Aquaponik Sawi Yang Baik dan Benar Serta Menguntungkan

Urbanina.com – Sawi merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh baik saat dibudidayakan dengan sistem akuaponik. Semua unsur yang diperlukan tanaman bersumber dari air kolam tempat ikan dipelihara yang disalurkan pada pipa-pipa paralon tempat penanaman sawi. Agar aquaponik sawi ini tumbuh dengan baik diperlukan berbagai persyaratan, seperti keberadaan mikroorganisme pengurai kotoran dan sisa pakan ikan,  jumlah ikan memadai yang diternak pada kolam di bawahnya dan intensitas sinar matahari yang cukup.

Budidaya aquaponik sawi ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan gelas bekas minuman air mineral yang diberi lubang cukup banyak. Pemanfaatan gelas bekas minuman air mineral ini sangat praktis sebab gampang didapat dan klop dengan pemasangan pipa pvc berdiameter 3 inci. Badan gelas bisa masuk sampai nyaris mencapai dasar pipa sehingga tidak butuh tambahan sumbu.

Aquaponik Sawi 2

Media tanamnya bisa menggunakan arang sekam bakar, kerikil, batu-bata, arang kayu dan pecahan genteng. Bibit tanaman sebaiknya ditanam terlebih dulu pada media rockwool agar bisa beradaptasi pada nyaris semua media tanam dengan cepat dan baik. Sedangkan untuk bibit tanaman yang diambil dari persemaian atau tanahnya itu sekam bakar bisa dimanfaatkan untuk memperoleh presentase hidup yang lebih besar.

Pemasangan talang air atau pipa-pipa bisa dipergunakan untuk mengalirkan air kolam pada akar-akar tanaman. Dibandingkan talang air, Penggunaan pipa paralon agak lebih murah biayanya dan lebih fleksibel dibandingkan talang air untuk masalah penataan bangunannya di atas kolam. Ukuran pipa yang baik digunakan adalah pipa yang berukuran minimal 3 inci.

Tanaman seperti aquaponik sawi ketika siang hari akan melakukan apatasi dari panasnya sinar matahari dengan cara melayukan daunnya. Jangan cemas dengan keadaan ini karena pada sore hari sampai pagi hari berikutnya tanaman akan kembali segar ketika intensitas matahari sudah jauh menurun. Dengan kondisi seperti ini sebaiknya pemanenan sawi bisa dilakukan waktu pagi atau sore hari saja ketika tanaman dalam kondisi terbaiknya.

Tidak demikian banyak yang dikerjakan untuk perawatan tanaman ini. Pemeriksaan tingkat air penting dilakukan supaya tanaman bisa menjangkau aliran air, khususnya ketika masih di awal tanam. Serangan belalang, ulat, atau kutu daun bisa diatasi dengan cara manual saja. Ulat daun merupakan hama yang sangat merusak. Walaupun ukurannya kecil-kecil, tetapi karena banyak jumlahnya (puluhan ekor di setiap lembar daun) maka  tanaman bisa menderita kerusakan lumayan parah. Jika ular menyerang hingga bakal tunas mudanya, Tanaman sawi akan cepat mati bila ulat menyerang sampai ke bakal tunas mudanya.

Daun-daun berlubang karena dimakan belalang maupun ulat tidaklah masalah karena bisa menjadi pertanda tidak dipergunakannya pestisida kimia dalam perawatan sawi sehingga lebih sehat dan aman untuk bisa dimakan oleh manusia. Daun yang dipenuhi dengan ulat-ulat sebaiknya dipetik saja dan dibuang ke dalam kolam untuk menambah protein pada ikan peliharaan. Sementara kolam terpal yang digunakan berukuran 2 x 4 m dan ikan lele-nya kira-kira 1500 ekor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *