Jenis Ikan untuk Budi Daya Akuaponik

Jenis Ikan untuk Budi Daya Akuaponik

Sistem akuaponik secara teoritis, praktis dan ekonomis terlihat sangat menguntungkan karena banyak kelebihan yang ditawarkan oleh sistem ini termasuk penggunaan lahan yang efisien, hasil produksi yang memuaskan dan keuntungan yang didapat, tidak ada penggunaan bahan kimia serta perawatan yang mudah sehingga petani tidak perlu banyak melakukan aktifitas fisik yang melelahkan. Tanaman juga tidak perlu disirami setiap hari. Dalam sistem ini petani atau pembudidaya hanya perlu memberi makan pada ikan tanpa perlu memberi nutrisi pada tanaman.

Berdasarkan penelitian, sistem aquaponik dianggap lebih efisien karena menggabungkan metode hidroponik dengan sistem aquakultur atau budidaya ikan. Pada sistem ini jenis tanaman dan ikan harus dipilih dengan baik. Adaaun beberapa jenis ikan yang cocok dibudidayakan dengan metode ini dijelaskan sebagai berikut :

Jenis Ikan Budidaya Akuaponik

Ada berbagai jenis ikan yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini. Ikan budidaya khususnya air tawar dibedakan menjadi lima golongan dan kelima jenis ikan ini memiliki jenis makanan yang berbeda yakni :

  1. Pemakan Tumbuh-tumbuhan (herbivora)

Ikan herbivora adalah jenis ikan yang makanan pokoknya terdiri bahan yang berasal dari  tumbuh-tumbuhan  beberapa contoh ikan jenis ini antara lain ikan bandeng (Chanos chanos), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan nila (Osteochilus hasselti), dan lain-lain. Meskipun jenis ikan ini cukup jarang ditemui dalam budidaya aquaponik, jenis ikan ini dapat juga dijadikan sebagai pilihan.

  1. Pemakan daging (karnivora)

Ikan golongan karnivora adalah ikan yang makanan utamanya terdiri dari bahan yang berasal dari hewan atau pakan hewani. Beberapa contoh ikan ini antara lain ikan kakap (Lates calcarifer), Ikan gabus (Ophiocephalus striatus), ikan kerapu (Epinephelus spp.), dan lain sebagainya. Ikan jenis ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.

  1. Pemakan segala (omnivora)

Ikan omnivora adalah jenis ikan yang makanan pokoknya bisa berasal dari bahan yang terbuat dari tumbuhan maupun dari hewan atau dengan kata lain ikan ini adalah pemakan segala bahan nabati maupun hewani contohnya seperti ikan gurami (Osphronemus goramy),  ikan mas (Cyprinus carpio), ikan mujair (Tilapia mosammbica), dan lain sebagainya. Ikan lele yang biasa dibudidayakan dalam sistem aquaponik juga termasuk dalam jenis ikan omnivora atau pemakan segala.

  1. Pemakan sisa bahan organik ( detritivora)

Ikan pemakan sisa atau detritus adalah golongan ikan yang makanan pokoknya berasal dari bahan atau sisa-sisa bahan organik yang telah membusuk baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan beberapa contoh ikan jenis ini adalah ikan karper (Labeo dan Cirrhina), ikan belanak (Mugil spp.), dan lain sebagainya.

  1. Pemakan Plankton

Ikan jenis ini sesuai dengan namanya, makanannya berasal dari zat plankton atau mikroorganisme yang hidup dalam air baik fitoplabkton atau plankton tumbuhan maupun plankton hewani atau zooplankton. Jenis ikan ini jarang ditemukan dalam budidaya sistem akuaponik.

Memilih jenis ikan yang tepat dapat disesuaikan dengan luas lahan yang ada dan jenis makanan yang dapat diperoleh dengan mudah atau dari selera pembudidaya. Luas lahan yang digunakan akan mempengaruhi jenis dan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Semakin besar jenis ikan yang dibudidayakan maka semakin luas juga tempat atau penampungan yang diperlukan. Pemilihan jenis ikan juga akan mempengaruhi jenis dan jumlah tanaman yang akan digunakan. Jumalh ikan yang dibudidayakan harus sesuai dengan jumlah tanaman yang ditanam agar proses penyaringan atau filtrasi air yang mengandung kotoran dan racun dapat berlangsung secara sempurna.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *