Sistem Akuaponik DBS (Dutch Bucket System)

Sistem Akuaponik DBS (Dutch Bucket System)

Urbanina.com – Jika Anda hobi berkebun terutama dengan menggunakan sistem hidroponik maupun aquaponik pasti anda sudah tidak asing lagi dengan istilah sistem tanam Dutch Bucket System.  Sesuai dengan namanya sistem ini berasal dari negeri Belanda dan pertanian modern yang ada di negeri Belanda saat ini banyak menggunakan sistem tersebut. Sistem ini juga dikenal sebagai salah satu sistem hidroponik yang paling populer di antara metode hidroponik dan aquaponik lainnya. Sistem akuaponik DBS dinilai sangat efektif dan mampu meningkatkan hasil panen dengan cara yang cukup sederhana dan peralatan yang dapat dibuat dengan bahan yang ekonomis.

sistem akuaponik dbs

Sistem DBS adalah salah satu teknik hidroponik yang juga dapat diaplikasikan pada sistem aquaponik. Metode ini mengutamakan sirkulasi dan efisiensi aliran air yang berasal dari kolam selanjutnya dialirkan secara terus-menerus pada wadah media tanam dan kelebihan air yang ada dalam media tanam tersebut akan kembali masuk ke dalam Tandon. Dengan kata lain sebenarnya sistem ini hampir sama dengan sistem ntf hanya saja pada sistem DBS peralatan yang digunakan dan instalasi perangkat disusun secara berbeda.

Setidaknya ada lima perangkat penting yang harus digunakan dalam sistem akuaponik DBS. Kelima perangkat tersebut berperan penting dalam kesuksesan sistem tanam, yakni

  1. Wadah media tanam

 

Wadah media tanam atau bucket  yang digunakan pada sistem ini lebih besar dari wadah media hidroponik seperti netpot pada umumnya dan bentuknya menyerupai ember. Pada bagian bawah ember tersebut terdapat lubang yang dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan dasar ember. Lubang tersebut akan dihubungkan dengan pipa yang mengalirkan air menuju tendon nutrisi. Dengan kata lain, lubang tersebut berfungsi untuk menjaga pasokan nutrisi dan air yang akan diserap oleh tanaman dan kelebihan air yang ada pada ember akan dikembalikan pada tendon nutrisi.

 

  1. Pipa inlet

Yang dimaksudkan dengan pipa inlet adalah pipa yang mengalirkan larutan nutrisi yang berasal dari tandon atau kolam ikan pada sistem akuaponik menuju media tanam. Biasanya pada pipa juga dipasang sebuah selang kecil yang berukuran sekitar 5 milimeter. Dari selang inilah air dan nutrisi yang berasal dari kolam ikan akan dialirkan menuju media tanam yang diletakkan dalam bucket.

  1. Pipa outlet

Sesuai dengan namanya pipa outlet adalah sebuah pipa yang terhubung dengan lubang yang telah dibuat di bagian bawah bucket dan pipa ini yang akan mengalirkan kembali larutan nutrisi yang berlebihan menuju ke kolam air atau tandon pada sistem akuaponik. Dengan kata lain jika air dan nutrisi yang masuk ke dalam media tanam melebihi kadar dan ketinggian lubang maka air akan kembali dialirkan kedalam kolam ikan untuk mencegah terjadinya pembusukan akar pada tanaman.

  1. Kolam Ikan

Sebenarnya pada sistem akuaponik DBS yang digunakan pada media hidroponik, air ditampung dalam tandon yang juga dicampur dengan nutrisi sementara pada sistem akuaponik digunakan kolam ikan yang menampung air dan ikan yang akan menghasilkan kotoran serta sisa makanan yang merupakan sumber nutrisi bagi tanaman.

  1. Pompa air

Komponen terakhir yang tidak kalah penting dan harus ada dalam sistem akuaponik DBS adalah pompa air. Pompa harus dapat mengalirkan air secara terus-menerus minimal selama 7 jam setiap harinya sehingga sistem ini sebaiknya dibangun atau dibuat pada daerah yang memiliki pasokan listrik yang baik dan tidak sering mengalami pemadaman.

Sistem akuaponik DBS ini dikenal sebagai suatu sistem yang fleksibel dan dapat digunakan pada skala yang kecil maupun skala besar untuk tujuan komersial. Media yang digunakan dalam sistem ini dapat berupa hidroton, kerikil, perlite, atau zeolit yang memiliki pori yang cukup besar. Jenis tanaman yang biasanya ditanam dengan metode ini diantaranya adalah tanaman menghasilkan buah seperti tomat, melon, terong, cabe, paprika, dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *