Tingkat Aliran Air Pada Sistem akuaponik Pasang Surut

Tingkat Aliran Air Pada Sistem akuaponik Pasang Surut

Urbanina.com – Sistem akuaponik pasang surut atau Ebb and flow adalah salah satu metode yang digunakan dalam akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dengan budidaya tanaman hidroponik. Dalam sistem ini air dari kolam harus dipastikan dapat mengaliri dan membanjiri tanaman selama beberapa kali dalam sehari. Aliran air tersebut membawa nutrisi yang berasal dari sisa makanan dan kotoran ikan yang kemudian akan diserap dan disaring oleh tanaman untuk akhirnya dikembalikan pada kolam ikan. Untuk memastikan tanaman mendapat cukup nutrisi maka tingkat aliran dan perputaran air harus diperhatikan dengan baik. Berikut ini cara menghitung tingkat aliran yang dibutuhkan dalam sistem akuaponik pasang surut.

Menghitung Tingkat Sirkulasi Air

Tingkat perputaran atau sirkulasi air harus diperhatikan agar kualitas air yang masuk dan keluar kolam tetap terjaga dengan baik. Air harus dipastikan mengalir pada media tanam selama waktu tertentu dan berulang kali untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi dan air dapat tersaring dengan baik oleh media tanam. Tingkat sirkulasi air yang rendah akan berakibat buruk bagi tanaman dan mengakibatkan defisiensi nutrisi serta keracunan pada ikan. Begitu juga sebaliknya tingkat sirkulasi air yang tinggi tidak akan baik bagi tanaman maupun ikan karena kotoran atau nutrisi tidak dapat terserap oleh tanaman dan air akan kembali dalam kolam dengan keadaan yang sama yakni penuh dengan kotoran. Tingkat sirkulasi yang tinggi membuat kotoran yang ada dalam air kolam belum sempat diubah oleh tanaman menjadi zat yang lebih aman untuk ikan.

Untuk sistem akuaponik pasang surut sebaiknya volume air yg disirkulasi atau dialirkan dari kolam ke media tanam dua kali setiap satu jam atau satu kali dalam setengah jam.

Contoh:

untuk desain kolam ikan dengan volume  150L. Berarti aliran air yang dihasilkan adalah 2 x 150L = 300L air per jam atau sama dengan 0.3 m3/jam.

Untuk mengendalikan aliran atau sirkulasi air dalam metode sistem akuaponik pasang surut ada dua cara yang dapat digunakan yakni dengan menggunakan beberapa peralatan seperti :

  1. menggunakan timer eketronik atau otomatis yang mengatur hidup atau matinya pompa dalam selang waktu tertentu misalnya dua kali dalam satu jam. Pompa sebaiknya menyala selama 15 menit kemudian mati selama 30-45 menit kemudian.
  2. Menggunakan perangkat Siphon yang telah diatur secara mekanik . alat ini adalah alat yang dirancang khusus untuk sistem akuaponik. Alat ini akan menyala dan mati secara otomatis jika air telah mencapai ketinggian tertentu. Beberapa contoh alat ini diantaranya adalah loop siphon, bell siphon, J-bend siphon maupun U bend siphon.

akuaponik

Menghitung Kapasitas Pompa Air

Kapasitas pompa yang digunakan dalam sistem akuaponik juga harus dihitung dengan baik. Perhitungan tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut

Misalnya volume kolam ikan yang digunakan dalam perangkat adalah 1000 liter, dan

volume dalam kolam ini  akan disirkulasikan dalam rentang waktu satu  jam dengan asumsi 15 menit pompa menyala dan selama 45 menit kemudian pompa mati. Jadi dapat dihitung

Jika selama 15 menit pompa menyala dan volume air  1000 liter

Volume air yang dialirkan dalam 60 menit atau 1 jam adalah

= (60 menit/ 15 menit) x 1000 liter

= 4000 liter per 60 menit

= 4000 liter/jam

Berdasarkan perhitungan tersebut maka pompa yang digunakan sebaiknya  memliki kapasitas yang lebih dari angka tersebut dan perhatikan juga ketinggian dudukan tanaman serta media tanam yang digunakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *