Cara Membuat Akuaponik Gravel System Sederhana

Cara Membuat Akuaponik Gravel System Sederhana

Urbanina.com – Akuaponik gravel system (media based) adalah instalasi akuaponik yang sangat sederhana, hingga sangat mudah untuk diterapkan di rumah. Akuaponik media based cuma mempunyai dua unsur pokok, yakni grow bed dan kolam ikan. Kedua unsur utama itu telah memadai untuk mencukupi keperluan akuaponik, khususnya pada pemenuhan keperluan sistem akuaponik yang di dalamnya memungkinkan terdapatnya siklus amonia untuk terpenuhinya keperluan nutrisi tanaman. Namun bagaimanakah cara membuat akuaponik gravel system sederhana?

Dalam cara membuat akuaponik gravel sederhana, kedua unsurnya yaitu grow bed dan kolam ikan, itulah yang kemudian akan mmbuat siklus amonia. Air yang berasal dari kolam ikan yang memiliki banyak kandungan amonia dalam bentuk cairan dan padatan akan dipompa ke grow bed. Media tanam yang ada pada grow bed itulah yang selanjutnya menjadi penyaring amonia dan merubahnya menjadi nitrit dan nitrat yang bisa diserap oleh tanaman untuk memenuhi keperluan nutrisinya.

Cara Membuat Akuaponik Gravel System (Media Based) Sederhana [ ]

Media tanam yang dipergunakan pada akuaponik gravel system dapat berbentuk batu-batuan dengan permukaannya kasar yang disenangi sekali oleh berbagai bakteri pengurai amonia. Lantas seberapa tebalkah media tanam yang mesti diletakkan dalam grow bed? Pada cara membuat akuaponik gravel system ketebalan media tanam yang ideal adalah setebal 30 cm. Hal ini berdasarkan acuan ideal pada Akuaponik Pasang Surut yang terbagi dalam 3 zona yakni zona kuyup, zona lembab, dan zona kering. Namun pembagian 3 zona ini tidak meniscayakan berlangsung pada akuaponik gravel system.

Sistem Fertigasi Pada Akuaponik Gravel System

Sistem penyiraman dan pemupukan atau yang lebih dikenal dengan sebutan fertigasi pada akuaponik gravel system ini amat sederhana. Air kolam yang banyak mengandung amonia disiramkan langsung ke grow bed. Hanya itulah yang perlu dilakukan. Akan tetapi, bagaimanakah dengan proses nitrifikasi dan denitrifikasinya?

Kedua proses itu diharapkan bisa berlangsung di grow bed yang media tanamnya bisa berperan pula selaku filter. Lalu, pompa jenis apakah yang harus dipergunakan? Pertimbangan paling mudah saat menentukan pompa pastinya pada tingginya grow bed, pompa mesti sanggup mendorong air hingga melebihi ketinggian grow bed tersebut

Nah, sebagai ilustrasi, jika grow bed mempunyai ketinggian maksimalnya 2 meter, maka Anda harus menggunakan pompa air yang memiliki highmax lebih dari dua meter. Soal mereknya Anda bisa memilihnya sendiri.

Keunggulan dan Kelemahan Akuaponik Gravel System

Sistem ini sudah jelas memiliki keunggulan dari sisi aplikasinya yang praktis sebab sistemnya memang amat sederhana sehingga dengan hanya punya bekal batu split dan drum plastik bekas yang dapat diperoleh/dibeli di toko material terdekat, Anda telah dapat memelihara seratus ekor lele dan tanaman sayuran yang sehat.

Kelemahan dalam cara membuat akuaponik gravel system terjadi pada siklus amonia yang tidak berfungsi sebaik akuaponik jenis yang lainnya yang mewajibkan tersedianya penyaring khusus bagi proses nitrifikasi dan denitrifikasi amonia.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *