Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik

Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik

Urbanina.com – Sistem aquaponik diperkirakan oleh banyak orang akan menjadi tatanan masa depan pertanian di Indonesia. Namun hingga sekarang aquaponik masih belum dapat meningkatkan dan menghasilkan nilai pertumbuhan ekonomi yang optimal. Seperti apa budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik diterapkan di kita?

Dalam budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik terdapat beberapa kunci utama yang mesti dicermati saat Anda ingin menggeluti dunia aquaponik. Kunci utamanya yaitu jenis tanaman, jenis ikan dan instalasi (fertigasi, tempat tanam, kolam ikan).

Budidaya Ikan dan Tanaman Pangan Secara Aquaponik [ ]

Nutrisi yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh maksimal dan sehat nyaris semuanya dapat dipenuhi dari kotoran ikan. Ada beberapa jenis ikan yang dapat dijadikan untuk budidaya ikan dan tanaman secara aquaponik antara lain bawal, lele dan nila. Tentunya aquaponik juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan ikan hias sebagai budidaya ternaknya.

Ikan yang diternak dalam aquaponik bisa langsung ikan yang sudah dewasa atau mulai dari larva (ikan yang masih kecil). Namun larva ikan umumnya relatif sulit dikembangkan sebab daya serang penyakitnya yang hebat di lingkungannya. Ikan pada fase ini dapat dikatakan sedang ada dalam tingkat amat kritis. Kecuali karena serangan penyakit juga kesiapan pakan yang sesuai untuk larva ikan terhitung sulit.

Pakan yang paling baik untuk pertumbuhan ikan pada fase larva adalah pakan alami sebab komponen gizinya sangat komplit. Pakan alami umumnya mempunyai bentuk dan ukuran yang cocok dengan lebarnya bukaan mulut larva ikan, mudah dibuat secara banyak, tinggi kandungan nutrisi, mudah dicerna, cepat tumbuhnya, adaptif pada perubahan lingkungan, tak mengandung dan mengeluarkan racun, dan gerakannya menarik untuk larva, tapi mudah ditangkap oleh larva ikan.

Pakan alami yang dapat dibuat secara masal pada budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik antara lain cacing tubifex (cacing rambut/sutra), diatomae, chlorella, tetraselmis, artemia, kutu air (moina dan daphnia), rotifera dan infusoria. Pakan alami tersebut dapat  dibuat secara masal melalui pemupukan kolam.

Pemupukan kolam dapat dilakukan dengan cara menggunakan pupuk organik atau anorganik. Pemupukan organik dapat dilaksanakan dengan menggunakan kotoran burung puyuh atau kotoran ayam. Sementara itu untuk pemupukan anorganik biasanya menggunakan pupuk TSP dan urea.

Hal yang penting diperhatikan saat melakukan pemupukan kolam adalah proporsi banyaknya pupuk yang diberikan dengan luasnya kolam yang ada. Pemupukan dengan cara organik dapat menggunakan perbandingan 200-500 gram/meter kolam. Sedangkan pemupukan dengan cara anorganik menggunakan proporsi 10 gr TSP + 15 gr urea/m luas kolam.

Berapa banyak jumlah ikan yang dapat diternak dalam kolam pada budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik? Nah, Anda dapat menggunakan patokan berikut :

  • ikan patin: 10-15 ekor/m2
  • ikan lele: 100-150 ekor/m2
  • ikan gurami: 5-10 ekor/m2
  • ikan nila: 100-150 ekor/m2
  • ikan mas: 10-200 ekor/m2

Sesudah kolam ikan dipersiapkan maka selanjutnya mengatur sirkulasi supaya air di dalam kolam dapat masuk ke dalam bak rekayasa untuk dipakai tempat merubah amonia menjadi nutrisi bagi tanaman yang dibudidayakan tersebut.

Demikianlah uraian sederhana cara budidaya ikan dan tanaman pangan secara aquaponik yang bisa Anda aplikasikan sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *