10 Hal yang perlu diperhatikan dalam Budidaya sistem Akuaponik

10 Hal yang perlu diperhatikan dalam Budidaya sistem Akuaponik

Urbanina.com – Kebutuhan pangan di dunia semakin meningkat khususnya di wilayah perkotaan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan jumlah penduduk. Masalah yang muncul adalah berkurangnya lahan tanam sementara manusia semakin padat dan membutuhkan lebih banyak makanan. Selain itu jumlah petani yang semakin sedikit juga menjadi kendala dalam dunia pertanian mengingat generasi muda yang berpendidikan jarang yang memilih menjadi petani. Untuk mengatasi masalah tersebut, sistem akuaponik dapat menjadi jawabannya. Sistem ini menawarkan solusi untuk berkebun dan bercocok tanam diarea yang tidak terlalu luas atau halaman rumah sekalipun.

Jika anda ingin membangun sistem ini atau sudah melaksanakannya maka perhatikan 10 hal berikut yang dapat mempengaruhi hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman maupun ikan sebagai berikut :

  1. Gunakan rasio pakan ikan untuk menghitung jumlah tanaman

Rasio pakan ikan adalah perbandingan jumlah pakan ikan yang diberikan pada ikan yang berada di kolam. Rasio pakan ikan ini akan menentukan seberapa banyak jumlah tanaman yang harus ditanam untuk dapat memfilter atau menyaring sisa makanan yang tertinggal dalam air serta kotorannya. Misalnya saja rasio yang digunakan dalam sistem deep water culture atau floating raft dimana ikan diberi makan 1000 gram perhari maka jumlah tanaman yang ditanam secara keseluruhan adalah 17 m2.

  1. Atur jadwal pemberian makan ikan dan banyaknya makanan yang diberikan

Agar lebih teratur maka usahakan pemberian makanan dilakukan dalam waktu yang sama dan jumlah yang sama setiap harinya. Hal ini berperan dalam menjaga pertumbuhan ikan dan mengurangi resiko ikan yang mati.

  1. Tambahkan suplemen nutisi jika perlu

Tanaman yang ditanam dengan metode aeroponik memang mendapat pasokan nutrisi dari air yang berasal dari kolam ikan, akan tetapi beberapa nutrisi seperti zat besi, kalsium dan potassium sangat rendah kadarnya sehingga petani dapat memberikan suplemen langsung pada pada tanaman.

  1. Pastikan aerasi terjaga dengan baik

Salam sistem akuaponik, aerator adalah salah satu alat yang penting untuk menjaga kadar oksigen dalam air. Tanpa aerasi yang baik, tanaman dan ikan rentan mengalami kematian, oleh sebab itu cek selalu apakah aerasi pada kolam ikan berjalan dengan lancar.

  1. Bersihkan kolam secara teratur

Air kolam yang digunakan untuk menampung ikan memang disaring oleh media tanam dan tanaman yang tumbuh diatasnya namun bukan berarti anda tidak harus membersihkannya. Sisa makanan dan kotoran yang menumpuk di dasar kolam harus dibersihkan terutama jika kolam berukuran kecil. Kotoran yang mengendap dalam kolam dapat menyebabkan timbulnya bakteri dan menyebabkan penyakit pada ikan dan tanaman.

  1. Perhatikan agregat media tanam

Beberapa media tanam cocok digunakan dalam sistem akuaponik namun media tersebut harsu dikontrol secara rutin apakah terjadi penyumbatan atau tidak karena penyumbatan media tanam dapat menyebabkan minimnya penyaringan dan matinya akar tanaman karena tidak mendapat cukup oksigen.

  1. Gunakan pipa dengan ukuran yang lebih besar

Pada beberapa sistem akuaponik yang menggunakan pipa seperti NTF atau EBB and flow sebaiknya gunakan pipa yang cukup besar sehingga tanaman mendapat tempat dan rongga yang cukup untuk tumbuh dan air yang berasal dari kolam dapat mengalir dengan lancar.

  1. Gunakan hanya pestisida organik

Hindari penggunaan pestisida kimia pada pertanian yang menggunakan sistem akuaponik karena bahan kimia yang digunakan dapat mengendap pada tanaman dan terbawa aliran air. Zat kimia tersebut jika terakumulasi dapat meracuni ikan dan menyembabkan kematian. Sebaiknya gunakan pestisida organik jika tanaman memang terkena hama yang tidak dapat dikontrol.

  1. Kontrol pH secara rutin

pH adalah salah satu parameter yang paling penting dalam sistem akuaponik karena pH mempengaruhi proses penyerapan nutrisi tanaman dan pertumbuhan ikan. pH air kolam penampungan haruslah berkisar 6 hingga 7 karena jika pH terlalu tinggi atau melebihi 7 nutrisi tidak akan terserap dengan baik sehingga tanaman dapat mengalami defisiensi nutrisi. Sementara itu jika pH terlalu rendah, amonia yang dihasilkan terlalu banyak dan dapat menyebabkan keracunan pada ikan.

  1. Gunakan satu pompa untuk seluruh perangkat

Pakar akuaponik dari California Amerika Serikat, Dean farrel menyarankan untuk menggunakan satu pompa air untuk keseluruhan sistem agar dapat berjalan dengan efisien dan tentunya lebih hemat. Pompa dan salurannya dapat diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman sekaligus menyaring air yang nanti akan kembali ke kolam ikan.

Jika kesepuluh hal tersebut dapat diperhatikan dengan baik maka bisa dipastikan hasil tanaman dan ikan yang diperoleh juga memuaskan, selamat mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *