Pengaruh Oksigen Pada Sistem Aquaponik

Pengaruh Oksigen Pada Sistem Aquaponik

Urbanina.com – Oksigen adalah salah satu unsur yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup. oksigen juga berperan penting dalam proses metabolisme baik pada tumbuhan maupun hewan. Dalam sistem pertanian aquaponik kebutuhan kadar oksigen terlarut harus selalu dikontrol. Sistem aquaponik itu sendiri adalah suatu sistem yang menggabungkan antara sistem tanam hidroponik dengan sistem budidaya akuakultur. Sistem ini banyak digunakan di Indonesia karena memiliki banyak keuntungan diantaranya hasil panen ganda tanaman dan ikan sekaligus serta efisiensi penggunaan lahan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang pengaruh oksigen terhadap tumbuh kembang tanaman dan ikan simak penjelasan berikut ini.

pengaruh oksigen

 

  1. Pengaruh oksigen terhadap ikan

Ikan yang dibudidayakan dalam sistem akuaponik dipelihara dalam suatu kolam baik yang terbuat dari kolam beton maupun terpal. Jenis dan jumlah ikan yang ada di kolam akan menentukan seberapa banyak kadar Oksigen yang terlarut dalam air dan hal ini harus diperhatikan dengan baik. Ikan harus mendapat cukup oksigen karena tanpa oksigen yang cukup ikan bisa mati. Kita sering berfikir bahwa ikan dapat memperoleh oksigen dari dalam air akan tetapi kadar Oksigen yang ada di air tidaklah sebanyak kadar Oksigen yang ada di udara dan akan semakin berkurang karena digunakan. Sementara itu ikan tidak dapat menjulurkan kepalanya ke atas permukaan air untuk mendapatkan oksigen langsung dari udara seperti halnya saat kita berenang. Inilah Mengapa aerasi  sangat penting dalam menjaga kadar oksigen dalam kolam ikan. Semakin banyak ikan yang ditampung dalam kolam maka semakin banyak  pula jumlah Oksigen yang dibutuhkan. Pada metode tanam aquaponik sistem ntf dan aquaponik sistem lainnya terutama floating raft aerator harus tetap menyala memastikan bahwa ikan mendapat cukup oksigen.

 

  1. Pengaruh oksigen pada tanaman

Banyak orang berpikir bahwa tanaman tidak memerlukan oksigen karena tanaman dapat memproduksi oksigen sendiri melalui proses fotosintesis. Hal ini memang benar adanya karena pada dasarnya tanaman dapat mengubah karbondioksida yang ada di udara menjadi Oksigen yang dibutuhkan oleh organisme lain lewat proses fotosintesis yang dilakukan oleh daun. Meskipun demikian tanaman tetap membutuhkan oksigen dalam proses pertumbuhan dan metabolisme tubuhnya sehingga akar tanaman harus tetap mendapatkan oksigen. Beberapa model dalam sistem tanam aquaponik memiliki tingkat paparan Oksigen yang cukup baik  terutama pada model tanam sistem aquaponik pasang surut namun beberapa model tanam kurang memberikan ruang bernafas bagi akar tanaman seperti metode deep water culture atau floating raft dimana akar terendam dalam air seluruhnya.

 

Untuk menjaga pasokan air di dalam kolam maka digunakan aerator yang yang dapat memunculkan gelembung-gelembung air berisi Oksigen yang nantinya digunakan oleh ikan untuk bernafas. Meskipun sebenarnya oksigen tidak hanya dibutuhkan oleh ikan akan tetapi oleh tanaman hanya saja tanaman lebih tahan terhadap kondisi kekurangan oksigen dibandingkan dengan ikan. Ingat selalu bawa oksigen adalah teman bagi setiap sistem aquaponik yang digunakan oleh para petani karena ikan dan tumbuhan hanya dapat hidup dengan adanya oksigen tersebut. Jika ada masalah dengan aerator atau pompa air yang menyuplai oksigen segera tangani dengan baik karena jika tidak segera di tangani maka ikan akan kekurangan oksigen dan hal ini dapat berakibat buruk pada hasil panen

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa pada sistem tanam aquaponik jika aerator atau pompa Oksigen dapat bekerja dengan baik maka ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan optimal sehingga anda dapat menikmati hasilnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *