10 Alasan Mengapa Harus Menanam Tanaman Pangan Anda Sendiri

10 Alasan Mengapa Harus Menanam Tanaman Pangan Anda Sendiri

Urbanina.com – Selama ini mungkin kita tidak begitu memusingkan darimana tanaman atau sayuran yang kita konsumsi sehari-hari berasal? Atau bagaimana menanam tanaman sayuran itu dan dengan menggunakan bahan apa saja? Jika anda tidak pernah menanyakan atau memikirkan hal tersebut sepertinya saat ini ada harus mengubah pola berpikir anda. Di zaman modern dimana segala aspek kehidupan termasuk teknlogi berkembang juga mempengaruhi cara menaman atau menbudidayakan tanaman termasuk sayur dan buah-buahan. Tentunya anda tidak ingin jika sayuran dan buah-buahan yang anda konsumsi mengandung bagan kimia berbahaya bukan?

menanam tanaman

Biasanya untuk menghindari penggunaan bahan kimia pada tanaman tersebut, masyarakat lebih memilih membeli tanaman organic dipasaran yang tentu saja harganya lebih mahal dari tanaman yang ditanam dengan metode konvensional. Oelh sebab itu untuk menghemat pengeluaran dan mendapatkan sayuran organik segar setiap hari, banyak orang mulai menanam tanaman pangan mereka sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah Grow Your Own Food. Berikut ini adalah alasan-alasan yang bisa jadi membuat anda berpikir untuk mulai menanam tanaman anda sendiri, ya kenapa tidak?

Jika anda menanam tanaman anda sendiri, anda bisa :

  1. Membantu mengurangi penggunaan air secara global, memang langkah yang diambil setiap orang untuk mengurangi jumlah pemakaian dan menghemat air berbeda-beda namun menanam tanaman sendiri dengan metode hidroponik yang lebih hemat air tentunya akan sangat berdampak pada kebutuhan dan siklus air secara global.
  2. Mengurangi polusi, beberapa jenis pertanian menggunakan pupuk kimia dan zat yang berbahaya bagi lingkungan. Dengan menanam tanaman sendiri anda bisa meminimalisir hal tersebut.
  3. Menghemat pengeluaran, bayangkan jika anda bisa menanam tanaman konsumsi anda sehari-hari anda tidak perlu pusing lagi membelinya dipasar dan tentu saja tidak perlu pusing jika harga cabai atau bawang naik.
  4. Makan makanan lebih sehat dan segar, hasil tanaman budidaya anda sendiri tentu dapat dijamin kesehatan dan kesegarannya karena anda sendiri yang mengontrol segala faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  5. Membuat rumah lebih hijau, rumah dengan tanaman hijau akan membuat lingkungan lebih terlihat asri dan menyejukkan.
  6. Mengurangi sampah, dengan menaman tanaman sayur sendiri dirumah anda bisa mnegurangi penggunaan sampah plastic yang biasa digunakan untuk membungkus sayur dan buah-buahan. Selain itu dengan menggunakan bahan-bahan atau alat bekas untuk membudidayakan tanaman secara tidak langsung bisa membantu proses pengolahan dan daur ulang sampah terutama sampah plastik. Ingatlah bahwa botol minuman kemasan bisa digunakan untuk wadah media tanam.
  7. Bersenag-senang dengan eksperimen, melakukan eksperimen dengan metode hidroponik untuk menaman tanaman sendiri dirumah tentunya bisa jadi hiburan yang menyenangkan dan sekaligus menguntungkan.
  8. Membantu lebah dan organisme lain yang membutuhkan sumber makanan sekaligus membantu tanaman dalam proses penyerbukannya.
  9. Mengurangi kerusakan lahan, saat ini banyak hutan yang dibuka untuk areal pertanian dan tentu saja hal ini tidak baik untuk ekosistem. Oleh sebab itu menanam tanaman sendiri diarea halaman yang kosong bisa membantu mengurangi kerusakan lahan yang digunakan untuk memproduksi makanan.
  10. Mendapatkan keuntungan, jika tanaman dibudidayakan dengan skala yang cukup besar anda bisa menjualnya kepada tetangga atau lingkungan sekitar dan bisa menjadi bisnis yang potensial jika terus dikembangkan.

Jadi setelah mengetahui alasan menanam tanaman sendiri dirumah, apa anda masih ragu untuk mencobanya?

Mengenali Tanda-tanda Stress Pada Tanaman

Mengenali Tanda-tanda Stress Pada Tanaman

Urbanina.com – Layaknya manusia, tanamanpun bisa menderita stress terutama jika kondisi lingkungan tidak sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, tanaman juga bisa stress karena adanya racun atau hama yang mengganggu pertumbuhannya. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bagi pembudidaya tanaman khususnya yang menanam tumbuhan dengan metode hidroponik. Metode hidroponik sendiri adalah metode tanam yang tidak menggunakan tanah dan pemberian nutrisi serta faktor pertumbuhan diatur sedemikian rupa. Tanaman yang tumbuh dengan metode hidroponik sebaiknya mendapat perhatian yang lebih dan kenali tanda-tanda stress pada tanaman yang dapat menghambat pertumbuhannya.

stress pada tanaman

Untuk mencegah terjadinya stress pada tanaman, semua faktor pendukung pertumbuhan harus diperhatikan termasuk kebutuhan nutrisi, cahaya, air, pH, suhu dan lain sebagainya. Jika kesemua faktor tidak didapatkan secara optimal oleh tanaman maka tanaman tidak akan tumbuh dengan sempurna. Jika ditemukan tanda-tanda stress pada tanaman, sebaiknya lakukan tindakan sesegera mungkin untuk mengurangi dampak negatifnya.

Apa itu stress pada tanaman?

Stress pada tanaman adalah suatu kondisi pada tanaman yang hanya tumbuh dan menggunakan energy atau nutrisi hanya untuk bertahan hidup atau mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan dimana ia tumbuh. Stress yang terjadi pada tanaman akan nampak jika tanaman terlihat lesu, tidak menghasilkan buah ataupun bunga. Hal ini disebabkan karena tanaman tidak mampu menghasilkan makanan dan melakukan fotosintesis dengan baik karena ada faktor lingkungan yang tidak mendukung.

Tanda-tanda Stress Pada Tanaman

Adapun tanda-tanda stress yang terjadi pada tanaman dapat dikenali melalui gejala berikut :

  • Ujung daun yang mengering
  • Lingkaran atau pucat pada daun
  • Daun yang lemas
  • Permukaan daun kasar
  • Tidak tumbuh bunga
  • Bercak gelap

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi stress pada tanaman?

Jika menemukan tanda-tanda di atas, jangan khawatir karena kondisi stress tersebut masih bisa ditangani dan dicegah agar tidak bertambah parah.  Berikut ini adalah cara untuk mencegah terjadinya stress pada tanaman :

  1. Jangan memotong batang tanaman dan jika menemukan daun yang mati segera potong daun tersebut tapi jangan lakukan pada batangnya.
  2. Cahaya adalah salah satu penyebab stress yang terjadi pada tanaman, hindari meletakkan tanaman ditempat yang memiliki intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Letakkan tanaman pada tempat yang mendapatkan cukup cahaya dan sesuaikan dengan kebutuhan cahaya pada tanaman.
  3. Jaga kondisi pemberian nutrisi dengan baik. Kekurangan salah satu atau beberapa unsure hara pada tanaman dapat menyebabkan tanaman stress dan hal ini dapat dicegah dengan memberikan nutrisi secara konstan.
  4. Mengatur segala faktor yang dibutuhkan tanaman dengan baik seperti kelembabab udara, suhu, pH dan lainnya. Jika pH tanaman tidak sesuai dengan pH yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman maka pH dapat disesuaikan dengan beberapa perlakuan, demikian juga suhu dan kelembaban.
  5. Lindungi tanaman dari hama, tanaman yang stress akan sangat menarik perhatian hama dan mudah terserang penyakit. Jika ada hama yang pada tanaman, segera atasi dengan menyemprotkan pestisida sesuai takaran yang sesuai pada tanaman dan perhatikan bagaimana cara mengatasi hama dengan aman.
  6. Memastikan tanaman mendapatkan cukup karbondioksida untuk melakukan proses fotosintesis. Dan menjaga kadar air yang dibutuhkan.

Selain cara-cara diatas, menambahkan suplemen berbahan organik pda tanaman juga mampu meningkatkan kemampuan tanaman untuk mengikat nutrisi yang ada pada sistem hidroponik. Dengan mencegah dan mengatasi stress yang terjadi pada tanaman maka hasil yang didapatkan akan lebih maksimal.

 

Menyemai Benih Dengan Media Tanam Rockwool

Menyemai Benih Dengan Media Tanam Rockwool

Urbanina.com – Sebelum menanam dengan metode Aquaponic maupun hidroponik, beberapa jenis tanaman sayur maupun buah harus disemai terlebih dahulu. Menyemai benih dapat dilakukan pada berbagai macam media tanam seperti tanah halus, pasir, sekam, Rockwool dan sebagainya. Salah satu media yang cocok digunakan dalam sistem tanam Aquaponik dan hidroponik adalah Rockwool.

menyemai benih

Apa itu Rockwool?

Rockwool adalah salah satu media tanam yang biasa digunakan dalam sistem tanam Aquaponic atau hidroponik. Rockwool pertama kali diciptakanpadatahun 1840 di negaraInggrisolehEdward Parry. Media tanam indibuat dari batuan Basal yang dipanaskan dengan suhu tinggi hingga 1600 derajat Celsius. Batuan yang dipanaskan tersebut akan menghasilkan serat yang selanjutnya dibentuk kubus atau balok. Rockwool memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis media tanam lain. Keunggulan rockwool antara lain

  • Memiliki pori-pori yang dapat menyimpan air lebih baik dari media tanam lain bahkan Rockwool mampu menyimpan air 14 kali lebih baik dibandingkan tanah.
  • Media tanam Rockwool memiliki tingkat sterilitas yang tinggi dimana bakteri tidak dapat tinggal di dalamnya. Karena steril, rockwool tidak perlu disterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan.

Selain itu keuntungan menggunakan media tanam Rockwool lainnya adalah saat penyemaian. Menyemai benih tanaman dengan menggunakan rockwool relatif lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan media lainnya.

Rockwool dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu menyemai benih dengan menggunakan rockwool lebih hemat karena tidak diperlukan desinfektan untuk membersihkannya dari pathogen atau bibit penyakit.

Cara menyemai benih dengan menggunakan rockwool.

Cara menyemai benih dengan menggunakan Rockwool sangat mudah. Untuk memulai, maka Rockwool terlebih dahulu harus dipotong dengan ukuran tertentu. Biasanya rockwool dipotong dengan ukuran 2x2cm. Setiap potongan Rockwool dilubangi bagian tengahnya.

Benih yang telah dipersiapkan sebelumnya kemudian diletakkan di bagian tengah dan letakkan potongan-potongan rockwool tersebut ditempat yang terlindung dari cahaya. Jika diperlukan, bagian atas wadah yang digunakan untuk meletakkan rock dapat ditutup dengan menggunakan plastik berwarna gelap selama masa perkecambahan.

Saat disemai benih tidak memerlukan tambahan nutrisi jadi tidak perlu menambahkan larutan nutrisi dalam rockwool. Cukup basahi Rockwool sesekali dengan air untuk mempercepat proses perkecambahan. Perlu diketahui bahwa saat benih disemai, bibit akan tumbuh dengan menggunakan nutrisi yang diperoleh dari cadangan makanan yang tersimpan dalam biji. Setelah beberapa hari biji atau benih akan berkecambah menjadi bibit tanaman kecil. Tunggulah hingga tanaman memiliki beberapa helai daun sejati sebelum siap dipindahkan pada media atau perangkat tanam hidroponik maupun Aquaponik.

Keuntungan lain dari menggunakan rockwool sebagai media semai adalah saat proses transplantasi, bibit tanaman yang telah tumbuh dapat langsung dipindah dalam wadah media tanam atau netpot tanpa harus dicabut atau dipisahkan dari media semaunya. Dengan kata lain Rockwool dapat berfungsi ganda sebagai media semai dan sekaligus sebagai media tanam.

Hal ini berbeda dengan menyemai menggunakan media tanah atau pasir maupun media semai lain dimana bibit harus diambil dan akarnya harus dibersihkan terlebih dahulu dari agregat tanah atau kotoran yang menempel ada akar karena hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan akar dan menyebabkan pembusukan akar.

Menyemai menggunakan rockwool memang lebih mudah tapi segala hal yang menyangkut cara semai dan faktor yang dibutuhkan harus di perhatikan dan diatur dengan baik. Jika Anda menyemai benih berbeda dalam satu waktu, tandai rockwool dengan menggunakan tusuk gigi yang telah diberi label nama tanaman untuk memudahkan identifikasi bibit tanaman.

Selamat mencoba.

 

Menentukan Lokasi Tanam Kebun Hidroponik dan Aquaponic

Menentukan Lokasi Tanam Kebun Hidroponik dan Aquaponic

Urbanina.com – Saat ini ada banyak cara untuk menanam tanaman Budi daya, beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan sistem aquaponic dan hidroponik. Kedua sistem ini tidak jauh berbeda karena keduanya sama-sama tidak menggunakan tanah, akan tetapi perbedaannya hanya terletak pada nutrisi yang digunakan dalam menanam tumbuhan. Lokasi tanam pun juga bisa lebih fleksibel. Pada sistem hidroponik nutrisi diberikan langsung pada air dengan takaran tertentu dan berasal dari nutrisi yang telah diramu secara kimia sementara dalam sistem aquaponik nutrisi tidak diberikan oleh pembudidaya melainkan berasal dari sisa makanan dan kotoran ikan.

lokasi tanam

Sebelum membangun perangkat aquaponik maupun hidroponik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah memilih lokasi tanam yang cocok untuk menanam atau membangun perangkat tersebut. Lokasi tanam juga berpengaruh terhadap hasil panen tanaman oleh karena itu perlu diperhatikan dengan baik. Lalu, dimanakah sebenarnya lokasi tanam yang sesuai untuk membangun perangkat tanam hidroponik dan aquaponik? Simak penjelasan berikut ini.

  • Tentukan tujuan penanaman

Lokasi membangun perangkat tanam dan menanam pertama kali harus sesuai dengan tujuannya. Apakah perangkat dibangun hanya untuk skala kecil atau hobi maupun skala besar untuk tujuan komersil. Jika Anda ingin membangun perangkat skala kecil maka Anda dapat membuatnya diruang terbuka dihalaman belakang atau samping rumah Anda atau bahkan dalam ruangan. Letakkan perangkat disudut ruang dimana perangkat tidak mengganggu mobilitas keluarga dalam rumah dan sebaliknya tanaman tidak terganggu oleh faktor lainnya. Untuk skala yang cukup besar maka banyak hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam membangun suatu sistem tanam.

 

  • Sisi rumah adalah tempat terbaik

Sebenarnya baik skala kecil atau besar, sistem sebaiknya dibangun tidak jauh dari rumah dan sebaiknya lokasi perangkat tanam ada disisi rumah. Hal ini dikarenakan perangkat hidroponik atau aquaponik dengan model tertentu seperti NTF membutuhkan pasokan air dan listrik secara terus menerus. Meletakkan perangkat disisi rumah membuatnya lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan air dan listrik. Paling tidak jika letak perangkat dekat rumah, kabel tidak akan berserakan dan sistem akan lebih teratur.

 

  • Tanam dalam greenhouse

Jika tidak dibangun di sisi rumah maka perangkat aquaponik dan hidroponik skala besar dapat dibangun dalam greenhouse dimana semuanya sudah diatur dengan baik. Pastikan pasokan air dan listrik dapat diperoleh dengan mudah dilokasi dimana greenhouse akan dibangun agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

 

  • Lokasi harus mendapat cukup cahaya

Lokasi yang tepat untuk membangun perangkat tanam aquaponik dan hidroponik adalah bagian rumah atau halaman yang mendapatkan cukup cahaya matahari karena cahaya adalah salah satu faktor penting yang diperlukan oleh tanaman. Sebagaimana kita tahu bahwa tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis tanpa adanya cahaya. Pastikan lokas yang dipilih untuk membangun perangkat memperoleh setidaknya 6 jam cahaya matahari setiap harinya.

 

  • Jika ditanam dalam greenhouse maka cahaya yang dibutuhkan harus dipenuhi dengan baik misalnya dengan menggunakan sumber cahaya buatan atau yang berasal dari cahaya lampu. Berikan penerangan sesuai kebutuhan tanaman. Biasanya kebutuhan cahaya tanaman tertulis pada label kemasan benih yang digunakan.

 

Memang sebenarnya sistem aquaponik dan hidroponik adalah sistem yang fleksibel dan dapat dialokasikan dimana saja termasuk di luar angkasa maupun di gurun pasir tandus asalkan semua faktor tanamnya terpenuhi. Lokasi tanam juga tergantung pada lahan yang dimiliki dan luas lahan tersebut. Baiknya pilih lokasi, sebaik mungkin agar tidak banyak kendala yang terjadi saat penanaman dan Anda dapat memperoleh hasil panen secara maksimal.

Menanam Selada Metode Aquaponic Sistem Raft Skala Kecil

Menanam Selada Metode Aquaponic Sistem Raft Skala Kecil

Urbanina.com – Jika Anda dan keluarga suka menyantap daun selada segar sebagai lalapan atau campuran salad, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk menanam selada sendiri bahan selada tersebut dengan memanfaatkan kolam ikan atau aquarium ikan yang Anda miliki. Selada adalah salah satu sayuran berdaun hijau yang memiliki tekstur renyah dengan rasa yang segar dan enak, harga jualnya yang cukup tinggi di pasaran bisa menjadi alasan mengapa Anda dapat menanam selada sendiri dirumah. Sistem  aquaponik sendiri adalah suatu sistem yang menggabungkan metode tanam hidroponik dengan metode budidaya ikan atau aquakultur. Biasanya sistem ini digunakan dengan skala yang cukup besar dengan menggunakan kolam ikan tapi meskipun demikian tanaman sayuran seperti selada dapat ditanam dengan skala kecil bahkan dalam ruangan.

menanam selada

Alat dan bahan yang diperlukan

Sebelum mulai menanam selada dengan menggunakan metode Aquaponic Raft, diperlukan alat dan bahan berikut ini

  • Aquarium atau wadah penampung air dan ikan. Ukuran aquarium dan wadah dapat menyesuaikan kebutuhan dan selera.
  • Bibit ikan, Anda bisa menggunakan beberapa jenis ikan seperti tilapia atau bisa juga dengan ikan hias seperti ikan mas fan koi.
  • Aerator oksigen yang digunakan untuk mensuplai oksigen yang dibutuhkan oleh ikan dan akar tanaman nantinya.
  • Sterofoam, yang digunakan untuk mengapungkan wadah media tanam. Sterofoam dilubangi terlebih dahulu sesuai ukuran wadah tanam atau netpot. Ukuran sterofoam juga menyesuaikan ukuran bagian atas aquarium agar dapat diletakkan secara sempurna menutupi aquarium atau wadah penampung ikan.
  • Benih selada yang ingin Anda tanam, jenis dan variannya tergantung selera dan sebaiknya gunakan benih berkualitas baik.
  • Netpot atau wadah media tanam yang akan menampung media tanam dan bibit tanaman yang ditanam pada sistem.
  • Media tanam, bisa menggunakan Rockwool untuk mempermudah penanaman.
  • Gravel atau kerikil yang diletakkan di dasar aquarium atau wadah penampung ikan.
  • pH meter yang digunakan untuk mengukur kadar pH dalam air.

Langkah-langkah menanam selada sistem aquaponic metode raft

Setelah semua peralatan dan bahan yang diperlukan telah siap maka penaman dapat dimulai dengan langkah-langkah berikut :

  • Menyusun aquarium dengan peralatannya. Letakkan gravel atau kerikil didasar kolam agar nanti aquarium lebih mudah dibersihkan. Sterofoam juga disesuaikan dengan ukuran aquarium dan dilubangi sebelumnya.
  • Sebelum ditanam, benih selada sebelumnya harus disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam Rockwool. Potong-potong Rockwool dengan ukuran 2x2cm dan lubangi bagian tengahnya untuk meletakkan benih. Letakkan benih dalam potongan Rockwool dan simpan pada wadah plastik dan tutup dengan plastik hitam. Letakkan wadah berisi benih tersebut pada ruang redup selama beberapa hari sampai benih berkecambah. Pindahkan wadah tersebut di ruang dengan cahaya yang cukup dan tunggu hingga tumbuh dua atau empat daun sejati.
  • Setelah bibit memiliki dua atau empat daun sejati, bibit dapat dipindahkan pada sistem. Terlebih dahulu aquarium diisi air tapi sebaiknya tunggu 48 jam sebelum ikan diletakkan.
  • Setelah 48 jam letakkan ikan dalam aquarium dan susun sterofoam di bagian atas serta wadah media yang telah diletakkan bibit tanaman. Karena menggunakan Rockwool bibit tanaman dapat langsung diletakkan bersama Rockwool tersebut dalam netpot tanpa harus dicabut.
  • Cek ph air dengan menggunakan ph meter setiap Minggu dan pastikan ph air berkisar antara 6.6 – 7.
  • Letakkan sistem pada ruang yang mendapat cukup cahaya dan jika menggunakan sistem indoor gunakan cahaya 25 – 50 Watt permeter persegi. Berikan cahaya selama 16 jam setiap harinya.

Setelah dua atau tiga bulan tanaman selada dapat dipanen dan Anda dapat menikmatinya setiap hari. Jangan lupa untuk rutin membersihkan aquarium sebulan sekali atau beberapa Minggu sekali untuk membersihkan gravel atau agregat kotoran ikan yang ada didasar aquarium. Selamat mencoba

Potassium Dalam Sistem Tanam Aquaponik

Potassium Dalam Sistem Tanam Aquaponik

Urbanina.com – Dalam sistem akuaponik semua nutrisi yang diperlukan oleh tanaman harus tersedia untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tersebut. Unsur hara yang diserap oleh tanaman pada sistem akuaponik berasal dari sisa makanan dan kotoran ikan yang terlarut dalam air .  Setidaknya ada 16 unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika tanaman kekurangan salah satu unsur hara maka pertumbuhannya dapat menjadi terhambat. Salah satu unsur penting yang harus ada dalam nutrisi tanaman adalah Potassium. Potasium memegang beberapa peranan penting dalam siklus hidup tumbuhan. Tanaman yang memiliki bunga dan buah membutuhkan potasium dalam keadaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran hijau lainnya.

potassium dalam sistem aquaponik

Beberapa fungsi Potassium dalam siklus hidup tanaman diantaranya

  • Pengatur pertumbuhan dan komunikasi antar sel tumbuhan. Sama seperti sel hewan sel tumbuhan juga mengalami pertumbuhan dan membutuhkan komunikasi antar jaringan terutama dalam hal menyalurkan hormon dan nutrisi pada tumbuhan.
  • Mengatur tekanan osmosis dan aliran air yang ada dalam tubuh tumbuhan. Potassium adalah salah satu unsur penting dalam menjaga tanaman agar tetap berada dalam kondisi normal.
  • Berfungsi mengatur pembentukan protein enzim dan senyawa lain yang diperlukan dalam metabolisme tumbuhan.
  • Mengatur buka tutupnya stomata atau Mulut daun yang berfungsi sebagai jalan masuk oksigen dan karbondioksida yang dibutuhkan oleh tanaman dalam proses fotosintesis.

Melihat fungsi Potassium tersebut maka dapat dikatakan bahwa tanpa adanya potasium maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan tidak dapat bertahan hidup.  Tanda-tanda defisiensi potasium pada tanaman kurang dapat dikenali karena ciri-ciri tanaman yang kekurangan potasium hampir sama dengan  tanaman yang kekurangan kalsium dan magnesium.  Meskipun demikian jika anda menemukan daun tanaman berwarna kekuningan dengan pertulangan daun yang tetap berwarna hijau serta tanaman terserang hama maka dapat dipastikan tanaman tersebut mengalami defisiensi potasium. Hal ini disebabkan karena tanaman yang kekurangan potasium biasanya lebih mudah terserang hama.

Bila tanaman kekurangan potasium maka petani atau pembudidaya dapat melakukan beberapa perawatan untuk menanggulangi masalah defisiensi Potassium tersebut. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar potasium yang diserap oleh tanaman diantaranya

  • Menyemprotkan potasium klorida pada tanaman. Jika memang dibutuhkan petani dapat menyemprotkan potasium hidroksida pada tanaman namun ingat berikan spray dengan takaran normal yang tidak membahayakan ikan serta baiknya lakukan penyemprotan pada malam hari atau sore hari saat bunga tidak sedang mekar.
  • Kontrol asupan makanan bagi ikan. Menjaga pasokan makanan bagi ikan ternyata tidak hanya berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ikan akan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan potasium pada tanaman. Jumlah pakan atau rasio pakan harus disesuaikan dengan jumlah ikan atau jika tidak ada potasium yang terlarut dalam air tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan potasium kedua organisme tersebut.
  • Menambahkan pupuk organik pada media tanam. Cara lainnya untuk menanggulangi masalah defisiensi potasium adalah dengan menaburkan pupuk organik. Sebagai informasi bahwa pupuk tersebut dapat dibuat dari kulit pisang yang telah dikeringkan dan diblender hingga halus terlebih dahulu. Kulit pisang mengandung kadar potasium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi potasium sekaligus aman bagi ikan.

Apabila tanaman menunjukkan tanda-tanda defisiensi Potassium meskipun anda telah melakukan suplementasi tersebut ,  bisa jadi nutrisi yang terlarut dalam air tidak seimbang.  Kadang-kadang unsur potasium dalam air cukup tinggi namun terhambat akibat karena bereaksi dengan kalium dan magnesium dalam air. Oleh sebab itu berikan suplemen secara seimbang apabila diperlukan dan selalu jaga kondisi dan kadar nutrisi yang terlarut dalam air.

Tips Menggunakan Pestisida Pada Sistem Tanam Aquaponik

Tips Menggunakan Pestisida Pada Sistem Tanam Aquaponik

Urbanina.com – Dalam menanam tumbuhan melalui cara apapun adakalanya tanaman dapat terserang hama dan hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh tumbuhan. Tidak terkecuali sistem tanam aquaponik dimana tanaman dapat juga terserang hama khususnya pada bagian batang dan daun. Biasanya hama yang menyerang tanaman yang ditumbuhkan metode akuaponik adalah serangga dan ulat sementara hama yang biasanya menyerang akar melalui tanah tidak ditemukan karena sistem ini menggunakan media tanam selain tanah. Menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman akuaponik tidaklah sembarangan, ada metode khusus dalam mempraktekannya.

menggunakan pestisida

Faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman pada metode akuaponik tidak hanya dikarenakan defisiensi nutrisi saja melainkan juga karena serangan hama. Oleh sebab itu tanaman yang terserang hama harus segera ditangani dan segera diberi perlakuan untuk menanggulangi serangan hama tersebut. Salah satu cara untuk membasmi serangan hama adalah dengan menggunakan pestisida. Meskipun demikian dalam sistem akuaponik pestisida kimia sebaiknya tidak digunakan karena zat kimia yang terkandung dalam pestisida tersebut dapat meracuni ikan yang menyebabkan kematian pada ikan yang dibudidayakan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah hama pada tanaman aquaponik

  • Gunakan organisme biokontrol yakni organisme hidup yang dapat mencegah dan mengatasi serangan hama terutama serangga dan larvanya pada tanaman. Jika tanaman Anda terserang serangga yang memakan daun maka anda dapat menyebar beberapa kepik daun atau lady bug. Kepik daun tersebut akan menjadi makanan pengganti bagi serangga yang memakan bagian daun sekaligus mengurangi populasi hama serangga pemakan daun tersebut. Saat ini banyak dijual serangga yang digunakan sebagai biopestisida yang telah dimutasi sebelumnya sehingga setelah serangga tersebut dimakan, hama akan segera mati dan berkurang populasinya.

 

  • Gunakan Bio Spray atau pestisida organik yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti daun-daunan atau minyak essence yang dicampur dengan sabun atau senyawa lainnya tentunya yang lebih aman digunakan untuk tanaman dan tidak meracuni ikan. Pestisida organik juga dapat dibuat dari bawang putih yang ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak kulit jeruk. Penyemprotan dilakukan secara teratur hingga hama pada tanaman

 

  • Jika memang penggunaan pestisida organik dan biokontrol kurang maksimal dan Anda harus menggunakan pestisida yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang lebih efektif maka Perhatikan cara penggunaannya dengan baik. Saat menggunakan pestisida berbahan kimia maka lindungi ikan yang dibudidayakan dengan cara memperhatikan dosis pestisida yang digunakan. Sebaiknya jauhkan tanaman dari kolam sebelum disemprot dengan pestisida kimia untuk menghindari racun atau zat kimia langsung masuk ke dalam air tempat ikan hidup.

 

  • Melakukan penyemprotan sebaiknya setelah matahari terbenam dan bunga kembali menguncup karena jika bunga disemprot saat mekar hal tersebut dapat membahayakan serangga yang bermanfaat bagi tumbuhan seperti lebah dan kupu-kupu. Jangan lupa gunakan masker, penutup kepala, baju lengan panjang, sarung tangan, atau pakaian pelindung lainnya untuk menghindari zat kimia tersebut terpapar kulit dan pakaian yang digunakan.
  • Jangan terlalu sering menggunakan pestisida dan sebaiknya gunakan pestisida organik dan anorganik secara berselang-seling agar serangga yang menjadi hama bagi tanaman tidak resisten terhadap pestisida tersebut.

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam melindungi tanaman sebenarnya adalah dengan memperhatikan nutrisi tanaman dan pertumbuhan tanaman itu sendiri. Jika tanaman sehat dan memperoleh nutrisi yang cukup maka tanaman dapat tumbuh dengan baik dan apabila ia terkena hama, tanaman dapat segera pulih dan hal tersebut tidak akan mempengaruhi pertumbuhannya.

Semoga Bermanfaat

6 Tanaman Aquaponik Yang Dapat Tumbuh Di Iklim Panas

6 Tanaman Aquaponik Yang Dapat Tumbuh Di Iklim Panas

Urbanina.com – Sistem aquaponik saat ini memang telah menjadi primadona di kalangan para petani karena memberikan keuntungan lebih dari sistem tanam konvensional maupun hidroponik. Sistem ini dapat dibangun  sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki serta  dapat menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan. Sebelum membangun sistem aquaponik perhatikan terlebih dahulu tanaman aquaponik  apa yang akan ditanam dan pastikan tanaman tersebut sesuai dengan lingkungan tempat tinggal Anda. Hal ini disebabkan karena tanaman aquaponik dapat tumbuh dengan optimal jika memenuhi faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangannya. Beberapa di antara faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah intensitas cahaya matahari dan temperatur atau suhu lingkungan. Beberapa tanaman hanya dapat tumbuh pada iklim dan cuaca tertentu sehingga pemilihan tanaman juga harus didasarkan pada ketahanan tanaman terhadap iklim tempat tinggal.

tanaman aquaponik

Jika anda tinggal di tempat beriklim panas seperti di perkotaan maka mungkin anda akan bertanya-tanya jenis tanaman apa yang cocok ditanam dan disemai dengan cuaca dan iklim yang panas. Berikut ini adalah jenis tanaman aquaponik yang mudah beradaptasi dengan iklim panas dan dapat ditanam dengan metode aquaponik maupun hidroponik

  1. Selada

 

Selada adalah salah satu jenis tanaman sayur berdaun hijau yang dapat ditumbuhkan dari benihnya dan bertahan di iklim panas meskipun pertumbuhannya tidak sebaik apabila ditanam pada daerah beriklim sejuk atau dingin. Semua jenis atau varian selada dapat ditanam pada iklim panas pada umumnya dan tanaman aquaponik ini merupakan salah satu favorit bagi petani dikarenakan masa tumbuhnya yang cepat dan harganya yang cukup tinggi di pasaran. Tidak kurang dari 2 bulan Anda dapat memanen selada setiap hari apabila ditanam dengan sistem akuaponik.

 

  1. Kangkung

 

Sayuran berdaun hijau lain yang dapat dibudidayakan dengan sistem akuaponik dan tahan terhadap cuaca panas adalah kangkung. Sayuran yang satu ini cukup digemari oleh masyarakat karena memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Masyarakat juga terbiasa mengonsumsi kangkung sebagai makanan sehari-hari. Tidak hanya itu kangkung juga sangat mudah ditanam dengan metode aquaponik bahkan tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

 

  1. Bok coy

 

Sawi atau bokchoy adalah salah satu tanaman yang juga dapat bertahan ditanam pada iklim aquaponik. Bok Choi memiliki rasa dan tekstur yang padat dan renyah serta mengandung berbagai jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

 

  1. Kemangi dan basil

 

Tanaman lainnya yang dapat ditanam dengan metode aquaponik dan bertahan pada iklim panas adalah kemangi atau basil. Tanaman aquaponik jenis ini banyak digunakan pada masakan dan mengandung banyak manfaat bagi tubuh sehingga membudidayakan basil atau kemangi dengan sistem aquaponik juga cukup menguntungkan.

 

  1. Tomat

 

Tidak hanya tanaman sayuran berdaun hijau saja yang dapat ditanam dengan menggunakan sistem aquaponik dan bertahan iklim yang panas melainkan sayuran yang berbuah seperti tomat pun sangat cocok ditanam di area dengan iklim yang cukup panas. Meskipun demikian menumbuhkan tomat dengan sistem aquaponik memiliki tingkat perawatan yang lebih intensif dibandingkan dengan menanam sayuran berdaun hijau pada umumnya.

 

  1. Cabai

 

Tanaman lainnya yang dapat ditanam dengan metode aquaponik dan menghasilkan buah adalah cabai. Tanaman cabai dapat dengan mudah ditanam dan tumbuh pada iklim yang cukup panas dan ini atau bibit yang diperlukan untuk menanam cabai dapat dengan mudah diperoleh. Bibit tanaman cabai dapat diperoleh dengan menyemai biji yang berasal dari cabai segar,  selanjutnya jika bibit sudah tumbuh, bibit dapat dipindahkan pada media tanam aquaponik yang telah dipersiapkan sebelumnya.

 

Semoga bermanfaat

 

 

Pupuk Organik Akuaponik Mudah Dijumpai

Pupuk Organik Akuaponik Mudah Dijumpai

Urbanina.com – Seperti yang kita ketahui ada 16 elemen penting atau unsur hara yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman termasuk tanaman yang ditanam dengan sistem akuaponik ke-16 elemen tersebut diantaranya Nitrogen, fosfor, Kalium, Kalsiuym, Potassium, Oksigen, Karbon, Mangan, Magnesium dan lain sebagainya. Dalam sistem aquaponik tumbuhan mendapatkan nutrisi yang diperoleh dari kotoran ikan dan sisa makanan ikan yang terlarut dalam air dan selanjutnya diserap oleh akar tanaman.  Meskipun demikian tidak semua nutrisi atau elemen tersedia dalam kadar yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga diperlukan tambahan nutrisi yang berasal dari pupuk, tak terkecuali pupuk organik akuaponik.

Nutrisi atau pupuk dapat ditambahkan apabila tanaman sekiranya mengalami defisiensi unsur hara tertentu dan nampak adanya kelainan pada tubuh tanaman seperti pertumbuhan yang terhambat, lambatnya proses pembungaan, daun yang berwarna kuning, adanya bercak-bercak kehitaman pada daun dan lain sebagainya. Dalam sistem aquaponik terdapat perbedaan terutama yang menyangkut penambahan nutrisi atau pupuk. Tidak seperti sistem hidroponik di mana petani atau pembudidaya dapat langsung menambahkan pupuk atau nutrisi pada media tanam, sistem akuaponik memerlukan perhatian yang lebih dimana pupuk yang digunakan haruslah organik atau berasal dari bahan-bahan alami karena bahan kimia yang digunakan pada tanaman dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Dengan kata lain pemakaian pupuk kimia dapat menyebabkan ikan mati dan hal  tersebut dapat menyebabkan kerugian.

pupuk organik akuaponik

Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa pupuk organik akuaponik yang dapat digunakan untuk menambah kadar nutrisi yang terlarut dalam air yang berguna bagi tanaman sekaligus aman bagi ikan yang dibudidayakan. Berikut ini diantaranya

  1. Kotoran ikan

Tidak diragukan lagi kotoran ikan adalah sumber utama nitrogen atau makronutrien yang diperlukan oleh tanaman yang ditanam dalam sistem akuaponik. Nitrogen juga merupakan salah satu elemen utama dalam  komposisi pupuk kimia saat ini karena nitrogen adalah penyusun dari seluruh sel hidup dan juga berperan berperan dalam pembentukan protein, enzim dan proses metabolisme serta transfer energi dalam setiap tubuh makhluk hidup. Nitrogen juga merupakan salah satu unsur penyusun klorofil atau zat Hijau daun pada tumbuhan yang berfungsi dalam proses fotosintesis. Jika tanaman menampakkan tanda-tanda defisiensi nitrogen maka anda dapat memberikan agregat kotoran yang terakumulasi di dasar kolam langsung pada media tanam atau dengan menambahkan jumlah ikan di dalam kolam. Semakin banyak ikan di dalam kolam akan mempengaruhi kadar nitrogen dalam air sehingga dengan menambahkan ikan diharapkan pada nitrogen yang berasal dari kotoran ikan juga akan meningkat.

  1. Cangkang kerang dan tulang

 

Pupuk yang berasal dari tulang atau kerang dapat membantu meningkatkan kadar kalsium dan fosfor yang diperlukan oleh tanaman. Seperti yang diketahui fosfor adalah salah satu elemen penting yang diperlukan dalam proses fotosintesis dan juga mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah pada tanaman. Sedangkan kalsium adalah penyusun dinding sel tumbuhan dan berperan dalam sistem transportasi dalam tumbuhan. Kalsium cukup sulit dan lama diserap oleh tanaman sehingga pupuk Kalsium dapat langsung diberikan pada tanaman setelah proses penanaman dimulai dan Anda dapat menambahkan pupuk organik akuaponik ini sekali atau dua kali dalam setahun tergantung kebutuhan tanaman.

  1. Kotoran burung atau kelelawar

 

Kotoran burung dan kelelawar adalah salah satu jenis pupuk yang juga dapat menjadi alternatif untuk menambahkan nutrisi pada sistem tanam aquaponik. Kotoran burung atau kelelawar yang disebut dengan guano mengandung fosfor dan potasium yang berperan dalam pembentukan protein serta proses fotosintesis. Pemberian pupuk ini dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam setahun untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

 

  1. Kulit pisang

 

Jika anda hobi memakan buah pisang maka jangan buang kulitnya karena ternyata kulit pisang yang anda makan merupakan sumber potasium organik yang dibutuhkan oleh tanaman. Kulit pisang dapat dikeringkan kemudian diblender dengan menggunakan blender atau food processor hingga menjadi pupuk Kemudian ditambahkan pada media tanam aquaponik.

 

Meskipun keempat pupuk tersebut termasuk pupuk organik akuaponik sebaiknya pemakaiannya dibatasi karena kelebihan nutrisi juga tidak baik bagi tanaman Oleh sebab itu gunakan hanya jika tanaman memang membutuhkan nutrisi tambahan atau menampakan tanda-tanda defisiensi nutrisi.

Sistem Akuaponik DBS (Dutch Bucket System)

Sistem Akuaponik DBS (Dutch Bucket System)

Urbanina.com – Jika Anda hobi berkebun terutama dengan menggunakan sistem hidroponik maupun aquaponik pasti anda sudah tidak asing lagi dengan istilah sistem tanam Dutch Bucket System.  Sesuai dengan namanya sistem ini berasal dari negeri Belanda dan pertanian modern yang ada di negeri Belanda saat ini banyak menggunakan sistem tersebut. Sistem ini juga dikenal sebagai salah satu sistem hidroponik yang paling populer di antara metode hidroponik dan aquaponik lainnya. Sistem akuaponik DBS dinilai sangat efektif dan mampu meningkatkan hasil panen dengan cara yang cukup sederhana dan peralatan yang dapat dibuat dengan bahan yang ekonomis.

sistem akuaponik dbs

Sistem DBS adalah salah satu teknik hidroponik yang juga dapat diaplikasikan pada sistem aquaponik. Metode ini mengutamakan sirkulasi dan efisiensi aliran air yang berasal dari kolam selanjutnya dialirkan secara terus-menerus pada wadah media tanam dan kelebihan air yang ada dalam media tanam tersebut akan kembali masuk ke dalam Tandon. Dengan kata lain sebenarnya sistem ini hampir sama dengan sistem ntf hanya saja pada sistem DBS peralatan yang digunakan dan instalasi perangkat disusun secara berbeda.

Setidaknya ada lima perangkat penting yang harus digunakan dalam sistem akuaponik DBS. Kelima perangkat tersebut berperan penting dalam kesuksesan sistem tanam, yakni

  1. Wadah media tanam

 

Wadah media tanam atau bucket  yang digunakan pada sistem ini lebih besar dari wadah media hidroponik seperti netpot pada umumnya dan bentuknya menyerupai ember. Pada bagian bawah ember tersebut terdapat lubang yang dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan dasar ember. Lubang tersebut akan dihubungkan dengan pipa yang mengalirkan air menuju tendon nutrisi. Dengan kata lain, lubang tersebut berfungsi untuk menjaga pasokan nutrisi dan air yang akan diserap oleh tanaman dan kelebihan air yang ada pada ember akan dikembalikan pada tendon nutrisi.

 

  1. Pipa inlet

Yang dimaksudkan dengan pipa inlet adalah pipa yang mengalirkan larutan nutrisi yang berasal dari tandon atau kolam ikan pada sistem akuaponik menuju media tanam. Biasanya pada pipa juga dipasang sebuah selang kecil yang berukuran sekitar 5 milimeter. Dari selang inilah air dan nutrisi yang berasal dari kolam ikan akan dialirkan menuju media tanam yang diletakkan dalam bucket.

  1. Pipa outlet

Sesuai dengan namanya pipa outlet adalah sebuah pipa yang terhubung dengan lubang yang telah dibuat di bagian bawah bucket dan pipa ini yang akan mengalirkan kembali larutan nutrisi yang berlebihan menuju ke kolam air atau tandon pada sistem akuaponik. Dengan kata lain jika air dan nutrisi yang masuk ke dalam media tanam melebihi kadar dan ketinggian lubang maka air akan kembali dialirkan kedalam kolam ikan untuk mencegah terjadinya pembusukan akar pada tanaman.

  1. Kolam Ikan

Sebenarnya pada sistem akuaponik DBS yang digunakan pada media hidroponik, air ditampung dalam tandon yang juga dicampur dengan nutrisi sementara pada sistem akuaponik digunakan kolam ikan yang menampung air dan ikan yang akan menghasilkan kotoran serta sisa makanan yang merupakan sumber nutrisi bagi tanaman.

  1. Pompa air

Komponen terakhir yang tidak kalah penting dan harus ada dalam sistem akuaponik DBS adalah pompa air. Pompa harus dapat mengalirkan air secara terus-menerus minimal selama 7 jam setiap harinya sehingga sistem ini sebaiknya dibangun atau dibuat pada daerah yang memiliki pasokan listrik yang baik dan tidak sering mengalami pemadaman.

Sistem akuaponik DBS ini dikenal sebagai suatu sistem yang fleksibel dan dapat digunakan pada skala yang kecil maupun skala besar untuk tujuan komersial. Media yang digunakan dalam sistem ini dapat berupa hidroton, kerikil, perlite, atau zeolit yang memiliki pori yang cukup besar. Jenis tanaman yang biasanya ditanam dengan metode ini diantaranya adalah tanaman menghasilkan buah seperti tomat, melon, terong, cabe, paprika, dan sebagainya. Semoga bermanfaat.