Menanam Sistem Aquaponik? Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Menanam Sistem Aquaponik? Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Urbanina.com – Aquaponik merupakan salah satu metode perpaduan antara bercocok tanam dengan cara hidroponik dan pemeliharaan ikan (akuakultur). Akhir-akhir ini aquaponik jadi tren baru di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang hidup di tengah ataupun pinggiran kota, yang identik tidak mempunyai lahan luas untuk bertanam dan beternak ikan, tetapi ingin memperoleh keuntungan dari kedua cara itu. Saat ini terdapat 3 model teknik akuaponik yang digunakan oleh kalangan pembudidaya pertanian dan perikanan, yakni model raft, ebb & flow, dan NFT. Apa saja syarat aquaponik NFT jika kita ingin menggunakannya

NFT (Nutrient Film Technique) merupakan model aquaponik yang mengaliri media tanamnya dengan menggunakan lapisan tipis air. Sama halnya seperti model raft, teknik ini tidak memakai media tanam. Akar tanaman dari tanaman yang dibudidayakan atau ditanam dibiarkan mengenai dasar tempat tumbuhnya tanaman kemudian dialiri dengan air yang mengandung nutrisi. Air yang mengalir ini jangan tergenang. Jadi mesti terus mengalir cepat sehingga tercipta lapisan tipis.

Menanam Sistem Aquaponik Perhatikan Syarat Aquaponik NFT Ini

Sebelum mengetahui apa saja syarat aquaponik NFT yang harus dipenuhi agar hasilnya optimal sebaiknya mengetahui juga kelebihan dan kekurangan salah satu teknik aquaponik ini. Kelebihan teknik ini ialah air yang digunakan untuk mengaliri tanaman amat kecil. Maka dari itu, pompa yang digunakana pun cukup kecil. Produktivitasnya memang tidak setinggi model raft, namun relatif memberikan hasil yang cukup besar. Meski begitu, model NFT ini mempunyai beberapa kekurangan.

Pertama, teknik ini amat rentan pada perubahan cuaca. Bila sebelumnya di pagi hari udara dingin kemudian di siang hari menjadi panas sehingga ini akan berpengaruh tidak baik pada akar tanaman. Akar tanaman yang menghadapi perubahan suhu yang begitu singkat akan mati. Kedua, sama halnya seperti pada model raft, teknik ini membutuhkan tambahan proses biofiltrasi karena biofiltrasi yang berlangsung pada media tanam tidak mencukupi.

Ketiga, dalam teknik ini pun cuma tanaman sayuran yang menyenangi banyak air saja yang bisa ditanam. Keempat, persemaian tidak bisa diadakan pada model aquaponik NFT ini. Alhasil persemaian mesti dikerjakan di tempat yang lain. Kelima, pompa mesti beroperasi selama 24 jam sebab akar tanaman mesti terus terbasahi dengan air yang mengalir. Sesaat saja pompa padam (tidak menyala) akan mengakibatkan akar-akar tanaman kekeringan. Maka dari itu, meskipun tidak sebesar model raft, penggunaan tenaga listrik untuk model NFT ini terbilang relatif lumayan tinggi.

Beberapa syarat aquaponik NFT yang harus terpenuhi agar prosesnya berjalan lancar dengan hasil yang maksimal, antara lain:

  • Penyedian peralatan utama berupa bed (talang), tangki penampung (tandon air), dan pompa serta genset jika sering padam aliran listriknya.
  • Gunakan bed atau talang rumah tangga dengan ukuran panjang sekitara 4 meter dan lebar 13 – 17 cm.
  • Usahakan kemiringan talangnya (1-5%) untuk mengalirkan larutan nutrisi.
  • Aliran air yang masuk kecepatannya jangan terlampau cepat.
  • Bukaan kran diatur pada kisaran 0.3-0.75 L/menit).
  • Aliran air, oksigen dan nutrisi dilakukan secara konstan dengan ketebalan arusnya kira-kira 2-3 mm.
  • Gunakan media tanam yang bersifat porous atau mudah ditembus air, seperti batu apung, zeolit, dan arang kayu.
  • Tanaman yang dibudidayakan berusia pendek sekitar 30 – 45 hari sudah bisa dipanen, seperti selada, kangkung, sawi, basil dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa syarat aquaponik NFT yang harus terpenuhi sebelum mulai membudidayakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *