Survei Pelatihan Aquaponik

Mau tahu cara penanaman aquaponik ini? Jika anda berminat untuk mengikuti pelatihan ini anda bisa isi formulir dibawah ini

Cara Menanam Pakcoy Dengan Sistem Aquaponik

Cara Menanam Pakcoy Dengan Sistem Aquaponik

Urbanina.com – sistem aquaponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam yang bisa anda coba di rumah. Para hobiis berkebun lah yang biasanya menggunakan berbagai sistem bercocok tanam, seperti sitem hidroponik, organik maupun aquaponik ini. Seperti apakah sistem aquaponik ini? Sistem aquaponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam yang merupakan gabungan dari sistem organik dengan sistem hidroponik. Sistem aquaponik ini dirancang dengan starterkit dan sistem penanaman dari hidroponik, akan tetapi menggunakan pupuk dari organik. Sehingga, jadilah sistem penananaman baru yang bernama sistem aquaponik. Sistem aquaonik bisa anda gunakan untuk bertanam berbagai sayuran termasuk sayuran pakcoy. Berikut akan kami share mengenai cara menanam pakcoy dengan sistem aquaponik.

aquaponik

Kalau anda suka dengan menu bakso atau mie ayam, pasti anda sudah tidak asing lagi dengan sayuran yang bernama pakcoy. Iya, sayuran ini banyak digunakan salah satunya untuk menu mie ayam maupun bakso atau bahkan untuk menu masakan mie instan pada umumnya. Sayuran pakcoy ini merupakan salah satu sayuran yang mirip dengan berbagai sayuran lain seperti caisim maupun kailan. Akan tetapi, satu hal yang istimewa dari sayuran pakcoy adalah bentuk daunnya yang lebar sehingga sayuran ini tidak jarang disebut dengan nama sayur sawi sendok. Sayuran ini bisa ditanam di rumah dengan sistem aquaponik ini. Nah, untuk langkah-langkah cara menanam pakcoy dengan sistem aquaponik ini, berikut kami jelaskan satu per satu.

  • penyemaian benih

Pada penanaman aquaponik ini, langkah pertama yang dilakukan adalah langkah penyemaian benih. Gunakan rokwool dari sistem hidroponik untuk menyemai benih pakcoy, karena akan lebih mudah dalam prosesnya nanti. Pertama, basahi rockwool kemudian tiriskan hingga lembab dan kemudian buat lubang tanam di rockwool tersebut. Letakan benih pakcoy di lubang tanam yang telah disiapkan dan tunggu selama 1-3 hari, maka benih pakcoy akan segera pecah benih. Setelah pecah benih, benih harus segera dikenakan sinar matahari agar tanaman terhindar dari kutilang. Tanaman siap indah tanam setelah tumbuh daun sejati.

  • pindah tanam

Langkah kedua pada cara menenam pakcoy kali ini adalah pindah tanam. Dalam praktek kali ini, kita akan menggunakan sistem aquaponik dengan ikan lele. Oleh karena itu, selain menyiapkan sistem aquaponiknya kita juga harus menyiapkan bibit lele yang akan kita gunakan untuk sistem aquaponik kali ini. Menurut farmer kami, dalam volume air 90 liter, kita cukup menggunakan ikan lele sebanyak 30-40 ekor saja. Itu sudah cukup untuk menumbuhkan sayuran pakcoy kita. Sedangkan untuk media tanamnya, bisa menggunakan campuran cocopeat dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Setelah sistem siap, kita bia langsung memindahkan tanaman pakcoy kecil yang sudah berdaun sejati bersamaan dengan rockwoolnya.

  • masa perawatan

Cara menanam pakcoy dengan sistem aquaponik tidak lepas dengan masa perawatan tanaman. Namun, langkah perawatan ini tidak lah rumit. Seperti pada sistem bercocok tanam hidroponik, kita juga perlu menambah air untuk ikan lele kita kalau persediaan air mulai menipis. Yang membedakan adalah kita harus memberi makan ikan setiap hari agar lele bisa cepat tumbuh dan lebih produktif menghasilkan nutrisi untuk tanaman pakcoy kita.

  • masa pemanenan

Masa panen pakcoy termasuk salah satu yang cepat karena dalam waktu 45 hari sudah bisa dipanen. Dengan kata lain, dalam waktu satu setengah bulan, anda sudah bisa menikmati hasil penanaman aquaponik anda. Sayuran aquaponik ini termasuk salah satu sayuran yang sehat karena dihasilkan tanpa pestisida berbahaya. Nah, bagi anda yang mau order benih pakcoy untuk bertanam aquaponik ini, anda bisa order dengan cara klik disini.

Media Tanam Untuk Aquaponik yang Tepat

Media Tanam Untuk Aquaponik yang Tepat

Urbanina.com – Peng-aplikasian media tanam dalam metode aquaponik merupakan salah satu teknik berkebun yang tidak sama dengan teknik berkebun dengan cara tradisional konvensional. Keadaan media tanam dari metode akuaponik memungut sifat yang tidak beda dengan yang ditemui di tanah. Maka dari itu media di dalam metode aquaponik mempunyai kemampuan sebagai subtitusi/ pengganti media tanah. Lalu, apa saja media tanam untuk aquaponik?

Ada berbagai jenis media tanam untuk aquaponik dimana setiap jenis media tanam tersebut mempunyai keunggulan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan. Lantas, media tanam apa yang baik untuk kebutuhan sistem aquaponik?

Media Tanam untuk Aquaponik [ ]

Di bawah ini berbagai jenis media tanam yang sangat sering dipergunakan di dalam metode aquaponik :

Batu/Kerikil Sungai, tersedia banyak di sungai-sungai. Batu sungai berat namun gampang diatasi, cukup murah. Memilih batu sungai mesti cermat sebab kemungkinan memiliki kandungan batu kapur yang secara perlahan akan menaikkan kadar pH air setiap saat.

Pecahan Batu Sungai, banyak tersedia di toko-toko bangunan maupun pabrik pemecah batu (stone crush), umumnya digunakan untuk campuran dalam adonan tembok beton. Tidak mahal tapi berat dan mempunyai pH yang sama seperti batu kerikil sungai. Pecahan batu sungai mempunyai beberapa sudut yang tajam sehingga susah diatasi dan bisa memengaruhi akar tanaman.

Hydrogel, adalah media sintetis yang amat mahal ketimbang media tanam yang lainnya. Namun amat ringan, condong mengambang, gampang digunakan dan pH netral.

Pecahan Batu-Bata Tanah Liat, relatif ringan, gampang diperoleh, murah, namun gampang pecah dan terlumat air hingga bisa menutup saluran air metode aquaponik.

Pecahan Genting Tanah Liat, cukup murah tapi relatif berat, lumayan tajam dan sedikit sulit diatasi. Setiap saat pecahan genting tanah liat bisa terlumat air hingga potensial bisa menutup saluran air pada metode aquaponik.

Expanded Clay (Hydroton), media tanam ini terbuat dari tanah liat berbentuk bulat dan dibakar pada suhu/temperatur rendah. Mempunyai pH netral dan gampang diatasi, tetapi lumayan mahal.

Disamping beberapa media tersebut di atas media tanam untuk aquaponik bisa menggunakan media organik seperti sekam, arang kayu, dan lain sebagainya. Media organik cukup murah, tidak berat dan  gampang diatasi. Namun media organik gampang lapuk/rusak hingga ujung-ujungnya bisa menutup sistem/metode. Cepat terdekomposisi hingga bisa mengakibatkan kadar pH dan nutrisi mengalami fluktuasi di luar kontrol dan zat tanin yang terdapat di dalam media organik membuat air menjadi memiliki warna kecokelatan menyebabkan ikan sulit kelihatan dan pertumbuhan tanaman bisa terhambat. Bila terpaksa mesti memakai media organik, maka mesti dibersihkan dulu beberapa kali dan dikeringkan supaya zat tanin menyusut ataupun tiada sama sekali.

Media tanam untuk aquaponik harus memiliki sifat-sifat berikut ini guna menjaga sistem aquaponik berlangsung secara efisien.

  • Sulit terurai (dekomposisi) supaya pH dan nutrisi dalam sistem aquaponik tak terjadi fluktuasi di luar kontrol.
  • Tidak menimbulkan perubahan pada taraf pH air dan jangan mengeluarkan zat apapun yang bisa merubah pH air, baik dalam jangka waktu sebentar maupun lama. Misalnya batuan lava dan batu sungai yang mempunyai kadar pH netral.
  • Meski memiliki ukuran tepat, idealnya mempunyai diameter berukuran 12-18 mm.

Demikianlah ulasan singkat mengenai beberapa jenis media tanam untuk aquaponik dan semoga Anda menemukan pilihan terbaik.

Cara Membuat Akuaponik Gravel System Sederhana

Cara Membuat Akuaponik Gravel System Sederhana

Urbanina.com – Akuaponik gravel system (media based) adalah instalasi akuaponik yang sangat sederhana, hingga sangat mudah untuk diterapkan di rumah. Akuaponik media based cuma mempunyai dua unsur pokok, yakni grow bed dan kolam ikan. Kedua unsur utama itu telah memadai untuk mencukupi keperluan akuaponik, khususnya pada pemenuhan keperluan sistem akuaponik yang di dalamnya memungkinkan terdapatnya siklus amonia untuk terpenuhinya keperluan nutrisi tanaman. Namun bagaimanakah cara membuat akuaponik gravel system sederhana?

Dalam cara membuat akuaponik gravel sederhana, kedua unsurnya yaitu grow bed dan kolam ikan, itulah yang kemudian akan mmbuat siklus amonia. Air yang berasal dari kolam ikan yang memiliki banyak kandungan amonia dalam bentuk cairan dan padatan akan dipompa ke grow bed. Media tanam yang ada pada grow bed itulah yang selanjutnya menjadi penyaring amonia dan merubahnya menjadi nitrit dan nitrat yang bisa diserap oleh tanaman untuk memenuhi keperluan nutrisinya.

Cara Membuat Akuaponik Gravel System (Media Based) Sederhana [ ]

Media tanam yang dipergunakan pada akuaponik gravel system dapat berbentuk batu-batuan dengan permukaannya kasar yang disenangi sekali oleh berbagai bakteri pengurai amonia. Lantas seberapa tebalkah media tanam yang mesti diletakkan dalam grow bed? Pada cara membuat akuaponik gravel system ketebalan media tanam yang ideal adalah setebal 30 cm. Hal ini berdasarkan acuan ideal pada Akuaponik Pasang Surut yang terbagi dalam 3 zona yakni zona kuyup, zona lembab, dan zona kering. Namun pembagian 3 zona ini tidak meniscayakan berlangsung pada akuaponik gravel system.

Sistem Fertigasi Pada Akuaponik Gravel System

Sistem penyiraman dan pemupukan atau yang lebih dikenal dengan sebutan fertigasi pada akuaponik gravel system ini amat sederhana. Air kolam yang banyak mengandung amonia disiramkan langsung ke grow bed. Hanya itulah yang perlu dilakukan. Akan tetapi, bagaimanakah dengan proses nitrifikasi dan denitrifikasinya?

Kedua proses itu diharapkan bisa berlangsung di grow bed yang media tanamnya bisa berperan pula selaku filter. Lalu, pompa jenis apakah yang harus dipergunakan? Pertimbangan paling mudah saat menentukan pompa pastinya pada tingginya grow bed, pompa mesti sanggup mendorong air hingga melebihi ketinggian grow bed tersebut

Nah, sebagai ilustrasi, jika grow bed mempunyai ketinggian maksimalnya 2 meter, maka Anda harus menggunakan pompa air yang memiliki highmax lebih dari dua meter. Soal mereknya Anda bisa memilihnya sendiri.

Keunggulan dan Kelemahan Akuaponik Gravel System

Sistem ini sudah jelas memiliki keunggulan dari sisi aplikasinya yang praktis sebab sistemnya memang amat sederhana sehingga dengan hanya punya bekal batu split dan drum plastik bekas yang dapat diperoleh/dibeli di toko material terdekat, Anda telah dapat memelihara seratus ekor lele dan tanaman sayuran yang sehat.

Kelemahan dalam cara membuat akuaponik gravel system terjadi pada siklus amonia yang tidak berfungsi sebaik akuaponik jenis yang lainnya yang mewajibkan tersedianya penyaring khusus bagi proses nitrifikasi dan denitrifikasi amonia.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Sistem Pertanian Akuaponik, Mari Kita Kenali

Sistem Pertanian Akuaponik, Mari Kita Kenali

Urbanina.com – Pada saat ini banyak hal yang telah berkembang, tak terkecuali masalah pertanian. Pertanian merupakan hal utama untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang sehingga para ahli selalu berusaha untuk mengembangkannya. Salah satu hasilnya adalah adanya inovasi baru bernama sistem pertanian akuaponik. Akuaponik merupakan sistem pertanian yang memadukan akuakultur dengan hidroponik dalam sebuah hubungan yang sifatnya saling menguntungkan satu dengan lainnya (simbiosis mutualisme).

Dalam sistem pertanian akuaponik terjadi proses dimana tanaman menggunakan unsur hara yang dikeluarkan dari kotoran ikan. Kotoran ikan ini memiliki kandungan zat amoniak. Zat amoniak tersebut dirubah oleh cacing dan mikroba baik di sekitar akar tanaman menjadi zat lain. Zat lain tersebut ialah nutrisi yang amat dibutuhkan oleh tumbuhan. Selanjutnya air dialirkan ke kolam ikan, namun sebelum masuk ke kolam ikan, air yang mengandung kotoran ikan disaring dan sisa-sisa kotoran ikan itu akan digunakan lagi unuk menutrisi tumbuhan lain. Bila air tidak difilter/disaring maka akan berpengaruh terhadap ikan. Sistem pertanian akuaponik memang amat ramah lingkungan.

Sistem Pertanian Akuaponik []

Prinsip dasar dari sistem pertanian akuaponik ini ialah pengadaan air yang optimal untuk setiap komoditi dengan menggunakan sistem sirkulasi ulang. Sistem pertanian akuaponik ini hadir sebagai solusi atas adanya problematika semakin sukarnya memperoleh sumber air yang cocok untuk beternak ikan, khususnya di lahan terbatas. Akuaponik menjadi salah satu teknologi pertanian irit lahan dan air yang bisa dipadukan dengan beragam tanaman sayuran.

Akuaponik dan hidroponik mempunyai perbedaan, salah satunya adalah hidroponik terkadang masih mempergunakan bahan kimia dalam pupuk/nutrisi bagi tumbuhan dan memproduksi tumbuhan non organik, sementara itu akuaponik memanfaatkan kotoran ikan selaku pupuk/nutrisi buat tumbuhan dan memproduksi tumbuhan organik. Adapun beberapa keuntungan dari sistem pertanian akuaponik antara lain:

  • Dapat diterapkan pada lahan sempit dan lahan luas (industri pertanian).
  • Padat penebaran tanaman dan ikannya relatif tinggi.
  • Lebih efektif di dalam pemakaian sumber daya listrik dan air.
  • Tanaman tidak membutuhkan suplai nutrisi berbahan kimia.
  • Limbah yang keluar dalam sistem pertanian akuaponik sedikit sekali dan ramah terhadap lingkungan.
  • Akuaponik memproduksi sayuran dan ikan.
  • Sayur akuaponik dianggap mempunyai tingkat keorganikan yang lebih bagus ketimbang tanaman organik yang ditanamnya langsung di tanah ataupun sayuran hidroponik sekalipun.

Berikut beberapa kelebihan dari tanaman yang diproduksi melalui sistem pertanian akuaponik:

  • Lebih baik ketimbang sayuran organik sistem hidroponik atau organik tanah.
  • Bebas pepstisida berbahan kimia.
  • Optimal kandungan gizinya.
  • Bebas dari pencemaran zat-zat berbahaya, seperti merkuri, timbal dan logam berat yang lainnya.
  • Lebih segar dan kaya rasa.
  • Akuaponik merupakan salah satu jalan keluar untuk mencukupi keperluan pangan keluarga, khususnya yang ada di perkotaan.
  • Akuaponik bisa diletakkan di halaman rumah sebab praktis cara pembuatannya.
  • Menghasilkan 2 macam produk (sayuran dan ikan) dalam satu kali panen.

Akuaponik juga ternyata mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya:

  • Membutuhkan biaya/modal yang cukup mahal di awal pembuatan.
  • Sejumlah instalasi akuaponik amat tergantung pada energi bikinan manusia.
  • Sistem akuaponik juga bisa mempunyai “titik tunggal kegagalan”, seperti penyumbatan pipa atau kegagalan listrik.
Cara Tanam Kangkung Sistim Akuwa Ponik

Cara Tanam Kangkung Sistim Akuwa Ponik

Urbanina.com – Dalam cara tanam kangkung sistim akuwa ponik kali ini kita akan menggunakan model DFT (Deep Flow Technique). DFT adalah teknik air dalam yang mengalir dimana sebuah pompa air akan menyedot air dari kolam untuk disalurkan pada tanaman melewati pipa paralon (PVC). Air disalurkan pada kedalaman reatif tinggi, 1/2 atau 3/4 dari diameter pipa. Tanaman ditempatkan dalam netpot-netpot gelas plastik yang mengandung media tanam yang akan mengisap nutrisi dari aliran air tersebut.

Cara tanam kangkung sistim akuwa ponik terbilang sederhana, namun perlu dipersiapkan alat-alat dan bahannya terlebih dahulu, diantaranya:

  • Pompa air, sebaiknya menggunakan pompa kolam ikan yang mempunyai head 2 meter. Pompa ini kecuali untuk mengangkat air ke pipa-pipa juga memiliki fungsi sebagai alat pencampur cairan nutrisi air kolam.
  • Pipa pralon, pilih yang berukuran 3 inci untuk rangka saluran air dan tempat letak lubang netpot.
  • Netpot, tempat untuk menanam dan media tanam. Bisa memanfaatkan bekas gelas plastik air mineral atau wadah lainnya yang bentuk tubuhnya sedikit panjang sampai bisa mengenai aliran air.
  • Pecahan genting tanah liat, untuk tempat media tanam benih, dapat diganti dengan batu zeolit, arang sekam, pecahan bata, pasir malang dan batu kerikil.
  • Kapas kasar (tissue), berfungsi untuk tempat menyemai benih kangkung.

Cara Tanam Kangkung Sistim Akuwa Ponik []

Cara tanam kangkung sistim akuwa ponik melalui beberapa langkah dan proses:

  • Pipa paralon dibor untuk membuat beberapa lubang lalu letakkan netpot gelas pada lubang-lubang tersebut.
  • Jarak antar lubang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya. 10 cm, 15 cm atau 20 cm. Di sini dibuat agak rapat 10 cm jarak tiap pusat lubang. Dengan jarak ini atau sedikit kurang, Untuk pipa 4 m dengan jarak antar lubang 10 cm bisa didapat sekitar 38-40 lubang netpot.
  • Pipa paralon dibuatkan dudukannya bisa diletakkan di atas atau samping kolam.
  • Pada bagian ujungnya dipasang tutup paralon.
  • Pompa air tersebut dipasang di ujung yang terdapat tutupnya.
  • Buatkanlah saluran dari selang (paralon) ke lubang netpot yang pertama selaku tempat air kolam masuk.
  • Selanjutnya lubangi gelas plastik itu lalu masukkan ke dalam lubang di paralon. Upayakan lubang paralon dibuat agak besar supaya tidak gampang buntu oleh lendir endapan lumpur atau lumut.
  • Masukkan pecahan genting ke dalam gelas plastik dengan ketinggian setinggi air yang mengalir atau agak di atasnya.

Proses penanaman pada cara tanam kangkung sistim akuwa ponik adalah sebagai berikut:

  • Pada kangkung darat, benih langsung disemai saja. Selembar kapas diletakkan terlebih dahulu ke atas media genteng supaya biji tidak kandas ke bawah.
  • Letakkan secara merata biji-biji kangkung di atas kapas yang basah tadi sekitar 4-5 biji.
  • Supaya proses perkecambahan berjalan baik maka di atas biji ditutupi dengan guntingan bekas plastik kresek berwarna hitam. Bila tidak tersedia kapas bisa diganti dengan kertas tisu.
  • Selain disemai langsung, sejumlah netpot bisa dicoba dengan bibit kangkung pindah tanam.
  • Bibit yang disemaikan dengan menggunakan media tanah dan telah mempunyai 4-5 daun sebaiknya segera dipindahkan saja ke dalam netpot.
  • Setelah berumur 35 hari sejak masa tanam, siap-siap untuk dipetik.

Demikianlah cara tanam kangkung sistim akuwa ponik dengan menggunakan model DFT atau teknik air dalam yang mengalir.

 

Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan

Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan

Urbanina.com – Aquaponik merupakan perpaduan antara aquaculture dengan hidroponik yang menghasilkan simbiosis yang saling menguntungkan.  Dasar utama dari sistem teknologi pertanian ini yaitu penyediaan air yang optimal untuk setiap komoditas dengan menggunakan sistem sirkulasi ulang. Selama ini kita mengenal 3 sistem dalam teknik aquaponik, yakni sistem raft, sistem ebb & flow, dan sistem NFT (Near Film Technique). Namun beberapa waktu lalu telah lahir sistem aquaponik model gantung yang digagas oleh Riptanto, pemuda asal Bandung yang kini tinggal di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Jawa Tengah.

Aquaponik memang merupakan kombinasi sinergis antara akuakultur dengan hidroponik. Akuakultur adalah budidaya ikan, sedang hidroponik itu sendiri merupakan budidaya tanaman tidak dengan menggunakan tanah yang artinya budidaya tanaman ini menggunakan air dan tanpa memanfaatkan tanah selaku media tanamnya (soilles). Aquaponik menggunakan air secara kontinyu yang berasal dari pemeliharaan ikan di kolam dialirkan ke tanaman kemudian ke kolam ikan lagi. Begitu seterusnya.

Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan []

Di dunia ini kita mengenal beberapa sistem aquaponik, antara lain:

Sistem raft. Sistem ini dicirikan dengan penempatan tanaman langsung di atas air membuar akar tanamannya mengambang di air. Tentu saja ikannya ditempatkan di kolam terpisah karena bila diletakkan di tempat yang sama maka akar-akar tanaman bakalan habis dimakan oleh ikan.

Sistem ebb & flow. Sistem ini berjalan dengan menggunakan bell siphone yang memiliki fungsi mengeluarkan air dari media tanam saat air telah memenuhi media tanam.

Sistem NFT (Near Film Technique). Sistem ini bergerak dengan jalan mengairi tanaman dengan lapisan tipis air sehingga akar mengenai lapisan tipis air terus.

Lalu, bagaimana dengan aquaponik model gantung dan cara penerapannya?

Budidaya tanaman dan ikan dengan menggunakan teknik aquaponik cocok dikembangkan di wilayah yang mempunyai lahan sempit. Di belakang rumah misalnya, Anda bisa menggunakan kolam ikan untuk sarana penyiraman dalam teknik aquaponik ini. Pada aquaponik model gantung yang dilakukan Riptanto memanfaatkan air yang berasal dari kolam ikan yang diputar dengan blower aquarium mengaliri tanaman yang digantung di atasnya. Tidak perlu mesti menyiram satu demi satu karena air akan otomatis menyiram dan masuk ke dalam botol bekas air mineral.

Dalam aquaponik model gantung digunakan kotoran ayam dan sekam untuk menggantikan tanah sebagai media tanam. Disamping tanaman lebih cepat tumbuh, media tanam itu bisa melancarkan peredaran air yang mengalir dari botol yang satu ke botol yang lainya. Jadinya saling menguntungkan karena kotoran ikan yang terseret naik akan jadi pupuk untuk tanaman, sementara itu sari-sari makanan yang berasal dari tumbuhan akan jadi pakan ikan. Alhasil, kita pun tidak mempergunakan campuran bahan atau zat kimia sama sekali.

Berdasarkan pengalaman Riptanto, menanam padi dengan menggunakan teknik aquaponik ini ternyata lebih hemat waktu dan biaya. Pasalnya kita cuma memerlukan botol air mineral sebanyak 1.250 biji untuk menanam padi seluas 1.000 m2  sawah. Lamanya masa tanam juga sama seperti masa tanamnya padi yang kita tanam di sawah-sawah pada umumnya.

 

 

Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik

Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik

Urbanina.com – Sistem aquaponik diperkirakan oleh banyak orang akan menjadi tatanan masa depan pertanian di Indonesia. Namun hingga sekarang aquaponik masih belum dapat meningkatkan dan menghasilkan nilai pertumbuhan ekonomi yang optimal. Seperti apa budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik diterapkan di kita?

Dalam budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik terdapat beberapa kunci utama yang mesti dicermati saat Anda ingin menggeluti dunia aquaponik. Kunci utamanya yaitu jenis tanaman, jenis ikan dan instalasi (fertigasi, tempat tanam, kolam ikan).

Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik [ ]

Nutrisi yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh maksimal dan sehat nyaris semuanya dapat dipenuhi dari kotoran ikan. Ada beberapa jenis ikan yang dapat dijadikan untuk budidaya ikan dan tanaman secara aquaponik antara lain bawal, lele dan nila. Tentunya aquaponik juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan ikan hias sebagai budidaya ternaknya.

Ikan yang diternak dalam aquaponik bisa langsung ikan yang sudah dewasa atau mulai dari larva (ikan yang masih kecil). Namun larva ikan umumnya relatif sulit dikembangkan sebab daya serang penyakitnya yang hebat di lingkungannya. Ikan pada fase ini dapat dikatakan sedang ada dalam tingkat amat kritis. Kecuali karena serangan penyakit juga kesiapan pakan yang sesuai untuk larva ikan terhitung sulit.

Pakan yang paling baik untuk pertumbuhan ikan pada fase larva adalah pakan alami sebab komponen gizinya sangat komplit. Pakan alami umumnya mempunyai bentuk dan ukuran yang cocok dengan lebarnya bukaan mulut larva ikan, mudah dibuat secara banyak, tinggi kandungan nutrisi, mudah dicerna, cepat tumbuhnya, adaptif pada perubahan lingkungan, tak mengandung dan mengeluarkan racun, dan gerakannya menarik untuk larva, tapi mudah ditangkap oleh larva ikan.

Pakan alami yang dapat dibuat secara masal pada budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik antara lain cacing tubifex (cacing rambut/sutra), diatomae, chlorella, tetraselmis, artemia, kutu air (moina dan daphnia), rotifera dan infusoria. Pakan alami tersebut dapat  dibuat secara masal melalui pemupukan kolam.

Pemupukan kolam dapat dilakukan dengan cara menggunakan pupuk organik atau anorganik. Pemupukan organik dapat dilaksanakan dengan menggunakan kotoran burung puyuh atau kotoran ayam. Sementara itu untuk pemupukan anorganik biasanya menggunakan pupuk TSP dan urea.

Hal yang penting diperhatikan saat melakukan pemupukan kolam adalah proporsi banyaknya pupuk yang diberikan dengan luasnya kolam yang ada. Pemupukan dengan cara organik dapat menggunakan perbandingan 200-500 gram/meter kolam. Sedangkan pemupukan dengan cara anorganik menggunakan proporsi 10 gr TSP + 15 gr urea/m luas kolam.

Berapa banyak jumlah ikan yang dapat diternak dalam kolam pada budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik? Nah, Anda dapat menggunakan patokan berikut :

  • ikan patin: 10-15 ekor/m2
  • ikan lele: 100-150 ekor/m2
  • ikan gurami: 5-10 ekor/m2
  • ikan nila: 100-150 ekor/m2
  • ikan mas: 10-200 ekor/m2

Sesudah kolam ikan dipersiapkan maka selanjutnya mengatur sirkulasi supaya air di dalam kolam dapat masuk ke dalam bak rekayasa untuk dipakai tempat merubah amonia menjadi nutrisi bagi tanaman yang dibudidayakan tersebut.

Demikianlah uraian sederhana cara budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik yang bisa Anda aplikasikan sendiri.

 

Menanam Sistem Aquaponik? Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Menanam Sistem Aquaponik? Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Urbanina.com – Aquaponik merupakan salah satu metode perpaduan antara bercocok tanam dengan cara hidroponik dan pemeliharaan ikan (akuakultur). Akhir-akhir ini aquaponik jadi tren baru di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang hidup di tengah ataupun pinggiran kota, yang identik tidak mempunyai lahan luas untuk bertanam dan beternak ikan, tetapi ingin memperoleh keuntungan dari kedua cara itu. Saat ini terdapat 3 model teknik akuaponik yang digunakan oleh kalangan pembudidaya pertanian dan perikanan, yakni model raft, ebb & flow, dan NFT. Apa saja syarat aquaponik NFT jika kita ingin menggunakannya

NFT (Nutrient Film Technique) merupakan model aquaponik yang mengaliri media tanamnya dengan menggunakan lapisan tipis air. Sama halnya seperti model raft, teknik ini tidak memakai media tanam. Akar tanaman dari tanaman yang dibudidayakan atau ditanam dibiarkan mengenai dasar tempat tumbuhnya tanaman kemudian dialiri dengan air yang mengandung nutrisi. Air yang mengalir ini jangan tergenang. Jadi mesti terus mengalir cepat sehingga tercipta lapisan tipis.

Menanam Sistem Aquaponik Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Sebelum mengetahui apa saja syarat aquaponik NFT yang harus dipenuhi agar hasilnya optimal sebaiknya mengetahui juga kelebihan dan kekurangan salah satu teknik aquaponik ini. Kelebihan teknik ini ialah air yang digunakan untuk mengaliri tanaman amat kecil. Maka dari itu, pompa yang digunakana pun cukup kecil. Produktivitasnya memang tidak setinggi model raft, namun relatif memberikan hasil yang cukup besar. Meski begitu, model NFT ini mempunyai beberapa kekurangan.

Pertama, teknik ini amat rentan pada perubahan cuaca. Bila sebelumnya di pagi hari udara dingin kemudian di siang hari menjadi panas sehingga ini akan berpengaruh tidak baik pada akar tanaman. Akar tanaman yang menghadapi perubahan suhu yang begitu singkat akan mati. Kedua, sama halnya seperti pada model raft, teknik ini membutuhkan tambahan proses biofiltrasi karena biofiltrasi yang berlangsung pada media tanam tidak mencukupi.

Ketiga, dalam teknik ini pun cuma tanaman sayuran yang menyenangi banyak air saja yang bisa ditanam. Keempat, persemaian tidak bisa diadakan pada model aquaponik NFT ini. Alhasil persemaian mesti dikerjakan di tempat yang lain. Kelima, pompa mesti beroperasi selama 24 jam sebab akar tanaman mesti terus terbasahi dengan air yang mengalir. Sesaat saja pompa padam (tidak menyala) akan mengakibatkan akar-akar tanaman kekeringan. Maka dari itu, meskipun tidak sebesar model raft, penggunaan tenaga listrik untuk model NFT ini terbilang relatif lumayan tinggi.

Beberapa syarat aquaponik NFT yang harus terpenuhi agar prosesnya berjalan lancar dengan hasil yang maksimal, antara lain:

  • Penyedian peralatan utama berupa bed (talang), tangki penampung (tandon air), dan pompa serta genset jika sering padam aliran listriknya.
  • Gunakan bed atau talang rumah tangga dengan ukuran panjang sekitara 4 meter dan lebar 13 – 17 cm.
  • Usahakan kemiringan talangnya (1-5%) untuk mengalirkan larutan nutrisi.
  • Aliran air yang masuk kecepatannya jangan terlampau cepat.
  • Bukaan kran diatur pada kisaran 0.3-0.75 L/menit).
  • Aliran air, oksigen dan nutrisi dilakukan secara konstan dengan ketebalan arusnya kira-kira 2-3 mm.
  • Gunakan media tanam yang bersifat porous atau mudah ditembus air, seperti batu apung, zeolit, dan arang kayu.
  • Tanaman yang dibudidayakan berusia pendek sekitar 30 – 45 hari sudah bisa dipanen, seperti selada, kangkung, sawi, basil dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa syarat aquaponik NFT yang harus terpenuhi sebelum mulai membudidayakannya.

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Cabe rawit adalah suatu jenis cabe yang amat terkenal untuk dibudidayakan. Cabe rawit atau dalam dunia tumbuh-tumbuhan disebut Capsicum frutescens ini tepat sekali ditanam di daerah tropis. Cabe rawit bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-500 mdpl. Dalam menanam cabe rawit Anda mesti mengetahui sifat dan karakternya. Pada umumnya jenis cabe apa saja nyaris sama dalam pembudidayaannya. Bagaimana dengan cabe rawit aquaponik dan adakah perbedaan cara budidayanya?

Tanaman ini amat unik sebab banyak sekali manfaat yang didapat oleh para pengkonsumsinya. Menurut beberapa hasil penelitian para ahli, buah cabe rawit dipercaya bisa mengatasi nyeri pada sendi, merawat jantung, mengatasi stroke, memperlambat penuaan dini, menambah nafsu makan, dan mencegah kanker.

Cabe Rawit Aquaponik Menarik Untuk Dibudidayakan

Apabila Anda ingin menanam cabe rawit, sebetulnya cukup mudah bila Anda telah mengetahui syarat-syarat tumbuhnya ketimbang cabe besar yang cenderung sangat banyak risikonya. Apalagi saat ini telah hadir budidaya cabe rawit aquaponik yang diminati banyak orang. Namun masih ada sebagain orang yang belum mengetahui caranya.

Pada budiddaya cabe rawit aquaponik ini penanaman bibit/benih dilakukan pada gelas plastik bekas air mineral (netpot) yang telah dilubangi. Media tanamnya menggunakan pecahan genteng atau pecahan tegel rumah yang sudah dijadikan potongan-potongan kecil. Media tanam yang berada di dalamnya terbilang amat terbatas karena gelas plastik yang dipakai ukurannya kecil. Untuk sumber nutrisi bagi tanaman cabe rawait, air dari kolam ikan yang berada di bawahnya dipompa ke atas dan dialirkan melalui jaringan pipa paralon/PVC dengan diameter 3 inci yang diletakkan di atas kolam ikan.

Penanaman

Bibit cabe rawit disemai terlebih dulu di atas media tanah. Bijinya dapat diambil  dari sisa cabe rawit sewaktu masak di dapur. Bibit cabe rawit yang sudah berusia kira-kira 1 mingu dan mulai tumbuh daun lalu dipindahkan ke media berisi pecahan genteng.

Ketika pemindahan berlangsung akar tanaman cabe rawit bersih dari media tanah. Maka dari itu awal pertumbuhannya relatif lambat lantaran mesti banyak melakukan adaptasi dengan media pecahan genteng. Untuk itu Anda bisa mencobanya dengan menyertakan media tanah yang lebih banyak masih menempel pada akarnya agar tanaman cabe rawit muda ini dapat tumbuh lebih cepat.

Perawatan

Penambahan pupuk bisa diterapkan pada tanaman cabe rawit yang ditempatkan pada pot dari gelas plastik bekas air mineral ini sebab tumbuh di media dengan kandungan unsur haranya yang terbatas. Sisa lumpur kolam dan pupuk kompos atau pupuk organik jadi pupuk tambahan yang diisikan pada sisa ruang yang masih tersisa diatas pecahan genteng. Hujan yang relatif deras bisa melarutkan pupuk tambahan ini. Dengan demikian pupuk kompos bisa ditambahkan ulang secara berkala.

Aneka jenis tanaman cabe memang cukup lebih sulit dalam perawatannya sebab banyak hama, khususnya daun yang keriting dibandingkan dengan tanaman lain. Cabe rawit yang berdaun keriting akan terhambat pertumbuhannya sehingga sulit besar (kerdil).

Pemanenan

Panen bisa dilakukan pada usia 2,5-3 bulan dihitung sejak tanam. Pemanenan dapat dilakukan sampai tanaman cabe berumur 6 bulan dan fase panennya sampai 15-18 kali dalam 1 kali tanam. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari dengan cara memetik buah dan tangkainya. Buah yang baik berbentuk padat berisi dan ramping serta rasanya biasanya  pedas dan di pasar dihargai lebih mahal.