Model Aquaponik Aliran Atas

Model Aquaponik Aliran Atas

Urbanina.com – Lahan yang semakin sempit adalah tantangan bagi para petani dan pembudidaya tanaman saat ini terutama bagi mereka yang tingga di daerah perkotaan. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakanlah metode atau sistem aquaponik yang merupakan gabungan antara aquakultur atau budidaya ikan dengan teknik budidaya hidroponik. Prinsip kerja aquaponik adalah dengan mengalirkan air atau nutrisi yang berasal dari kolam ke ikan pada tanaman dan selanjutnya air akan mengalir kembali ke kolam ikan. Metode ini memiliki banyak keuntungan diantaranya adalah lebih hematnay penggunaan air dan nutrisi, hasil panen ganda yakni ikan dan tanaman serta efisiensi penggunaan lahan. Ada berbagai model yang dapat digunakan untuk membangun sistem aquaponik, salah satunya adalah model aquaponik aliran atas yang dikembangkan oleh Balai penelitian dan pengembangan budidaya air tawar. Model ini juga dikenal dengan sistem tanam tumpang sari oleh masyarakat lokal.

aquaponik aliran atas

Prinsip Kerja Aquaponik Aliran Atas

Sistem aquaponik aliran atas dibangun dengan perangkat tertentu dimana wadah tanaman diletakkan dibagian atas sisi kolam atau dengan kata lain tanaman dilettakkan dipinggiran kolam. Sistem ini tidak memerlukan perangkat seperti pada sistem aquaponik NTF atau EBB and flow maupun floating raft yang menggunakan pip PVC atau styrofoam untuk mengapungkan tanaman di atas air. Pada metode ini air dari kolam akan mengalir melalui pipa pvc berukuran kecil yang ujungnya ada pada masing-masing pot atau wadah tanaman. air akan dialirkan ke pot dengan cara dikucurkan dan melewati proses penyaringan oleh media tanam dan kemudian akan mengalir kembali ke kolam. Sama halnya dengan sistem NTF dan EBB and flow, dibutuhkan pompa untuk mengalirkan air pada tanaman selama beberapa jam dalam sehari.

Perangkat Aquaponik Aliran Atas

Dalam menjalankan sistem ini sebelum mulai proses membudidayakan tanaman maka ada beberapa alat dan bahan yang diperlukan untuk membangun sistem atau perangkat. Berikut ini adalah alat dan bahan yang dibutuhkan dalam sistem tanam aquaponik aliran atas

  • Wadah penampung ikan atau kolam ikan. Kolam ikan yang dikembangkan oleh balai penelitian dan pengembangan budidaya air tawar adalah kolam berbentuk lingkaran dengan diameter 3m dan kedalaman kurang lebih satu meter. Kolam tersebut dapat menampung lebih dari 2000 ikan dan mengakomodasi 27 pot tanaman. kolam ikan dalam model ini dapat dibangun dengan menggunakan beton maupun terpal akan tetapi kolam beton dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan kolam terpal.
  • Wadah media tanam atau pot tanaman yang digunakan untuk meletakkan media tanam sekaligus menahan media tanam dan tanaman di dalamnya. Wadah media tanam memiliki lubang sehingga air dapat kembali mengalir pada kolam ikan.
  • Media tanam yang dapat digunakan dalam sistem ini diantaranya kerikil, gravel, hydroton dan sebagainya.
  • Pipa dan perangkat pemasangannya yang digunakan untuk mengalirkan air pada pot atau wadah media tanam.
  • Pompa air yang digunakan untuk mengatur aliran air dari kolam ikan menuju tanaman.
  • Benih tanaman. benih yang digunakan dalam sistem ini tidak berbeda dengan benih yang digunakan dalam sistem tanam hidroponik. Benih sebelumnya harus melewati proses persemaian hingga menjadi bibit tanaman yang siap ditumbuhkan pada media hidroponik.

Sistem aquaponik aliran atas ini dianggap cukup efektif untuk mengatasi masalah kurangnya lahan pertanian di daerah perkotaan meskipun sistem ini menggunakan listrik yang cukup besar. Sistem ini juga tidak begitu sulit dirakit sebagaimana sistem atau perangkat aquaponik lainnya sehingga dapat diaplikasikan dalam skala kecil atau rumahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *