Mengapa Sistem Tanam Aquaponik Lebih Ramah Lingkungan?

Mengapa Sistem Tanam Aquaponik Lebih Ramah Lingkungan?

Urbanina.com – Sebagai suatu sistem tanam yang banyak digunakan oleh petani dan budidaya saat ini sistem akuaponik dikenal sebagai suatu sistem yang memiliki banyak keuntungan dan kelebihan dibandingkan dengan sistem tanam konvensional yang menggunakan tanah. Salah satu keuntungan dari sistem tanam aquaponik adalah sistem ini lebih ramah lingkungan. Lalu apa yang membuat sistem ini dikatakan lebih ramah lingkungan berikut adalah alasannya

sistem tanam aquaponik

  1. Hemat air

 

Memang pada prakteknya sistem tanam aquaponik menggunakan air sebagai media untuk melarutkan nutrisi dan sekilas sistem ini terlihat menghabiskan lebih banyak air dibandingkan dengan metode tanam konvensional pada umumnya akan tetapi ternyata jika diperhitungkan dengan baik maka sistem ini hanya menggunakan 2% dari seluruh kebutuhan air yang digunakan pada sistem tanam konvensional air bersih dapat digunakan untuk keperluan lainnya.

 

  1. Hemat lahan

 

Metode sistem tanam aquaponik dikenal sebagai metode tanam yang hemat lahan karena tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam tanaman. Perangkat aquaponik dapat disusun dengan menggunakan metode yang lebih hemat lahan seperti model akuaponik bertingkat dimana wadah media tanam disusun pada bagian atas kolam atau bak penampung ikan. Selain itu jarak antara tanaman pada sistem tanam aquaponik lebih rapat dibandingkan dengan media tanam konvensional sehingga hasil yang diperoleh dari menanam tumbuhan dengan sistem ini lebih besar 2-4 kali lipat dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. Demikian lahan subur yang digunakan untuk menanam tumbuhan dapat digunakan untuk keperluan mainnya atau menumbuhkan tanaman yang memang lebih optimal jika ditanam pada media tanah.

 

  1. Hemat energi

 

Selain hemat air dan hemat lahan metode tanam aquaponik juga sangat hemat energi dalam hal ini yang dimaksudkan dengan energi adalah yang berasal dari minyak bumi pada umumnya yang biasanya digunakan untuk membajak tanah atau dalam usaha perawatan tanaman lainnya. Sistem aquaponik menggunakan 25% energi dari keseluruhan energi total yang digunakan pada metode tanam konvensional dan keseluruhan energi yang digunakan dalam metode tanam aquaponik berasal dari energi listrik yang dapat diperoleh dari sumber yang lebih ramah lingkungan seperti panel surya, pembangkit listrik tenaga angin ataupun pembangkit listrik tenaga air.

 

  1. Tidak menggunakan pestisida kimia

 

Kelebihan lainnya dari sistem tanam aquaponik adalah tidak menggunakan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Sistem aquaponik menggunakan pestisida berbahan organik yang aman bagi tanaman dan ikan karena jika sistem ini menggunakan pestisida kimia pada tanaman maka ikan yang dibudidayakan bisa mengalami keracunan dan mati akibat bahan kimia tersebut.

 

  1. Menggunakan barang bekas

 

Perangkat sistem akuaponik dapat dibangun dan dibuat dari bahan-bahan bekas pakai seperti botol atau gelas air mineral serta pipa yang sudah tidak terpakai lagi. Hal ini tentunya dapat mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekaligus mengurangi pencemaran tanah dan air.

 

Selain kelima alasan tersebut sistem aquaponik  menghasilkan protein yang lebih sehat dari ikan air tawar yang dibudidayakan. Rasio pakan ikan yang digunakan lebih hemat dibandingkan dengan pakan hewan lainnya seperti ayam dan ternak lain bahkan hanya menggunakan seperlima dari keseluruhan pakan hewan sumber protein tersebut. Tidak hanya itu jika sistem aquaponik dibangun dalam green house maka kebun dapat menghasilkan tanaman di segala kondisi cuaca sepanjang tahun.

 

Sistem aquaponik memang tidaklah selalu sempurna namun sistem ini dapat membantu kita untuk menghemat air lahan dan energi dengan cara yang benar sekaligus menghasilkan produk makanan yang bermutu baik untuk dikonsumsi secara pribadi maupun untuk tujuan komersil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *