Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan

Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan

Urbanina.com РAquaponik merupakan perpaduan antara aquaculture dengan hidroponik yang menghasilkan simbiosis yang saling menguntungkan.  Dasar utama dari sistem teknologi pertanian ini yaitu penyediaan air yang optimal untuk setiap komoditas dengan menggunakan sistem sirkulasi ulang. Selama ini kita mengenal 3 sistem dalam teknik aquaponik, yakni sistem raft, sistem ebb & flow, dan sistem NFT (Near Film Technique). Namun beberapa waktu lalu telah lahir sistem aquaponik model gantung yang digagas oleh Riptanto, pemuda asal Bandung yang kini tinggal di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Jawa Tengah.

Aquaponik memang merupakan kombinasi sinergis antara akuakultur dengan hidroponik. Akuakultur adalah budidaya ikan, sedang hidroponik itu sendiri merupakan budidaya tanaman tidak dengan menggunakan tanah yang artinya budidaya tanaman ini menggunakan air dan tanpa memanfaatkan tanah selaku media tanamnya (soilles). Aquaponik menggunakan air secara kontinyu yang berasal dari pemeliharaan ikan di kolam dialirkan ke tanaman kemudian ke kolam ikan lagi. Begitu seterusnya.

Aquaponik Model Gantung Tetap Menguntungkan []

Di dunia ini kita mengenal beberapa sistem aquaponik, antara lain:

Sistem raft. Sistem ini dicirikan dengan penempatan tanaman langsung di atas air membuar akar tanamannya mengambang di air. Tentu saja ikannya ditempatkan di kolam terpisah karena bila diletakkan di tempat yang sama maka akar-akar tanaman bakalan habis dimakan oleh ikan.

Sistem ebb & flow. Sistem ini berjalan dengan menggunakan bell siphone yang memiliki fungsi mengeluarkan air dari media tanam saat air telah memenuhi media tanam.

Sistem NFT (Near Film Technique). Sistem ini bergerak dengan jalan mengairi tanaman dengan lapisan tipis air sehingga akar mengenai lapisan tipis air terus.

Lalu, bagaimana dengan aquaponik model gantung dan cara penerapannya?

Budidaya tanaman dan ikan dengan menggunakan teknik aquaponik cocok dikembangkan di wilayah yang mempunyai lahan sempit. Di belakang rumah misalnya, Anda bisa menggunakan kolam ikan untuk sarana penyiraman dalam teknik aquaponik ini. Pada aquaponik model gantung yang dilakukan Riptanto memanfaatkan air yang berasal dari kolam ikan yang diputar dengan blower aquarium mengaliri tanaman yang digantung di atasnya. Tidak perlu mesti menyiram satu demi satu karena air akan otomatis menyiram dan masuk ke dalam botol bekas air mineral.

Dalam aquaponik model gantung digunakan kotoran ayam dan sekam untuk menggantikan tanah sebagai media tanam. Disamping tanaman lebih cepat tumbuh, media tanam itu bisa melancarkan peredaran air yang mengalir dari botol yang satu ke botol yang lainya. Jadinya saling menguntungkan karena kotoran ikan yang terseret naik akan jadi pupuk untuk tanaman, sementara itu sari-sari makanan yang berasal dari tumbuhan akan jadi pakan ikan. Alhasil, kita pun tidak mempergunakan campuran bahan atau zat kimia sama sekali.

Berdasarkan pengalaman Riptanto, menanam padi dengan menggunakan teknik aquaponik ini ternyata lebih hemat waktu dan biaya. Pasalnya kita cuma memerlukan botol air mineral sebanyak 1.250 biji untuk menanam padi seluas 1.000 m2  sawah. Lamanya masa tanam juga sama seperti masa tanamnya padi yang kita tanam di sawah-sawah pada umumnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *