Sistem Akuaponik Langkah-langkah Merancangnya

Sistem Akuaponik Langkah-langkah Merancangnya

Urbanina.com – Jika anda memiliki lahan yang cukup luas atau terbatas sekalipun namun anda ingin memulai budidaya ikan sekaligus tanaman maka sistem akuaponik dapat menjadi solusinya. Sistem ini memadukan budidaya ikan dengan tanaman dan memiliki banyak kelebihan yang ditawarkan. Sebelum memulai proses penanaman atau budidaya sebaiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana cara merancang sistem ini agar dapat digunakan secara efisien dan menghasilkan ikan dan tanaman yang anda inginkan. Berikut ini adalah langkah-langkah atau cara merancang sistem akuaponik sederhana, simak penjelasannya

  1. Menentukan luas lahan yang akan digunakan

Sistem akuaponik dibangun untuk budidaya tanaman dan ikan sekaligus oleh sebab itu sebelum mulai proses budidaya maka tentukan luas lahan yang akan digunakan terlebih dahulu. Penentuan luas lahan ini akan berpengaruh pada jumlah ikan yang akan dibudidaya, jumlah tanaman dan volume air yang nantinya diperlukan dalam menjalankan sistem ini. Jika lahan anda tidak terlalu luas maka wadah penampung ikan dan nutrisi dapat disebuaikan dan dibangun sesuai luas lahan tersebut.

  1. Menentukan jenis Ikan

Setalh menentukan luas lahan yang akan digunakan, tahap berikutnya adalah menentukan jenis ikan yang akan dibudidaya dalam sistem akuaponik yang dirancang. Pemilihan jenis ikan akan berpengaruh pada jumlah ikan yang akan dibudidaya mengingat jumlah ikan tersebut akan mengikuti luas kolam atau wadah penampung ikan. Jumalh ikan yang ada pada wadah penampung juga akan sekaligus berdampak pada nutrisi atau pakan ikan yang digunakan. Beberapa jenis ikan yang biasa dibudidayakan dengan sistem aquponik antara lain ikan lele (100-150 ekor/meter2), ikan gurame (5-10 ekor/meter2), ikan mas (10-20 ekor/meter2), ikan nila (100-200 ekor/meter2) dan lain sebagainya. Jenis ikan yang digunakan nantinya juga akan berpengaruh terhadap jumlah tanaman yang dibudidayakan.

  1. Menenentukan wadah penampung ikan

Wadah atau kolam ikan yang digunakan dalam sistem akuaponik ditentukan sesuai luas lahan yang digunakan. Pada area yang luas, kolam dapat dibangun secara permanen maupun menggunakan kolam terpal sedangkan pada area yang sempit dapat dibangun kolam berukuran kecil atau memanfaatkan drum bekas. Pastikan kolam dibangun ditempat yang terkena cukup sinar matahari.

  1. Menentukan jenis dan jumlah tanaman

Penentuan jenis dan jumlah tanaman harus dilakukan sebelum memulai budidaya dengan sistem akuaponik karena jenis dan jumlah tanaman akan berpengaruh dalam menentukan media tanam serta jarak tanaman yang nantinya akan dipasang pada perangkat. Jenis tanaman yang biasa digunakan dalam sistem akuaponik diantaranya tanaman sayur seperti kangkung air, bayam, sawi, dan lain sebagainya. Sebelum dipindahkan pada media akuaponik biasanya benih tanaman harus melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

  1. Menetukan Media Tanam dan sistem hidroponik yang digunakan

Ada berbagai jenis media tanam yang dapat digunakan dalam media akuaponik diantaranya adalah kerikil, pasir, cocopeatm rockwool, hydroton dan lain sebagainya. Sebaaiknya pilih media tanam yang dapat berfungsi sebagai filter biologi atau penyaring kotoran. Tahap selanjunya adalah mengetahui sistem apa yang akan digunakn untuk mengalirkan atau memberi nutrisi pada tanaman. Sistem hidroponik yang dapat diadaptasi untuk sistem akuaponik ini diantaranya adalah sistem floating atau water culture dimana tanaman diletakkan mengapung pada styrofoam dan akar tanaman tercelup dalam air maupun dengan sistem NTF dimana wadah tanaman diletakkan dalam pipa PVC kemudian nutrisi atau air akan mengalir dengan lapisan tipis maupun dengan sistem pasang surut atau EBB and flow.

  1. Pembuatan Sistem Akuaponik

Setelah semua aspek diperhitungkan dan direncanakan maka tahap selanjutnya adalah membuat atau mebangun sistem yang telah dirancang. Pembuatan sistem ini diawali dengan pembangunan atau pembuatan kolam penampung ikan selanjutnya dilanjutan dengan mengatur pompa dan timer seta pipa PVC yang digunakan untuk meletakkan tanaman (jika tanaman menggunakan metode NTF dan Ebb and Flow). Setelah pipa sirkulasi dapat berfungsi, bibit ikan dapat diletakkan pada kolam dan tanaman yang telah disemai sebelumnya dan telah menjadi bibit, dapat diletakkan pada pipa tanam.

Dengan kata lain, sistem kerja akuaponik ini akan mengalirkan air yang berasal dari kolam ikan yang mengandung kotoran pada tanaman dan kemudian air tersebut akan disaring oleh media tanam dan unsur didalamnya akan diserap oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Sistem dan perangkat media akuaponik dapat dimodifikasi sedemikian rupa tergantung pada kebutuhan dan kondisi lingkungan serta ekonomi petani budidaya. Selamat mencoba.

semoga bermanfaat silahkan di share

 

 

Sistem akuaponik Kelebihan dan kekurangan

Sistem akuaponik Kelebihan dan kekurangan

Urbanina.com – Sistem akuaponik yang banyak diadaptasi oleh para petani saat ini memang memiliki keunggulan atau kelebihan dari sistem tanam lainnya.  Pada sistem akuaponik, aliran air yang kaya akan zat atau unsur hara yang berasal dari media pemeliharan ikan digunakan untuk mengaliri dan memberikan nutrisi pada tanaman hidroponik. Hal ini berdampak baik bagi kedua aspek yakni ikan dan tanaman arena tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan sementara air yang nantinya mengalir kembali ke wadah penampungan ikan menjadi lebih bersih. Kotoran yang berasal dari feses, urin dan sisa pakan ikan  merupakan zat sisa yang dapat meracuni ikan dan dapat mengakibatkan kontaminasi jika tidak dihilangkan.

Jadi pada dasarnya, sistem akuaponik menyediakan pupuk cair yang berasal dari kotoran ikan untuk tumbuh kembang tanaman secara hidroponik dan sebaliknya tanaman serta media hidroponik yang diletakkan pada area kolam juga berfungsi sebagai penyaring alami atau biofilter  yang dapat membersihkan air dari kotoran Peran biofiltrasi atau penyaringan secara alami air kotoran tersebut dilakukan oleh bakteri nitrifikasi yang terdapat pada akar tanaman dan media hidroponik yang digunakan. Tanpa adanya bakteri tersebut maka nitrogen dan ammonia yang bersifat racun bagi ikan tidak dapat tersaring dan akibatnya tidak baik bagi pertumbuhan ikan.

Adapun kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik ini dapat diketahui dari penjelasan berikut :

Kelebihan sistem akuaponik

  1. Dapat menghemat lahan dan memaksimalkan hasil yang didapat meskipun dilakukan pada lahan yang sempit. Sistem ini dapat dilakukan melalui perencanaan yang matang terlebih dahulu dan menentukan luas lahan yang digunakan.
  2. Pembudidaya dapat menghasilkan dua produk sekaligus yakni ikan yang merupakan sumber protein dan sayuran atau buahan-buahan yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Waktu yang digunakan serta lahan pada media aquaponik membuat sistem ini layak untuk diaplikasikan dan dipertimbangkan bagi para petani.
  3. Mengenalkan produk hasil pertanian organik pada masyarakat yang tentunya lebih sehat dan berkualitas karena sistem ini tidak menggunakan bahan kimia sehingga hasil yang diperoleh aman untuk dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kualitas dan sisa residu kimia yang sering terkandung dalam tanaman maupun ikan, karena sistem aquaponik sangat aman untuk digunakan dan tidak tercemar pestisida, pupuk, dan herbisida buatan.
  4. Sistem ini lebih hemat air dibandingkan jenis metode tanam lainnya yakni hanya 10% dari 100% air yang digunakan pada metode tanam konvensional.
  5. Mudah diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan serta luas lahan yang dimiliki. Semua itu dapat dirancang dan diatur dengan baik bagi produksi skala rumah tangga maupun skala besar.

 

Sedangkan kelemahan sistem akuaponik ini antara lain :

  1. Biaya yang digunakan untuk membangun sistem dan perangkat pada awalnya memang cukup besar dan tidak ekonomis namun hasil yang didapat mungkin akan dapat membayar modal tersebut di lain hari. Biaya yang dikeluarkan biasanya digunakan untuk membeli segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem aquaponik tersebut.
  2. Membutuhkan listrik dan perawatan yang lebih optimal. Jenis metode ini kurang cocok digunakan pada daerah yang sering mengalami pemadaman listrik terutama jika menggunakan sistem Hidroponik NTF. Semakin sering atau lama daya listrik yang dipakai biaya yang dikeluarkan juga akan semakin besar.
  3. Instalasi yang dibangun bergantung pada energi atau kontrol dari manusia. pH dan kadar oksigen harus selalu dijaga dan aerator harus selalu menyala karena jika dalam 30 menit ikan tidak mendapatkan oksigen maka ikan bisa mati dan tentunya hal ini akan merugikan petani.

Itulah kelebihan dan kekurangan sistem akuaponik yang dapat diketahui. Sebaiknya kenali dan timbang dulu segala kelebihan dan kekurangan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Jenis Ikan untuk Budi Daya Akuaponik

Jenis Ikan untuk Budi Daya Akuaponik

Sistem akuaponik secara teoritis, praktis dan ekonomis terlihat sangat menguntungkan karena banyak kelebihan yang ditawarkan oleh sistem ini termasuk penggunaan lahan yang efisien, hasil produksi yang memuaskan dan keuntungan yang didapat, tidak ada penggunaan bahan kimia serta perawatan yang mudah sehingga petani tidak perlu banyak melakukan aktifitas fisik yang melelahkan. Tanaman juga tidak perlu disirami setiap hari. Dalam sistem ini petani atau pembudidaya hanya perlu memberi makan pada ikan tanpa perlu memberi nutrisi pada tanaman.

Berdasarkan penelitian, sistem aquaponik dianggap lebih efisien karena menggabungkan metode hidroponik dengan sistem aquakultur atau budidaya ikan. Pada sistem ini jenis tanaman dan ikan harus dipilih dengan baik. Adaaun beberapa jenis ikan yang cocok dibudidayakan dengan metode ini dijelaskan sebagai berikut :

Jenis Ikan Budidaya Akuaponik

Ada berbagai jenis ikan yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini. Ikan budidaya khususnya air tawar dibedakan menjadi lima golongan dan kelima jenis ikan ini memiliki jenis makanan yang berbeda yakni :

  1. Pemakan Tumbuh-tumbuhan (herbivora)

Ikan herbivora adalah jenis ikan yang makanan pokoknya terdiri bahan yang berasal dari  tumbuh-tumbuhan  beberapa contoh ikan jenis ini antara lain ikan bandeng (Chanos chanos), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan nila (Osteochilus hasselti), dan lain-lain. Meskipun jenis ikan ini cukup jarang ditemui dalam budidaya aquaponik, jenis ikan ini dapat juga dijadikan sebagai pilihan.

  1. Pemakan daging (karnivora)

Ikan golongan karnivora adalah ikan yang makanan utamanya terdiri dari bahan yang berasal dari hewan atau pakan hewani. Beberapa contoh ikan ini antara lain ikan kakap (Lates calcarifer), Ikan gabus (Ophiocephalus striatus), ikan kerapu (Epinephelus spp.), dan lain sebagainya. Ikan jenis ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.

  1. Pemakan segala (omnivora)

Ikan omnivora adalah jenis ikan yang makanan pokoknya bisa berasal dari bahan yang terbuat dari tumbuhan maupun dari hewan atau dengan kata lain ikan ini adalah pemakan segala bahan nabati maupun hewani contohnya seperti ikan gurami (Osphronemus goramy),  ikan mas (Cyprinus carpio), ikan mujair (Tilapia mosammbica), dan lain sebagainya. Ikan lele yang biasa dibudidayakan dalam sistem aquaponik juga termasuk dalam jenis ikan omnivora atau pemakan segala.

  1. Pemakan sisa bahan organik ( detritivora)

Ikan pemakan sisa atau detritus adalah golongan ikan yang makanan pokoknya berasal dari bahan atau sisa-sisa bahan organik yang telah membusuk baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan beberapa contoh ikan jenis ini adalah ikan karper (Labeo dan Cirrhina), ikan belanak (Mugil spp.), dan lain sebagainya.

  1. Pemakan Plankton

Ikan jenis ini sesuai dengan namanya, makanannya berasal dari zat plankton atau mikroorganisme yang hidup dalam air baik fitoplabkton atau plankton tumbuhan maupun plankton hewani atau zooplankton. Jenis ikan ini jarang ditemukan dalam budidaya sistem akuaponik.

Memilih jenis ikan yang tepat dapat disesuaikan dengan luas lahan yang ada dan jenis makanan yang dapat diperoleh dengan mudah atau dari selera pembudidaya. Luas lahan yang digunakan akan mempengaruhi jenis dan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Semakin besar jenis ikan yang dibudidayakan maka semakin luas juga tempat atau penampungan yang diperlukan. Pemilihan jenis ikan juga akan mempengaruhi jenis dan jumlah tanaman yang akan digunakan. Jumalh ikan yang dibudidayakan harus sesuai dengan jumlah tanaman yang ditanam agar proses penyaringan atau filtrasi air yang mengandung kotoran dan racun dapat berlangsung secara sempurna.