Wadah Air dan Nutrisi Dalam Sistem Akuaponik

Wadah Air dan Nutrisi Dalam Sistem Akuaponik

Urbanina.com – Sistem akuaponik adalah sistem tanam masa kini yang telah dimodifikasi dengan beberapa hal. Meskipun sistem ini sudah dikenal sejak zaman dahulu ada beberapa perbedaan mendasar antara sistem aquaponik yang banyak digunakan saat ini dengan yang digunakan di masa lalu. Salah satu Perbedaannya terletak pada perangkat dan alat yang digunakan dalam menanam tumbuhan sistem aquaponik. Salah satu perangkat yang paling penting dalam sistem akuaponik adalah wadah air dan nutrisi tempat dimana ikan akan dibudidayakan. Ada banyak jenis wadah air yang dapat digunakan dalam sistem tanam aquaponik diantaranya adalah

wadah air

Kolam beton

Kolam ikan yang terbuat dari beton adalah salah satu wadah atau kontainer air dan nutrisi yang sifatnya permanen. Wadah ini dapat di bangun sesuai dengan ukuran lahan yang dimiliki ataupun sesuai kehendak petani atau pembudidaya. Kelebihan wadah air yang terbuat dari beton adalah lebih tahan lama lebih mudah perawatannya karena kolam ini biasanya lebih mudah dibersihkan dan lebih sulit ditumbuhi oleh jamur atau hama lainnya.

Kolam terpal

Kolam yang terbuat dari terpal adalah salah satu alternatif wadah untuk menampung air dan nutrisi yang berasal dari kotoran ikan. Ukuran dan bentuk kolam terpal juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan bahan maupun kehendak pembudidaya. Biaya pembuatan kolam ini juga relatif lebih murah dibandingkan dengan membangun kolam beton dan tentunya lebih mudah diaplikasikan meskipun tentunya kolam ini bersifat semi permanen dan tidak tahan lama seperti kolam beton.

Bak plastik

Selain menggunakan kolam ikan yang terbuat dari beton dan terpal bahan sistem akuaponik juga dapat digunakan kolam yang terbuat dari plastik atau wadah plastik dengan ukuran yang cukup besar. Bak plastik yang digunakan untuk menampung ikan dalam sistem akuaponik haruslah dapat menahan dan menampung sejumlah volume air dan tidak mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan ikan. Sebagai patokan sebuah bak plastik yang dapat digunakan dalam menanam tanaman sistem akuaponik adalah yang mampu menampung sekitar 5 galon air. Sebaiknya Pilih jenis plastik yang dapat di recycle atau yang memiliki sertifikat food grade karena hal ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang ikan di dalam wadah tersebut. Lihat penggunaan bak plastik adalah mudahnya memperoleh wadah air dan sifatnya yang tidak permanen membuat tempat penampungan ini dapat dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan meskipun ikan yang dibudidayakan di dalamnya tidak terlalu banyak.

Memilih wadah air dan nutrisi adalah salah satu hal yang penting dipertimbangkan sebelum memulai sistem aquaponik. Pemilihan jenis wadah penampung air juga didasarkan pada metode atau model sistem accompanied yang digunakan misalnya dalam sistem akuaponik floating Raft dan NTF sebaiknya digunakan kolam yang terbuat dari beton atau terpal sebagaimana juga sistem akuaponik pasang surut. Untuk sistem akuaponik model bertingkat yang menggunakan kerangka bertingkat maka bak plastik cocok digunakan untuk metode ini. Meskipun demikian sebenarnya bak plastik juga dapat digunakan untuk menanam tanaman dengan sistem floating Raft dimana media tanam akan diapungkan pada sterofoam dengan catatan tanaman yang ditanam pada bak plastik dengan metode ini tidak begitu banyak karena ukuran blak plastik tentunya tidaklah besar. Alternatif lain untuk menggantikan bak plastik adalah dengan menggunakan drum bekas minyak yang sudah tidak terpakai.

Pastikan terlebih dahulu wadah mana yang dapat digunakan untuk menanam tumbuhan dengan sistem akuaponik yang anda inginkan dan desain lah sebaik mungkin sistem yang ingin anda gunakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *