Sistem Aquaponik Model Kolam Bertingkat

Sistem Aquaponik Model Kolam Bertingkat

Urbanina.com – Sistem aquaponik yang banyak digunakan petani saat ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, biaya dan luas lahan yang dimiliki. Sistem aquaponik merupakan sistem tanam yang menggabungkan budidaya ikan atau aquakultur dengan metode tanam hidroponik atau metode tanam yang tidak menggunakan media tanah. Sistem ini banyak digunakan oleh para petani karena banyak memiliki kelebihan diantaranya hasil panen ganda ikan dan tanaman dalam satu waktu, penggunaan air yang lebih hemat serta petani tidak perlu menggunakan atau memberikan nutrisi langsung pada tanaman karena nutrisi yang didapat tanaman berasal dari air kolam yang mengandung kotoran dan sisa makanan ikan. Kotoran dan sisa makanan ikan tersebut akan diubah oleh tanaman menjadi zat yang lebih aman bagi ikan sekaligus digunakan untuk memenuhi kebutuhan zat hara atau nutrisi tanaman.

sistem aquaponik

Untuk mengatasi masalah sempitnya lahan pertanian maka sistem aquaponik model kolam bertingkat dapat menjadi solusinya. Disebut model kolam bertingkat karena pada sistem ini perangkat aquaponik menggunakan lebih dari satu kolam ikan yang terbuat dari terpal dan disusun dalam suatu kerangka atau rak bertingkat dan tanaman tumbuh pada bagian atau kerangka yang paling atas.

Prinsip Kerja Aquaponik Model Kolam Bertingkat

Prinsip kerja sistem atau model kolam bertingkat adalah dengan mengalirkan air dan nutrisi yang berasal dari kolam ikan yang disusun pada rak bagian bawah ke media tanam yang diletakkan pada rak bagian atas. Kemudian aliran air tersebut akan kembali mengalir ke kolam ikan lewat lubang yang dibuat dibagian tengah. Pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dan nutrisi dari kolam disusun sedemikian rupa dan biasanya kolam ikan diletakkan pada bagian bawah. Selain itu ada juga sistem model kolam bertingkat yang meletakkan tanaman atau sayuran pada bagian samping rak dan air dialirkan pada tanaman dengan cara dikucurkan dan air yang telah disaring dengan media tanam tersebut akan kembali ke kolam melalui pipa atau perangkat yang sudah disesuaikan sedemikian rupa.

Peralatan Yang digunakan Dalam Model Kolam Bertingkat

Meskipun metode ini terlihat sederhana dan sangat menghemat lahan. Perangkat harus disusun dengan baik dan tingkat pembuatan perangkatnya cukup rumit. Berikut ini adalah komponen atau alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membangun perangkat model kolam bertingkat :

  • Rak bertingkat. Kerangka rak terbuat dari besi atau galvanis yang kuat dan tahan jika diletakkan kolam ikan dan wadah tanam didalamnya. Kerangka rak dapat dibuat dengan ukuran 1 x 5m dengan ketinggian yang bervariasi.
  • Kolam ikan yang terbuat dari terpal atau bak plastik dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran rak tempat meletakkan kolam atau wadah penampung ikan. Biasanya kolam ikan hanya disusun dalam dua tingkat dimana kolam ikan bagian bawah berisi jumlah ikan yang lebih banyak dibandingkan dengan kolam diatasnya. Misal kolam bawah dapat diisi dengan 2500 ekor ikan dan kolam kedua berisi 1250 ekor ikan atau setengahnya.
  • Wadah media tanam, wadah ini dapat berupa pot atau netpot yang dapat diisi dengan media tanam dan memiliki lubang untuk aliran air. Untuk perangkat model ini dengan jumlah ikan yang disebutkan sebelumnya dapat menampung sekitar 200 pot atau lubang tanaman.
  • Media tanam. Berbagai media tanam dapat digunakan dalam metode ini termasuk rockwool, kerikil, gravel, hydroton dan sebagainya.
  • Pipa yang digunakan untuk mengalirkan air pada tanaman. satu pot atau satu tanaman akan mendapatkan satu lubang air dari pipa tersebut.
  • Pompa air untuk mengalirkan air dalam kolam ke wadah tanaman dan aerator untuk mengatur kadar oksigen dalam kolam ikan.
  • Benih tanaman, pemilihan benih dapat menentukan keberhasilan budidaya untuk itu benih dipilih dengan kualitas yang baik dan telah teruji.

Sistem aquaponik model bertingkat memang menguntungkan untuk daerah dengan lahan sempit namun sistem ini memerlukan modal yang cukup besar untuk membangun perangkatnya. Selain itu sistem ini memerlukan listrik untuk menyalakan pompa dan aerator sehingga kurang cocok digunakan di daerah yang sering mengalami pemadaman listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *