Perbedaan Sistem Tanam Aquaponik dan Hidroponik

Perbedaan Sistem Tanam Aquaponik dan Hidroponik

Urbanina.com – Pada dasarnya sistem tanam aquaponik memiliki prinsip yang sama dengan sistem tanam hidroponik di mana keduanya tidak menggunakan media tanah atau ditanam dengan metode konvensional. Kedua metode ini sering dianggap sebagai sistem tanam modern atau sistem tanam perkotaan karena menggunakan perangkat dan alat yang cukup rumit. Kedua sistem ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dahulu oleh bangsa Mesir kuno maupun masyarakat Cina pada zaman dahulu. Kedua sistem ini juga sama-sama sistem yang menggunakan lahan secara efisien serta memiliki keunggulan dibandingkan metode tanam konvensional yang mengandalkan tanah. Dengan menggunakan sistem tanam hidroponik maupun aquaponik seseorang dapat menanam tanaman dalam kondisi apapun asalkan syarat nutrisi untuk pertumbuhan tanaman dapat dipenuhi. Dengan kata lain kedua sistem ini memungkinkan seseorang untuk bercocok tanam bahkan di daerah yang tandus sekalipun. Meskipun demikian ada beberapa perbedaan diantara kedua sistem ini yang dapat menjadi dasar seseorang untuk memilih metode tanam yang cocok dipraktekkan.  Perbedaan sistem tersebut antara lain

perbedaan sistem

  1. Fokus budidaya

 

Hal pertama yang mendasari perbedaan sistem antara sistem tanam aquaponik dengan sistem tanam hidroponik adalah fokus budidaya. Pada sistem tanam hidroponik petani atau pembudidaya hanya berfokus dan merawat tanaman saja sedangkan pada sistem tanam aquaponik bukan hanya tanaman saja yang menjadi fokus akan tetapi juga ikan serta mikroorganisme termasuk  keberadaan bakteri harus diperhatikan.

 

  1. Nutrisi

 

Hal yang menjadi perbedaan sistem ini selanjutnya adalah nutrisi tanaman. Nutrisi tanaman adalah unsur hara atau zat hara yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang unsur-unsur tersebut termasuk mineral penting yang diperoleh tumbuhan dari lingkungan luar. Ada sekitar 16 unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan tanpa keberadaan unsur hara tersebut tanaman dapat mengalami defisiensi nutrisi dan kegagalan pertumbuhan. Pada sistem hidroponik digunakan nutrisi buatan atau formula yang sudah teruji sebelumnya  Contohnya seperti  larutan AB mix yang Dalam penggunaannya harus dilarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum diberikan pada tanaman. Sedangkan pada sistem tanam aquaponik petani tidak perlu menambahkan nutrisi pada tanaman karena nutrisi tanaman dapat diperoleh dari kotoran ikan dan sisa makanan yang terlarut dalam air. Meskipun demikian setidaknya ada tiga unsur hara yang tidak dapat diperoleh dari sisa atau kotoran ikan tersebut yakni zat besi potasium dan kalium sehingga ketiga jenis unsur hara ini dapat ditambahkan pada tanaman secara manual.

 

  1. Sterilisasi

 

Sterilisasi menjadi salah satu hal atau faktor pada perbedaan sistem tanam aquaponik dan sistem tanam hidroponik. Pada sistem tanam hidroponik sebelum digunakan media tanam yang dapat digunakan berkali-kali sebaiknya disterilisasi dengan menggunakan beberapa zat steril seperti peroksida dan hal ini tidak berpengaruh pada tanaman. sementara pada sistem tanam aquaponik sterilisasi tidak dapat dilakukan mengingat zat yang digunakan untuk mensterilkan media tanam dapat mempengaruhi air dan pertumbuhan ikan.

 

 

  1. Toleransi dan optimalisasi

 

Dapat dikatakan bahwa sistem tanam hidroponik lebih toleran terhadap beberapa faktor dan kesalahan yang terjadi selama proses penanaman maupun perawatan karena fokus budidaya hanya pada tanaman karena tanaman itu sendiri lebih tahan terhadap kondisi yang tidak normal. Para petani dan pembudidaya juga dapat memaksakan tanaman untuk tumbuh lebih cepat atau lebih besar dengan menambahkan nutrisi yang diinginkan asalkan tidak sampai terjadi overdosis. Berbeda halnya dengan sistem tanam hidroponik sistem tanam aquaponik harus memperhatikan segala sesuatu maupun faktor yang mempengaruhi tanaman maupun ikan yang dibudidayakan karena jika terjadi kesalahan maka sistem ini rentan mengalami kegagalan. Soalnya jika terjadi penyumbatan pada saluran air tempat penyaringan nutrisi atau jika kadar oksigen dalam air tidak mencukupi maka dapat dipastikan ikan akan mati dan panen makan mengalami kegagalan. Selain itu pada sistem aquaponik petani atau pembudidaya tidak dapat memaksakan nutrisi yang berlebihan karena hal tersebut akan berdampak buruk bagi pertumbuhan ikan serta bakteri nitrogen yang tumbuh di dalam air.

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem hidroponik memiliki tingkat perawatan yang lebih mudah dibandingkan sistem akuaponik. Meskipun demikian sistem aquaponik juga menawarkan keuntungan dan efisiensi yang lebih besar daripada hidroponik karena dalam sistem ini petani atau pembudidaya tidak hanya memanen tanaman tapi juga memanen ikan. Melihat kompleksitas tertanam tersebut maka ada baiknya petani atau siapapun yang ingin mencoba budidaya tanaman baik secara aquaponik maupun hidroponik harus menimbang terlebih dahulu Apa yang menjadi fokus dalam budidaya serta kebutuhan maupun perangkat yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *