Pengaruh pH Terhadap Sistem Tanam Aquaponik

Pengaruh pH Terhadap Sistem Tanam Aquaponik

Urbanina.com – Sistem tanam aquaponik dianggap sebagai sistem tanam modern yang banyak dilakukan di daerah perkotaan dan di daerah yang minim lahan. Sistem ini dipraktekkan dengan banyak model dan metode dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Para petani memodifikasi sistem agar lebih efisien dan menghasilkan hasil yang lebih optimal. Selain memasang perangkat aquaponik hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalankan sistem tanam ini adalah pengaturan pH atau yang dikenal dengan tingkat keasaman air. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pH dan pengaruh pH tersebut pada sistem tanam aquaponik, simak penjelasan berikut

pengaruh pH

Definisi pH

 

pH atau pangkat hidrogen atau yang dalam bahasa inggris disebut Exponent of Hydrogen adalah jumlah ion hidrigen yang terkandung dalam larutan. Kadar ion tersebut mempengaruhi tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan dan diukur dengan rentang 0 hingga 14. Sebagai patokan, pH air normal adalah 7, larutan yang asam memiliki pH dibawah angka 7 sementara pH larutan basa diatas 7. pH erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup karena faktor ini menjadi salah satu faktir pendukung penyerapan nutrisi termasuk tanaman dan ikan yang dibudidayakan dalam sistem aquaponik. pH larutan atau dalam hal ini adalah air kolam dapat diukur dengan pH meter atau dengan menggunakan kertas lakmus.

 

Mengapa pH harus dikontrol?

 

Sebelum tanaman ditanam pada suatu media aquaponik maka petani atau pembudidaya harus mengecek terlebih dahulu pH atau tingkat keasaman air. Hal ini dimaksudkan agar tanaman dapat menyerap nutrisi secara sempurna. Memang terlihat sepele tapi ternyata pengaruh pH sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. nutrisi yang ada dikolam ikan terdiri dari berbagai unsur hara atau 13 unsur penting yang kesemuanya dapat diserap hanya pada rentang pH tertentu. pH optimal tanaman berkisar antara 5.5 hingga 6.5 sedangkan ikan dapat hidup dalam air dengan pH 6.5 hingga 8.0 dan bakteri yang dibutuhkan dalam proses nitrifikasi tanaman dapat hidup di pH 6 hingga 8. Pastikan pH air sesuai dengan pH pertumbuhan optimal bagi ikan dan tanaman.

 

Cara mengontrol pH

 

Ada kalanya pH air tidak sesuai dengan pH optimal tanaman maupun ikan. pH yang terlalu asam akan menyebabkan bakteri tumbuh dengan baik dan menyebabkan penyakit pada ikan, selain itu tanaman juga akan mengalami defisiensi mineral. Sementara kondisi air yang basa atau pH terlalu tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada tanaman dan ikan serta dapat menyebabkan kegagalan panen. Untuk mengatasi hal tersebut maka seringlah mengecek pH air kolam setiap hari dan apabila ditemukan pH yang tidak sesuai maka ada cara untuk mengembalikan pH pada rentang optimal.

 

Untuk menaikkan kadar pH di bawah angka 6.5 maka dapat ditambahkan calcium hidroksida (CaOH), potassium carbonate ataupun kulit telur cangkang kerang maupun cangkang siput yang dihaluskan. Cara ini cukup efektif untuk menaikkan pH secara perlahan dan pengaruhnya akan nampak setelah dua jam. Sehingga cara ini bisa dipakai untuk mengontrol pengaruh pH. Sedangkan untuk menurunkan pH air kolam yang terlalu tinggi atau bersifat basa, dapat ditambahkan cuka, asam sulphuric maupun hydrolic namun perhatikan takarannya dengan baik. Sebaiknya hindari penggunaan asam sitrat atau citric acid untuk menurunkan pH air kolam karena senyawa tersebut dapat mematikan bakteri baik yang hidup dalam air kolam.

 

Memang sistem aquaponik memerlukan sedikit perawatan ekstra namun hasilnya akan sesuai dengan apa yang diinginkan jika semua faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman diperhatikan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *