Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik, Inilah Bedanya

Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik, Inilah Bedanya

Urbanina.com – Tidak sedikit orang yang masih bingung dan salah paham saat mendengar kata “aquaponik” dan “hidroponik”. Ada yang bilang jika keduanya sama dan ada juga yang mengatakan berbeda, namun tidak mengetahui letak perbedaannya. Sebenarnya apa sih perbedaan aquaponik dan hidroponik tersebut?

Pada tulisan kali ini kita akan coba mengulas tentang perbedaan aquaponik dan hidroponik dengan harapan tentu saja supaya tidak lagi ada kekeliruan dalam memahami kedua istilah ini.

Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik []

Aquaponik

Aquaponik adalah teknik budidaya ikan yang sekaligus bisa menghasilkan tanaman. Teknik yang sangat memungkinkan adalah mempergunakan cara bertanam dari hidroponik. Alhasil metode ini nyaris sama dengan hidroponik hanya saja ditambah dengan adanya budidaya ikan (aquaculture). Dalam satu kali produksi aquaponik bisa memproduksi dua produk sekaligus yakni hasil tanaman dan hasil ikan.

Ikan yang dipelihara di dalam kolam akan mengeluarkan bahan sisa berwujud kotoran yang berupa bahan organik. Bahan organik ini amat beracun untuk ikan terlebih jika ada dalam jumlah yang banyak hingga perlu dijauhkan. Namun bahan-bahan ini baik sekali dan diperlukan oleh tanaman sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya.

Maka zat organik yang tersedia di dalam kolam ikan dipindahkan ke tempat budidaya tanaman supaya diserap oleh tanaman. Berbagai unsur organik yang terdapat di dalam air sudah diserap oleh tanaman agar supaya air jadi bersih lagi lalu air disalurkan kembali ke kolam ikan supaya habitat ikan akan jadi baik lagi dan ikan akan berkembang dengan lebih maksimal.

Dari sini kita bisa melihat kalau secara sistem ada perbedaan mencolok pada cara pemberian nutrisi tanaman. Pada sistem hidroponik kita harus secara langsung memberikan nutrisi pada tanaman dengan cara melarutkannya dalam air. Untuk itu kita harus mengeluarkan dana ekstra buat membeli nutrisi hidroponik.

Sementara itu pada sistem aquaponik kita tidak usah lagi memberikan larutan nutrisi kepada tanaman sebab nutrisi telah dipenuhi oleh bahan organik dari kotoran dan urin ikan. Maka kita bisa mengirit biaya sekalian kita akan memperoleh hasil tanaman organik.

Hidroponik

Hidroponik merupakan metode bercocok tanaman tidak memakai tanah sebagai media untuk menanamnya. Jadi dalam hidroponik media tanam yang dipergunakan bukan berupa tanah, tetapi arang sekam, kapas, sabut kelapa, arang, rockwol, kerikil, dll. Berbagai media tersebut cuma dipergunakan sebagai tempat tumbuhnya tanaman, bukan media yang sebenarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dilakukan dengan penggunaan air yang sudah diberi larutan tersendiri untuk hidroponik (nutrisi hidroponik). Nutrisi tersebut ditempatkan dalam wadah lalu disalurkan langsung ke arah akar tanaman supaya tanaman lebih gampang dalam menyerap nutrisi itu.

Banyaknya nutrisi di dalam hidroponik perlu sekali diatur secara cermat sebab bila kekurangan nutrisi, maka tanamanpun tidak akan tumbuh baik sedangkan jika terlampau banyak nutrisi akan menyebabkan tanaman keracunan nutrisi akibatnya tidak akan bisa menyerap dengan baik dan akhirnya tanaman segera mati.

Menilik dari perbedaan aquaponik dan hidroponik maka secara hasil aquaponik dianggap lebih efektif sebab dapat memproduksi 2 produk sekaligus dalam satu kali produksi, yakni ikan dan  tanaman, sedang pada hidroponik cuma tanaman saja yang dihasilkannya. Namun kedua teknik/metode ini sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri dan sama-sama masih dikembangkan sehingga ke depannya diharapkan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *