Sistem Akuaponik  Zona Perbesaran Tanaman

Sistem Akuaponik Zona Perbesaran Tanaman

sistem akuaponik

Urbanina.com – Dalam menerapkan sistem akuaponik ada hal-hal yang haris diperhatikan dengan seksama agar sistem ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan tanaman serta ikan yang kita harapkan. Banyak hal yang belum diketahuo oleh petani atau pembudidaya yang kadang membuat mereka bingung khususnya para pemula yang ingin menggunakan sistem tanam ini. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain

  1. Tempat pembesaran ikan atau kolam

Kolam ikan harus menjadi perhatian yang pertama dan tanpa adanya kolam ini tanaman tidak dapat tumbuh begitu juga ikan. Ikan yang diletakkan di kolam harus dihitung kerapatannya per m3, misalnya jika target kita membesarkan lele dengan 1 kg denhan banyaknya lele 7 ekor. Maka target sistem akuaponik tersebut adalah 30 kg/m3, sehingga ikan yang ditebar nantinya berjumlah 30 kg x 7 ekor per m3 yaitu 210 ekor.

  1. Tempat pembesaran tanaman

Dengan tingkat kerapatan ikan yang telah dihitung sebelumnya. Jenis tanaman dan kerapatannya pun harus diperhitungkan. Ada perbedaan yang jelas antara tanaman sayur dan tanaman buah. Perhatikan ruang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman.

  1. Bak penampungan

Bak penampung air digunakan sebagai sirkulasi apabila tidak terdapat bak ini maka kolam ikan dapat mengering dan air tidak dapat disirkulasi. Biasanya bak ini diletakkan denkat dengan tanaman atau kolam ikan khususnya pada lahan dengan sistem akuaponik skala besar.

  1. Tingkat aliran air

petani atau pembudidaya harus dapat mengatur nutrisi atau air yang mengalir masuk pada wadah media tanam maupun air yang kembali ke kolam ikan.

Selain keempat hal diatas hal yang penting diketahui lainnya adalah tentang zona pembesaran tanaman. Hal ini sering menjadi perdebatan sebelum membangun sistem rancang akuaponik menyangkut seberapa dalam kolam atau bak penampung yang akan digunakan. Sebian besar petani menggunakan kolam yang diisi air dan membiarkan beberapa centi kolam bagian atas tetap kosong dan digunakan untuk meletakkan tanaman khususnya pada metode aquponik deep water culture.

Adapun zona pembesaran tanaman meliputi tiga zona utama yakni

Zona 1 atau Permukaan kering adalah  lapisan ini berada paling atas dengan ketebalan minimal 2inch atau 50 mm. Zona ini adalah zona dimana batang tanaman tumbuh dan mendapatkan cahaya serta tidak terpapar air sehingga disebut zona kering.

Zona 2 atau Daerah Akar merupakan  lapisan yang berada di tengah dengan ketebalan 6 hingga 8 inch atau 150 – 200 mm sebagian besar bagian akar terendam dalam bagian ini, dalam metode akuaponik pasang surut daerah inilah yang dibanjiri oleh air dan akan kering saat air surut. Zona ini mengandung oksigen dan nutrisi yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman.

Zona 3 atau Daerah akumulasi Materi Padat adalah lapisan bawah setebal 2 inch atau 50mm. Di daerah inilah limbah kotoran ikan terkumpul. Dalam emtode akuaponik, kotoran ini akan ikut terbawa air dan dibersihkan oleh akar tanaman khususnya jika menggunakan metode pasang surut atau NTF.

Dengan melihat ketiga zona tersebut maka para petani atau pembudidaya harus memperhatikan jenis tanaman apa yang cocok dengan ketinggian kolam atau jika ingin menanam tanam tertentu mereka harus mengetahui apakah tanaman itu memiliki akar pendek ataukah panjang. Jenis kolam yang dangkal cocok untuk tanaman dengan perakaran yang pendek namun tidak cocok untuk tanaman dengan akar panjang seperti tomat, melon dan lain sebagainya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *