dumbo meruapakan salah satu diantara beberapa jenis ikan lele yang banyak disukai oleh para pengusaha budidaya lele. Sejumlah pembudidaya mengatakan lele dumbo adalah hasil kawin silang dua species ikan lele, yaitu antara lele betina Clarias fuscus dari Taiwan dan lele jantan Clarias mossambicus dari Kenya, Afrika. Dari hasil kawin silang itu diperkirakan beberapa sifat lele jantannya lebih dominan. Lantas, sebenarnya apa saja ciri 2 lele dumbo ini?

Ciri-ciri Lele Dumbo yang Perlu Diketahui

Untuk Anda yang belum mengenali dengan jelas seperti apa bentuk ikan lele dumbo, di bawah ini adalah ciri 2 lele dumbo yang perlu Anda diketahui, diantaranya:

  • Memanjang bentuk tubuhnya, tidak memiliki sisik dan licin.
  • Bagian dorsalnya mempunyai warna hitam dan bagian ventralnya memiliki warna putih susu.
  • Sirip di bagian dadanya sudah berubah menjadi patil.
  • Sungutnya memiliki empat pasang.
  • Di dekat sungut memiliki alat olfaktori yang berguna untuk penciuman dan perabaan.
  • Mencari makanannya di malam hari (nocturnal).
  • Lele tergolong dalam ikan pemakan campuran (omnivor), tetapi condong sebagai karnivor.
  • Tidak demikian menyenangi cahaya/sinar (Photopobi).
  • Memiliki alat pernapasan tambahan (arborescent).

Selain ciri-ciri di atas, ciri 2 lele dumbo yang asalnya dari Afrika ini nyatanya mempunyai ukuran yang lebih besar ketimbang jenis lele lokal yang terdapat di Indonesia. Patilnya lele dumbo tumpul jadi lebih disenangi oleh orang-orang. Akan tetapi disamping beberapa kelebihannya itu, tampak terdapat sebuah kekurangan yang ada pada lele dumbo. Daging lele dumbo kelihatan menjadi lunak dan amat mudah hancur jika digoreng. Namun lantaran daya tahan hidupnya yang kuat pada tempat tinggalnya sehingga lele dumbo tergolong salah seekor jenis lele yang banyak diternak oleh kebanyakan orang di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Dengan bantuan teknologi kekinian, lele dumbo dapat mempunyai kualitas daging yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil kawin silang lele dumbo dengan lele lokal yang asalnya dari Asia Tenggara pun terbukti dapat memperbaiki kualitas dagingnya.

Cara Budidaya Belut di Dalam Drum Menguntungkan

Cara Budidaya Belut di Dalam Drum Menguntungkan

Urbanina.com – Beternak belut sudah banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat desa dan kota, baik warga kelas menengah maupun kelas atas. Usaha pembudidayaan belut ini telah mulai gencar dilakukan sejak beberapa tahun silam. Cara budidaya belut di dalam drum merupakan salah satu upaya beternak belut yang dilakukan secara intensif dan telah merambah ke beberapa kota di Indonesia.

Belut yang dalam bahasa ilmiah disebut Monopterus albus ini ialah ikan yang tinggal di air tawar. Walaupun sosoknya kecil, tetapi karena banyaknya konsumen menyebabkan belut mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Belut saat ini merupakan ladang bisnis yang menguntungkan.

Cara Budidaya Belut Di Dalam Drum [[ ]]

Belut bukanlah jenis ikan yang sukar dibudidayakan. Ikan yang satu ini tidak mesti diternak di tambak-tambak/kolam seperti layaknya kebanyakan ikan sehingga orang yang mempunyai lahan sempit juga bisa memeliharanya dengan cara budidaya belut di dalam drum. Beternak belut di dalam drum/tong adalah sebuah inovasi pembudidayaan belut di Tanah Air.

Bekas drum/tong dapat dijadikan wadah/tempat untuk pemeliharaan belut yakni dengan memberi lubang pada bagian samping drum/tong dan lubangnya berbentuk persegi panjang. Lubang tersebut memiliki ukuran 40% dari tinggi dan lebar drum yang bermanfaat agar belut tidak gampang keluar dari drum.

Sebelum Anda melakukan hal yang lainnya, letakkan drum dalam posisi mendatar lalu diberi ganjalan di bagian samping agar drum tidak terguling dan berputar kesana-kemari. Selanjutnya membuat saluran pembuangan air agar gampang dibersihkan.

Pelindung dibuat pada bagian atas drum agar belut tidak terpapar sinar matahari langsung untuk keberlangsungan belut. Pasalnya pencahayaan berlebihan akan mengakibatkan belut kena siksa dan gagal dalam bereproduksi. Sesudah drum siap dipergunakan, masukkanlah tanah ke dalamnya untuk perkembangan belut.

Tanah yang dipersiapkan tadi jangan yang mengandung pasir, tidak begitu liat tetapi masih mempunyai kandungan hara yang lumayan tinggi. Dianjurkan sekali menggunakan tanah yang berasal dari sawah atau tanah bekas memelihara ikan lele.

Setelah itu tanah dibuat menjadi gembur dengan cara membasahinya dengan air dan memasukkan EM 4. Ukuran tanahnya kira-kira 40-50 cm. Disamping media tanah, Anda pun penting untuk menyediakan media bokashi yang disiapkan dengan cara terpisah.

Media tersebut dibuat dari jerami dan batang pisang yang sudah kering dan dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya seperti air, EM 4, dan bekatul. Saat mencampur, pencampuran dilakukan sedikit-sedikit agar media tidak terlampau basah. Kemudian tutup, diamkan sekitar 4-7 hari dan dibolak-balik agar tidak membusuk.

Tahapan berikutnya dalam cara budidaya belut di dalam drum ialah dengan mencampurkan bokashi dan media tanah. Kemudian air dituangkan pada ketinggian 5 cm. Biarkan selama  kira-kira 7 hari. Pada hari berikutnya drum dibersihkan dengan menggunakan air yang baru, namun ketinggiannya sama.

Berikutnya vestin, ikan kecil, dan tumbuhan air dimasukkan dan tunggu sampai satu hari. Jika perlu, berilah vestin agar pertumbuhan belut menjadi baik. Bibit belut dimasukkan ke dalam drum dan tunggu hingga 21 hari. Nah, pada hari ke-24, barulah beri belut makanan.

Hal terpenting dalam cara budidaya belut di dalam drum ialah tidak boleh lupa untuk memberikan pakan dengan cara teratur. Pada intinya, tiap-tiap makhluk perlu makan, jadi kalau ingin mempunyai ternak sukses maka rawatlah secara baik.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame

Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame

Urbanina.com – Aktivitas lain yang tak kalah pentingnya dalam budidaya gurame di kolam terpal yaitu penyiphonan. Tujuannya adalah supaya di dasar kolam terpal tersebut tidak ada tanah dan mikroorganisme pengurai kotoran. Maka dari itu sisa-sisa makanan dan kotoran di dalam kolam mesti dibuang. Salah satu diantaranya dilakukan dengan cara penyiphonan minimal dilaksanakan sebulan sekali. Mungkin Anda belum mengetahui cara penyiponan kolam budidaya gurame.

Salah satu kegiatan yang jangan ditinggalkan pada budidaya ikan gurame di media kolam terpal yakni pembersihan lumpur/kotoran pada dasar kolam. Di lingkungan peternak/pembudidaya ikan proses ini disebut dengan nama penyiphonan. Lumpur yang warnanya cokelat tua/cokelat kehitam-hitaman tersebut terwujud dari penimbunan kotoran ikan (feses) dan sisa pellet yang tidak termakan oleh ikan.

Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame [ ]

Akumulasi lumpur ini dengan cara berkala memang mesti dibuang dari dalam kolam sebab menjadi sumber terciptanya amonia selaku hasil proses penguraian kotoran. Bila kotoran berupa lumpur pekat ini tidak secepatnya dibuang karena tidak tahu cara penyiphonan kolam budidaya gurame maka kandungan amonia di dalam air kolam akan bertambah dan bisa membahayakan kelangsungan hidup ikan-ikan yang dibudidayakan.

Ketelatan atau ketidakingatan menjalankan penyiphonan bisa mnyebabkan kematian sebab kandungan amonia yang relatif tinggi dalam area air kolam dapat mengakibatkan kematian ikan secara massal. Inilah alasannya kenapa penyiphonan pada budidaya ikan gurame di kolam terpal harusnya dilakukan dengan cara teratur dan berkala.

Berikut cara penyiponan kolam budidaya gurame di kolam terpal.

  • Siapkanlah selang dengan diameter 0,5 inci. Bagian ujung selang yang dimasukkan kedalam kolam disambungkan memakai pipa paralon yang telah diberi lubang di beberapa titik/tempat sehingga membentuk seperti abjad T. Salah satu ujung selang diletakkan di lokasi/tempat yang lebih rendah daripada saluran pembuangan atau dasar kolam. Sedangkan, ujung selang yang lainnya dimasukkan kedalam kolam. Lalu ujung selang yang ada di luar kolam disedot dengan menggunakan mesin diesel.
  • Ujung selang yang ada di dalam kolam ditenggelamkan sampai mencapai dasar kolam. Ujung selang digoyangkan ke semua bagian dasar kolam yang banyak berisi kotoran. Lakukanlah sampai air yang keluar tak berisi kotoran lagi.
  • Penyiphonan dilakukan sampai ketinggian air di dalam kolam menurun 20-30 cm. Kemudian ditambahkan air baru sampai pada ketinggian sebelumnya.
  • Taburkanlah garam sebanyak 100 gr/m3 sesudah penyiphonan guna menghindari penyakit masuk melalui air yang baru.
  • Apabila Anda telah pandai menyiphon, tinggi air cuma menyusut atau turun kira-kira 20 cm. Tetapi, bila belum pandai/mahir, ketinggian air sesudah dilakukan penyiphonan dapat menurun 30-40 cm.
  • Penyiphonan mesti tetap dikerjakan bila sudah jadwalnya/waktunya meskipun ikan telah akan dilakukan pemanenan.
  • Disamping penyiphonan, tentunya hal lain penting juga diperhatikan di dalam budidaya gurame di kolam terpal, seperti penggaraman, pemberian vitamin, probiotik nitrobacter, probiotik laktobasilus, jenis pakan dan pengaturannya serta masih banyak hal yang lainnya yang perlu diperhatikan dalam mendukung keberhasilan budidaya gurame.

Itulah beberapa cara penyiponan kolam budidaya gurame yang perlu Anda perhatikan dan lakukan. Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Trik Budidaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Trik Budidaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Urbanina.com – Salah satu alasan budidaya lele banyak dipilih para pembudidaya ikan tentunya karena banyak konsumennya. Sayangnya kita sering mendengar masalah kolam kotor dan bau terkait budidaya lele. Kini metode budidaya lele semakin modern dan variatif. Saat ini sudah ada budidaya lele bersih dan tidak bau. Salah satu diantaranya dengan sistem biogreen. Malahan, air kolam lele-nya pun dapat diminum (dikonsumsi). Lantas, seperti apa budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen?

Budidaya lele dapat menjadi salah satu peluang usaha yang memberi harapan. Permintaannya berasal dari usaha kuliner, seperti katering, pecel lele tenda, rumah makan, dan kebutuhan lainnya. Budidaya lele sistem biogreen merupakan teknik budidaya yang bebas dari pencemaran bahan biologi dan kimia, serta aman dimakan (konsumsi).  Sistem ini pertama kali diketemukan oleh H. Muhammad Iqbal, S.E. pada tahun 2014.

Trik BudiDaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen [[ ]]

Salah satu ciri-ciri dari sistem ini yaitu adanya penggunaan manajemen budidaya, media kolam terpal bulat, dan pakan probiotik. Kelebihan penggunaan kolam terpal bulat adalah kecuali murah, efisien, dan praktis, juga sanggup memuat bibit ikan lele lebih banyak dari kolam umumnya. Padat penebaran ikannya bisa mencapai hingga 700 ekor/m2.  Kelebihan lainnya dari budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen yaitu tingkat kematian rendah, hemat pakan dan air, bebas bau dan ramah lingkungan, dan tidak membutuhkan mesin aerator.

Budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen akan maksimal bila ada di daerah/tempat dengan suhu 26 – 36oC. Berdasarkan jenisnya, kolam terbagi menjadi 3 bagian yakni kolam transit untuk panen, kolam pembesaran, dan tandon air dengan rata-rata diameternya berkisar antara 1 – 5 meter pada ketinggian 1 meter.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolam terpal bulat antara lain atap plastik UV/transparan tembus cahaya, gergaji pipa paralon, lem, instalasi pipa air (pipa input, pipa pembuangan, pipa water level), karpet talang dan terpal, rangka kawat berbentuk bulat dengan bagian dasarnya membentuk kerucut, dan rangka kawat besi.

Langkah-langkah dalam merangkai kolam:

  • Rangkaian besi disipankan untuk membuat rangka kolam.
  • Sediakan terpal plastik dan karpet talang luar untuk bagian dinding kolam.
  • Siapkan juga pipa-pipa untuk water level, saluran pengeluaran pada dasar kolam, dan saluran masuk air.

Adapun langkah-langkah merangkai kolam dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

  • Menggali tanah dengan bentuk kerucut dan kedalamannya sejajar dengan rangka bagian dasar kolam yang bentuknya kerucut supaya tepat ketika peletakannya.
  • Dasar kolam disemen supaya kolam lebih kokoh dan juga diberikan saluran masuk dan pengeluaran airnya.
  • Galilah saluran pipa air untuk pembuangan air kolam. Lalu rangka besi yang telah disiapkan harus dipasang.
  • Pada rangka pasanglah karpet talang luar lalu terpal plastik pun dipasang. Pasangkan pipa saluran pembuangan, lalau disambungkan dengan pipa yang mengarah pada saluran pembuangan, yakni saluran air atau got.
  • Rapikanlah kedudukan terpal di rangka kolam dengan cara menarik terpal pada bagian tengah sedikit ke atas di bagian rangka sehingga kesemuanya bagian terpal keadaannya rata ke semua bagian dinding kolam.
  • Air dialirkan ke dalam kolam sembari diperiksa kedudukan terpal sekaligus dirapikan. Terpal akan menempel erat pada rangka bila kolam sudah diisi air tanpa memerlukan diikat lagi ke rangka. Kolam dapat segera dipergunakan bila tak ada masalah.

FYI, jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Cara Budidaya Gurame yang Mudah dan Menguntungkan

Cara Budidaya Gurame yang Mudah dan Menguntungkan

Urbanina.com – Gurame merupakan salah satu menu wajib yang ada di sebagian besar rumah makan di Nusantara. Tidak mengherankan bila Anda dapat memanfaatkan peluang usaha ini dengan mencoba beternak gurame yang mudah dan memberi keuntungan. Lalu, cara budidaya gurame yang mudah dan menguntungkan itu seperti apa?

Saat diolah menjadi masakan, gurame mempunyai cita rasa yang gurih sehingga banyak orang yang suka menu gurame dan termasuk laris manis.  Apa yang timbul di pikiran Anda saat mendengar kalau cara budidaya gurame yang mudah dan menguntungkan itu memang ada?  Untuk mulai memelihara ikan gurame ialah dengan menyiapkan media kolam terpal. Media kolam terpal ini dapat digunakan di lahan yang sempit. Atau menyewa lahan kosong bila Anda benar-benar tidak memiliki lahan.

Cara Budidaya Gurame yang Mudah dan Menguntungkan[]

Berikut ini cara budidaya gurame yang mudah dan menguntungkan dan perlu diketahui bahwa tiap 1 m2 dari luas kolam dengan kedalaman kira-kira 90 cm dapat dipergunakan untuk memelihara 10 ekor gurame dengan bobot masing-masing seberat 2,5 ons.

Penyediaan Kolam Terpal

Cara membuat kolam terpal yaitu dengan menggali tanah sampai dalamnya kira-kira 90 cm, lalu terpal dipasang di tanah yang telah digali itu. Atau memasang terpal membentuk seperti bak dengan bantuan kerangka dari bahan besi atau kayu guna menopang terpal supaya membentuk bak mandi.

Kolam tersebut mesti mendapatkan cukup sinar matahari. Gurame hidup di dataran rendah dengan suhu maksimal 28oC. Gurame cuma dapat tumbuh optimal pada ketinggian maksimal 800 mdpl.

Persiapan Benih/Bibit Sehat

Pilih benih yang umurnya lebih dari 1 tahun, tanpa cacat, normal dan sehat dengan beratnya kira-kira 100 gram. Ikan gurame yang siap dipanen bila beratnya telah mencapai 500 gram. Anda dapat memperoleh benih ikan gurame di tempat-tempat pembudidayaan ikan gurame setempat.

Pemberian Pakan

Pakan yang ideal untuk ikan gurame adalah yang memiliki kandungan protein hewani/nabati. Makanya Anda mesti memberikan pakan gurame yang mengandung kedua bahan pakan itu supaya dapat cepat tumbuh.

Pakan hewani yang dapat diberikan pada gurame kira-kira 25% dan untuk protein nabatinya bisa berupa daun talas, daun kangkung, dan daun singkong serta tambahkan 2% enzim kompleks dari pakan pabrik supaya pertumbuhannya lebih cepat.

Berilah pakan secukupnya dan segera buang bila masih ada pakan yang tersisa untuk menghidari terbentuknya endapan di dasar kolam yang bisa menghasilkan zat amoniak yang akan mengancam keberlangsungan hidup ikan gurame. Jagalah kualitas air kolam dengan melakukan pembersihan air kolam dan menggantinya dengan yang baru (sebagian atau 30% ) secara berkala. Lebih baik bila kolam diberi filter (aerator) untuk meningkatkan jumlah oksigen dan secara otomatis membersihkan kotoran yang ada.

Penanganan Penyakit

Sebelum kolam digunakan sebaiknya biarkan kolam kosong tanpa iar selama 14 hari, lalu tabur kapur pertanian secara merata kira-kira 100-200 gr/m2. Semua peralatan untuk melakukan budidaya ikan gurame direndam terlebih dulu dalam larutan kaporit, lalu dikeringkan.

Saat ditemukan ada ikan gurame yang terkena jamur sebaiknya segera pisahkan ikan itu dan direndam selama 1 jam dalam larutan garam dapur sebanyak 20 mg/liter.

Pemanenan

Umur pemeliharaan gurame termasuk singkat. Dengan bibit 2,5 ons, Anda cuma perlu memeliharanya sampai umur 5 bulan bila bibitnya 2,5 ons dan siap dilakukan pemanenan dengan berat sampai 7 ons.

FYI, jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Ternak Ikan Nila Kolam Tembok, Ini Lho Caranya

Ternak Ikan Nila Kolam Tembok, Ini Lho Caranya

Urbanina.com – Ternak ikan nila kolam tembok saat ini merupakan salah satu usaha yang amat prospektif. Pasalnya sekarang ini kebutuhan terhadap ikan nila semakin tinggi. Tidak heran jika banyak petani/perternak ikan mencoba beternak ikan nila di kolam tembok sekitaran tempat tinggal mereka. Dengan ternak ikan nila kolam tembok sebenarnya tidak demikian sulit dan ribet. Tetapi untuk melakukan ternak ikan nila kolam tembok Anda harus sabar dan jeli.

Cara ternak ikan nila kolam tembok terdapat banyak masalah yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda harus melihat ukuran dari kolam ikan yang Anda bangun. Anda baiknya menyesuaikan ukuran kolam ikan dengan banyaknya jumlah ikan yang diterbarkan pada kolam. Pasalnya jika jumlah ikannya terlalu banyak bisa membuat banyak ikan tidak tumbuh sehat dan sempurna serta bisa-bisa mati sebab tidak mendapatkan asupan.

Ternak Ikan Nila Kolam Tembok

Setelah kolam dibuat pada dasar kolam tersebut diberi pupuk terlebih dahulu. Setelah itu di atas pupuk kandang diberi jerami kering atau daun-daun kering. Kemudian garam ditaburkan pada kolam agar airnya terasa asin. Keadaan ini mesti didiamkan terlebih dulu selama 2 hari dan setelahnya Anda bisa memasukkan air di kolam.

Cara ternak ikan nila kolam tembok tahap berikutnya yakni pemilihan bibit ikan nila. Anda bisa mendapatkan ikan nila pada penjual bibit ikan atau pasar terdekat. Ketika Anda sudah memiliki bibit dan berhasil mendederkan (membesarkan) bibit sebaiknya Anda mulai belajar untuk menentukan bibit ikan unggul. Hal tersebut bertujuan agar Anda bisa memijahkan sendiri sampai Anda bisa menghasilkan bibit ikan nila unggul sendiri.

Langkah berikutnya dalam cara ternak ikan nila kolam tembok yakni merawat/memelihara ikan. Merawat ikan mesti dijalankan dengan baik, teliti serta rutin. Alangkah baiknya Anda rajin memberi pakan pada ikan ketika pagi hari dan sore hari. Upayakan pakan yang diberikan pada ikan tersebut mengandung nutrisi yang baik bagi pertumbuhan ikan. Apabila perlu dalam waktu 1 bulan sekali Anda bisa memberikan pakan vitamin. Anda juga mesti mencermati kebersihan kolam agar si ikan tidak cepat sakit. Agar pembesaran ternak ikan nila kolam tembok bisa berlangsung dengan baik, maka Anda bisa selalu memanfaatkan pompa untuk menjadikan air mengalir. Pasalnya ikan nila merupakan ikan sungai sehingga dengan mengalirkan air pada kolam akan menjadikan ikan merasakan ada di dalam habitat aslinya.

Selain itu, Anda pun mesti mengawasi penyakit yang bisa jadi ditemui pada ikan. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ikan sakit, seperti bakteri, jamur, dan stress. Ikan bisa juga sakit dikarenakan kalah dalam memperebutkan makanan dengan ikan lainnya sampai-sampai ikan jadi kekurangan makan. Nah, maka dari itu Anda mesti mencermati tanda-tanda penyakit ikan dan secepatnya memisahkan ikan sakit di kolam tersendiri. Langkah terakhir yang dikerjakan pada ternak ikan nila kolam tembok adalah panen. Metode pembesaran ikan biasanya dilaksanakan selama maksimal 6 bulan dan setelah itu  barulah ikan bisa dipanen.