Cara menanam selada akuaponik sistem Deep water Culture

Cara menanam selada akuaponik sistem Deep water Culture

Urbanina.com – Cara menanam selada akuaponik menggunakan sistem deep water culture. Sistem deep water culture adalah salah satu sistem akuaponik yang baik digunakan untuk menanam sayuran karena lebih hemat air dan nutrisi selain itu biaya yang digunakan untuk membangun perangkat dan perawatannya lebih rendah dibandingkan dengan jenis akuaponik yang lain seperti NTF dan EBB flow. Sistem ini juga dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan pompa maupun timer untuk menjaga sirkulasi air dan nutrisi karena air dalam kolam ikan bersifat statis dan akar tanaman terendam dalam air sepanjang waktu. Kelemahan sistem ini adalah kurangnya aerasi atau tingkat oksigen yang diperlukan tanaman dan ikan sehingga diperlukan alat tambahan yakni aerator untuk menjaga kadar oksigen dalam kolam ikan.

cara menanam akuaponik

Dalam cara menanam selada akuaponik, berikut ini peralatan dan bahan yang digunakan untuk menanam selada dengan sistem akuaponik deep water culture :

  • Wadah penampung ikan atau kolam ikan. Kolam ini menampung ikan budidaya sekaligus menampung nutrisi tanaman yang dihasilkan dari kotoran ikan dan sisa makanannya. Ukuran dan luas ikan harus diperhitungkan sebelumnya dan disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Selada memiliki akar serabut yang tidak terlalu panjang sehingga dapat ditanam pada kolam yang dangkal sekalipun.
  • Styrofoam atau busa yang digunakan untuk mengapungkan tanaman diatas kolam. Styrofoam sebelumnya telah dilubangi untuk meletakkan netpot atau wadah media tanam.
  • Wadah media tanam bisa berupa netpot atau botol air mineral atau gelas air mineral yang telah dilubangi sehingga akar tanaman dapat tembus kedalam air.
  • Media tanam. Sebaiknya pilih media tanam yang ringan dan tidak terlalu membebani styrofoam seperti rockwool.
  • Aerator, yang digunakan untuk memastikan tingkat aerasi atau kadar oksigen terjaga dalam baik dalam kolam ikan.
  • Tali jika diperlukan untuk menaham styrofoam pada tempatnya.
  • Benih tanaman selada. Benih yang digunakan sebaiknya memiliki kualitas yang baik dan telah teruji sebelumnya.

Cara menanam selada akuaponik

Untuk cara menanam selada dengan sistem akuaponik metode deep water culture dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Persiapan kolam ikan dan alat serta bahan yang diperlukan

Sebelum mulai menanam dengan sistem ini maka persiapkan terlebih dahulu kolam ikan beserta ikan yang dibudidayakan didalamnya. Hitunh kerapatan ikan dan jumlah ikan yang hidup didalamnya. Sebaiknya ikan jangan terlalu rapat diletakkan dalam kolam karena hal ini dapat mempengaruhi keadaan air dan jumlah pakan yang nanti digunakan. Semakin banyak ikan semakin banyak makananannya sehingga air akan cepat kotor dan tanaman pun harus bekerja semakin berat untuk menyaring air.

  1. Penyemaian benih.

Benih selada yang akan ditanam harus disemai terlebih dahulu. Penyemaian ini dapat menggunakan media tanam seperti rockwool atau busa. Potong rockwool dengan ukuran 2×2 cm dan lubangi bagian tengahnya. Letakkan satu benih disetiap potingan rockwool, kemudian simpan pada wadah semai, basahi rockwool dan tutupi dengan plastik hitam. Simpan wadah pada tempat yang gelap selaha 1 atau 2 hari hingga selada berkecambah. Setelah tumbuh dua hingga empat daun sejati maka bibit selada yang sudah tumbuh dapat dipindahkan ke media tanam.

  1. Proses transplatasi dan perawatan.

Setelah siap selanjutnya potongan rockwool yang terdapat bibit selada didalamnya diletakkan pada netpot dan kemudian netpot tersebut dipasang pada styrofoam yang telah dilubangi kemudian diapungkan diatas kolam ikan. Biarkan tanaman tumbuh dan jangan lupa untuk mengontrol pH dan kadar oksigen yang terlarut didalamnya.

Air yang ada dalam kolam ikan sistem akuaponik deep water culture tidak mengalir sehingga agregat atau sisa kotoran ikan akan mengendap di dasar kolam. Jika perlu bersihkan dasar kolam secara rutin satu kali dalam seminggu dan perhatikan jika selada terserang hama, gunakan pestisida organik dan hindari penggunaan pestisida kimia. Tanaman selada yang ditanam dengan metode ini dapat dipanen setelah dua hingga tiga bulan. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *