Prinsip – Prinsip Pertanian Organik

Prinsip – Prinsip Pertanian Organik

Urbanina.com – Pertanian organik sebenarnya bukan barang baru dalam dunia pertanian dan budidaya tanaman. Sistem pertanian organik tentunya sudah dipraktekkan jauh sebelum manusia mengenal bahan kimia dalam industry pertanian. Di zaman dahulu masyarakat memanfaatkan kotoran limbah tanaman dan hewan ternak untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus member pupuk pada tanaman. Pertanian organic juga memiliki prinsip-prinsip yang harus dijalankan agar sistem ini bisa berjalan sesuai dengan tujuannya dan menjadi dasar dari prinsip pertanian organik itu sendiri.

prinsip pertanian organik

Prinsip-prinsip berikut merupakan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pertanian organik. Prinsip-prinsip ini berisi tentang sumbangan yang dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan merupakan sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara global. Nilai-nilai sejarah,budaya dan komunitas akan selalu menyatu dalam pertanian organik. Prinsip-prinsip pertanian organik menyangkut bagaimana manusia bisa menjalin hubungan dengan lingkungan hidup atau ekosistem, berhubungan satu sama lain dan menjaganya agar bisa diwariskan untuk generasi mendatang. Prinsip-prionsip tersebut antara lain

 

  1. Prinsip Kesehatan

 

Prinsip pertanian organik yang pertama adalah prinsip kesehatan. Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan adalah pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Yang dimaksudkan dalam prinsip ini adalah pertanian organik bertujuan melakukan usaha pertanian dengan menjaga kesehatan tanah. Tentunya dengan pengertian bahwa tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman dan makanan yang sehat dan makanan yang sehat tersebut dapat menjaga kesehatan manusia, hewan, tanaman dan organisme lainnya yang terkait dalam ekosistem.

 

  1. Prinsip Ekologi

 

Prinsip pertanian organik yang pertama adalah prinsip ekologi. Prinsip ekologi menyatakan bahwa pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi  kehidupan. Segala sesuatu dalam pertanian organik harus bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi dalam kehidupan. Dalam hal ini prinsip ekologi akan mendasari kegiatan pertanian organik agar selaras dengan siklus ekologi dan daur ulang. Segala bentuk energy yang digunakan akan kembali digunakan dalam energy yang lain.

 

  1. Prinsip Keadilan

 

Prinsip pertanian organik yang pertama adalah prinsip keadilan. Pertanian organik harus mampu membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan kondisi lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Sesuai prinsip ini maka pertanian organik yang dikembangkan haruslah terjadi dengan prinsip keadilan dan kesetaraan antara berbagai pihak seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen. Pastikan semua golongan yang terkait dalam pertanian organik mendapatkan keuntungan yang sama dan tidak ada yang dirugikan. Tidak hanya itu segala hal yang menyangkut pertanian misalnya hewan ternak juga harus diperlakukan secara adil.

 

  1. Prinsip Perlindungan

 

Pertanian organik harus dikelola secara seksama,  hati-hati dan bertanggung

jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan baik generasi saat ini atau generasi mendatang serta melindungi lingkungan hidup. Prinsip ini menyatakan bahwa upaya pencegahan dan tanggung jawab pengelola pertanian merupakan hal mendasar dalam usaha mengelola, mengembangkan dan memilih jenis teknologi yang akan digunakan dalam pertanian organik. Ilmu pengetahuan tentunya akan sangat diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik yang dikembangkan dan dijalani bersifat menyehatkan, aman dan yang pasti ramah lingkungan

 

Prinsip-prinsip tersebut harus dipatuhi oleh semua golongan dan tidak hanya petani saja. Pertanian organik bisa menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat. Dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia, tanaman akan dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan dedaunan sayuran maupun buah-buahan yang berkualitas. Mungkin saat ini pertanian organik belum bisa diterapkan oleh semua petani dan pembudidaya tanaman karena beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Manfaat Pertanian Organik Bagi Lingkungan

Manfaat Pertanian Organik Bagi Lingkungan

Urbanina.com – Lingkungan adalah tempat dimana kita hidup dan bagian dari seluruh ekosistem yang ada di bumi. Dengan menjaga lingkungan berarti kita juga menjaga bumi dan tempat tinggal kita dari kerusakan. Saat ini telah banyak terjadi pencemaran lingkungan dan bumi yang kita tinggali semakin tua dan banyak bencana yang menimpa. Semua hal itu terjadi karena manusia yang kurang bisa menjaga lingkungannya dan cenderung mengeksploitasi alam. Salah satu hal yang mempengaruhi kondisi alam atau lingkungan adalah pertanian. Pertanian sendiri diartikan sebagai usaha manusia membudidayakan tanaman untuk memenuhi kebutuhan makanannya sehari-hari. Ada berbagai jenis sistem pertanian dewasa ini dan salah satunya adalah sistem pertanian organik, sistem ini disebut-sebut manfaat pertanian organik adalah sebagai sistem yang ramah lingkungan, mengapa demikian?

manfaat pertanian organik

  1. Menjaga kelestarian alam

Metode pertanian organik bisa membantu manusia dalam usaha melestarikan lingkungan. Dengan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya atau zat kimia dalam pertanian maka kelestarian alam dapat dijaga karena bahan alami yang digunakan dalam pertanian organik tidak mencemari lingkungan seperti tanah, air, udara dan sebagainya.

  1. Manfaat pertanian organik menjaga kesuburan tanah

Tanah yang subur adalah modal bagi manusia untuk mendapatkan makanannya. Tanpa adanya tanah yang subur maka budidaya tanaman tidak bisa berlangsung meskipun saat ini sudah banyak metode pertanian yang dikembangkan tanpa menggunakan tanah. Meskipun demikian menjaga kstabilan dan kesuburan tanah tetaplah penting karena bukan hanya tanaman pangan saja yang membutuhkan tanah subur untuk tumbuh melainkan pohon yang menghasilkan oksigen. Dengan metode pertanian organik, petani tetap bisa mengolah lahannya berulang-ulang sehingga tidak perlu membuka lahan baru. Hal ini tentunya bisa mencegah pembukaan area hutan dan area lain dimana pepohonan tumbuh.

  1. Manfaat pertanian organik mengurangi pencemaran air

Tahukah anda bahwa pestisida dan pupuk kimia yang masuk kedalam tanah bisa mencemari air dalam tanah? Hal ini bisa berbahaya karena air dalam tanah biasanya akan mengalir ke dalam sumur dan sumbar mata air yang digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Selain itu pencemaran air tanah juga bisa berakibat buruk bagi siklus air secara keseluruhan dan mengakibatkan masalah bagi manusia dan lingkungan tempat tinggalnya.

  1. Mencegah pencemaran udara dan perubahan iklim

Pencemaran udara adalah salah satu hal yang tidak bisa dielakkan saat ini. Emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor tentunya berakibat fatal pada kondisi udara dan iklim begitu juga dengan gas emisi yang dihasilkan oleh mesin-mesin pertanian yang menggunakan bahan bakar fosil. Pertanian organik dapat mengurangi emisi tersebut karena metode pertanian ini tidaklah banyak menggunakan mesin pertanian yang menggunakan bahan bakar fosil. Selain itu, pertanian organik juga bisa mengurangi gas karbondioksida yang dikenal sebagai gas rumah kaca atau greenhouse effect yang bisa menyebabkan perubahan iklim dan merusak atmosfer.

  1. Menjaga keragaman hayati

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia tentunya berbahaya bagi organisme lain seperti hewan serangga, cacing dan hewan lain yang tinggal dalam tanah, udara maupun air. Misalnya pupuk kimia yang digunakan dalam pertanian modern bisa menyebabkan pertumbuhan gulma pada sumber air misalnya sungai atau danau dan dikenal dengan istilah eutrofikasi. Hal ini bisa berbahaya bagi organism yang tinggal dan hidup dalam air sungai karena kebutuhan oksigen mereka tidak terpenuhi dan dikuasai oelh gulma tersebut. Selain itu, pestisida kimia yang digunakan bisa saja tidak hanya membunuh hama atau hewan yang menyerang tumbuhan tetapi juga mematikan serangga lain yang bermanfaat bagi tanaman.

Demikian manfaat pertanian organik bagi lingkungan yang bisa anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Kekurangan Dan Kelebihan Pertanian Organik

Kekurangan Dan Kelebihan Pertanian Organik

Urbanina.com – Kita sudah sering mendengar istilah pertanian organik dan produk makanan organik. Dewasa ini segala sesuatu termasuk tanaman organik menjadi popular ditengah-tengah masyarakat. Pertanian organik sendiri bisa diartikan sebagai suatu metode pertanian yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia serta produk rekayasa genetik dalam prakteknya. Harga hasil panen organik dipasaran juga lebih tinggi dibandingkan dengan produk hasil pertanian konvensional. Seperti halnya teknik pertanian lain, pertanian organik juga memiliki kelebihan pertanian organik dan kekurangan yang harus diketahui terutama oleh petani atau pembudidaya tanaman yang ingin mencoba mempraktekkan sistem tanam ini.

kelebihan pertanian organik

Kelebihan Pertanian Organik

Sistem pertanian organic menawarkan beberapa kelebihan sebagai suatu sistem budidaya tumbuhan. Diantara kelebihan dan keuntungan pertanian organik adalah sebagai berikut

  1. Bebas racun dan bahan kimia

Kelebihan pertanian organik yang pertama asalah bebas racun dan bahan kimia. Ciri khas pertanian organik adalah tidak menggunakan bahan-bahan kimia seperti pupuk kimia buatan, dan pestisida atau pembasmi hama yang dibuat dari bahan-bahan kimia berbahaya. Tanapa penggunaan bahan kimia berbahaya tersebut tentunya kesuburan tanah bisa terhaga dengan baik dan tanaman akan menghasilkan panen yang lebih sehat dan tentunya lebih aman untuk dikonsumsi.

  1. Menghasilkan produk yang lebih berkualitas

Kelebihan pertanian organik yang kedua adalah menghasilkan produk yang berkualitas. Produk atau panen yang dihasilkan oleh pertanian organik memiliki rasa dan nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. Tidak ada zat tambahan yang diberikan pada tanaman untuk memaksanya tumbuh lebih cepat dan mengurasi rasa serta kualitasnya. Karena tumbuh secara alami maka zat gula dan nutrisi yang terkandung dalam buah dan sayur terbentuk dengan lebih sempurna dan rasanya lebih enak.

  1. Biaya lebih murah

Banyak orang menganggap bahwa membudidayakan tanaman dengan metode pertanian organik akan menelan biaya yang lebih mahal dari petanian konvensional. Nyatanya pertanian organik justru menggunakan lebih sedikit biaya karena petani atau pembudidaya tanaman tidak perlu menghabiskan biaya untuk membeli bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida buatan pabrik.

  1. Lebih ramah lingkungan

Pertanian organik tidak menggunakan bahan kimia yang bisa merusak lingkungan dan mengurangi kesuburan tanah. Hal ini tentunya bisa menjaga lingkungan agar tetap terjaga dengan baik dan menghindari pencemaran tanah, air , udara dan lain sebagainya.

Kekurangan Pertanian Organik

Selain kelebihan diatas, pertanian organik juga memeiliki beberapa kekurangan diantaranya sebagai berikut

  1. Memerlukan usaha lebih berat

Pertanian organic membutuhkan tenaga dan usaha yang lebih ekstra dibandingkan dengan pertanian konvensional karena memerlukan perhatian dan perawatan lebih terutama dalam mengolah tanah, memperhatikan hama tanaman dan mengusirnya, menyiangi rumput atau tumbuhan liar diarea pertanian dan sebagainya.

  1. Harga produk lebih mahal

Jika anda membeli produk seperti sayuran atau buah-buahan organic disupermarket maka anda akan menemukan bahwa sayuran dan buah-buahan organik harganya jauh lebih mahal bahkan dua kali lipat dari harga sayuran dan buah-buahan hasil pertanian konvensional.

  1. Hasil perkawinan silang

Benih yang digunakan dalam pertanian organik tidak bisa dipastikan apakah benih tersebut murni ataukah hasil perkawinan silang sebagaimana yang biasa dalam pertanian konvensional. Jadi meskipun tidak menggunakan bahan-bahan kimia, kemungkinan menggunakan benih perkawinan silang juga tidak bisa dihindarkan dari pertanian organik.

Demikian penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan pertanian organik. Sebelum menggunakan metode pertanian tertentu baiknya pelajari terlebih dahulu kekurangan dan kelebihannya. Selain itu perhatikan juga prinsip dan metode-metode yang digunakan dalam sistem pertanian tersebut. Semoga bermanfaat.

Apa itu Pertanian Organik?

Apa itu Pertanian Organik?

Urbanina.com – Pertanian adalah  salah satu kegiatan yang sangat mendasar bagi umat manusia, karena pastinya semua orang perlu makanan setiap hari dan tidak dapat hidup tanapanya. Dalam jurnal yang ditulis oleh Sutanto (2002) menyebutkan bahwa pertanian merupakan kegiatan campur tangan manusia pada organism tumbuhan asli maupun daur campur tangan dalam siklus hidupnya untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dipanen dan digunakan. Saat ini pertanian modern dianggap telah semakin jauh dari pertanian alami dan banyak menggunakan bahan-bahan kimia. Hal ini dianggap bisa merusak lingkungan dan menyebabkan pencemaran.Selain itu keberlangsungan dan ketersediaan sumber daya alam harus diperhatikan agar lahan pertanian tidak semakin rusak karena penggunaan ppupuk atau pestisida kimia. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkanlah suatu sistem pertanian yang dapat menjaga kelestarian alam dan menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan dikenal dengan istilah pertanian organik.

pertanian organik

Pertanian organik sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yang berazaskan pada daur ulang secara alami dan hayati. Daur ulang unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dapat melalui sarana limbah tanaman dan hewan ternak, serta limbah atau dalam hal ini kotoran lainnya yang dapat  memperbaiki tingkat kesuburan dan struktur tanah. Sutanto (2002) menyebutkan bahwa pertanian organik dalam arti yang lebih luas menyatakan bahwa luas para pakar pertanian Barat menganggap sistem pertanian organik sebagai ”hukum pengembalian atau yang dikenal dengan sebutan law of return” yang berarti suatu sistem pertanian yang diciptakan untuk memalukan usaha dalam rangka mengembalikan semua kandungan bahan organik ke dalam tanah, baik dalam bentuk limbah atau kotoran tanaman maupun hewan ternak.  Filosofi yang melandasi usaha pertanian organik adalah pengembangan prinsip-prinsip yang memberikan makanan pada tanah dan  selanjutnya tanahlah yang akan menyediakan makanan untuk tanaman (feeding the soil that feeds the plants)  dan bukan dengan  memberi nutrisi atau makanan langsung pada tanaman.

 

Menurut International Federation of Organic Agriculture Movements/IFOAM (2005) pertanian organik  didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yang menyeluruh dan terpadu,melalui usaha mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas tanah serta ekosistem tanaman secara alami sehingga dapat menghasilkan pangan dan serat yang berkualitas dan sehat tentunya. Tidak hanya itu pertanian jenis ini juga menjaga aktivitas biologi dalam tanah dan menjaga keseimbangannya.

 

Dalam prakteknya pertanian organic menggunakan manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk kimia buatan, pestisida kimia dan hasil rekayasa genetik yang mengubah esensi gen tanaman demi menekan pencemaran tanah, udara, dan air. Di sisi lain pertanian organik juga berusaha dalam usaha meningkatkan kesehatan dan produktivitas flora, fauna, dan manusia. Penggunaan senyawa atau zat-zat kimia yang digunakan dalam pertanian konvensional tidaklah dibenarkan dalam sistem pertanian organic.

 

Kementerian Pertanian Indonesia (2007) dalam Road Map Pengembangan Pertanian Organic 2008-2015 menyebutkan, bahwa pertanian organic dalam praktiknya

harus memenuhi tujuan berikut, diantaranya:

 

  • menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organism);
  • menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis (pengendalian gulma, hama, dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman)
  • menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Pada pertanian organic kesuburan dan produktivitas tanah dijaga dan ditingkatkan dengan menambahkan pupuk kompos, kandang maupun batuan mineral alami serta penanaman legume atau polong-polongan serta menerapkan sistem rotasi tanaman
  • menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

 

Jadi bisa disimpulkan bahwa pertanian organic adalah suatu sistem pertanian yang menggunakan konsep back to nature yang menghindari penggunaan bahan kimia dan menggunakan hanya bahan alami dalam proses penanaman dan perawatan tanaman.

8 Alasan Mendukung Pertanian Organik

8 Alasan Mendukung Pertanian Organik

Urbanina.com – Di abad kedua puluh satu, banyak tren pertanian yang banyak dipraktekkan oleh para petani dan pembudidaya tanaman mulai dari sistem pertanian organik, hidroponik dan lain sebagainya. Sebagai salah satu sistem pertanian, pertanian organik memiliki banyak kelebihan dibandingkan jenis pertanian konvensional. Jika anda masih bertanya-tanya mengapa kita harus mendukung pertanian organik, berikut ini adalah alasan yang tepat mengepa kita harus mendukung sistem pertanian ini

mendukung pertanian organik

  1. Mengurangi kadar racun dalam makanan dan lingkungan

Dengan membeli produk pertanian organic berarti kita secara tidak langsung mendukung sistem pertanian ini. Produk organik tentunya menghasilkan panen yang lebih sehat dan bernutrisi serta aman dari penggunaan bahan kimia berbahaya yang merupakan racun bagi tubuh dan lingkungan.

  1. Mengurangi paparan racun pada lahan dan petani

Pertanian konvensional yang menggunakan bahan-bahan kimia sebagai pupuk dan pestisida dapat mencemari tanah dan lingkungan serta juga berbahaya jika terpapar oleh racun bahan kimia tersebut. Dengan mendukung pertanian organik kita bisa mendukung agar lahan dan pekerja tetap sehat.

  1. Melindungi generasi masa depan

Sebelum seorang ibu melahirkan anaknya, pestisida yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsinya dapat berhaya bagi janin. Semua bahan kimia yang digunakan dalam pertanian tentunya berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus dan dapat menurunkan tingkat kecerdasan dan mental anak dimasa depan. Penelitian membuktikan bahwa pestisida kimia dapat menyebabkan penyakit kanker, gangguan syaraf dan menyebabkan kemandulan.

  1. Rasa buah dan sayur lebih enak

Tanaman yang tumbuh secara alami tanpa campur tangan bahan kimia atau hormone buatan dapat menghasilkan rasa yang lebih enak dan hal ini sudah terbukti secara ilmiah. Kandungan nutrisi tanaman juga lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ditanam dengan metode onvensional. Jadi jelas sudah mengapa strawberry dan buah lainnya yang ditanam dengan cara organik rasanya lebih manis dan segar.

  1. Mendukung biodiversitas lingkungan

Dalam suatu pertanian organic, segala aktifitas alam terjadi didalamnya termasuk proses polinasi atau penyerbukan tanaman oleh serangga seperti lebah, kupu-kupu, kepik dan lain sebagainya. Dengan mendukung pertanian organik, secara tidak langsung kita ikut menjaga keberagaman dalam ekosistem dan segala organisme yang beraktifitas didalamnya.

  1. Mendukung penghematan energi

Pertanian organik memang memerlukan tenaga dan upaya ekstra dalam merawat tanaman dan hal tersebut biasanya dilakukan secara manual tanpa bergantung pada mesin dan bahan kimia yang digunakan untuk mengusir hama misalnya. Meskipun demikian ternyata metode pertanian ini dapat menghemat energi hingga 30% dari sistem pertanian konvensional.

  1. Membantu kehidupan para petani

Petani adalah salah satu pihak yang berperan penting dalam menyediakan makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Tanpa keberadaan petani maka kita tidak bisa menikmati makanan tersebut. Dengan membeli produk hasil pertanian organik maka kita bisa mendukung kehidupan para petani dan pekerja yang mengolah kebun dengan usaha yang lebih berat demi menjaga kelestarian lingkungan agar kehidupan mereka lebih terjamin.

  1. Mendukung perkembangan ilmu dan teknologi

Untuk menciptakan produk dengan kualitas yang baik dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan tentunya para ilmuwan berusaha untuk menciptakan benih yang berkualitas dengan cara GMO atau Genetically modified organism dan hal ini tentunya mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyangkut produksi tanaman.

Jadi sekarang anda tahu alasan-alasan untuk mendukung pertanian organik? Apa anda msih perlu alasan untuk tidak membeli hasil pertanian organik dan mendukungnya?

Kekurangan Dan Kelebihan Pupuk Kompos

Kekurangan Dan Kelebihan Pupuk Kompos

Urbanina.com – Pupuk kompos merupakan pupuk yang terbuat dari sisa limbah yang fermentasi agar dapat dimanfaatkan untuk petani sebagai pupuk. Pupuk kompos termasuk didalam kelompok pupuk organik, karena bahan-bahan pembentuk pupuk ini adalah semuanya bahan organik. Seperti sisa-sisa hewan dan tumbuhan adalah semuanya dapat dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik. Selain pupuk organik, ada jenis pupuk lain yang bernama pupuk anorganik atau pupuk kimia. Kedua jenis pupuk ini sama-sama pernah digunakan petani untuk memupuk lahan mereka yang ditanami berbagai macam tumbuhan. Penggunaan pupuk organik lebih disukai para petani mengingat penggunaan pupuk kimia yang terlalu banyak dapat membuat kualitas kesuburan tanah menurun. Namun, dibalik kelebihan pupuk kompos atau pupuk organik tersebut, pupuk jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan.

kelebihan pupuk kompos

Apabila sesuatu memiliki kekurangan, maka itu adalah suatu hal yang wajar. Karena, tak ada benda yang hanya memiliki kelebihan saja, setiapa benda memiliki kelebihan dan kekurangnnnya masing-masing. Sepertihalnya pada pupuk, pupuk kompos juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pupuk kompos yang membuat ia digemari adalah karena keramahannya terhadap lingkungan. Karena, lahan yang dipupuk denganpupuk kompos akan memiliki tingkat kesuburan yang tetap terjaga meski dipupuk secara terus menerus. Dan kelebihan pupuk kompos yang seperti inilah yang sangat populer dibicarakan saat ini.  Tetapi, tentu tidak hanya itu saja kelebihan pupuk kompos ini. Sebelum membahas kelebihannya, berikut akan dibahas beberapa kekurangan pupuk kompos dibanding pupuk kimia, yaitu :

  1. Pupuk kompos hanya memiliki sedikit unsur hara yang terkandung didalamnya. Sehingga, dalam memenuhi kebutuhan hara pada tanaman, dibutuhkan jumlah pupuk yang relatif banyak dibandingkan penggunaan pupuk kimia.
  2. Berkaitan dengan penggunaan pupuk dalam jumlah banyak, maka biaya operasional untuk pengangkutan semakin banyak pula. Sehingga anggaran biaya operasional lebih banyak dibanding jika menggunakan pupuk organik.
  3. Kekurangan yang ketiga ini disebabkan bila lahan yang tidak dulunya sering ditaburi pupuk kimia. Karena, pada lahan yang semacam ini akan dibutuhkan pupuk kompos yang lebih banyak dibandingkan dengan takaran rata-rata. Karena, tanah yang yang sudah berkurang kesuburannya akan membutuhkan pupuk kompos yang lebih banyak agar baik untuk tanaman. Hal ini tentu akan menambah biaya bagi petani.

Setelah membahas tentang kekurangan pupuk kompos, selanjutnya berikut beberapa kelebihan pupuk kompos apabila dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.

  1. Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang lengkap. Unsur hara yang bersifat makro maupun mikro semua ada didalam pupuk organik. Dan kelengkapan unsur hara yang terkandung pada pupuk kompos ini hanya dimiliki oleh jenis pupuk ini.
  2. Pupuk kompos juga memiliki kandungan asam-asam organik yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik. Kandungan asam-asam organik ini sangat berguna bagi tanaman, mikroorganisme, maupun untuk lingkungan disekitarnya. Asam-asam organik ini terdiri dari asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym.
  3. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang sangat berguna bagi tanah. Kedua jenis organisme tanah tersebut akan membantu memperbaiki sifat fisik tanah dan sifat biologis tanah.
  4. Pupuk organi memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia, yaitu kemempuan untuk memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
  5. Pupuk organik mampu menjadi penyangga pH tanah.
  6. Pupuk organik bisa menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan
  7. Pupuk organik dapat menjaga kelembaban tanah
  8. Pupuk organik aman digunakan meskipun jumlah yang ditaburkan terlalu banyak.
  9. Pupuk organik tidak merusak lingkungan.
Faktor Kunci Dalam Pembuatan Pupuk Kompos

Faktor Kunci Dalam Pembuatan Pupuk Kompos

Urbanina.com – Setiap melakukan sesuatu, selain memiliki kemungkinan untuk berhasil juga, juga memiliki kemungkinan untuk gagal. Hal ini juga terjadi ketika proses pembuatan pupuk kompos. Meskipun terlihat hanya menmanfaatkan bahan alami dalam membuat kompos, namun sebenarnya manusia juga memiliki peran tersendiri agar pupuk kompos yang nanti dihasilkan adalah pupuk kompos yang berkualitas. Jangan sampai seorang produsen telah mengeluarkan banyak tenaga dan uang demi menghasilkan hasil pupuk yang berkualitas, tetapi malah berakhir dengan kualitas pupuk yang buruk dan tidak layak pakai apalagi layak jual. Maka dari itu, dalam proses pembuatan pupuk kompos terdapat beberapa faktor kunci yang dapat mempengaruhi hasil akhir pupuk kompos nantinya.

faktor kunci

Untuk mendapatkan hasil yang baik ketika nantinya pupuk kompos ini jadi, faktor kunci yang berpengaruh adalah saat memilih bahan baku untuk dijadikan pupuk kompos. Bahan baku dari pupuk kompos sangat banyak, yaitu semua bahan yang bersifat organik. Bisa dari sisa kotoran hewan, dedaunan, ranting tumbuhan dan lain-lain. Semua bahan tersebut nantinya akan diproses agar memiliki kuaitas yang baik sehingga mampu menjadi nutrisi bagi tanaman nantinya. Dan prosese yang dilakukan adalah dengan mengontrol rasio C/N yang terkandung pada bahan baku agar memiliki rasio 10 – 12. Nah, untuk mendapat bahan baku yang menjadi faktor kunci kualitas pupuk kompos ini dapat menggunakan setidaknya dua parameter berikut ini.

  1. Pertimbangkan kelembapan bahan baku

Bahan baku yang menjadi faktor kunci harus dipertimbangkan kadar kelembabannya sebelum memulai pengomposan. Kelembapan bahan baku dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup mikroorganisme didalamnya. Kelangsungan hidup mikroorganisme tergantung pada tingkat kelembaban bahan baku tersebut. Organisme akan mati jika kelembaban tidak mencukupi. Apabila tingkat kelembaban dibawah 40 %, maka proses dekomposisi akan menjadi lambat. Dan bila sampai menyentuh angka kelembaban 30 %, maka proses dekomposisi akan terhenti. Di angka lain, jika kelembaban berkisar di angka > 60 %, maka akan terjadi proses anaerob, yang mana proses ini akan dapat menimbulkan bau yang tak sedap(masam). Sehingga, proses pengomposan yang ideal adalah dengan menggunakan bahan baku yang kelembabannya berkisar antara 50 – 60 %. Sehingga, dengan begitu proses pengomposan akan berjalan dengan lancar.

  1. Pertimbangkan rasio C/N bahan baku

Untuk dapat terjadi pengomposan yang baik, maka diperlukan penaruh dari zat-zat yang terkandung pada bahan bakunya. Dan salah satu bahan yang dapat dihitung memiliki pengaruh adalah kadar Carbon (C) dan Nitrogen (N). Carbon berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroba yang hidup, sedangkan Nitrogen merupakan unsur yang menyusun protein. Nitrogen juga berperan untuk mempercepat pertumbuhan bakteri yang akan mengurai bahan baku nantinya. Sendainya jumlah Nitrogen ini terlalu sedikit, maka proses dekomposisi akan melambat karena kekurangn bakteri. Namun, jika jumlah Nitrogen yang terkandung terlalu banyak, akan dapat mempercepat pertumbuhan mikroba yang mengakibatkan masalah pada aroma kompos. Nitrogen juga akan hilang dikarenakan bereaksi dan menguap menjadi gas amoniak.

Untuk itu, untuk mendapat komposisi kompos yang baik, diperlukan kejelian dalam menentukan rasio C/N ini. Rasio berat C dan N yang seimbang adalah dengan mencampurkan bahan pada rasio C/N adalah 30 : 1. Ukuran itu akan membuat proses menuju rasio C/N sebesar 10 – 12 berjalan lebih stabil. Dan jangan lupa untuk juga tetap menjaga angka kelembaban seperti pada parameter yang pertama dan jangan hanya terfokus untuk menghitung perbandikan C/N saja.

Metode Pembuatan Kompos yang Sudah Sering Diaplikasikan

Metode Pembuatan Kompos yang Sudah Sering Diaplikasikan

Urbanina.com – Pembuatan pupuk kompos sudah banyak dilakukan oleh para produsen pupuk kompos yang ada di Indonesia. Demi kemajuan pertanian Indonesia, hal ini tentu sangat baik karena penggunaan pupuk kompos terbilang baik untuk tanaman sekaligus ramah bagi lahan pertanian yang dipakai. Seiring dengan kebutuhan pupuk kompos yang semakin banyak, maka produksi pupuk kompos terus dilakukan dan ditingkatkan. Selama proses pembuatan pupuk kompos, ada beberapa metode yang dapat diaplikasikan oleh produsen. Metode pembuatan kompos ini terbagi menjadi tiga kelompok atau tiga metode. Diantara ketiganya, masing-masing telah banyak diaplikasikan oleh banyak produsen. Dan dari masing-masing metode, terdapat kelebihan dan kekurangnnya masing-masing juga. Berikut 3 metode pembuatan kompos yang dimaksud diatas.

metode pembuatan kompos

  1. Metode pembuatan kompos Sistem Windrow

Untuk memberikan gambaran, metode sistem windrow adalah metode paling mudah dan paling murah dibandingkan dengan dua sistem yang akan dibahas nanti. Pada sistem ini, pengumpulan bahan kompos dilakukan dengan ditumpuk kemudian disusun memanjang. Tinggi tumpukan bahan adalah 0.6 sampai 1 meter, dan untuk panjangnya dapat mencapai 40 – 50 meter. Dan untuk lebarnya dapat menggunakan ukuran 2 – 5 meter. Dengan pengumpulan bahan yang sudah cukup, maka proses selanjutnya siap dilakukan.

Dengan memanfaatkan sirkulasi udara alami, sistem ini dapat berjalan dengan baik. Agar sirkulasi udara dapat mencapai tengah, perlu dioptimalkan ukuran panjang, lebar, dan tingginya dengan keadaan bahan baku, kelembapan, dan ruang pori. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bahan baku dapat mengeluarkan panas yang ditimbulkan oleh proses dekomposisi bahan organik yang terkandung oleh mikroba.

Dan untuk mengendalikan temperatur, kelembapan, serta oksigen perlu dilakukan proses pembalikan yang dilakukan secara terjadwal. Dan proses ini merupakan proses yang membedakan dengan metode yang lain. Sistem ini memiliki keuntungan karena kemudahan dan kesederhanaan untuk membuat pupuk kompos. Sedangkan berbicara mengenai kekurangan, metode ini memerlukan area yang cukup luas untuk dilakukan

  1. Metode pembuatan kompos Sistem Aerated Static Pile

Metode yang kedua adalah metode yang dinamakan sistem airated static pile. Sebagai gambaran, metode yang kedua ini merupakna metode pembuatan yang lebih maju bila dibandingkan dengan metode yang pertama, yaitu sistem windrow. Metode serated static pile ini memanfaatkan aliran udara yang menggunakan pipa sebagai perantaranya.

Dengan prinsip yang hampir sama dengan metode yang pertama, sirkulai udara pada metode yang kedua ini dilakukan dengan memasang pipa yang dilubangi, kemudian udara ditekan menggunakan blower. Sirkulasi udara buatan ini memungkinkan tumpukan bahan kompos dapat melebihi 1 meter. Proses ini dimaksudkan untuk mengalirkan oksigen demi menjaga temperatur. Bila temperatur terlalu tinggi, maka aliran oksigen kerangi, begitu pula sebaliknya.

Dengan kelebihan tidak perlu membalik bahan, kekurangan dari metode ini adalah diharuskannya mengatur bahan baku agar sama atau bersifat homogen pada saat penumpukan. Diatur pula agar ada rongga udara yang cukup, juga bahan yang terlalu besar harus dipotong-potong menjadi 4 – 10 cm.

  1. Metode pembuatan kompos Sistem In Vessel

Metode yang ketiga bernama sistem in vessel. Untuk melakukan metode ini, diperlukan kontainer, bisa berupa silo atau parit yang memanjang. Dan kontainer tersebut akan dapat mengurangi bau yag tidak sedap dari bahan kompos. Pengaturan sirkulasi yang digunakan adalah sama dengan sirkuasi pada metode nomor dua. Sedangkan untuk metode yang ketiga ini, memiliki pintu pemasukan dan pengeluaran bahan kompos secara sendiri-sendiri.

Kemajuan Teknologi Pembuatan Kompos

Kemajuan Teknologi Pembuatan Kompos

Urbanina.com – Kompos banyak diproduksi karena kebutuhan bagi petani semakin meningakat. Kompos yang menjadi salah satu pemberi nutrisi ramah lingkungan terbaik untuk tanaman banyak digemari oleh petani juga. Bagaimanapun, lahan yang digunakan petani akan terus diupayakan agar dapat digunakan hingga waktu yang lama. Dalam pembuatannya, teknologi pembuatan kompos semakin berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemikiran cerdas untuk membuat inovasi pembuatan pupuk kompos sangat dihargai demi kemajuan pertanian.

teknologi pembuatan kompos

Di negara maju seperti Amerika, kemajuan teknologi telah menunjukan grafik yang menaik. Hal itu tentu menjadikan kemakmuran dibidang pertanian menjadi lebih maju. Kemakmuran inilah yang diharapkan oleh negara lainnya seperti Indonesia. Di Amerika sendiri memiliki pengembangan kompos yang patut dicontoh. Telah banyak petani yang memanfaat kotoran ayam, kotoran kuda, kotoran sapi yang dijadikan pupuk kompos yang dijualbelikan. Menurut data, dimulai tahun 1992 pemerintahnya menerapkan program budidaya organik secara Nasional. Program ini pun ternyata cukup baik untuk para petani. Dan dua tahun kemudian, perkembangannya dibuktikan dengan sudah terdapat dua juta titik di Amerika yang mampu memprosuksi kompos.

Teknologi pembuatan kompos terus dilakukan inovasi. Berdasar proses pembuatannya, pembuatan komos dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Kompos yang diproses secara alami

Kompos jenis ini merupakan kompos yang terbuat sendiri secara alami. Dengankata lain, dalam pembuatannya terjadi tanpa ccampur tangan manusia kecuali sedikit. Adapun peran manusia dalam pembuatan kompos ini adalah dalam hal pengumpulan bahan dan penyusunan bahan. Setelah itu proses pengomposan terjadi secara alami oleh bahan-bahan yang telah dikumpulkan. Kompos alami ini akan menjadi kompos yang baik dalam kurun waktu yang cukup lama. Waktu yang dibutuhkan kira-kira 3 – 4 bulan bahkan ada yang lebih.

  1. Kompos yang diproses dengan bantuan manusia

Kompos yang diproses dengan campur tangan manusia ini adalah proses pembuatan kompos yang mana manusia berperan dari awal pembuatan sampai benar-benar menjadi kompos yang berkualitas. Peran yang dilakukan manusia diantaranya adalah menyiapkan bahan, memperlakukan bahan, mencampur bahan, mengatur temperatur bahan, mengatur kelembapan dan  mengatur konsentrasi oksigen. Manusia sangat berperan aktif dalam pembuatannya. Teknologi pembuatan kompos yang kedua ini tentu sudah maju agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Biasanya, denagn ditambahkannya aktivator pengurai bahan baku kompos.

Aktivator yang dimaksud sudah banyak yang menawarkan berbagai merk dan juga produk yang bervariasi. Teknologi pembuatan kompos yang satu ini tentu sangat baik untuk membantu pembuaatan pupuk kompos. Namun, produsen kompos tidak sembarangan dalam memilih teknologi yang akan membantu mereka. Karena, kmajuan teknologi yang dilakukan manusia harus memiliki daya atau kekuatan yang baik dan akurat, serta teknologi yang ramah lingkungan. Dan dari kemajuan dibidang pembuatan pupuk kompos ini telah memberi dampak yang bagus karena dapat memproduksi kompos hanya dalam waktu 2 – 4 minggu saja.

Humus, si Nenek Moyang Pupuk Kompos

Humus, si Nenek Moyang Pupuk Kompos

Urbanina.com – Humus dikenal sebagai tanah yang sangat subur. Jenis tanah ini telah terbukti mampu menjadi lahan yang sangat baik jika untuk ditanami tanaman untuk tumbuh. Tingkat kesuburan yang sangat tinggi pada tanah jenis ini adalah dikarenakan proses pembentukannya. Tanah jenis ini terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah lama mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah. Selain berada pada waktu yang lama, tanah jenis ini juga berada pada keadaan yang stabil. Untuk warnanya adalah coklat kehitaman. Tanah jenis ini tentu tidak mudah ditemui, karena menurut penelitian tanah jenis ini berada di hutan hujan tropis yang sangat lebat.

humus

Lalu, apa hubungannya dengan judul diatas? Mungkin judul diatas terlalu berlebihan, karena masa pupuk kompos memiliki nenek, dia saja lahir bukan dari rahim ibu kok? Namun, judul diatas dikaitkan dengan kualitas yang dimiliki tanah humus dibandingakan dengan puuk kompos ini. Keduanya memiliki kemiripan yang tidak dimiliki oleh tanah jenis yang lain. Kedua benda tersebut sama-sama mampu membuat tanaman yang ditumbuhkan menjadi tumbuh baik serta menghasilkan hasil panen yang memuaskan. Kemiripan yang dimiliki antara keduanya ini dikarenakan kepintaran manusia dalam melakukan penelitian untuk mendapat hasil penelitian yang bermanfaat. Pada proses pembuatan pupuk kompos, ada proses untuk membuat kandungan unsur hara pada pupuk yang diselaraskan dengan kandungan unsur hara pada humus. Sehingga, pupuk kompos yang meneladani kualitas kesuburan tanah humus mampu memberikan nutrisi yang baik pada tanaman bahkan dapat menyuburkan tanah yang menjadai lahan tanaman tersebut.

Pada proses pembentukan tanah yang menjadi nenek moyang pupuk kompos ini, terdapat hubungan yang sangat erat antara unsur Carbon (C) dan Nitrogen (N). Pada proses pembentukan tanah nenek moyang pupuk kompos ini, tidak hanya membutuhkan Karbohidrat untuk sumber energi dan bertumbuhnya mikroba, tetapi juga Nitrogen (N) dan Protein (P). Kadar N dan P ini akan dijadikan bahan tumbuhnya. Dalam hal ini, protein tumbuhan akan diubah dijadikan protein mikroba. Dengan senyawa yang tersusun tersebut, maka kadar C/N akan dapat terhitung.

Humus memiliki kandungan karbon sebesar 56.24 persen. Di bagian lain, kandungan kadar Nitrogen dalam protein adalah sebesar 16 persen, dan total protein pada nenek moyang pupuk kompos ini sebesar 35 persen. Oleh karena itu, dapat dihitung menjadi jumlah N pnya, yaitu 35 x 0.16 = 5.6 persen. Jadi, hasil dari pembagian rasio C/N adalah 56.24 / 5.6 = 10.04 persen. Dan hasil dari rasio C digabi N pada humus ini berada dalam keadaan hampir konstan, berada di nilai 10 sampai 12. Maka dari itu, nilai rasio 10 – 12 ini kemudian dijadikan pedoman dalam pembuatan pupuk kompos.